author-banner
Putrisyamsu
Putrisyamsu
Author

Novels by Putrisyamsu

AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

Nadya tidak menyangka ibu mertuanya akan melakukan jalan pintas dengan mendatangi seorang paranormal agar ia dan suaminya bercerai demi menjodohkan kembali suami dengan mantan istrinya yang berasal dari keluarga terpandang. Padahal Mak Onah Ibu mertua Nadya tahu jika Laras Mantan pacar anaknya sudah punya suami dan anak. Namun karena hasutan teman-temannya jika tidak ada yang tidak mungkin, perempuan tua itu rela mengikuti semua perintah Sang paranormal termasuk membayar mahal jimat-jimat buatan si paranormal. Awalnya Mak Onah salah mengartikan kebaikan Laras dan keluarganya. Dia mengira, paranormal itu berhasil mempengaruhi Laras Dan keluarganya. Padahal keluarga itu memang sangat baik Namun gelagat licik Mak Onah tercium oleh adik Laras Dan suaminya hingga rencananya gagal. Sayangnya permasalahan rumah tangga Nadya belum berakhir. Permasalahan yang membuat ia harus mengambil keputusan dalam menjalani kehidupan selanjutnya.
Read
Chapter: Bab 130: Sebuah rahasia usang.
Bab 130: Sebuah rahasia usang. ​Aroma antiseptik yang tajam memenuhi ruang rawat kelas dua tempat Wanda terbaring. Monitor jantung di samping ranjangnya masih mengeluarkan bunyi beep yang teratur, sebuah melodi kehidupan yang sangat disyukuri oleh Tania. Di luar pintu kamar, suara keributan kecil sempat terdengar antara Om Feri dan beberapa pria berseragam safari, namun Pak Hardi segera menengahi.​Nadya masuk ke dalam ruangan, melihat Tania yang sedang duduk terpaku di samping ranjang ayahnya. Wajah putrinya itu terlihat sangat lelah, ada gurat penyesalan yang mendalam di matanya yang sembab.​"Tania, makanlah dulu. Mama bawakan nasi kotak," ujar Nadya lembut sambil mengusap bahu putrinya.​Tania menggeleng pelan. Matanya tidak lepas dari sosok Wanda yang tampak sangat rapuh. "Ma... Tania merasa jahat sekali. Selama bertahun-tahun Tania hanya mengingat betapa pengecutnya Papa. Tania benci karena Papa selalu membela Nenek, bahkan saat Nenek menghina Mama habis-habisan."​Nadya terdia
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 129: Tamu tak diundang di paviliun.
Bab 129: Tamu Tak Diundang di Paviliun​Suara melengking dari monitor jantung itu seolah menghentikan aliran waktu di koridor rumah sakit. Tania menjerit, suaranya pecah menghantam dinding-dinding beton yang dingin. Nadya membeku, sementara Pak Hardi dengan sigap menangkap tubuh Tania yang nyaris luruh ke lantai.​"Dokter! Cepat!" seru Hardi dengan suara menggelegar.​Di dalam ruangan, tim medis melakukan tindakan darurat. Detik-detik yang mencekam itu berlalu seperti berjam-jam, hingga akhirnya suara beep yang datar kembali berubah menjadi detak jantung yang lambat namun teratur. Dokter keluar dengan napas lega, menyatakan Wanda telah melewati masa kritisnya.​Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Saat Tania masuk untuk menemani ayahnya, tiga pria berpakaian rapi namun berwajah keras yang tadi sempat berdebat dengan Feri masih berdiri di depan pintu ICU.​"Maaf, Pak Hardi," salah satu dari mereka yang bernama Viktor melangkah maju. "Kami tidak bermaksud membuat keributan di sini
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 128: Bayang-bayang masa lalu diambang maut.
​Bab 128: Bayang-Bayang Masa Lalu di Diambang maut. ​Suasana paviliun yang pengap itu mendadak terasa semakin menyempit bagi Tania. Pertanyaan yang ia lontarkan kepada Om Feri menggantung di udara, menciptakan keheningan yang mencekam di antara suara sirine ambulans yang mulai terdengar lamat-lamat dari kejauhan.​Feri tidak segera menjawab. Ia sibuk melonggarkan kancing kemeja lusuh Wanda dan menepuk-nepuk pipi adiknya dengan gerakan yang tampak terlalu terbiasa. "Tania, bantu Om ambilkan minyak kayu putih di atas rak piring itu!" serunya tanpa menoleh.​"Om, jawab Tania! Papa sudah sering begini?" desak Tania sambil menyambar botol kecil yang diminta. Tangannya gemetar hebat hingga minyak itu nyaris tumpah saat ia menyerahkannya pada Feri.​Feri menghela napas berat sembari menggosokkan minyak ke dada dan pelipis Wanda. "Sudah tiga kali dalam bulan ini, Tania. Ayahmu itu keras kepala. Dia melarang Om memberitahu ibumu atau kamu. Katanya, dia tidak mau merusak kebah
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 127: Kejadian tak terduga di tempat tinggal Wanda.
Satu jam perjalanan dengan ojek daring membawa Tania sampai di sebuah rumah di tempat kelahirannya, tempat ia dibesarkan hingga ia menjelang lulus SMP. Itu adalah rumah Feri, kakak tertua ayahnya. Di sanalah Wanda tinggal setelah ibunya Mak Onah meninggal, ayah kandung Tania, menumpang di paviliun rumah itu. Pintu depan rumah utama terlihat sepi. Tidak terlihat Feri dan istrinya Rina juga anak-anak mereka yang dulu begitu akrab dengan gadis itu. ​Tania mengetuk pintu dengan ragu. Saat pintu terbuka, ia melihat sosok pria yang tampak jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Rambutnya memutih dan badannya terlihat kurus kering.​"Tania?" suara Wanda bergetar. Ia langsung memeluk putrinya dengan erat. "Papa tidak menyangka kamu akan datang. Ayo, maduk, Nak"​Mereka duduk di ruang tamu yang sempit dan pengap, yang juga dijadikan tempat meletakkan meja kompor dan rak piring kecil. Wanda banyak bertanya tentang kabar Nadya dan bagaimana kehidupan mereka bersama Pak Hardi. Tania menceritakan se
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: Bab 126: Semangat yang kembali berkobar.
Setelah Bu Yanti berpamitan dengan janji akan mengirimkan Rian besok untuk membawa dokumen kerjasama mereka, Nadya berdiri di depan pintu rumahnya. Perasaannya jauh lebih ringan. Namun, pemandangan di depan pagar rumahnya kembali membuatnya tertegun.​Rombongan ibu-ibu perumahan Harmoni Residen tampak berjalan menuju rumahnya. Di barisan depan, ada Bu RT yang selalu rapi. Tapi kini sudah tidak terlihat lagi perhiasan besarnya menghiasi tangan dan jarinya yang kemarin sebelum kejadian yang membuat malu dirinya dan suaminya selalu ia pakai. Disusul oleh Bu Nur yang biasanya jam segini masih sibuk dengan gerobak sarapan kelilingnya, serta beberapa ibu warga lainnya.​"Assalamualaikum, Bu Nadya!" seru Bu RT dengan semangat. Disusul oleh ibu-ibu lainnya yang juga tak kalah semangat. ​Nadya tersenyum lebar, menyeka sisa air mata harunya. "Waalaikumussalam, Bu RT, Bu Nur... mari, ibu-ibu semua silakan masuk. Ada apa ini ramai-ramai?" ucap Nadya menyambut mereka. ​Bu Nur, hari ini sengaja t
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: Bab 125: Tamu kejuta.
Bab 125: Tamu kejutan. Nadya terpaku sejenak, matanya mengerjap tidak percaya melihat sosok wanita paruh baya yang berdiri di hadapannya. Kerudung instan dan senyum keibuannya sama sekali tidak berubah, meski guratan usia mulai sedikit mempertegas wajahnya.​"Bu Yanti? Dari mana Ibu bisa tahu alamat rumah saya?" Nadya menghambur keluar, mengabaikan segala kegundahannya, dan langsung memeluk erat wanita tua itu. Air matanya yang sejak pagi ditahan, akhirnya luruh juga dalam dekapan Bu Yanti.​Bu Yanti adalah penyelamat Nadya di masa paling kelam dalam hidupnya. Saat rumah tangganya dengan Wanda berada di ujung tanduk dan ia tak punya sepeser pun uang untuk menyuapi anak-anaknya, Bu Yanti-lah yang memberinya pekerjaan di toko gorden miliknya. Bu Yanti pula orang pertama yang mempercayai kemampuan Nadya, memberikan modal kepercayaan agar Nadya mempromosikan usaha gordennya lewat media sosial. Sebuah langkah awal yang kemudian membentuk karier Nadya sebagai digital marketer.​"Kemana saj
Last Updated: 2026-01-27
WANITA PENAKLUK SAMUDRA

WANITA PENAKLUK SAMUDRA

​Di dunia kepulauan yang bertenaga sihir uap (aether-punk), seorang putri bangsawan yang memiliki bakat navigasi terlarang harus membentuk legiun ksatria janda penunggang naga untuk membalaskan dendam suaminya dan menghentikan kekaisaran alkemis yang mencoba menguasai samudra dengan sihir hitam.
Read
Chapter: Bab 45
Lyra mencengkeram kristal Mala di pergelangan tangannya. Kristal itu berdenyut, bukan dengan kehangatan, tetapi dengan peringatan. Pada saat yang sama, Elara, di sampingnya, melihat layar sensor pribadinya berkedip-kedip dengan anomali yang belum pernah terlihat. Sebuah pola energi yang tidak dikenal, bergerak dengan kecepatan yang menakutkan, dari luar batas sistem pertahanan Aethelgard.Lyra menatap Elara. "Anda merasakannya?"Elara mengangguk, wajahnya pucat. "Lebih jauh dari apa pun yang pernah kita deteksi. Lebih besar. Bukan dari sini."Di kejauhan, The Azure Sentinel berlayar dengan anggun, simbol harapan. Tetapi Lyra tahu, harapan itu akan segera diuji.Lima tahun berlalu sejak peluncuran The Azure Sentinel. Lima tahun yang membentuk Aethelgard menjadi peradaban yang jauh berbeda. Ujian dari bisikan asing itu datang tak lama setelahnya. Ternyata bukan ancaman militer, melainkan sekelompok kecil penjelajah antar bintang yang tersesat, menderita kerusakan kapal. Lyra, dengan keb
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: Bab 44
Lyra memejamkan mata sesaat. Pertempuran ini telah berakhir. Tetapi perang... perang sesungguhnya baru saja dimulai. Bisikan dingin itu merayap di benaknya, sebuah firasat tajam yang menusuk melalui euforia kemenangan, seolah samudra itu sendiri mendesah dengan rahasia yang lebih kuno dan mengerikan. Namun, di hadapannya, lautan manusia bersorak, dan ia punya janji untuk ditepati. Sebuah janji kepada Krael, kepada Mala, dan kepada dirinya sendiri.Enam bulan kemudian. Aethelgard, yang dulunya puing-puing, kini menggeliat bangkit. Bukan sekadar rekonstruksi, tetapi metamorfosis. Pekerja berduyun-duyun membangun kembali, namun kali ini, arsitekturnya berbeda. Garis-garis yang lebih organik, terinspirasi dari Sisterhood, mulai terlihat. Kristal Aether yang dipulihkan, bukan obsidian, memancarkan cahaya lembut, menerangi jalan-jalan yang sebelumnya gelap.Di aula dewan yang baru direnovasi, suasana terasa jauh berbeda. Tidak ada lagi ukiran patriarkis yang mencolok, diganti dengan mural y
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: Bab 43
Lyra perlahan bangkit, tubuhnya yang terluka terasa ringan oleh tujuan yang baru. Dia menatap Heart of the Abyss yang kini berdenyut dengan pendaran biru yang stabil, murni. Di sana, di kedalamannya, Mala dan Krael kini adalah satu, penjaga yang abadi. Tetapi Lyra merasakan sesuatu yang lain. Sebuah bisikan samar dari jauh, sebuah gema di kedalaman samudra yang melampaui Aethelgard, sebuah panggilan samar dari kegelapan yang belum ia kenal. Sebuah pertanda bahwa meskipun perang ini telah berakhir, perjuangan sesungguhnya baru saja dimulai. Dia menarik napas dalam, merasakan beratnya takdir yang kini menantinya, sendirian di puncak dunia.Di sekeliling Lyra, Sisterhood yang kelelahan namun bersemangat mulai bergerak. Mereka membersihkan puing-puing, mengevakuasi Leviathan yang hancur, dan menstabilkan area inti. Si Naga Biru yang babak belur kini tertambat, para teknisi bekerja keras memperbaiki lambungnya yang robek. Vardus Solara, yang kini terbaring tak bergerak dengan mata kosong,
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: Bab 42
Lyra menatap inti kristal Jormungandr itu, hatinya dipenuhi campuran kesedihan dan kelegaan. Krael. Kau di sana? Bisikan itu nyaris tak terdengar, sebuah hembusan napas yang tertahan di tengah kehancuran. Di sekelilingnya, Heart of the Abyss perlahan pulih, denyutannya yang biru dan murni terasa seperti detak jantung yang baru terlahir kembali, namun di sampingnya, inti kristal Jormungandr terasa dingin, cahaya birunya redup, nyaris mati, setelah semua energi yang ia berikan.Luka di tubuh Lyra masih terasa perih, tetapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan rasa kehilangan yang kembali menyeruak. Vardus Solara telah dikalahkan, tapi harga yang dibayar terasa begitu mahal. Mala kini satu dengan samudra, dan Krael... Apakah dia benar-benar pergi?Tiba-tiba, inti kristal Jormungandr berdenyut lagi. Bukan ledakan energi seperti sebelumnya, melainkan sebuah denyutan lembut, mirip detak jantung yang pelan, namun stabil. Dari kedalamannya, sebuah pendar keperakan muncul, berputar perlahan,
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: Bab 41
Vardus, yang selalu mengendalikan, kini sepenuhnya tidak berdaya. Dia merasakan setiap partikel dari dirinya disentuh, dianalisis, dan dinetralkan oleh kekuatan yang tak terkalahkan. Wajahnya pucat pasi, matanya memancarkan kepanikan liar.Cahaya biru Mala berdenyut lembut, tidak melukai, tetapi meresap. Lyra, yang berjuang untuk bangkit, melihatnya bukan serangan kekuatan, melainkan penetrasi. Vardus terbungkus dalam esensi Mala, terpaksa menghadapi sesuatu yang lebih dalam dari kehampaan yang ia puja.Sebuah gelombang ingatan, bukan milik Lyra, tetapi diproyeksikan oleh Mala, menghantam pikiran Lyra. Dia melihatnya dari mata Vardus. Seekor ikan kecil yang kesakitan, terengah-engah dalam air yang tercemar Void-Fire dari penambangan baru Vardus. Terumbu karang yang dulunya berwarna-warni, kini memutih, merana, mati. Arus Aether yang murni, berbelok, kering, tidak lagi memberi makan kehidupan di kedalaman. Lyra bisa merasakan rasa sakit itu, keputusasaan makhluk-makhluk laut yang pelan
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: Bab 40
Lyra menatapnya, matanya setengah tertutup, bayangan Vardus menari di depannya. Apakah ini... akhirnya? Dia merasakan denyutan Heart of the Abyss yang kini kembali dikuasai kehampaan, terasa seperti bisikan kematian yang akan datang. Pergelangan tangannya berdenyut sakit, kristal Mala di sana terasa dingin, mati, seperti dirinya sendiri.Vardus Solara, dengan senyum tipis kemenangan, mengangkat tangannya. Ujung jarinya berkumpul, memancarkan percikan Void-Fire yang mematikan. Itu adalah pukulan terakhir, tak terhindarkan. Lyra bisa merasakan embusan dingin kehampaan yang mendekat, seperti tangan tak terlihat yang siap merobeknya menjadi ketiadaan. Maafkan aku, Mala. Maafkan aku, Krael.Tepat saat Void-Fire itu siap dilepaskan, sebuah fenomena yang melampaui pemahaman Vardus terjadi.Dari inti kristal Jormungandr yang tergeletak di dekat tangan Lyra, sebuah pendar biru samar muncul. Bukan hanya cahaya, melainkan sebuah denyutan. Seolah jantung yang telah lama tertidur kini terbangun. P
Last Updated: 2026-03-11
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status