Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Risa

Rumah Risa

Suara deringan yang membingungkan terdengar di seluruh rumah, diikuti oleh langkah kaki yang berat dari dalam. Pintu terbuka, dan seorang wanita tua yang berpakaian serba hitam berdiri di ambang pintu. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Nyonya Harper, pengurus rumah tangga. "Selamat datang di Rumah Keluarga Wijaya, Laras," katanya dengan suara serak yang tampaknya mengandung banyak cerita. "Kami senang Anda bisa datang. Mari, aku akan menunjukkan ke kamar Anda."
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai housemaid
Baca
+Pustaka
My Imaginary Husband

My Imaginary Husband

Aku hanya mengangkat bahu seraya berkata, “Terserah lah.” * Gamma sampai di apartemen tak lama berselang, kemudian menuntunku dan Xabian menuju unitnya di lantai tujuh belas. Ia merangkulku sembari mencerocos tentang para paparazzi yang menumpuk di sekitar rumah kami. Dia membuka sebuah pintu hitam mengkilap, kemudian merentangkan tangan dengan lagak dramatis. “Selamat datang di kediaman Hamba yang sederhana ini, Tuan Putri,” ejeknya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai housemaid
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai housemaid
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Nomor 13

Misteri Rumah Nomor 13

Rusdi, Alma, Aldi, Andin, Baim, dan Amar yang tidak menyadari hilangnya Santi masih terus memeriksa seluruh isi rumah yang anehnya masih terlihat sangat bersih meski dari bentuk bangunannya mereka yakin sudah lama tidak ditempati. Mereka terus memeriksa setiap sudut rumah yang tampak terlantar, suasana semakin terasa mencekam. Cahaya senter hanya menerangi sedikit dari ruangan yang gelap gulita itu, dan langkah-langkah mereka yang terdengar seperti gema di koridor kosong semakin menambah ketegangan.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai housemaid
Baca
+Pustaka
My Assistant, My Husband

My Assistant, My Husband

“Apa yang membuatmu lama?” “Aku membantu ibuku memasak beberapa hal.” Damar menjawab, sembari membuka pagar lebih lebar. “Omong-omong, selamat datang di rumahku.” “Aku tidak menyangka rumahmu sebesar ini.” Jennie mengungkapkan isi hatinya, ketika sudah berdiri di teras. “Sekarang kau terlihat seperti orang kaya.” “Benarkah?” Damar melihat ke beberapa bagian rumahnya. “Padahal rasanya biasa saja, ini juga bukan daerah perumahan elit.”
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai housemaid
Baca
+Pustaka
My Secret Wife

My Secret Wife

Pagi buta menggedor pintu kamar hanya untuk menyuruh Aruna setrika baju. "Nah, elu kan udah jadi istri gue. Jadi, noh baju-baju gue setrikain. Hari Senin gini harus rapi, kan?" Arsen berkacak pinggang seraya menunjuk-nunjuk pakaian putih-abu yang akan dikenakan olehnya. "Tapi, ini masih terlalu pagi untuk setrika, Sen," rutuk Aruna sembari melirik jam dinding yang menunjukkan angka tiga lebih tiga puluh menit.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai housemaid
Baca
+Pustaka
Little Wife

Little Wife

"Seharusnya pekerjaan seperti ini dikerjakan oleh pembantu rumah tangga yang Mami sewa. Kita bukan keluarga miskin, aku pernah bilang ke kamu untuk menikmati kemewahan yang ada di sini selagi kamu bisa." Ya, Leon bertanya-tanya mengapa Elsa tidak menggunakan kesempatan itu untuk menikmati hidupnya dalam kemanjaan fasilitas yang ada di rumah ini. Alih-alih, Elsa malah mencuci pakaiannya, melipat, bahkan menstrika semuanya. Dia curiga bahwa beberapa hari ini gadis itu juga yang membersihkan kamarnya. Karena nyaris tidak satupun pelayan rumah tangga yang biasa Leon lihat pada jam-jam tertentu mendatangi kamarnya dan membersihkan semuanya tanpa suara. "Bu-bukan begituuu! Aku cuma... aku cuma nge
9.791.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai housemaid
Baca
+Pustaka
Vivian

Vivian

"Kau tak perlu menjawabnya. Penghuni istana ini tak akan ada yang berbaik hati seperti yang kupikirkan." "Bagaimana dengan penduduk desa? Apakah mereka sebaik dirimu?" Perawat itu bertanya hanya untuk menyadarkan Vivian bahwa orang-orang hampir sama dengan penghuni istana. Vivian tersenyum kesal. "Andai saja ada bagian dunia lain. Mungkin aku sudah tak ada di sini." Vivian menatap perawat lebih tajam. "Kau tahu, aku tak takut mati. Aku hanya ingin Aglo ... keluargaku, temanku satu-satunya selamat. Bebas dari kebusukan negeri ini," tegas Vivian.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai housemaid
Baca
+Pustaka
Ditiduri Majikan

Ditiduri Majikan

“Pernikahanku sama Lingga tinggal sebentar lagi. Aku nggak mau kalau semuanya jadi kacau, Ma. Mama pernah dengar kabar kalau suami selingkuh sama babysiter atau pembantu. Aku takut kalau—kalau rumah tanggaku sama Lingga bakalan kaya’ gitu, Ma….” Mama Marlin meraih tubuh Adis yang kembali menangis. Mengusap lembut lengan bahu Adisti. “Enggak, sayang. Mama pastikan pembantu bocah itu akan terusir dari rumah pak Fandi. Mama nggak ridho kalau sampai rumah tangga anak mama dihancurkan oleh debu comberan macam pembantu itu.” mama Marlin mengecup sisi kepala Adisti. “Kamu tenang aja. Jangan mikir yang macem-macem ya.” . 10/02/2024
1032.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 847 kali sebagai housemaid
Baca
+Pustaka
Cinta Pandangan Pertama CEO dingin

Cinta Pandangan Pertama CEO dingin

Persiapan pernikahan sudah selesai ,Mereka hanya menunggu Hari H ,The power Of Money ,semua bisa mereka lakukan dalam waktu dua minggu saja mempersiapkan semua nya . Sesampainya di Mansion nya ,Ar meminta Para Maid menyiapkan dan membersihkan kamar nya ,dengan bersih ,karena dia tidak ingin kehadiran istri nya pertama kali nanti ,malah membuat seorang Bia malah tidak nyaman dengan suasana sekitar Mansion mereka . Para Maid sibuk semua membenahi apa yang memang wajib mereka benahi . "Bersih kan Juga kamar di sebelah Kamar ku ,yang ada Connecting room nya ," Ucap Ar sambil memikirkan sesuatu ,Entah apa itu,hanya dia lah yang mengetahui nya. ***
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai housemaid
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status