author-banner
Hernn Khrnsa
Hernn Khrnsa
Author

Novel-novel oleh Hernn Khrnsa

Istri Kontrak Sang Ahli Waris

Istri Kontrak Sang Ahli Waris

Demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan, Sara Clementine harus menikah dengan Matthew Stanley, seorang ahli waris tunggal kerajaan bisnis Stanley Group yang terkenal dingin dan tak tersentuh. Bagi Sara, pernikahan itu tak lebih dari sebatas kontrak. Ia tak mengenal Matthew, dan tak berharap apapun darinya. Namun, di balik sikap acuh dan pandangan tajam pria itu, tersembunyi masa lalu yang tak pernah Sara bayangkan.
Baca
Chapter: End
Pagi berikutnya, Sara bangun lebih awal. Saat ia turun ke dapur, aroma kopi sudah memenuhi ruangan. Matthew berdiri di dekat counter dapur dengan rambut sedikit berantakan dan kemeja yang masih belum dirapikan. Biasanya, ia akan pura-pura sibuk, pura-pura tidak melihat Sara terlebih dahulu. Tapi tidak kali ini.Matthew menoleh. "Pagi," katanya lembut sambil tersenyum dan mengerlingkan mata ke arah Sara yang mendekat. Perempuan itu balas tersenyum malu, lalu membalas, “Pagi.”Matthew memutar tubuhnya ke arah meja makan. "Aku buatkan kopi untukmu, silakan diminum.” Ia menggeser cangkir putih ke tempat Sara. “Tidak terlalu manis, karena kau sudah terlalu manis," katanya menggoda. Sara terkekeh pelan seraya mengangkat alis sedikit, terkejut. "Kau masih ingat kesukaanku, ya?"Matthew tersenyum tipis. “Itu salah satu hal yang tidak pernah kulupakan.”Ucapan itu membuat dada Sara menghangat. Bukan rasa yang meledak-ledak, tapi seperti selimut lembut yang membungkus perlahan.Mereka sarapan
Terakhir Diperbarui: 2025-12-06
Chapter: Pada Akhirnya ...
Udara malam terasa lebih sejuk ketika mereka keluar dari hotel. Musik pesta yang tadinya memenuhi telinga perlahan menghilang, digantikan deru suara mobil yang lalu-lalang dari kejauhan. Matthew membuka pintu mobil untuk Sara tanpa berkata apa-apa, tapi gerakannya lebih lembut daripada sebelumnya. Tanpa sadar, ia sedang mencoba merapikan jarak yang ia buat sendiri.Begitu pintu mobil tertutup, keheningan menyelubungi ruang mobil. Matthew masuk ke sisi pengemudi, menyalakan mesin, lalu mulai menyetir pelan. Lampu kota memantul di kaca depan seperti kilatan-kilatan kecil yang lewat begitu cepat.Untuk beberapa menit, tak ada satu kata pun terucap. Sara menatap keluar jendela, sementara Matthew beberapa kali meliriknya tanpa sengaja, atau mungkin justru sengaja, tapi tidak cukup berani menatap lebih lama.Akhirnya, Matthew menghela napas pelan. “Tadi di pesta ….” Ia berhenti, seolah mencari kata-kata yang tepat. “Aku tidak bermaksud membuatmu tidak nyaman.”Sara menoleh perlahan, sudut
Terakhir Diperbarui: 2025-11-17
Chapter: Pesta
Lampu-lampu kristal berkilau memantulkan cahaya ke seluruh ruangan. Aula besar Hotel Langford dipenuhi tamu-tamu bergaun indah dan jas hitam rapi. Musik lembut dari orkestra di sudut ruangan mengalun merdu, menambah kesan mewah malam itu.Di depan pintu masuk, sebuah mobil hitam berhenti perlahan. Dari dalamnya, Matthew keluar lebih dulu. Penampilannya seperti biasa, dengan jas hitam yang melekat sempurna pada tubuhnya, rambutnya tertata rapi, ekspresi tenang yang sulit diterjemahkan. Kemudian, ia berputar sedikit, lalu membuka pintu di sisi penumpang.Sara keluar dengan langkah hati-hati. Gaun biru tua yang dikirim Matthew sore tadi tampak sederhana, tapi jatuh dengan anggun di tubuhnya. Rambutnya disanggul setengah, memperlihatkan leher jenjangnya yang berhiaskan kalung berlian kecil.Begitu Sara berdiri di sampingnya, Matthew sempat terpaku sejenak. Tak ada kata yang keluar, hanya seulas napas panjang yang ia tahan sebelum mengulurkan tangan.“Siap?” tanyanya pelan, suaranya hampi
Terakhir Diperbarui: 2025-11-08
Chapter: Sebuah Undangan
Langit sore terlihat berwarna tembaga ketika Matthew duduk di ruang kerjanya, menatap undangan berlapis kertas tebal yang baru saja diantarkan oleh salah seorang kurir. Logo keluarga yang terukir dengan tinta emas tampak mencolok di bagian depan. Matthew menatap nama pengundang itu cukup lama. Nathaniel Beckett, seorang kolega bisnis lama, pemilik perusahaan besar yang berperan penting dalam pengembangan proyek Matthew di pusat kota. Acara itu bukan sekadar pesta biasa. Itu ajang penting bagi para pengusaha, tempat di mana kesepakatan bisnis sering kali lahir di tengah lantunan musik klasik dan gelas sampanye.Namun malam itu, bagi Matthew, pesta itu lebih terdengar seperti beban. Ia lantas menyandarkan punggung di kursi, menarik napas panjang sambil memutar undangan itu di tangannya.Datang ke pesta itu berarti tampil berdua dengan Sara. Padahal, hubungan mereka belum benar-benar pulih. Ia masih menutup diri, sementara Sara mencoba mendekat dengan penuh hati-hati. Ia tahu, menghadi
Terakhir Diperbarui: 2025-10-24
Chapter: Mencoba Memperbaiki
Matahari baru saja naik ketika aroma roti panggang dan kopi memenuhi dapur rumah itu. Sara berdiri di depan kompor dengan rambut yang diikat seadanya. Wajahnya masih tampak letih karena semalaman tidak tidur, tetapi pagi itu, ia bertekad untuk mencoba memperbaiki keadaan.Ia memecahkan dua butir telur ke atas wajan, menatap cairan kuning itu mengeras pelan di atas panas api. Suara mendesisnya memenuhi keheningan rumah, menggantikan percakapan yang semalam tak pernah terjadi.Di meja makan, piring-piring sudah tertata rapi. Ada buah potong, roti, omelet, dan secangkir kopi hitam, minuman kesukaan Matthew setiap pagi. Sara menatap hasil kerjanya, menarik napas panjang, mencoba meyakinkan diri bahwa mungkin ini bisa jadi awal yang baru.Ia ingin menunjukkan bahwa ia masih peduli, bahwa ia masih ingin memperjuangkan mereka.Suara langkah kaki di lantai atas membuat jantungnya berdebar pelan. Ia menoleh ke arah tangga, menunggu.Matthew turun perlahan dengan kemeja kerja yang rapi dan waja
Terakhir Diperbarui: 2025-10-19
Chapter: Hati yang Bergetar
Malam itu, suasana rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Lampu ruang tamu menyala lembut, memantulkan cahaya hangat ke arah dinding, tapi hawa di dalam rumah justru terasa dingin dan berat.Sara duduk di sofa dengan tangan saling menggenggam erat di pangkuan. Sejak sore, ia menunggu Matthew pulang, berharap setidaknya malam ini mereka bisa bicara dengan kepala dingin. Tapi jam sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam, dan suaminya belum juga muncul.Begitu suara mobil berhenti di depan rumah, jantungnya berdetak lebih cepat. Ia segera berdiri, menatap ke arah pintu. Langkah kaki itu terdengar berat, tenang, dan tanpa emosi.Matthew muncul di ambang pintu dengan jas kerja yang masih menempel di tubuhnya. Ia tampak lelah, tapi yang lebih jelas terlihat adalah jarak di matanya. Tatapan yang dulu lembut kini tampak tumpul, seolah ia sengaja membuat tembok di antara mereka.“Kau belum tidur?” tanya Matthew datar, tanpa nada marah tapi juga tanpa kehangatan.Sara menelan ludahnya. “A
Terakhir Diperbarui: 2025-10-14
Brondong Itu Pacar Kontrakku

Brondong Itu Pacar Kontrakku

Belum genap sebulan usai perceraian mereka, mantan suaminya sudah bersiap menikahi wanita selingkuhannya. Ingin membuktikan bahwa ia juga bisa menemukan pengganti dengan cepat, Audrey Renandy nekat membayar seorang pria muda untuk menjadi kekasihnya agar tak diremehkan keluarga sang mantan. Awalnya, kesepakatan mereka hanya sebatas kontrak di atas kertas, tetapi segalanya berubah saat brondong itu berbalik mengejarnya.
Baca
Chapter: Perdebatan
Pintu balkon terbuka beberapa saat kemudian. Erlan kembali masuk ke ruang tengah sambil mengakhiri panggilan teleponnya. Ia sempat melirik Melissa yang berdiri di dekat sofa, tetapi baru menyadari ada sesuatu yang tidak beres ketika melihat ponselnya berada di tangan perempuan itu.“Apa yang sedang kau lakukan?” tanyanya.Melissa perlahan mengangkat wajah. Matanya tertuju pada Erlan, sementara tangan yang memegang ponsel itu tampak sedikit menegang. “Jelaskan apa maksudnya ini? Kenapa kau masih menyimpan fotonya?”Erlan mengerutkan kening. “Apa yang kau katakan?” tanyanya dengan bingung. Melissa mengangkat ponsel tersebut, memperlihatkan foto Audrey yang masih terbuka di layar. “Aku tanya sekali lagi kenapa kau masih menyimpan foto-fotonya?”Ekspresi Erlan berubah seketika, untuk sesaat, pria itu tidak langsung menjawab. Tatapannya berpindah dari layar ponsel ke wajah Melissa, seolah-olah sedang mempertimbangkan jawaban yang paling tepat.“Kenapa kau membuka ponselku?” tanyanya pada
Terakhir Diperbarui: 2026-10-28
Chapter: Fotonya
Malam itu, suasana apartemen Erlan terasa lebih sunyi daripada biasanya. Hanya terdengar suara televisi yang menyala pelan di ruang tengah, menayangkan sebuah acara bisnis yang sejak tadi tidak benar-benar diperhatikan oleh pemiliknya. Erlan duduk di sofa dengan kemeja kerja yang lengannya telah digulung hingga siku. Sebuah gelas berisi air mineral berada di atas meja, sementara ponselnya tergeletak di samping paha.Hari itu cukup melelahkan baginya. Sejumlah pekerjaan di kantor menuntut perhatian lebih, ditambah beberapa urusan yang harus diselesaikannya menjelang pernikahan dengan Melissa. Namun, alih-alih menikmati waktu istirahat, pikirannya justru kembali dipenuhi oleh satu hal yang belakangan ini sulit ia abaikan.“Sulit sekali mencari informasi tentangnya. Aku yakin dia bukanlah orang biasa,” gumamnya seraya menggaruk kepalanya yang bahkan tak terasa gatal. “Sial, mereka benar-benar membuatku sakit kepala!”Erlan meyakini bahwa ada sesuatu yang disembunyikan Nareza. Erlan hany
Terakhir Diperbarui: 2026-10-24
Chapter: Hari Pertama
Pagi itu, suasana kantor tampak lebih sibuk daripada biasanya. Para karyawan mulai memenuhi area kerja masing-masing, sebagian sibuk mempersiapkan berkas untuk rapat pagi, sementara yang lain memanfaatkan waktu sebelum jam kerja untuk menikmati secangkir kopi. Di antara kesibukan tersebut, sebuah kabar kecil mulai menyebar dari satu meja ke meja lainnya. Hari ini, tim perencanaan perusahaan akan kedatangan anggota baru. Namun, entah bagaimana, pagi itu kabar mengenai anggota baru tersebut justru berhasil menarik perhatian sejumlah karyawan perempuan, terutama setelah mereka mendengar bahwa pria itu merupakan lulusan baru dengan latar belakang pendidikan yang cukup mengesankan.“Katanya, anggota baru tim perencanaan kita mulai masuk hari ini, ya?” tanya seorang perempuan kepada rekannya sambil menyesap kopi.“Iya. Aku dengar dia lulusan universitas ternama. Nilainya juga bagus.”“Sudah punya pacar belum, ya?”Pertanyaan terakhir itu langsung disambut tawa kecil oleh beberapa perempuan
Terakhir Diperbarui: 2026-10-23
Chapter: Kemarahannya
Di tempat lain, sebuah mobil hitam berhenti di depan kediaman keluarga Ravendra. Lavina turun dengan wajah muram. Sejak meninggalkan restoran siang tadi, kemarahannya belum juga mereda. Ia masih tidak bisa menerima bagaimana Nareza membentaknya di hadapan perempuan lain, seolah-olah dirinya sama sekali tidak memiliki arti dalam kehidupan pria itu.Padahal, kedua keluarga mereka telah menyepakati pertunangan tersebut dan bahkan mulai membicarakan rencana masa depan mereka. Bagi Lavina, penolakan Nareza bukan sekadar persoalan hubungan pribadi, melainkan juga penghinaan terhadap harga dirinya. Lavina merasa seolah-olah dirinya tidak cukup baik untuk dipilih, padahal selama ini ia telah meyakini bahwa suatu hari nanti mereka akan menikah. Namun, setelah sekian lama menghilang tanpa kabar, Nareza justru muncul bersama perempuan lain dan melindungi perempuan itu seolah-olah keberadaannya jauh lebih penting daripada pertunangan yang telah direncanakan keluarga mereka.Dengan langkah cepat,
Terakhir Diperbarui: 2026-10-17
Chapter: Penjelasan
Lavina akhirnya meninggalkan restoran setelah beberapa kali beradu mulut dengan Nareza. Perempuan itu sempat menatap Audrey dengan sorot mata penuh kebencian sebelum berbalik dan melangkah pergi. Pintu restoran tertutup di belakangnya, tetapi ketegangan yang ditinggalkannya masih terasa di antara meja-meja yang sempat menjadi pusat perhatian para pengunjung.Nareza berdiri diam selama beberapa saat, berusaha meredam amarah yang masih menguasai dirinya. Ia kemudian menoleh kepada Audrey yang masih duduk dengan pakaian basah. Melihat keadaan perempuan itu, ekspresi wajahnya seketika berubah. Rasa kesal yang tadi memenuhi dadanya perlahan berganti dengan penyesalan.“Aku … aku benar-benar minta maaf. Atas apa yang terjadi tadi, aku benar-benar tak mengira dia akan berhasil menemukanku.”Audrey mengangkat wajahnya. Ia tidak segera menjawab, hanya mengambil beberapa lembar tisu tambahan untuk mengeringkan rambutnya.“Aku benar-benar minta maaf,” lanjut Nareza sambil menarik kursi di sampin
Terakhir Diperbarui: 2026-10-10
Chapter: Kejutan Tiba-tiba
Mereka berjalan berdampingan menuju restoran kecil yang tadi ditunjuk Audrey. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor, hanya beberapa menit berjalan kaki. Restoran itu berada di sudut jalan yang cukup ramai, tetapi suasananya jauh lebih tenang dibandingkan kawasan perkantoran di sekitarnya.Begitu memasuki restoran, seorang pelayan segera menyambut mereka dan mengarahkan keduanya ke salah satu meja di dekat jendela. Audrey duduk lebih dahulu, kemudian Nareza mengambil tempat di hadapannya.“Aku sebenarnya masih heran kenapa kau mau mengikuti saranku,” ujar Audrey sambil membuka daftar menu. “Kupikir setelah melihat prosesnya tadi, kau akan berubah pikiran.”Nareza tersenyum tipis, lalu mengedikkan bahu santai. “Entahlah, mungkin aku hanya ingin mencoba keberuntunganku?” jawabnya asal.Audrey mengangguk kecil. Ia kemudian mulai memperhatikan daftar makanan di tangannya.Tak lama kemudian, pelayan datang untuk mencatat pesanan. Setelah memilih makanan dan minuman, Audrey meletakkan menu
Terakhir Diperbarui: 2026-10-08
Anda juga akan menyukai
TERIMA KASIH TELAH MENCINTAIKU
TERIMA KASIH TELAH MENCINTAIKU
Romansa · Evie Yuzuma
154.3K Dibaca
Rahasia Malam Pertama
Rahasia Malam Pertama
Romansa · Jw Hasya
154.1K Dibaca
Terjebak Cinta CEO
Terjebak Cinta CEO
Romansa · Suzy Ru
153.7K Dibaca
Ojol Menantu CEO
Ojol Menantu CEO
Romansa · Meyyis
152.3K Dibaca
Dinikahi tapi Tak Dicintai
Dinikahi tapi Tak Dicintai
Romansa · iva dinata
152.3K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status