Camelia
Pipinya, hidungnya, matanya dan terakhir, Heru melumat gemas bibirnya.
Lia memalingkan wajahnya dan mendorong sekuatnya dada Heru. Tetapi Heru mencengkram tengkuknya, sehingga ia tidak bisa menggerakkan wajahnya. Lia mulai kelabakan saat Heru mulai mencoba memaksa mulutnya membuka. Karena ia terus merapatkan bibirnya, Heru berpindah menciumi rahang dan dagunya. Dan ketika ia lengah, Heru kembali mencoba menguak bibirnya. Ketakutan, Lia menggigit bibir Heru kuat-kuat. Heru memaki pelan namun ia terus melahap ganas bibir Lia. Heru seperti tidak mempedulikan rasa amis darah dari bibirnya. Lia kembali berontak. Ia sungguh tidak suka dipaksa seperti ini. Rasa takut, cemas dan tidak berdaya mengai