author-banner
analisis.mataair
Author

Novelas de analisis.mataair

Kesandung Cinta Tuan Mafia

Kesandung Cinta Tuan Mafia

Setelah ayah nya meninggal, keluarga satu-satunya yang dimiliki oleh Aluna. Kini hidupnya harus terjebak dalam pernikahan balas budi yang tidak bisa Aluna tolak, meskipun tidak ada cinta namun itu adalah wasiat terakhir dari sang ayah. Sehingga mau tidak mau akhirnya Aluna menyerahkan sisa hidup nya untuk menjadi istri dari seorang pengusaha yang sombong dan kejam. Yang paling tersiksa bagi Aluna, ketika dirinya tau jika yang menikahinya adalah seorang duda yang masih tersesat dalam cinta masa lalunya (istrinya) yang sudah meninggal. Hal itu tentunya membuat hari-hari yang Aluna lalui menjadi semakin berat. Tidak hanya berjuang dengan perasaan nya sendiri, namun juga harus berjuang mencairkan hati sang suami. Apakah Aluna pada akhirnya berhasil menjadi perempuan satu-satunya? ataukah justru ia menyerah pada keadaan?
Leer
Chapter: 44. Bergeraklah!
"Dasar mesum... Kenapa kau di sini hah? Sana keluar atau aku akan teriak." Kata Aluna dengan panik nya, tak lupa dia mencoba menutup kembali pakaian yang tadi sudah hampir terlepas itu. Aluna menatap tajam ke arah lawan bicaranya. "Cihh... Kau mengusirku? Kenapa panik begitu melihat aku di sini. Aku di sini hanya ingin mandi saja." Jawab Tuan Kenzo dengan santainya. "Astaga kan bisa gantian mandinya Tuann ... Kau bisa menungguku selesai, jangan main masuk seperti ini. Membuat jantung ku melompat dari tempat nya saja." Geram Aluna berusaha untuk tidak menerkam lawan bicaranya. "Kenapa harus gantian? Memang nya aku tidak boleh mandi bareng sama istri ku sendiri? Sudah lah ayo cepat mandi... Kakek tua itu pasti sudah menunggu kita di bawah." Mendengar perkataan dari Tuan Kenzo meskipun diucapkan tanpa ekspresi dan nada yang datar-datar saja berhasil membuat wajah Aluna merah merona seperti tomat kematangan. "Astaga... Apa aku nggak salah dengar? Tadi dia mengatakan aku istrinya? Dan
Última actualización: 2026-07-11
Chapter: 43. Adegan Pagi Hari
Mentari pagi sudah mulai mengintip di ufuk bagian Timur, seolah tengah malu-malu menunaikan tugas nya untuk menyinari bumi pertiwi. Terlihat dari lembut nya embun pagi yang membasahi bumi. Aluna tampak menggeliatkan tubuhnya dan memicingkan sedikit matanya tak kala tangan nya sedang merasakan sesuatu yang kokoh dan hidungnya mencium bau tak asing yang sering di hirup nya semenjak menikah dengan Tuan Kenzo. Aluna sedikit sadar tentang apa yang sudah terjadi semalam antara dirinya dengan Tuan Kenzo. Sontak saja Aluna langsung mendongak kan kepalanya dan melihat wajah terlelap Tuan Kenzo yang tampak damai. Kini Aluna sadar jika yang dipegang nya dengen begitu erat bak guling yang menemani nya tidur itu adalah tubuh Tuan Kenzo yang masih bertelan jang dada.Alih-alih segera menyingkir dari tempatnya karena rasa terkejut yang menimpanya. Aluna justru kembali menatap ke wajah Tuan Kenzo yang sudah hampir sebulan ini sudah menjadi suaminya. Tapi ini kali pertama bagi Aluna, melihat wajah Tu
Última actualización: 2026-07-10
Chapter: 42. Perhatian Kecil
Sekuat apapun Aluna memberontak dan mencoba kabur dari jerat Tuan Kenzo, semua tak membawakan hasil apapun, tenanganya kalah kuat dengan Tuan Kenzo. "Diamlah kali ini kau tidak bisa lepas lagi. Milikmu sudah basah... Aku akan memuaskanmu malam ini." Seru Tuan Kenzo dengan seringai mencemooh di wajahnya. Bagaimana tidak? Aluna bersikeras menolak hingga memaki-maki Tuan Kenzo, namun justru tubuh gadis itu berkata lain. Jiwa primitif nya merespon baik setiap gerakan yang di lakukan oleh Tuan Kenzo. Jadi percuma saja, jika Aluna berkata tidak mau dan selalu menghindar, namun tabuhnya justru tidak bisa diajak berkompromi dengan baik. Akhirnya dengan sisa tenang yang tak lagi bisa melawan Tuan Kenzo, tubuh Aluna hanya bisa pasrah menerima setiap sentuhan yang diberikan oleh Tuan Kenzo yang notabene nya adalah suaminya sendiri. Dari awalnya yang menolak hingga pada akhirnya Aluna benar-benar menikmati sentuhan yang diberikan oleh suaminya itu. Aluna merutuki dirinya sendiri karena kare
Última actualización: 2026-07-08
Chapter: 41.
"Bagus. Melihat kalian akur begini membuat kakek merasa lega. Dengan begini kakek percaya jika harapan untuk memeliki seorang cicit bukan lagi mimpi semata. Haha... " Seru Tuan Damian melihat berapa telaten nya Aluna dalam melayani Tuan Kenzo. "Kakek tenang saja. Jika sudah waktunya pasti akan disegerakan. Saat ini kami masih butuh waktu untuk saling mengenal satu sama lain, bukankah begitu Mas Kenzo?" Tanya Aluna dengan menaikkan satu alisnya. Dia sengaja melemparkan pertanyaan itu untuk melihat reaksi Tuan Kenzo. "Hemm... " Gumam Tuan Kenzo. "Dasar cucu durhaka... Aluna, kamu katakan saja jika cucu laknat ini tengah berbuat ulah dan tidak memperlakukan mu dengan baik. Biar kakek nanti yang menghukumnya." Kata Tuan Damian dengan penuh emosi. "Haha... Sudahlah kek, ayo kita makan dulu. Jangan terlalu difikirkan. Mas Kenzo cukup baik sama aku." Mekapun akhirnya makan malam bersama, Tuan Kenzo dibuat heran dengan sikap Aluna, meskipun dia tahu jika itu hanya sandiwara saja,
Última actualización: 2026-07-07
Chapter: 40.
Selama diperjalanan tak ada suara sepatah katapun yang keluar dari mulut Aluna dan Tuan Kenzo. Hanya terdengar suara deru kendaraan di jalan yang memecah kesunyian malam itu, namun tak berarti bisa meredahkan konflik yang terjadi di antara Aluna dan Tuan Kenzo. Mobil mewah itu kini mulai memasuki kawasan mansion besar milik Tuan Damian. Ini bukan kali pertama Aluna berkunjung, namun tetap saja rasa kagum akan bangunan di depan nya kini tak pernah hilang."Benar-benar keluarga kaya raya... " Satu kalimat yang selalu melintas dalam benak Aluna setiap kali berkunjung di kediaman Tuan Damian. Aluna dan Tuan Kenzo akhirnya turun dari mobil yang membawa mereka tadi, meskipun sedang di rumah Tuan Damian, entah kenapa ekspresi Tuan Kenzo masih tetap datar dan masih ada sisa-sisa emosi di raut wajahnya kini. Aluna menyadari hal itu, pertengkarang tadi membuat Aluna masih sangat kesal dan begitu dendam dengan Tuan Kenzo. Entah fikiran liat dari mana yang membuat Aluna kepikiran untuk membal
Última actualización: 2026-07-06
Chapter: 39.
Tok tok tok... Suara pintu kamar Aluna diketuk dari arah luar, Aluna yang baru saja keluar dari kamar mandi cukup ragu untuk membuka pintu itu. Takut jika di balik pintu itu adalah lelaki yang paling di benci nya saat ini. Namun setelah di fikir-fikir, tidak mungkin jika itu adalah Tuan Kenzo, mengingat lelaki itu tidak pernah ada tata krama nya menurut Aluna. Jadi mana mungkin di balik pintu itu adalah Tuan Kenzo, jika ingin masuk, bukankah biasanya dia akan langsung masuk tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu? Bahkan sekalipun jika pintunya di kunci dari dalam, bisa saja Tuan Kenzo mendobraknya dari luar jika dia ingin. "Sepertinya bukan dia." Gumam Aluna dan berjalan mendekat ke arah pintu kamar. "Maaf Nyonya mengganggu waktu Anda. Saya hanya ingin mengingatkan jika malam ini Anda dan Tuan akan makan malam bersama di kediaman Tuan Besar Damian." Begitulah suara yang keluar dari perempuan paru baya yang ternyata Bik Tutik mengingatkan akan acara makan malam yang telah
Última actualización: 2026-07-05
También te puede gustar
Jerat Obsesi Mafia Kejam
Jerat Obsesi Mafia Kejam
Mafia · Wisha Berliani
3.8K vistas
TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH
TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH
Mafia · Shiskaco
3.3K vistas
Nona Incaran Ketua Mafia
Nona Incaran Ketua Mafia
Mafia · SanASya
3.3K vistas
Desah Nikmat Istri Simpanan
Desah Nikmat Istri Simpanan
Mafia · Mira2207
3.1K vistas
Bintang Jatuh Di Pelukan
Bintang Jatuh Di Pelukan
Mafia · agneslovely2014
3.1K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status