author-banner
Noona Y
Noona Y
Author

Novels by Noona Y

Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta

Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta

Adelia mengira, ketulusan cinta dan pengorbanannya akan membuat hati Samuel luluh, lalu berbalik mencintainya. Ia rela menjadi babu di rumah mertua demi Samuel. Namun, takdir bertindak kejam padanya. Di hari ulang tahun pernikahan mereka, Samuel justru memberikan kejutan mencengangkan yang mampu mengubah hidup Adelia lebih menderita.
Read
Chapter: Bab 203 Berita Mendengar
"Eh, Samuel ... Adelia ... kalian sudah sampai?" sapa Rania dengan nada ceria yang sedikit dipaksakan, mencoba bersikap normal."Ekhem, kami kira kalian ... tidak datang hari ini," ujara Jusuf, tak berani menatap Samuel. "Iya, Pa," jawab Samuel pendek, matanya masih sempat melirik Rania yang kini tersenyum kaku ke arah Adelia. Di atas ranjang, Satrio yang sudah tampak jauh lebih segar meskipun selang infus masih menempel di tangannya, tersenyum lebar menyambut kedatangan mereka. "Nah, ini dia pasangan yang paling dinanti," ujar Satrio penuh semangat. "Jangan berdiri di pintu terus. Tidakkah kalian mendengar suara perutku yang keroncongan, karena mencium aroma sup ayam." Adelia tersenyum haru, segera mendekat ke arah Satrio dan meletakkan rantang yang dibawanya. "Kak Satrio sudah mendingan? Aku buatkan sup obat, harus dihabiskan, ya Kak." "Tentu saja. Akan aku habiskan, sup buatanmu adalah obat paling mujarab," canda Satrio, mencoba mencairkan suasana kaku yang sempat diciptakan
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 202 Menjenguk Satrio
Pagi ini, Adelia sedang sibuk memotong wortel dan daun seledri, sementara aroma kaldu ayam kampung yang gurih mulai memenuhi dapur hingga ruang makan. Suasana hatinya kini tenang, setelah melalui proses pemulihan batin yang luar biasa, karena perbuatan ibu mertuanya yang semakin menggila. Tiba-tiba, sepasang lengan kekar melingkar di pinggangnya. Adelia tersentak, tapi segera tersenyum saat merasakan deru napas hangat di ceruk lehernya, disusul kecupan-kecupan lembut yang mendarat di sana. "Sayang ... aku sedang masak," bisik Adelia sambil mencoba fokus mengaduk sup, meski tubuhnya mulai bereaksi pada sentuhan suaminya. "Masak apa, hmm?" suara Samuel terdengar berat dan serak, khas orang yang baru bangun tidur. Wajahnya tempelkan ke bahu Adelia, menghirup aroma wangi khas sang istri. "Sup ayam obat untuk pemulihan, Kak Satrio," jawab Adelia lembut. Samuel melepaskan wajahnya dari bahu Adelia sejenak, lalu mencium pipi istrinya dengan gemas. "Perhatian sekali kamu, sama kakak ipar
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 201 Palu Hukuman Devina
Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri terasa dingin dan menyesakkan. Meskipun bangku pengunjung tampak lengang karena keluarga besar Widyantara menyepakati untuk menutup akses media sebentar, ketegangan tetap terasa di udara.Di kursi terdakwa, Devina duduk dengan punggung tegak, memakai baju tahanan. Wajah datar tanpa ekspresi bersalah, sesekali coba tersenyum kaku, masih mempertahankan sisa-sisa keangkuhannya. Di barisan depan, kursi yang seharusnya diisi oleh Jusuf dan Samuel tampak kosong. Mereka memilih untuk tidak hadir, hanya diwakili oleh tim pengacara keluarga. Bagi Samuel, melihat wajah ibunya hanya akan membuka kembali luka trauma atas apa yang menimpa Adelia dan kakaknya.Hakim Ketua mengetukkan palu, memecah kesunyian yang mencekam.Tok! Tok! Tok!"Menyatakan terdakwa, Devina, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyuruh melakukan penculikan dan percobaan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP jo. Pasal 53 KUHP dan P
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 200 Cahaya Harapan
Cahaya lampu sorot beberapa motor yang membelah temaram sawah seketika menyilaukan mata Adelia, tapi hatinya mengenali getaran itu. Tanpa alas kaki, tanpa memedulikan rasa perih di lukanya, Adelia menghambur keluar dari pintu kayu rumah bidan. "SAM ...!!" teriak Adelia, suaranya pecah di antara sunyi senja. Di ujung jalan setapak, sebuah mobil hitam berhenti mendadak. Pintunya terbuka bahkan sebelum mesin mati sempurna. Sosok pria dengan kemeja yang sudah tak keruan bentuknya melompat turun. Wajahnya yang biasanya rapi kini kuyu, dipenuhi bayangan jenggot tipis dan mata yang merah karena tidak tidur selama tiga hari. "ADEL!!" Suara Samuel menggelegar. Ia tidak peduli pada tanah pematang sawah yang becek dan berlumpur akibat hujan semalam. Sepatu mahalnya terbenam di lumpur, tetapi langkahnya tak melambat sedikit pun. Ia berlari seperti orang gila, menerjang sisa cahaya jingga yang mulai meredup. Mereka bertemu di tengah pelataran, di bawah langit Sukamakmur yang berwarna ungu kem
Last Updated: 2026-04-02
Chapter: Bab 199 Rasa Canggung
"Kakak pasti lapar, sejak pagi belum sempat makan karena kondisi Kakak drop. Dokter bilang Kakak harus ada tenaga supaya obatnya bekerja," ucap Adelia lirih. Satrio mencoba menggeleng lemah, tapi perutnya justru berbunyi riuh, mengkhianati penolakannya. Ia meringis kecil, bukan karena luka, tapi karena malu. "Sepertinya ... tubuhku lebih jujur daripada mulutku, Del." "Bubur ya, Kak. Tadi dokter bilang perutnya jangan diisi yang berat-berat dulu," ucap Adelia sambil mengaduk mangkuk berisi bubur ayam hangat yang baru saja dibawakan oleh Ibu Sumi. Adelia duduk di tepi ranjang, meniup sendok bubur itu perlahan agar suhunya pas. Dengan telaten, ia menyodorkannya ke bibir Satrio yang masih tampak pucat dan pecah-pecah. Satrio tertegun sejenak. Sorot matanya yang sayu menatap sendok itu, lalu beralih ke wajah Adelia yang tampak sangat tulus merawatnya. Ada keraguan di wajah pria tegas itu, namun rasa lemas di sekujur tubuhnya membuatnya tak punya pilihan selain menerima suapan itu.
Last Updated: 2026-04-02
Chapter: Bab 198 Masa Kritis
Dokter puskesmas itu langsung bergegas masuk ke kamar tanpa banyak bicara. Di dalam, suasana begitu mencekam. Suara napas Satrio terdengar pendek-pendek dan berat, diselingi igauan yang tidak jelas. Wajahnya yang biasanya tegas kini tampak layu, dengan peluh dingin yang terus membasahi bantalnya. "Gawat," gumam dokter itu setelah menempelkan stetoskop dan memeriksa denyut nadi Satrio. "Infeksinya sudah masuk ke aliran darah. Dia mengalami sepsis ringan. Kalau tidak segera dibawa ke rumah sakit besar di kota untuk dibersihkan lukanya secara total dan mendapat antibiotik dosis tinggi melalui infus, dia bisa koma." Adelia yang berdiri di pojok ruangan menutup mulutnya dengan tangan. Jantungnya serasa merosot ke perut. "Kritis? Maksud Dokter... Kak Satrio bisa...?" "Kita harus membawanya ke kota sekarang, Mbak. Saya hanya punya peralatan darurat di sini," lanjut Dokter dengan nada mendesak. Adelia seketika panik. Ia menyambar tas kecilnya yang sudah kotor. "Aku akan ke kota! Aku akan
Last Updated: 2026-04-02
Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar

Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar

Nasib malang menghimpit Rayana ke jalan yang tak pernah diinginkannnya. Rayana terpaksa menjadi istri kedua suami kakaknya—Arya. Bahkan, ia harus mengandung demi kebahagiaan kakaknya. Arya menganggap Rayana sebagai wanita murahan yang berani mengusik rumah tangganya. Namun di balik sikap dingin dan tatapan bencinya, terselip ketertarikan yang perlahan tumbuh dan menyeret mereka untuk berbagi kehangatan.
Read
Chapter: Bab 63 Kegilaan Ashley
Meilani menaikkan sebelah alisnya, sedikit terkejut dengan perubahan sikap sahabatnya yang mendadak itu. "Tadi katanya jijik? Kok sekarang malah minta dipanggilkan? Harga diri 'wanita kelas atas' kamu ke mana, Ash?" Ashley menyandarkan punggungnya ke kursi velvet klub, melipat kaki jenjangnya dengan angkuh. Matanya yang tajam menatap Meilani dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara dendam yang membara dan keinginan untuk memberontak. "Harga diri tidak memberiku kepuasan, Mei," desis Ashley. "Aku butuh bersenang-senang. Kita harus merayakan rencana besar kita. Lagipula, Arya sama sekali tidak mau menyentuhku lagi. Dia terlalu sibuk memuja wanita bodoh itu." Meilani tertawa renyah, menggelengkan kepalanya tak percaya. "Astaga, Ash ... Arya benar-benar bodoh menolak supermodel sepertimu demi seonggok daging murah di rumahnya sendiri." Tanpa membuang waktu, Meilani memberikan kode pada pelayan VIP. Tak lama kemudian, dua laki-laki muda melangkah masuk ke lounge pribadi mere
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 62 Rencana Licik Ashley
Lampu strobe berwarna ungu, biru, dan merah menyambar-nyambar dengan gila, membelah kegelapan club malam kelas atas. Dentuman bass dari musik EDM yang dimainkan DJ internasional, menciptakan getaran yang membuat lantai dansa berguncang. Di sudut area VIP yang sedikit tersembunyi, Ashley duduk menyentakan bokongnya di sofa beludru hitam, mengabaikan kerumunan manusia yang bergoyang mengikuti irama. Di depannya, meja kristal penuh dengan botol-botol minuman keras premium yang sudah kosong setengahnya. "Mei ... kau tidak akan percaya! Dia ... Suamiku ... benar-benar sudah gila!" isak Ashley, suaranya parau karena berteriak melawan dentuman musik. Ashley menyambar gelas shot keenamnya. Tanpa garam, tanpa jeruk nipis, ia membiarkan cairan tequila gold itu membakar kerongkongannya. Rasa panas itu setidaknya sedikit mengalihkan rasa perih di hatinya yang hancur. "Arya bilang aku tidak pantas jadi ibu, Mei!" teriak Ashley tepat di telinga Meilani. "Dia bahkan tega mengusirku ... dia le
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 61 Ashley Tantrum
"Tega kamu, Arya ... Aku ini istrimu yang sah, bukan Rayana!" ratap Ashley. Suaranya pecah, parau karena terlalu banyak berteriak. Ia jatuh terduduk di atas lantai marmer yang dingin, mengabaikan kimono sutra mahalnya, memukul-mukul lantai marmer itu, mencoba meluapkan rasa sakit di hatinya. Namun, Arya sudah tak peduli lagi, hanya berdiri mematung. Tidak ada tangan yang terulur, ataupun bisikan penenang yang seperti biasa ia lakukan kalah Ashley tantrum. Ia justru melirik ke arah jam dinding perak di ruang makan dengan gestur yang sangat tidak peduli. "Keputusanmu kutunggu sampai besok pagi," ucap Arya datar. "Jika besok pagi kulihat kau masih mencoba menyentuh atau mengintimidasi Rayana, aku sendiri yang akan menyeret koper-kopermu ke luar gerbang." Tanpa menoleh lagi pada istrinya yang masih merengek histeris di lantai, Arya membalikkan badan, meninggal Ashley sendirian di ruang makan. "TEGANYA KAMU MENGUSIRKU DEMI WANITA ITU!" teriak Ashley, suaranya melengking pecah hingga u
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 60 Pecahnya kebohongan Ashley
Ashley menuruni tangga pualam dengan langkah perlahan. Empat jam perawatan mewah baru saja ia lalui—dari lulur yang menghaluskan kulit hingga pijat aromaterapi beraroma mawar yang melekat lembut. Kini kulitnya tampak berkilau, lembap, dan memancarkan daya tarik yang sulit diabaikan. Di ujung meja makan panjang yang diterangi lampu gantung kristal temaram, ia melihat suaminya sedang makan sendiri. Arya duduk dengan punggung tegak, tampak sangat fokus menikmati sepotong steak medium-rare di hadapannya. "Selamat malam, Sayang ...," sapa Ashley dengan nada suara mendayu manja. Ia menarik kursi tepat di samping Arya, duduk dengan gerakan lambat yang penuh maksud, Ashley menyibakkan kimono tidurnya yang berbahan satin tipis, membiarkan kain itu meluncur jatuh dari bahunya. Tindakan itu memperlihatkan belahan dadanya yang menantang dan kulit putihnya yang masih menyisakan rona merah bekas pijatan. Ia menopang dagu dengan satu tangan, menatap Arya dengan tatapan lapar akan perhatian, berh
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 59 Semakin Tak Terkendali
"Kamu ... bicara pada perutku seperti itu seolah sudah ada bayi di sana," ujar Rayana dengan sisa tawa yang masih menghiasi bibirnya yang bengkak. Ia mengusap pipi Arya, membiarkan jemarinya yang mungil menelusuri rahang tegas pria itu. "Memangnya kenapa? Aku hanya sedang memberikan sambutan hangat untuknya," bisik Arya parau. Ia kembali mendaratkan kecupan ringan di pusar Rayana yang masih basah. "Setiap tetes yang kuberikan padamu hari ini adalah janji, Rayana. Aku akan memastikan rahimmu tidak pernah merasa kesepian." ​Rayana merona hebat, ia menarik kepala Arya agar sejajar dengan wajahnya. "Tapi kalau dia benar-benar serakus ayahnya, aku bisa kewalahan, Arya. Lihat saja bagaimana kau 'mengobrak-abrik' rumahnya sejak subuh tadi." Arya terkekeh, suara baritonnya terasa hangat di kulit Rayana. "Itu karena rumahnya sangat nyaman. Aku betah berlama-lama di dalam milikmu. Dan kau pun sebaliknya," ​"Dasar nakal," rintih Rayana manja, "Tapi, kau benar, aku suka ... aku sangat suk
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 58 Rayana Makin Menggoda
Rayana menengadah, menunjukkan senyum manis yang menggoda, yang jarang ia tunjukkan kepada siapapun. Bukannya langsung menuruti perintah suaminya, Rayana justru menunjukkan sisi liarnya yang lain. Dengan gerakan yang penuh perhitungan, Rayana membusungkan dadanya yang berisi, sengaja menekan payudaranya hingga bersentuhan langsung dengan milik Arya yang sudah keras dan berdenyut. Kedua tangan mungil Rayana meraih payudaranya sendiri, menekannya dari kiri dan kanan hingga menciptakan jepitan yang sempurna di tengah lembah dadanya. Ia mengunci milik suaminya di sana, merasakan sensasi gesekan kulit yang basah oleh sisa air mandi Arya. Siksaan Lembut yang Mematikan "Rayana ... kau memang sangat tahu apa yang kuinginkan," geram Arya parau. Suaranya pecah, matanya menggelap saat melihat pemandangan erotis di bawahnya. Urat-urat di leher Arya menonjol kencang, kedua tangannya mencengkeram seprei menahan ketegangan yang memenuhi jiwanya. Rayana terkekeh, tawa kecil yang penuh keme
Last Updated: 2026-03-26
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status