Share

Perempuan Lain

Author: Hernn Khrnsa
last update publish date: 2026-09-04 23:09:41

Siang itu, Nareza pergi menemui seorang perempuan di sebuah pusat perbelanjaan usai mendapat spam chat.

“Ada apa lagi, sih? Bukannya aku dah kasih tahu kamu, ya? Jangan hubungi aku lagi, Na.” Nareza menatap perempuan cantik di depannya dengan kesal. “Kita juga dah nggak ada hubungan apapun lagi, kamu sendiri yang mengakhiri hubungan kita 1 bulan yang lalu.”

Lavina menatap pria itu tak berkedip lalu berucap pelan. “Kamu sudah berubah, ya, Za? Kamu sudah nggak seperti dulu lagi. Padahal, aku ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Brondong Itu Pacar Kontrakku    Pergi Keluar

    Akhir pekan itu, Audrey sama sekali tidak memiliki rencana untuk pergi ke mana pun. Setelah beberapa hari terakhir yang cukup melelahkan, ia merasa rumah adalah tempat terbaik untuk menghabiskan hari. Sejak pagi, perempuan itu sudah mengenakan pakaian rumahan yang nyaman dan menghabiskan waktunya di sofa sambil menonton acara televisi.Nareza yang sejak tadi memperhatikannya hanya bisa menggelengkan kepala. “Kau benar-benar tidak mau keluar hari ini, Nona?”Audrey bahkan tidak mengalihkan pandangan dari layar televisi. “Tidak.”“Yakin?”“Sangat.”“Tapi cuacanya bagus untuk jalan-jalan.”Audrey tetap bergeming di sofa. Matanya masih tertuju pada layar televisi yang sejak tadi menjadi pelariannya dari segala hal. “Ya, cuacanya memang bagus untuk orang yang mau keluar jalan-jalan.”Nareza terkekeh mendengar jawaban itu. Ia menatap Audrey yang tampaknya benar-benar tidak memiliki niat meninggalkan apartemen hari ini. “Kau bahkan belum melihat cuacanya.”“Aku bisa merasakannya dari sini.”

  • Brondong Itu Pacar Kontrakku    Pertengkaran

    Malam itu, suasana di rumah Erlan jauh dari kata tenang. Sejak beberapa menit lalu, suara perdebatan terdengar memenuhi ruang tengah. Melissa berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dada, sementara Erlan tampak berusaha mempertahankan kesabarannya.“Aku sudah bilang, aku hanya datang untuk berbicara dengan Audrey,” ujar Erlan, mulai lelah menghadapi Melissa yang akhir-akhir ini begitu posesif terhadapnya. “Berbicara?” Melissa tertawa sinis. “Kau datang ke apartemen mantan istrimu tanpa memberitahuku lebih dulu, dan hanya sekadar berbicara katamu? Apa yang kau bicarakan dengannya?”Erlan menghela napas panjang beberapa kali, lalu mengusap wajahnya kasar. “Astaga,” keluhnya mulai lelah. Mereka baru saja bertunangan. Seharusnya malam-malam seperti ini diisi dengan pembicaraan tentang persiapan pernikahan dan kehidupan yang akan mereka jalani bersama. Namun, belakangan ini perhatian Erlan justru berkali-kali terseret kembali kepada Audrey. Melissa tentu saja tidak menyukai hal itu

  • Brondong Itu Pacar Kontrakku    Kisah Masa Lalu

    “Nona? Kenapa kau berada di luar?” Audrey menoleh dengan terkejut saat mendengar suara itu. “Astaga! Kau mengagetkanku saja!” sentaknya pelan seraya menenangkan debaran jantungnya sendiri. Nareza menatapnya dari atas hingga ke bawah, lalu menelisik wajah Audrey yang tampak pias. “Nona, kau sakit?” tanyanya. Lalu tanpa sadar, satu tangannya terangkat menyentuh dahi Audrey. “Ti-tidak!” seru Audrey menepis tangan Nareza dari dahinya. Jujur saja, ia terkejut bukan main. “Aku baik-baik saja!” Dengan tergesa, Audrey membuka pintu apartemennya sambil menjinjing semua barang belanjaannya. Duduk di sofa, is menghela napas lelah. Semua kejadian hari ini benar-benar menguras tenaganya. Nareza segera masuk setelah Audrey membuka pintu. Ia memperhatikan perempuan itu yang sejak tadi tampak tidak seperti biasanya. Wajah Audrey masih terlihat pucat, bahkan gerakannya ketika meletakkan kantong belanja di atas meja pun tampak lebih berat dari biasanya.“Ada apa, Nona?” tanya Nareza akhirnya. “Kau

  • Brondong Itu Pacar Kontrakku    Mantan

    Sepanjang perjalanan pulang, Audrey lebih banyak diam. Pemandangan Nareza yang berbicara dengan perempuan cantik di pusat perbelanjaan tadi terus berputar di kepalanya. Ia sudah berulang kali mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa tidak ada alasan baginya untuk merasa terganggu.Nareza bukan suaminya. Bukan pula kekasih sungguhan.Hubungan mereka hanya bermula dari sebuah kontrak. Namun, semakin Audrey mencoba mengabaikannya, semakin rasa penasaran itu justru muncul.Audrey menghela napas panjang ketika memasuki area parkir apartemennya. Ia bahkan merasa kesal kepada dirinya sendiri karena memikirkan hal yang seharusnya tidak penting.“Sudahlah,” gumamnya pelan. “Aku tidak peduli.”Setidaknya, itulah yang ingin ia percayai. Audrey kemudian mengambil beberapa barang dari dalam mobil, kemudian berjalan menuju lobi apartemen. Namun, baru beberapa langkah menaiki tangga menuju lantai tempat unitnya berada, pikirannya kembali teringat pada Nareza.Tanpa sadar, ia membayangkan bagaimana ji

  • Brondong Itu Pacar Kontrakku    Perempuan Lain

    Siang itu, Nareza pergi menemui seorang perempuan di sebuah pusat perbelanjaan usai mendapat spam chat. “Ada apa lagi, sih? Bukannya aku dah kasih tahu kamu, ya? Jangan hubungi aku lagi, Na.” Nareza menatap perempuan cantik di depannya dengan kesal. “Kita juga dah nggak ada hubungan apapun lagi, kamu sendiri yang mengakhiri hubungan kita 1 bulan yang lalu.” Lavina menatap pria itu tak berkedip lalu berucap pelan. “Kamu sudah berubah, ya, Za? Kamu sudah nggak seperti dulu lagi. Padahal, aku masih sayang banget sama kamu. Tapi kenapa kamu harus kayak gini, sih?” Nareza tertawa sinis. “Kenapa? Kamu kecewa karena aku memilih keluar dari rumah itu? Atau kamu takut aku nggak bisa mewarisi harta papa aku?” tanyanya telak, menyindir Lavina hingga batas kesabarannya habis.Lavina terlihat ingin menangis, namun ditahannya sekuat tenaga, ia tidak boleh menunjukkan bahwa ia masih berharap pria itu akan kembali ke keluarganya. “Stop, Za. Kamu jahat!” katanya dengan kecewa. “Seenggaknya kalau b

  • Brondong Itu Pacar Kontrakku    Awal Masalah

    Cahaya matahari perlahan menyusup melalui celah tirai kamar Audrey. Wanita itu mengerjapkan mata beberapa kali sebelum akhirnya terbangun sepenuhnya. Untuk sesaat, ia hanya menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang masih kosong. Namun, begitu kesadarannya kembali, Audrey teringat sesuatu, ia langsung bangkit dari tempat tidur. Semalam, ia benar-benar membiarkan Nareza menginap di apartemennya.Audrey membuka pintu kamar dengan hati-hati. Langkahnya kemudian terhenti ketika pandangannya jatuh ke ruang tamu dan melihat Nareza masih tertidur di sofa.Pria muda itu tidur dengan posisi menyamping. Salah satu tangannya berada di bawah kepala, sementara selimut tipis yang diberikan Audrey semalam hanya menutupi sebagian tubuhnya. Wajahnya terlihat jauh lebih tenang dibandingkan ketika Audrey pertama kali melihatnya di tepi jalan.Audrey berdiri beberapa saat di ambang pintu. Entah kenapa, melihat Nareza tidur di sana membuat suasana apartemennya terasa berbeda. Biasanya, pagi harinya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status