LOGINPERINGATAN: KONTEN DEWASA (21+) Dante Obsidian dan Vera Nyx sudah menjadi ‘teman malam’ selama delapan bulan. Dalam kontrak mereka, tidak boleh ada perasaan dan keterikatan. Tapi tiba-tiba, Dante mengubah segalanya secara sepihak. Dengan gelang pelacak di pergelangan tangan dan amandemen kontrak yang gila, Vera berubah dari teman malam menjadi tawanan paling berharga milik Dante. “Kau lelah setia pada cinta, Vera? Bagus. Mulai sekarang, kau hanya perlu patuh padaku.”
View MoreSatu minggu telah berlalu sejak kepulangan mereka dari Silveridge. Karena semuanya tampak berjalan terlalu normal, malah justru membuat Vera waspada.Dante benar-benar memegang ucapannya. Pria itu memberi Vera ruang napas lebih luas, tidak lagi mengurungnya seperti tawanan di bawah pengawasan ketat.Sore itu, Vera pulang dari kantor dengan bahu yang terasa kaku. Dante sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis selama dua hari, dan Vera berharap bisa menikmati keheningan apartemen The Apex sendirian.Namun, saat ia melangkah masuk ke ruang tengah, aroma sabun mandi yang feminin dan segar menyapa indera penciumannya. Tapi bukan aroma sabun yang biasa ia pakai.Vera mengerutkan kening. Ia berjalan perlahan menuju area kamar tamu, dan langkahnya terhenti seketika.Pintu kamar tamu terbuka. Lyra keluar dari sana, mengenakan jubah mandi putih tebal milik The Apex. Rambutnya basah, dibalut handuk kecil, dan wajahnya tampak segar.“Vera? Oh, kau sudah pulang!” Lyra menyapa dengan nada ria
Lyra mendongak. Ada gurat lega yang sangat nyata di wajahnya, meski memar di pipinya masih tampak jelas. Padahal itu kartu nama “Kau tahu, Vera? Semalam saat aku melihat si bajingan Nico Rourke tergeletak tidak bernyawa di lantai klub dengan bersimbah darah ... aku merasa seperti baru saja bangun dari mimpi buruk selama setahun.”Vera terdiam. Ia ingat betapa licinnya Nico Rourke selama ini. “Nico memang sudah mati, Lyra. Tapi kau tahu dia tidak bekerja sendirian. Masih ada bosnya, masih ada orang-orang di atasnya yang mungkin tidak suka kalau anjing penjaga mereka dibunuh begitu saja.”Lyra mengangguk, namun anehnya, ia tidak ketakutan seperti biasanya. Justru ia mengetukkan kartu nama pemberian Dante ke meja. “Aku tahu. Makanya aku merasa lega karena kartu ini. Nico mungkin cuma pion, tapi pria yang tidur di kamarmu semalam itu ... dia adalah raja yang bisa meratakan seluruh papan catur kalau dia mau.”Vera menyandarkan punggungnya, menatap Lyra dengan tatapan yang sulit dipahami b
Itu suara Lyra. Belum sempat Bastian berdiri, pintu depan sudah terbuka.Lyra melangkah masuk ke ruang makan dengan napas tersengal dan wajah yang masih menyisakan memar kecil dari keributan semalam.“Kau gila, ya?!” Lyra langsung menghampiri Vera, mengabaikan Bastian dan Evander, bahkan seolah tidak sadar ada sosok berbahaya seperti Dante di sana. “Kenapa kau pergi begitu saja semalam? Aku mencarimu ke seluruh klub! Kau tahu betapa takutnya aku saat melihat Nico tergeletak seperti itu dan kau menghilang?”Vera berdiri, mencoba menenangkan temannya. “Lyra, pelankan suaramu. Aku baik-baik saja.”“Baik-baik saja kepalamu! Kau hampir mati karena ulah brengsek itu!” Lyra memaki, tangannya bergerak aktif saat mengomel. “Lain kali kalau kau mau jadi pahlawan, setidaknya bawa senjata. Dan jangan matikan ponselmu!”Vera hanya bisa menghela napas, menerima omelan itu tanpa membantah. Memang salahnya yang datang ke Velvet Abyss tanpa persiapan, malah menerima tawaran menjebak dari Nico dengan
“Ya, teruskan, Vera. Lagi,” bisik Dante. Menjilati pipi Vera dan membiarkan wanita itu bertindak semaunya.Kuku-kuku Vera dengan segera mencakar dada Dante hingga menimbulkan garis darah yang samar-samar.Dan ia terus menggigit bahu pria itu setiap kali guncangan di dalam dirinya terasa semakin hebat. “Ooh, sial! Sialan kau, Dante!”Dante masih saja diam menikmati, membiarkan Vera dan otak yang kacau karena pengaruh obat.Akhirnya, Vera baru berhenti saat tubuhnya benar-benar kaku karena orgasme yang berkepanjangan. Seketika jatuh pingsan di pelukan Dante dengan sisa-sisa gairah yang masih berdenyut di sekujur tubuhnya.***Kepala Vera berdenyut hebat keesokan paginya. Ia mengerang, mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa remuk dan pegal di bagian-bagian sensitif.Ia merasakan beban berat di pinggangnya. Sebuah lengan berotot yang penuh dengan bekas luka kecil melingkar di sana. Lengan yang sangat ia hafal milik siapa. Vera membeku. Perlahan menoleh ke samping.Dante Obsidian sedan
Vera merasa Dante tidak memahami maksud dari pertanyaannya atau mungkin ia yang salah mengartikan, ketika Dante secara kasar membalikkan tubuhnya hingga ia tersungkur telungkup di atas kasur, seolah itu adalah balasan atas pertanyaannya tadi.Ia menarik pinggul Vera ke atas, memaksa sang tawanan me
Dante memalingkan wajah, matanya kini menatap Maximilian. Seolah berkata ‘Aku ingin bicara, Ayah’ sehingga pria tua itu segera berdeham.“Xavia, aku dan Dante akan bicara sebentar,” ujar Maxilimian dengan nada ramah, “lanjutkan saja. Kau bebas di sini.”“Ya, terima kasih, Ayah ...” Xavia berucap ma
Vera tidak ingin menghiraukan ucapan Dante. Ia benar-benar memilih tidur sebagai penutup seks mereka yang masih membuatnya gemetar sampai detik ini.Dante pun memilih hal yang sama. Berbaring, tanpa membersihkan diri. Terlihat bahwa bukan cuma tubuhnya yang lelah, pikirannya juga sedang kacau.Pagi
Ia duduk di tepi ranjang dan menarik Vera untuk berdiri di antara kedua kakinya. Vera menutup matanya, mengantisipasi rasa sakit dan takut, namun yang ia rasakan adalah dinginnya logam yang menyentuh kulit perutnya. Dante mulai menggerakkan ujung laras senapan itu naik ke arah payudara Vera, lalu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.