Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Oeil pour oeil

Oeil pour oeil

Angélique, 29 ans, institutrice mariée depuis cinq ans à Richard, croit vivre un mariage solide fondé sur l’amour, la foi et la fidélité. Vierge jusqu’au mariage, elle s’est donnée corps et âme à un seul homme : son mari. Malgré leur complicité apparente, un drame silencieux les ronge — leur incapacité à avoir un enfant. Si Richard se montre patient et réconfortant, la belle-famille d’Angélique ne cache pas son hostilité. Dans cette épreuve, elle s’appuie sur sa meilleure amie Edith, femme vive, séduisante et indépendante. Mais un détail inattendu — une voix, un rire au téléphone — sème le doute dans l’esprit d’Angélique. Peu à peu, elle collecte des indices : un ticket de restaurant pour deux à Yamoussoukro, un comportement étrange, une voiture rouge familière… jusqu’à l’irréfutable vision de Richard dans les bras d’Edith. Effondrée, elle trouve refuge chez sa sœur aînée Béatrice. Mais cette visite prend un tournant inattendu : Béatrice lui révèle que son propre couple repose sur un équilibre tacite de "liberté surveillée", chacun ayant une liaison discrète hors du foyer. Entre trahison, désillusion et tentation, Angélique perd ses repères. Et décide de répliquer. Froide, méthodique, elle envisage une vengeance douce-amère : séduire Eric, le fiancé d’Edith, également trompé. La douce institutrice n’a pas changé… elle s’est révélée.
Romance
3.1K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
The Bomb Expert Who Let Love Cut the Wrong Wire

The Bomb Expert Who Let Love Cut the Wrong Wire

A group of armed robbers ambush the kindergarten, resulting in my son, Finn Hart, becoming a hostage. A ticking time bomb is strapped to his tiny body afterward. My husband, Nolan Hart, also known as the best bomb disposal expert in the whole nation, arrives at the scene immediately. Meanwhile, I stand by the monitor in the command van, my eyes glued to the screen. I can see a burlap sack covering Finn's head. My poor son is trembling violently out of fear. But once Nolan and his assistant-slash-first love, Summer Castellano, enter the scene, the latter actually has the guts to ask for permission to dispose of the bomb. "Nolan, let me have a taste of what it feels like to be a heroine who gets to save lives. Is that okay?" As Nolan gazes at Summer, he flashes a doting smile at her. "Go ahead. You can just cut the red wire. Don't worry, if anything happens, I'll face the consequences on your behalf." Summer reaches out with her scissors excitedly and snips the blue wire without hesitation. The next thing everyone knows, the countdown on Finn's bomb shifts from ten minutes to ten seconds instantly. Both Nolan and Summer's expressions change drastically. They quickly turn tail and flee the scene. On the other hand, my eyes go as wide as dinner plates at the turn of events. Just as I'm about to rush into the kindergarten, I feel a tiny hand grabbing the hem of my shirt forcefully. "Mommy, Daddy will save Wyatt, right?" I look down to see Finn, who's standing right next to me. For a moment, my mind goes blank. Suddenly, I recall having heard him telling me when he called me with his smartwatch earlier today. "Mommy, Wyatt insisted on swapping clothes with me. He said my new sportswear looks better than his!" Wyatt Castellano is Summer's son… as well as Finn's half-brother.
Baca
Tambahkan
My Fierce Secretary

My Fierce Secretary

R_Quella
“When Destiny brings you into a game.“ MEET ALBYAZKA STEVANO__ He's the perfect man. Muda, tampan, kaya, multitalent, hingga mendapat gelar the perfectionist boss. Membuat Alby selalu menganggap mudah segala hal termasuk wanita. Namun, tidak lagi setelah pertemuanya dengan seorang wanita galak bernama Alessia Mikhayla. Seorang yang sanggup membuat Alby tertantang dan merasa tertarik untuk pertama kali pada seorang wanita hanya karena sebuah julukan Bedebah darinya. MEET ALESSIA MIKHAYLA__ seorang 'secret agent' berparas cantik yang terkenal galak dan keras kepala. Wanita bebas dan tidak suka diatur apalagi dikekang sepertinya sangat membenci banyak hal. Termasuk, Albyazka Stevano. Sejak pertemuan pertama mereka yang tidak bisa di katakan baik juga pertemuan-pertemuan tidak terduga lainnya yang banyak meninggalkan kejadian buruk membuat ruang gerak Alessia menjadi terbatas. Alessia membencinya. Membenci kehidupannya yang bahkan terasa seperti seekor burung peliharaan karena ulah pria itu yang sesuka hati mengklaim dirinya sebagai kekasih di hadapan media. Setelah segala hal yang terjadi, mana mungkin Alessia membiarkannya? Menjadikanya mainan pria itu? Well.. Albyazka Stevano perlu tahu kalau Alessia bukan wanita yang mudah dikalahkan. Wait for the time .. Alessia akan membuktikannya. Lihat saja.. BLURB️ "Kau tidak bisa seenaknya padaku, Darling." "I can, who will stop me?" Alessia kemudian menciumnya sekali lagi, hanya kecupan singkat dan ia kembali tersenyum. "Sudah cukup." Alby menaikkan alis. "Apa maksudmu?" "Kau tidak dengar? Cukup. Artinya berhenti. Aku tidak akan melakukan hal lain selain berciuman." gumam Alessia menjelaskan. "Tinggalkan saja nomor rekeningmu." "Buka matamu, Darling. Kau perlu melihat siapa aku untuk kembali mendiskusikan tentang uang." "Tidak perlu repot-repot, aku tidak peduli kau siapa." _________ "Kau milikku, tidak ada jalan kembali untukmu pergi." -Albyazka Stevano.
Romansa
915.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

AYA RAYA
Tabitha tersenyum sinis ke arah Rino. “Kenapa? Lo kaget lihat gue, Rin? Nggak menyangka ya kalo ternyata gue ada di sini juga? Dan gue sudah dengar semuanya! Semua obrolan kalian berdua! Gue baru tahu kalau ternyata ada ya cowok yang sejahat lo, Rin! Jadi begitu rupanya? Lo anggap gue itu cuma sebatas cewek taruhan buat lo? Nggak ada artinya lagi kah gue selain itu, Rin? Menurut lo ... gue cewek kampungan? Culun? Kutu buku? Nggak cukup menarik ya buat lo? Nggak bisa bikin lo ‘naik’? Sorry ya, Rin! Sebelum lo menganggap diri lo itu cowok paling hebat yang bisa menaklukkan hati semua cewek, asal lo tahu aja ... lo nggak sehebat itu! Andai lo itu barang, dikasih gratis aja gue nggak mau terima, apalagi disuruh bayar! Karena buat gue, lo itu cuma cowok brengsek, jahat, nggak punya otak, yang pantasnya dibawa ke tukang loak terus ditukar sama piring! Tahu lo? Piring aja lebih berharga dan lebih berguna buat gue, daripada cowok kayak lo! Gue menyesaal ... banget pernah dekat sama lo, Rin! Cowok brengsek! Cowok nggak punya otak! Otak lo yang lo pikir cerdas bisa ngebodohin gue itu ternyata nggak lebih besar dari biji kwaci tahu nggak!” maki Tabitha, sebelum melangkah keluar dari warung kopi dan berlari menjauh. Rino melongo. Pemilik warung kopi bengong. Pemuda yang duduk di sebelah Rino bangkit berdiri sambil menahan tawa. “Kasihan lo, Rin! Udah otak lo cuma segede kwaci, lo mau dibawa ke tukang loak lagi! Ditukar sama piring!” Pemuda itu tertawa tergelak. "Diam lo!" bentak Rino. Malu. Pemuda itu semakin tertawa tergelak.
Romansa
103.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Om Duda!

Om Duda!

"Mommy!" seorang bocah laki-laki menghampiri Disya yang sedang duduk menikmati es krim bersama dengan ketiga sahabatnya di salah satu caffe. Disya tentu saja membelalakkan matanya, yang benar saja bocah laki-laki di depannya memanggil Disya dengan sebutan 'Mommy' padahal Disya masih duduk di bangku kuliah semester tujuh, dan lagipula Disya belum menikah, bagaimana mungkin dia sudah mempunyai anak? Kailash, nama bocah laki-laki itu. Rupanya dia salah mengira Disya Mommynya. Hingga akhirnya seorang lelaki menghampiri meja mereka. Disya sampai membelalakkan matanya, mulutnya menganga ketika melihat lelaki tampan itu. Devan, lelaki yang dipanggil 'Daddy' oleh Kai. Baru pertama kali bertemu saja, rasanya Disya langsung jatuh cinta. Memejamkan kedua matanya, sedikit membenarkan posisi duduknya, lalu menengadahkan kedua tangannya di depan dada. "Ya Tuhan... jodohkanlah hamba dengan Pak Devan, kalo Pak Devan masih ada istri, ambil saja istrinya!" "Astaga, Disya omogan kamu ih!" pekik ketiga sahabatnya berbarengan. Mereka tentu saja syok mendengar ucapan sembarangan yang diucapkan Disya beberapa detik yang lalu. "Sejak kapan kamu suka sama om-om hah?!" "Sejak hari ini!" Berbeda dengan Disya yang langsung terpikat, Devan malah melihat Disya dengan tatapan tidak suka. Namun, Disya akan tetap bertekad, dia harus mendapatkan hati Devan. Setelah menjadi detektif dadakan untuk mengamati Devan. Sebuah fakta yang berhasil membuat Disya merasa sangat senang. Devan hanya tinggal berdua dengan Kai, yang artinya Devan adalah seorang duda bukan? Benar! Tentunya itu adalah kesempatan besar untuk Disya mendapatkan hati Devan. Tidak perlu mengambil hati Kai—bocah itu sudah menyukai Disya sejak pertemuan pertamanya. Tugas Disya hanya mencari cara untuk mengambil hati Devan. Akankah Disya berhasil? "Otw jadi Mommy Kai." — Nadisya Queensa Fatyavia. "Ck! Gadis kecil!" — Devano Zayn Ganendra. ***
Romansa
9.872.4K DibacaTamat
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
Tambahkan
Anaa
Hai temen-temen^^ Sebelumnya aku mau ngucapin makasih banyak buat yang selalu nunggu novel ini. Aku ngerasa bersalah udah bilang mau update tiap Kamis dan Sabtu, padahal kadang suka engga di tepatin, sorry ..., aku usahain update di hari itu, tpi kalau engga ya mngkin di up di hari berikutnya yaa ...
Michael Sanjaya
sumpah deh...baru x ini baca novel tentang keluarga dan perceraian tp ujung"nya ttp hrs berpisah jg. hahahaha.... uda gt kasian keluarga si cowok yg boleh di blg hancur, si cowok mo rujuk berujung ggal sedangkan adik tnpa pengetahuan kluarga atau si kakaknya hdupnya jg hancur. mantap, ceritanya unik
Baca Semua Ulasan
Vœux captifs

Vœux captifs

On m’a traînée sur cette scène comme du bétail, dépouillée de ma dignité et exposée au plus offrant. La foule voulait une jolie petite captive, un jouet. Je pensais que personne ne se soucierait assez de moi pour enchérir. Puis une ombre a bougé, et tout mon monde a vacillé. ELIAS KANE. Le meilleur ami de mon frère défunt. Le garçon qui m’avait autrefois promis de me protéger. Il est désormais l’Alpha impitoyable de la meute la plus puissante de la région. Quand sa main s’est levée pour me réclamer, la salle est devenue silencieuse. Il a dit au monde qu’il m’avait achetée pour me sauver. Mais je sais mieux que ça. Parce que je ne veux pas qu’il me sauve. Je veux me venger. Le sang de mon frère tache encore la terre, et personne n’en a payé le prix. Ni la meute qui lui a tourné le dos. Ni l’Alpha qui a laissé faire. Et si Elias pense que je suis encore la fille fragile qu’il a laissée derrière lui, alors il a déjà perdu. Alors je jouerai le rôle de sa captive. Je porterai sa marque comme des chaînes. Je sourirai quand il grognera, je m’agenouillerai quand il commandera, et je le laisserai croire que je suis sous son pouvoir. Pendant tout ce temps, je chercherai la vérité. Pendant tout ce temps, j’aiguiserai ma lame en secret. Mais la vengeance n’est jamais simple. Pas quand l’Alpha que j’ai juré de haïr fait vaciller mon cœur. Pas quand son contact embrase mon corps. Pas quand le garçon que j’aimais autrefois subsiste dans l’homme que je méprise aujourd’hui. Je suis venue pour le sang. Pour des réponses. Pour la justice.
Loup-garou
55 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
131415161718
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status