MasukBanyak mengandung unsur 21+. Bijaklah dalam memilih bacaan. Veronica terjebak hubungan terlarang dengan sang CEO di tempatnya bekerja. Hatinya sudah terlanjur nyaman dan cinta pada pria bernama Ramon itu. Meski dia tahu jika Ramon sudah bertunangan. Saat Miana-tunangan Ramon kembali dan mereka menikah, di sana lah keteguhan cinta Vero diuji dengan sangat keras. Kehadiran Rayhan memberi warna baru dalam hidup Vero, meski pria itu juga tetap bersikap acuh dan dingin. Namun, perhatian dan kasih sayangnya bisa dirasakan oleh Vero dengan tulus. Apalagi saat Vero mengetahui bahwa dirinya mengandung dan dia yakin itu adalah anak Ramon. Apakah benar itu adalah darah daging Ramon? Apakah akhirnya Vero tetap bersama Ramon? Atau mungkin posisi Ramon tergantikan oleh Rayhan si adik tiri yang juga mencintai Vero? Seakan usia tidak menjadi penghalang bagi Rayhan, dia tetap berusaha merebut hati Vero dari Ramon. Lalu, berhasilkah Rayhan? Ikuti terus kisahnya dalam novel ini dan jangan lupa baca juga cerita author yang lainnya, ya.
Lihat lebih banyakWilliam dan Petrus berlari sekencang yang mereka bisa agar bisa secepatnya sampai di kamar Vero. Detak jantung mereka tidak perlu dipertanyakan lagi saat ini. Entah apa yang ada dalam pikiran William dan Petrus ketika mereka sampai di depan pintu kamar Vero. Melihat Alesha meraung sambil memeluk tubuh Vero yang sepertinya sudah tidak sadarkan diri.“Apa yang terjadi, Sayang?” tanya Petrus dengan nada khawatir pada Alesha dengan nada panik.“Sayang, cepat bawa Vero ke rumah sakit. Dia tidak bernapas lagi, Sayang. Aku sangat takut. Apa yang terjadi pada sahabatku?”Alesha tidak menjawab, justru membalas dengan pertanyaan beruntun yang semakin membuat kedua pria itu dalam ketakutan. William dengan tidak sabar langsung memeriksa keadaan ibunya dan beberapa detik kemudian tubuhnya terhempas ke lantai dengan tak berdaya.“Ada apa? Apa yang terjadi sebenarnya? Cepat bawa Vero ke rumah sakit. Kenapa kalian diam saja di sini? Rayhan juga tidak bergerak dari tadi, aku sudah memintanya untuk per
“Tidak perlu melakukan apa-apa. Cukup tetap di sini dan jangan pernah pergi lagi dari hidupku,” jawab Vero dengan suara yang nyaris tak terdengar.“Aku tidak akan pergi ke mana-mana lagi, Sayang. Aku akan tetap di sini bersamamu dan anak kita – William. Bersama Petrus dan Alesha, orang-orang yang selama ini setia menjaga kalian berdua selama aku tidak ada di sini.”“Benarkah? Kau tidak akan pernah pergi lagi? Apa kau bisa berjanji?”“Tentu saja aku berjanji padamu, Sayang. Aku tidak akan pernah lagi meninggalkanmu kecuali saat aku dipanggil Tuhan. Saat aku tiada pun, aku akan tetap di sisimu meski kau tidak bisa melihatku lagi,” ungkap Rayhan dengan penuh keharuan pada Vero.Alesha dan Petrus yang mendengarkannya merasa sangat terharu dan sedih. Apalagi, bagi Petrus itu adalah kali pertama dia mendengar Rayhan bicara sangat puitis dan menyentuh hati. Selama ini, Rayhan yang Petrus dan semua orang kenal adalah pria kejam tanpa rasa belas kasihan. Namun, kehadiran Vero dalam hidup Rayha
Tanpa diduga tubuh Vero merosot dan dengan cepat kedua tangan Rayhan menyambutnya. Vero tak sadarkan diri dan segera digendong kembali ke kamar oleh suami yang tampak begitu sangat mengkhawatirkannya. Tidak lupa juga sepasang suami istri yang selama ini sudah menjaga dan merawat Vero selama Rayhan tidak berada di rumah mewah ini.“Apa yang terjadi pada Vero?” tanya Alisha tentu saja dengan panik.“Sepertinya, Vero masih belum bisa menerima semua yang terjadi hari ini dengan baik. Jadi, pikiran dan perasaannya terlalu banyak bekerja dan membuat daya tahan tubuhnya kembali melemah,” terang Rayhan seolah tahu segalanya tentang Vero.“Bagaimana kau bisa tahu semua itu, Ray?”“Aku mengikuti semua perkembangan Vero meski aku tidak berada di sisinya selama ini, Al. Aku merasa ingin sekali terbang ke sini setiap waktu. Tapi, aku tidak bisa melakukan itu.”“Kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi?”“Kau tidak akan pernah bisa memahami semua yang terjadi di masa lalu, Al. Aku bersyukur karena kalia
Saat Alesha dan Petrus masuk ke ruang tengah rumah mewah itu, mereka melihat pemandangan yang sudah lama tidak terlihat di sana. Rayhan dan Vero bermesraan sambil menuruni anak tangga. Bersenda gurau layaknya pengantin baru yang masih hangat dalam memadu cinta.“sayang, apa kau lihat itu?” tanya Alesha pada Petrus dengan suara berbisik ke Alesha.“Tentu saja, Sayang. Penglihatanku masih sangat bagus untuk wanita seusia diriku.” Alesha menjawab dengan suara yang tak kalah halusnya lagi.“Kalau begitu, apa menurutmu kita akan tetap ke sana?”“Menurutku itu bukanlah pertanyaan yang harus dijawab, Sayang.”“Kalau begitu, mari kita kembali lagi ke rumah.”“Baiklah, Sayang.”Pasangan yang harmonis dan tampak awet muda itu pun berniat untuk berbalik kembali ke rumah mereka. Sejatinya, mereka tidak ingin mengganggu pasangan yang sedang di mabuk cinta untuk kedua kalinya itu. Meski usia mereka sudah tidak lagi muda, tapi semangat cinta jelas tampak masih sangat membara.Tanpa keduanya sangka,
Petrus dan Alesha tertawa kekeh mendengar celetehan anak berusia lima tahun itu.Bagaimana bisa dia bicara soal calon istri di saat dia mungkin saja belum mengerti istri itu apa. Namun, tumbuh dan berkembang di sekeliling orang-orang cerdas, tentu membawa banyak pengaruh kepada anak-anak Petrus.Selai
“Keluarga Nona Bella!” panggil seorang perawat dari dalam ruangan tempat Bella diperiksa.Seketika keadaan hening dan tidak ada yang menjawab panggilan perawat. Namun, hal itu dimanfaatkan oleh Marco untuk segera membawa William pergi dari hadapan Rayhan. Di sisi lain, Rayhan juga sudah memberikan ko
“William! Kenapa kau di sini, Sayang? Ayo kembali pada ke tempat mami. Dia mencarimu sejak tadi,” ucap seorang pria yang datang menghampiri anak laki-laki itu.Rayhan perlahan mengendurkan pegangan tangannya pada pergelangan tangan anak laki-laki itu. Dia mendengar pria itu dengan jelas memanggil si
“Sayang, jangan percaya dengan yang diucapkan oleh jalang ini! Aku sudah bilang padamu bahwa dia bukan wanita yang baik. Aku sudah merasakannya beberapa waktu ini dan itu sebabnya aku selalu saja waspada padanya,” terang Rayhan berusaha membela diri.“Tuan Rayhan. Tolong jangan buat aku terlihat sebu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak