author-banner
Lusi Setiawati
Author

Novels by Lusi Setiawati

Dead&Queen

Dead&Queen

Alma, seorang copywriter berbakat di Paper&Pixel, awalnya berseteru dengan Gio, art director baru yang suka mengubah karyanya. Namun, setelah sering bekerja lembur berdua, ketegangan romantis mulai tumbuh. Hubungan mereka diuji ketika Reina, mantan kolega Gio dari Singapura, datang dengan tuduhan yang mengancam. Konflik memuncak saat kebakaran di kantor membuat Gio menyelamatkan Alma, mengorbankan dirinya sendiri. Di rumah sakit, kebenaran tentang masa lalu Gio terungkap, membersihkan namanya. Memulai agency bersama, Alma dan Gio merencanakan pernikahan, tetapi segalanya berantakan—undangan salah cetak, cincin hilang dibawa kucing, dan listrik padam. Di tengah kekacauan, mereka menyadari bahwa selama mereka bersama, memulai dari nol pun tak masalah. Cinta, pengorbanan, dan komitmen di uji dalam perjalanan berliku mereka dari rekan kerja menjadi partner hidup.
Read
Chapter: Bab 43 : Penjaga
Alma menahan napas. Ada sesuatu di dadanya yang bergetar aneh, antara takut, marah, dan… sesuatu yang lain yang tidak ia mau akui.“Rian…”“Apa?”“Kalau benar lo peduli, buktikan. Jangan cuma suruh gue percaya. Tunjukin ke gue kalau lo bukan bagian dari permainan ini.”Rian terdiam, tatapannya dalam. “Oke. Kalau itu yang lo mau… gue bakal tunjukin. Tapi jangan salahkan gue kalau kebenaran nanti bikin lo lebih nyesek daripada sekarang.”Tanpa menunggu jawaban, Rian berbalik menuju pintu. Tapi sebelum keluar, ia menoleh sebentar.“Dan satu lagi, Alma. Mulai malam ini, jangan pernah sendirian. Karena bukan cuma mereka yang ngawasin lo… gue juga.”Pintu tertutup keras. Alma berdiri membeku, napasnya masih tercekat. Di dalam hatinya, ia tahu—Rian baru saja menunjukkan sisi yang berbeda.Marah. Peduli. Dan berbahaya, sekaligus.Kamar terasa lebih pengap setelah Rian pergi. Alma duduk di ujung ranjang, kedua tangannya masih menggenggam kain celana yang basah oleh keringat dingin. Nafasnya be
Last Updated: 2025-08-31
Chapter: Bab 42 : Perdebatan dengan Rian
Dengan jari sedikit gemetar, Alma memasukkan flashdisk pemberian Rian.Folder utama muncul, sederhana, hanya satu bernama “Server_Log_Alpha”.Ia membukanya. Ada lusinan file teks, masing-masing diberi nama dengan tanggal dan jam. Alma memilih salah satu file dari tanggal yang sesuai dengan malam modulnya hilang.Isi file itu seperti transkrip aktivitas server:[00:13:05] USER: G.Prasetya – Access Granted[00:14:21] FILE: “Module_Prototype.AX” – Downloaded[00:15:10] USER: Unknown – Mirror Upload InitiatedAlma menelan ludah. Namanya Gio ada di sana. Hitam di atas putih. Tapi baris berikutnya membuatnya membeku,[00:15:42] USER: R.Alvaro – Secondary Key AccessedMatanya membesar. Nama Rian ada di log yang sama. Bukan hanya Gio.Ia menggulir cepat ke bawah, menemukan lebih banyak catatan. Beberapa di antaranya jelas menyebut aktivitas Gio, tapi ada juga baris-baris lain dengan kode identitas yang Alma tahu milik Rian. Tangannya mencengkeram mouse erat. Pikirannya berputar. Kalau log ini
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: Bab 41 : Gue atau dia?
Sebelum Alma sempat membaca lebih jauh, layar tiba-tiba berkedip. Teks merah muncul,“SESSION TIME LIMIT – 00:30”Waktu hitung mundur mulai berjalan dari 30 detik. Alma cepat-cepat mengeluarkan ponselnya untuk memotret layar, tapi tiba-tiba semua lampu di perpustakaan berkedip, dan komputer itu menampilkan pesan.“SESSION TERMINATED – TRACE INITIATED”Panik, Alma mencabut kabel komputer langsung dari colokannya. Layar mati, tapi napasnya masih memburu. Ia merasa seolah-olah baru saja membuka pintu yang tidak seharusnya. Saat ia melangkah keluar dari perpustakaan, ponselnya bergetar. Pesan masuk dari nomor tak dikenal,“Gue bilang cuma sekali. – G”Lima detik kemudian, pesan lain masuk, kali ini dari Rian. “Kita perlu bicara. Sekarang.”Alma berdiri di trotoar gelap depan perpustakaan. Angin malam meniup rambutnya, sementara dua pesan di ponselnya masih terpampang jelas. Jemarinya kaku, punggungnya dingin meski keringat mulai mengalir di tengkuk.Gio: “Gue bilang cuma sekali.”Rian: “K
Last Updated: 2025-08-28
Chapter: Bab 40 : Memilih
Siang berikutnya, Alma duduk di sebuah kafe kecil di lantai dua gedung perkantoran lama. Tempat ini tidak ramai, hanya ada tiga meja terisi, dan musik latarnya pelan. Ia memilih kursi menghadap jendela, memberi dirinya pandangan luas ke jalan di bawah—kebiasaan lama yang memudahkannya mengawasi siapa saja yang datang.Di tangannya, secangkir kopi sudah setengah dingin.Ia tidak terlalu peduli pada rasanya, pikirannya fokus pada satu hal: apakah Rian akan datang sendirian.---Pukul tepat dua belas siang, pintu kafe terbuka. Rian masuk, jaket hitamnya masih menutup rapat, mata tajamnya langsung menyapu ruangan. Begitu melihat Alma, ia berjalan cepat ke arahnya dan duduk tanpa basa-basi.“Lo milih ketemu. Artinya lo udah mikir ulang,” katanya, nada suaranya dingin tapi tidak setajam semalam.“Gue mau tahu sejauh mana gue bisa percaya lo,” balas Alma, matanya menatap lurus.Rian menyandarkan tubuhnya ke kursi.“Percaya itu mahal, Alma. Dan gue nggak kasih gratis. Apalagi setelah lo main
Last Updated: 2025-08-27
Chapter: Bab 39 : Peringatan
Suara itu muncul dari balik pilar beton di sisi kiri.Alma menoleh, dan di sanalah Gio berdiri-dengan hoodie abu-abu, tangan di saku, dan raut wajah yang nyaris tidak berubah sejak terakhir kali mereka bertemu."Lo... ke mana aja selama ini?" tanya Alma tanpa basa-basi."Dipindahkan," jawabnya singkat."Dipindahkan? Ke mana?""Unit lain. Tempat yang nggak banyak orang tahu."Alma melangkah lebih dekat."Kenapa lo kirim surat itu ke gue?""Karena kalau gue nggak kirim, lo nggak akan tahu kalau modul lo dipakai buat sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar presentasi."Alma menatapnya tajam."Lo tahu semua ini dari awal?""Gue tahu cukup banyak untuk bilang... lo lagi dipakai. Dan orang yang narik benang ini bukan cuma A.R.K., tapi juga lingkaran yang dia bangun di dalam."Angin malam berhembus, membuat hoodie Gio sedikit bergeser. Alma bisa melihat ada ID card di dalamnya-tapi bukan ID card instansi yang dulu."Lo kerja di mana sekarang?""Tempat yang masih punya mata ke dalam sistem
Last Updated: 2025-08-25
Chapter: Bab 38 : Peringatan Rian
Alma berdiri di depan jendela kos.Lampu kota berkelip seperti rahasia yang menunggu dipecahkan.Di kepalanya, hanya ada satu pikiran.“Kalau benar Gio… berarti gue punya satu pintu masuk. Tapi juga satu alasan untuk lebih hati-hati daripada sebelumnya.”***Pagi berikutnya, Alma sudah duduk di warung kopi kecil di sudut jalan, jauh dari pusat kota. Bukan tempat yang biasa ia datangi, dan itulah tujuannya.Di sini, sinyal ponsel sering hilang, dan CCTV-nya cuma pajangan.Ia membuka laptop, tapi tidak langsung menghubungkannya ke internet. Sebaliknya, ia mengeluarkan sebuah flashdisk lama dari saku—hadiah kecil dari seorang teman IT beberapa tahun lalu, yang berisi software offline search untuk data pegawai.“Oke… kalau lo masih ada di sistem, nama lo akan muncul,” gumamnya pelanLayar menampilkan daftar pegawai dari seluruh unit instansi. Ia mengetik: Gio. Tiga hasil muncul—dua orang di daerah, dan satu orang dengan kode unit yang familiar.Matanya menyipit. Kode itu adalah unit proye
Last Updated: 2025-08-24
You may also like
Biarkan Aku Pergi!
Biarkan Aku Pergi!
Romansa · Selatan Dangkal
6.1M views
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Romansa · Kesunyian Sederhana
4.7M views
Istri Gelap Tuan Arrogant
Istri Gelap Tuan Arrogant
Romansa · Ipak Munthe
4.1M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status