Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran
Indah, sempurna, namun terasa asing di kulitnya, seolah bukan miliknya.
Di tangan mereka, buket bunga yang berbeda. Buket Roseane cerah dan lembut. Sementara buket milik Lorenne ditentukan oleh istana: mawar merah tua. Merah pekat, hampir kehitaman. Merah seperti darah yang mengering.
Mereka saling menatap.
Untuk sesaat, tidak ada yang berbicara.
“Kau benar-benar bodoh,” kata Roseane akhirnya, suaranya rendah namun jelas. “Melepaskan Duke dan memilih menikah dengan tiran.”