
Dosa dalam Cinta
Di bawah langit Batavia yang kelabu, Satrio Kusumo pulang dari Belanda dengan harapan besar, hanya untuk mendapati kotanya telah berubah menjadi panggung rahasia, pengkhianatan, dan luka lama yang belum sembuh. Pertemuannya dengan Sekar Puspita—perempuan memesona dengan masa lalu kelam—membuka pintu cinta yang manis sekaligus berbahaya. Di balik hubungan mereka, tersembunyi kebenaran pahit: ayah Sekar adalah pengkhianat yang menghancurkan keluarga Satrio.
Di antara kerumitan cinta dan dendam, muncul Citra Anindita, gadis sederhana yang mencintai Satrio dalam diam. Namun, cinta itu harus terhempas saat Rangga Adibrata, sahabat Satrio yang menyimpan ambisi gelap, menjadikan Citra korban intrik. Diculik dan dibuang, Citra menghilang dari kehidupan Satrio. Sekar, yang diliputi rasa bersalah dan pengkhianatan dari Rangga, akhirnya hancur dan menghilang dalam arus sungai.
Satrio, kehilangan cinta dan kepercayaan, mengasingkan diri. Bertahun kemudian, ia menerima kabar bahwa Citra masih hidup—namun sekarat. Ia menemuinya di biara, hanya untuk mendengar kata cinta terakhir yang tak pernah sempat terucap. Citra mengembuskan napas terakhir dalam pelukannya.
Dengan hati hancur dan jiwa yang sunyi, Satrio kembali berjalan sendiri. Tidak ada kemenangan, hanya jejak luka dan dosa yang tak terhapuskan. Kisah cinta mereka berakhir dalam tragedi, tetapi kenangannya tetap hidup—membayangi langkah-langkah yang tak pernah sampai pada damai.
Read
Chapter: Epilog | SEASON 3 | Dalam Bayang, Tumbuh Sebuah CahayaLangit di atas Batavia yang telah runtuh tidak lagi menunjukkan arah. Matahari tenggelam di balik reruntuhan kabut, dan laut, yang dahulu menjadi cermin bagi cahaya surga, kini hanya genangan gelap yang menelan semua bayangan. Sebuah desa kecil berdiri di ambang kehancuran dan kebangkitan, sunyi namun tak pernah sepenuhnya tidur. Di bawah pohon beringin yang tak lagi rimbun, di tengah tanah yang pernah terbelah oleh kutukan dan darah, seorang lelaki duduk bersila dalam diam.Satrio.Tubuhnya tua, tidak hanya oleh waktu tetapi oleh semua beban yang tak pernah benar-benar bisa dilepaskan. Di dadanya, bekas luka lama—luka dari perang, dari cinta, dari pengkhianatan—masih terasa berdenyut. Namun tidak lagi panas. Tidak lagi memohon untuk diperhatikan. Luka itu kini hanya menjadi tanda, bahwa ia pernah bertarung, dan meski kalah dalam banyak hal, ia tidak pernah sepenuhnya menyer
Last Updated: 2025-07-30
Chapter: Bab 60 Warisan CintaLangit di atas Batavia pagi itu memerah seperti luka yang baru menganga. Matahari menggeliat di balik kabut yang berat, memancarkan sinar samar yang terpecah di antara retakan awan, menciptakan semburat jingga yang pucat. Angin membawa aroma asin laut bercampur tanah hangus, bisikan masa lalu yang masih melekat di udara, seolah dunia ini belum sepenuhnya sembuh dari luka-lukanya.Satrio berdiri sendiri di tepi pantai, kakinya terbenam dalam pasir basah yang dingin. Tubuhnya tampak renta, punggungnya sedikit membungkuk, matanya kosong menatap cakrawala, tapi di sorotannya ada cahaya redup yang tak sepenuhnya padam—cahaya seseorang yang telah kehilangan banyak, namun tetap memilih bertahan. Di dadanya, liontin lama yang tergantung pada seutas benang lusuh bergoyang pelan, memantulkan cahaya samar dari matahari yang enggan.Di pikirannya, wajah-wajah
Last Updated: 2025-07-30
Chapter: Bab 59 Harapan di Tepi LautLangit sore menggantung rendah di atas pantai, sapuan jingga yang merambat perlahan ke kelabu,seolah dunia sedang bernafas pelan, menahan isak tangis yang tak pernah terucapkan. Ombak menggulung perlahan, menghantam pasir dengan irama yang dalam, membawa aroma asin laut bercampur dengan bau tanah basah dan samar-samar jejak darah yang telah lama mengering. Di tepi pantai, Satrio duduk dengan tubuh agak membungkuk, napasnya pendek-pendek, sementara di sampingnya, anak itu—Ananta—menatap cakrawala yang tak berujung, matanya kosong, dalam, seolah menatap sesuatu yang hanya bisa dilihat olehnya.Hening menggantung di antara mereka, bukan ketenangan yang utuh, melainkan semacam jeda di ambang ledakan, di mana setiap detik menjadi pengingat bahwa apa yang tampak damai hanyalah bayangan yang menyamarkan jurang di bawahnya.Satrio akhirnya memecah kesunyian, suaranya ser
Last Updated: 2025-07-29
Chapter: Bab 58 Langkah BaruWaktu bergerak seperti bisikan yang menelusup di antara cabang-cabang beringin, mengalir melalui udara yang basah oleh embun, menggoreskan jejak-jejak yang tak kasatmata di kulit dan tulang. Matahari menggantung rendah di langit, memancarkan cahaya keemasan yang tampak palsu di balik bayang-bayang kelam yang menempel di tanah—bayang-bayang yang tak sepenuhnya hilang, meski dunia tampak berjalan maju.Anak itu berdiri di tengah lapangan kecil, tubuhnya tegak, mata menatap jauh ke depan, ke batas-batas yang tak terlihat. Di wajahnya terpahat bekas luka yang tidak kasatmata—luka yang bukan berasal dari benturan fisik, melainkan dari ingatan yang mencengkeram, bisikan yang mengendap dalam gelap, dan mimpi-mimpi yang mengiris kesadaran setiap malam.Tapi di sorot matanya, ada api yang tumbuh, bukan api dendam, melainkan cahaya tekad yang membara.
Last Updated: 2025-07-29
Chapter: Bab 57 Dendam yang UsaiLangit di atas Batavia pagi itu seperti kanvas kelabu yang menahan tangis. Angin bertiup pelan, membawa aroma tanah basah yang bercampur dengan asap dupa, dan di antara bisikan daun-daun beringin yang bergoyang perlahan, ada rasa yang menggantung di udara—rasa yang samar antara kelegaan dan kesedihan, antara akhir dan awal.Satrio berdiri di bawah pohon beringin tua, tempat semua jejak darah, kutukan, dan pengkhianatan pernah bertaut. Tubuhnya tegak, tapi matanya basah, sorotnya bukan lagi mata seorang pejuang yang haus balas dendam, melainkan mata seorang pria yang telah lelah bertarung dengan dirinya sendiri. Di tangannya, ada seikat bunga kering yang ia kumpulkan dari makam-makam yang dulu ia kunjungi dalam keheningan penuh penyesalan. Di antara jari-jarinya, kain putih yang penuh bercak darah—sisa warisan yang kini ingin ia kubur bersama semua luka masa lalu.
Last Updated: 2025-07-29
Chapter: Bab 56 Luka yang Sembuh PerlahanKabut pagi masih menggantung rendah di atas pantai, membalut garis horizon dengan kelabu pucat yang samar-samar, seolah dunia sendiri menahan napas. Laut yang semalam mengamuk kini kembali tenang, namun ketenangan itu seperti wajah palsu yang menutupi luka dalam; ombak hanya berdesir pelan, membasahi pasir yang masih retak, sementara angin membawa bau asin bercampur bau hangus yang samar—sisa dari sesuatu yang hampir saja memecah batas antara dunia dan kegelapan.Satrio berdiri di tepi pantai, telapak kakinya terasa dingin di atas pasir basah. Matanya menatap ombak yang bergulung pelan, namun pikirannya melayang jauh, menembus ruang yang tidak bisa dilihat mata: ruang di mana suara Kalina masih bergema, di mana mata merah itu masih menyala di kelam, menunggu, menuntut, menagih janji darah yang belum lunas.Namun ada sesuatu yang berbeda di dada Sa
Last Updated: 2025-07-28

Di Balik Tirai
Di Balik Tirai adalah kisah perjuangan seorang ibu, Maria Lestari, dalam melarikan diri dari belenggu kekerasan rumah tangga dan jejaring kejahatan tersembunyi. Setelah bertahun-tahun terjebak dalam hubungan penuh kontrol dan kekerasan bersama suaminya, Rizal Pratama, Maria akhirnya memutuskan untuk melarikan diri bersama kedua anaknya, Putri dan Arif.
Kehidupan baru mereka dimulai di Desa Harmoni, sebuah tempat yang tenang dan jauh dari kota. Di sana, Maria bertemu Dewi, tetangga yang menjadi sahabat sekaligus pendukung utamanya. Dengan bantuan Dewi, Maria membangun bisnis kecil menjahit yang memberinya kekuatan ekonomi dan kepercayaan diri. Namun, kedamaian itu tidak bertahan lama. Rizal yang obsesif kembali muncul, menyebarkan teror melalui pesan-pesan anonim dan bayang-bayang pengawasan.
Situasi kian memburuk saat Maria mengetahui bahwa Rizal terlibat dalam organisasi kriminal bernama Lingkaran Hitam, jaringan gelap yang menguasai banyak lini kehidupan dari bisnis hingga politik. Dengan dukungan Farhan, seorang detektif idealis, Maria terlibat dalam penyelidikan berbahaya yang membawanya pada rahasia besar dan kejahatan lintas negara.
Di tengah ketegangan dan pelarian, Maria tidak hanya menghadapi musuh eksternal, tetapi juga harus melawan rasa takut dan trauma dalam dirinya. Ia menyadari bahwa untuk benar-benar bebas, ia harus menghancurkan sistem yang mengurungnya, bukan hanya melarikan diri darinya.
Di Balik Tirai adalah kisah tentang keberanian, ketangguhan, dan harapan. Sebuah perjalanan seorang ibu dalam melindungi anak-anaknya, membebaskan diri dari masa lalu, dan menantang kekuasaan gelap yang ingin mengendalikannya. Sebuah cermin tentang kekuatan perempuan dalam menghadapi dunia yang keras.
Read
Chapter: Bab 3 Wajah di Balik JendelaMaria mendekati jendela ruang tamu, mengintip keluar. Tidak ada tanda-tanda mobil Rizal, tidak ada bayangan di antara pohon-pohon di pinggir jalan. Tetapi ia tahu ia sedang diawasi. Setiap langkahnya, setiap gerakannya, Rizal selalu tahu.Maria kembali ke kamar anak-anaknya, menemukan Putri dan Arif memeluk satu sama lain. Ia menarik mereka ke dalam pelukannya, mencoba memberi rasa aman meski ia sendiri hampir tidak memiliki kekuatan untuk bertahan.“Ibu, siapa itu tadi?” bisik Arif, suaranya serak.Maria menggeleng pelan, mencium kening putranya. “Tidak apa-apa, sayang. Ibu akan menjaga kalian. Tidak ada yang akan menyakiti kalian.”Tetapi di dalam hatinya, Maria tahu ia tidak bisa terus seperti ini. Ia harus menemukan cara untuk melawan, untuk melindungi anak-anaknya. M
Last Updated: 2025-08-31
Chapter: Bab 2 Tak Ada Jalan KeluarDi kantor polisi, Maria bertemu Inspektur Farhan untuk pertama kalinya. Namun, respons skeptis Farhan terhadap ceritanya membuat Maria semakin frustrasi.Maria menatap ke cermin kecil di dinding ruang tamu. Pagi itu terasa dingin, bukan hanya karena angin yang membawa aroma lembap hutan kecil di belakang rumahnya, tapi karena bayangan malam sebelumnya masih membekas. Suara langkah kaki, bayangan hitam yang melintas di pagar, semuanya membuatnya merasa tidak aman meskipun matahari kini telah terbit.Ia tahu ia tidak bisa membiarkan ketakutan membelenggunya. Anak-anaknya membutuhkan perlindungan, dan ia tidak akan membiarkan siapa pun—terutama Rizal—menghancurkan ketenangan yang baru saja mereka coba bangun. Namun, Maria juga sadar ia tidak dapat menghadapi ini sendirian. Dengan enggan, ia memutuskan untuk pergi ke kantor polisi di pusat desa. Mungkin mereka bisa membantunya.
Last Updated: 2025-08-31
Chapter: Bab 1 Pelarian yang TerlacakAngin sepoi-sepoi membawa aroma sawah basah ke Desa Harmoni, sebuah tempat yang menjanjikan kedamaian di setiap sudutnya. Maria Lestari menghela napas panjang, mencoba menyerap keheningan yang terasa asing baginya. Bersama kedua anaknya, Putri dan Arif, ia baru saja tiba di rumah kecil di pinggir desa—tempat baru yang ia harap akan menjadi awal kehidupan yang lebih tenang.Rumah itu sederhana, dikelilingi pagar kayu yang mulai lapuk, dengan pekarangan kecil di belakang yang menghadap ke hutan kecil. Namun, Maria merasa ada sesuatu yang mengintai di balik keheningan ini. Ketakutan adalah sahabat lamanya, selalu membayangi, bahkan ketika ia tahu Rizal—mantan suaminya—tidak mungkin tahu keberadaannya di sini. Atau mungkin saja tahu?Setelah mengatur koper-koper mereka di ruang tamu, Maria segera memeriksa setiap sudut rumah. Pintu depan, jendela dapur, bahkan kunci di ka
Last Updated: 2025-08-31
Chapter: New Serial | Prolog Desa Harmoni tampak tenang di bawah sinar matahari senja yang meredup, dikelilingi oleh hamparan sawah yang membentang luas, dan angin sepoi-sepoi yang menambah kedamaian. Namun, di balik kedamaian itu, ada cerita yang tak terlihat, ada bayang-bayang yang menyelubungi kehidupan setiap orang yang tinggal di sana. Sebuah kisah tentang perjuangan yang tak terucapkan, tentang rasa takut yang merayap di setiap sudut, dan tentang keberanian yang harus ditemukan meskipun dunia seakan melawan.Maria Lestari, seorang ibu tunggal berusia 35 tahun, berdiri di pintu depan rumah sederhana yang kini menjadi tempat perlindungannya dan kedua anaknya—Putri, yang kini berusia sepuluh tahun, dan Arif, yang baru tujuh tahun. Rumah itu tidak besar, tetapi cukup untuk memberi mereka rasa aman, sesuatu yang sangat berharga setelah berbulan-bulan melarikan diri dari bayang-bayang masa lalu yang mengancam. Maria sudah cukup lelah menjalani hidup dal
Last Updated: 2025-08-31
Chapter: Bab 8 PenyelesaianHari-hari pasca penangkapan Rizal terasa seperti langkah-langkah kecil menuju pemulihan yang panjang dan penuh tantangan. Meskipun Maria merasa sedikit lega, bahwa satu babak dari kehidupan kelamnya akhirnya selesai, ia tahu bahwa ini bukan akhir dari segala sesuatu. Itu hanyalah awal dari pertempuran baru, yang kali ini lebih bersifat pribadi, lebih dalam, dan melibatkan penyembuhan yang harus dia jalani sendiri.Di ruang tamu rumahnya yang sunyi, Maria duduk dengan punggung tegak, matanya terfokus pada secangkir teh yang baru saja diseduhnya. Putri dan Arif sedang bermain di kamar mereka, dan meskipun suara tawa mereka terdengar riang, Maria tahu betul bahwa ketenangan ini masih rapuh. Mereka telah melalui begitu banyak bersama, dan meskipun mereka mulai merasakan kedamaian, bayang-bayang trauma itu masih sulit dihapuskan.Keesokan harinya, Maria menghadiri sesi terapi pertama se
Last Updated: 2025-06-18
Chapter: Bab 7 Konfrontasi PuncakMalam itu terasa berbeda. Gelap, sunyi, dan penuh dengan ketegangan yang meluap-luap, Maria bisa merasakannya di setiap detak jantungnya. Setelah berhari-hari bersembunyi, berlari, dan menghindari ancaman yang semakin nyata, malam ini terasa lebih berat. Ada perasaan tidak nyaman yang membayangi rumahnya, sebuah kesan bahwa sesuatu yang buruk sedang menunggu di luar sana, mengintai setiap gerakan.Maria duduk di meja makan, menatap dua anaknya—Putri dan Arif—yang sedang bermain dengan tenang, tidak menyadari betapa dekatnya bahaya yang mengintai. Ia mencoba menenangkan dirinya, berusaha untuk tidak membiarkan ketakutan yang semakin mendalam menguasainya. Namun, ia tahu bahwa ancaman itu bukan hanya datang dari luar rumah, tapi juga dari dalam dirinya sendiri. Rizal, yang selama ini mengancam hidupnya, kini berusaha mengakhiri semuanya. Ia tahu bahwa malam ini, konfrontasi itu tak terhindarkan.
Last Updated: 2025-06-18

Darah dan Takdir
Di balik kemegahan Kerajaan Tirta Mandala, tersimpan sebuah ramalan kuno tentang Sang Cahaya—sosok yang akan membawa kejayaan atau kehancuran. Saraswati, seorang putri yang hidup terkurung dalam istana, dibesarkan tanpa mengetahui jati dirinya. Mimpi-mimpi ganjil, bisikan misterius, dan pengawalnya yang baru, Raka Mahardika, membangkitkan tekadnya untuk mencari kebenaran.
Pencariannya mengungkap rahasia kelam: Saraswati bukan keturunan raja, melainkan pewaris sah dari klan pemberontak yang telah dibantai. Ia seharusnya telah dibunuh, tapi justru disembunyikan. Dengan bantuan Raka dan Ki Wira, ia melarikan diri, menemukan perlindungan di Hutan Angkara, dan merangkul takdirnya sebagai pemimpin pemberontakan.
Namun perjuangan tak berhenti di medan perang. Setelah menggulingkan Raja Adhiraj—ayah angkat sekaligus musuhnya—Saraswati dihadapkan pada dilema: membalas dendam atau menjadi pemimpin yang berbeda. Ia memilih belas kasih, mengasingkan raja dan naik takhta sebagai Ratu Tirta Mandala.
Tapi kemenangan hanyalah awal. Di balik dinding istana, konspirasi baru mulai tumbuh. Para bangsawan yang kecewa menyusun rencana untuk menggulingkannya tanpa perang—dengan fitnah dan pengkhianatan dari dalam. Di saat genting, bahkan cinta antara Saraswati dan Raka diuji.
Ketika pengkhianat dari lingkaran terdekatnya terungkap, Saraswati harus menghadapi ujian terakhir: bertahan sebagai pemimpin atau tumbang seperti yang lain. Dalam dunia yang diselimuti bayang-bayang, akankah ia mampu menjadi cahaya yang membawa perubahan?
"Darah dan Takhta" adalah kisah epik tentang takdir, pengkhianatan, dan kekuatan seorang wanita muda dalam menuntun kerajaan menuju cahaya—atau kehancuran.
Read
Chapter: EpilogLangit Tirta Mandala merona merah keemasan saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat. Angin lembut berembus melalui menara-menara istana, membawa aroma dupa dan bunga yang masih tersisa dari upacara syukuran yang diadakan siang tadi. Di bawah cahaya yang semakin temaram, ibu kota mulai berdenyut dengan kehidupan barunya—pedagang menutup kios-kios mereka, prajurit berpatroli di jalan-jalan utama, dan rakyat berjalan pulang dengan langkah ringan, membawa harapan akan masa depan yang lebih baik.Namun, di dalam dinding batu yang megah, seorang ratu duduk sendirian di ruang pribadinya, merenungi apa yang telah terjadi dan apa yang masih harus ia hadapi.Saraswati menatap ke luar jendela besar yang menghadap ke kota, kedua tangannya bertumpu di tepian kayu yang diukir dengan motif naga air, lambang kebesaran keluarganya. Rambut hitamnya tergerai, tidak lagi disanggul seperti saat upacara resmi. Ia telah menjalani berbagai pertempuran, baik di medan perang maupun di
Last Updated: 2025-08-30
Chapter: Bab 92 - Siasat dalam SenyapDi luar ruang bawah tanah, angin malam berhembus, membawa serta bau tanah yang lembab dan dingin. Di tempat yang berbeda, Saraswati berdiri di balkon istana, menatap ke arah langit gelap yang tidak menjanjikan kedamaian. Di kejauhan, di sudut-sudut bayangan yang belum tersentuh cahaya, musuhnya telah mulai bergerak.Dini hari di Tirta Mandala, kabut masih menggantung rendah di atas atap-atap istana, menciptakan suasana hening yang menegangkan. Di dalam ruangan strateginya, Saraswatiberdiri di depan meja kayu besar yang dipenuhi peta dan dokumen, matanya menelusuri setiap titik yang telah ditandai oleh Raksa dan para penyelidik kerajaan.Di sisinya, Raka berdiri dengan tangan bertumpu pada gagang pedangnya, ekspresinya tegang tetapi tetap penuh kewaspadaan. Ayunda Kira
Last Updated: 2025-08-30
Chapter: Bab 91 - Jerat Tak Kasat MataAyunda, yang selama ini hanya mendengarkan, akhirnya berbicara lagi. “Kita mulai dari yang paling sederhana. Kita cari tahu siapa saja yang paling diuntungkan dari semua kekacauan ini. Tidak ada konspirasi yang berjalan tanpa motif. Kita ikuti jejaknya, dan kita akan menemukan akar masalahnya.”Saraswati mengangguk setuju. “Aku tidak akan membiarkan bayangan ini terus mengendalikan kerajaanku. Jika mereka berpikir aku akan menjadi ratu yang bisa mereka kendalikan, maka mereka telah keliru.”Keheningan menyelimuti ruangan, tetapi kali ini bukan keheningan ketakutan, melainkan kehe
Last Updated: 2025-08-30
Chapter: Bab 90 - Bayang-Bayang di Balik TakhtaFajar menyingsing di atas ibu kota Tirta Mandala, menghamparkan cahaya keemasan yang perlahan merayap melewati menara-menara istana yang megah. Udara masih dipenuhi sisa-sisa aroma dupa dan bunga dari upacara malam sebelumnya, menandai awal dari era baru bagi kerajaan yang telah melalui begitu banyak pertumpahan darah. Di alun-alun utama, ribuan rakyat berkumpul, memenuhi setiap sudut untuk menyaksikan peristiwa yang akan tercatat dalam sejarah.Di tengah kerumunan yang luas, Saraswati berdiri di atas panggung batu yang dikelilingi oleh para pembesar kerajaan, prajurit, dan rakyat yang menunggu dengan harapan bercampur kewaspadaan. Jubah kebesarannya menjuntai megah, tenunannya berwarna biru laut dengan sulaman emas yang melambangkan kejayaan Tirta Mandala. Sebuah mahkota perak, yang lebih sederhana dari yang dikenakan raja-raja sebelumnya, bertengger di kepalanya. Ia memilihnya dengan sengaja—bukan s
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: Bab 89 - Sebelum Cahaya MembakarSaraswati merasakan dadanya menghangat oleh perasaan yang sulit dijelaskan. Ia ingin mempercayai kata-kata itu, ingin percaya bahwa ia bisa memiliki keduanya—cinta dan kerajaan, hati dan takhta. Tetapi di lubuk hatinya, ia tahu bahwa dunia tidak pernah begitu murah hati.Ia menarik napas dalam, lalu mengangguk. “Terima kasih, Raka,” katanya pelan. “Untuk segalanya.”Mereka berdiri di sana dalam keheningan, membiarkan angin malam menjadi satu-satunya saksi dari janji yang tidak terucapkan.Di hutan lebat yang jauh dari perkemahan Saraswati, Adhiraj duduk di dalam tendanya, menunggu dengan sabar. Cahaya lentera yang redup menerangi wajahnya, memperlihatkan tatapan tajam yang penuh dengan rencana.Di hadapannya, seorang prajurit berpakaian serba hitam berlutut, mela
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: Bab 88 - Sebelum Badai Menyentuh HatiMalam semakin larut, tetapi keheningan yang melingkupi perkemahan terasa semakin pekat. Saraswati berdiri dalam pikirannya yang kalut, menimbang beban yang kini ia pikul di kedua bahunya—beban seorang pemimpin dan beban seorang perempuan yang dihadapkan pada pilihan antara hatinya dan tanggung jawabnya. Di satu sisi, ia tahu bahwa Raka telah menjadi seseorang yang lebih dari sekadar pelindung baginya. Ia adalah sahabat, pendamping, dan satu-satunya orang yang bisa memahami dirinya di balik gelar dan takhta yang kini ia sandang. Namun, di sisi lain, cinta bukanlah sesuatu yang bisa ia genggam tanpa konsekuensi.Saraswati memandangi langit yang bertabur bintang, mencoba menemukan jawaban
Last Updated: 2025-08-29