Selamat Pagi Dokter Cinta
Cinta terhenyak, sejak pertama kali menginjakkan kaki di pulau kecil yang indah ini, untuk menjalankan tugasnya sebagai dokter PTT, ada beberapa laki-laki yang mencoba mendekatinya, ada Benny pemilik kapal penangkap ikan, Pak Albert duda beranak tiga, Hassan Hehahua pedagang kelontongan dan Haji Burhanuddin pemilik kebun pala, tapi tidak ada yang seberani ini langsung melamarnya!
“Bagaimana Dokter ?” tanyanya sambil memandang Cinta, harus Cinta akui kalau mata itu begitu bening dan polos .
Tak perlu berpikir panjang lagi Cinta menggeleng tegas. “Maaf, Arul, bukan saya tidak menghormati keinginan Mama Amina, tapi saya tidak mungkin menerima lamaran ini.”
“Kenapa? Apakah karena kami hanya oran
Sikat na Kabanata