Pengkhiatan yang Tak Pernah Diduga
Pada hari yang telah dijanjikan untuk mencoba gaun pengantin bersama pemimpin mafia yang telah berpacaran denganku selama tujuh tahun, Raul Ghazali, aku membawa laporan pemeriksaan kehamilan dengan perasaan bahagia dan bergegas menuju butik pengantin.
Namun, aku tanpa sengaja mendengar percakapannya dengan orang kepercayaannya.
"Kemarin aku mendaftarkan pernikahan dengan Joanne hanyalah langkah darurat. Kakakku tewas dalam baku tembak antar-geng, dan dia mengandung satu-satunya anak dari Keluarga Ghazali. Kalau aku nggak memberinya status, dia dan anak itu nggak akan bisa bertahan hidup di Keluarga Ghazali."
"Semua orang akan menindas mereka." Dia menjepit cerutu di antara jemarinya, suaranya dingin dan keras, tetapi terselip sedikit ketidakberdayaan.
"Selain status, aku nggak bisa kasih Rivela apa pun. Tapi yang lain, aku bisa memberikan semuanya, cintaku, uangku. Hal ini sama sekali nggak boleh ketahuan sama dia."
Aku menggenggam erat kertas hasil pemeriksaan kehamilan itu, hatiku seketika mati rasa.
Aku meminta sahabatku membantuku mendaftarkan identitas baru, memastikan Raul tidak akan pernah bisa menemukanku lagi, lalu menghilang dari dunianya.
Karena dia tak mampu memberiku dan anakku sebuah keluarga yang utuh, maka hubungan yang tercampur antara tanggung jawab dan kebohongan ini lebih baik diputuskan sampai di sini.