author-banner
Olivia
Olivia
Author

Novels by Olivia

Jangan Hisap, Pak Bos!

Jangan Hisap, Pak Bos!

Sevi bekerja di perusahaan susu segar, hidupnya tampak sempurna. Ia mencintai pekerjaannya sebagai milk tester, mencintai susu strawberry, dan hidup mandiri. Tapi semuanya berubah ketika ia menemukan susu baru yang justru membangkitkan ‘reaksi biologis’ aneh pada tubuhnya. Tanpa hamil, tanpa hubungan, tiba-tiba tubuhnya memproduksi ASI... beraroma strawberry. Lebih rumit lagi, bosnya yang dikenal dingin dan perfeksionis, Arlan, mulai mencium rahasia aneh yang disembunyikannya. Tapi siapa sangka? Keanehan itu justru jadi awal kedekatan mereka dengan cara yang tidak pernah terpikirkan Sevi sebelumnya. “Saya tahu cara supaya nggak terlalu sakit. Mau?”
Read
Chapter: Belum Terjawab
Keheningan yang tercipta di tengah kebingungan itu terasa terlalu berat untuk Sevi. Dadanya sesak, bukan karena takut semata, melainkan karena terlalu banyak pasang mata dan terlalu banyak makna dalam satu momen yang datang bersamaan. Namanya dipanggil barusan masih bergema di kepalanya, seolah tertinggal di udara lobby yang dingin dan penuh gema langkah kaki.“Sevi?”Ia masih berdiri kaku, tangan kirinya menggenggam tali tas terlalu erat. Di hadapannya, pria itu, yang tak lain adalah Miko, masih berdiri dengan senyum canggung, seakan menyadari bahwa situasi ini jauh dari sederhana. Mila, yang sejak tadi berada di samping Miko, menoleh bolak-balik antara Sevi dan pria itu, mencoba memahami dinamika yang tiba-tiba muncul tanpa aba-aba.Dan Arlan.Sevi tahu Arlan ada di sana bahkan sebelum menoleh. Ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Ketika ia akhirnya melirik ke samping, benar saja, Arlan berdiri tak jauh dari lift, mematung, wajahnya tenang tapi sorot matanya jelas menyimpan ses
Last Updated: 2026-01-03
Chapter: Kaget
Hari sudah benar-benar merambat menuju malam. Cahaya jingga yang tadi sempat menyelinap lewat celah jendela kontrakan kini lenyap, digantikan lampu-lampu jalan yang menyala satu per satu. Arlan sudah jauh lebih baik.Demamnya benar-benar turun tanpa harus menginjakkan kaki ke klinik atau rumah sakit. Sevi tidak asal memberi obat, semuanya sesuai anjuran dokter, dosisnya tepat, waktunya teratur. “Serius amat Mbak.” Arlan sempat menggoda Sevi soal itu, menyebutnya terlalu serius, tapi di dalam hati ia tahu, kalau bukan karena ketelitian Sevi, mungkin kondisinya belum sebaik ini. Tinggal radang tenggorokan yang masih terasa perih sesekali, terutama saat berbicara terlalu lama atau tertawa berlebihan.Saat ini mereka duduk di depan televisi, saling berpelukan di sofa sempit yang sudah menjadi saksi banyak momen mereka. Jangan lupakan tangan Arlan yang tak mau tinggal diam, meremas dan terkadang mengelus ujung dada Sevi yang masih tertutup kaos. “Diem, Lan.”“Nggak mau, siapa suruh ngg
Last Updated: 2026-01-02
Chapter: Menyembunyikan
“Mau nen..."“Aku nggak yakin deh kamu sakit, Lan.” Ujar Sevi yang muak sedari tadi Arlan merengek ingin...Namun siapa sangka, bukannya menolak, Sevi malah menyikap kaosnya. Terlihat bulatan sekal yang sangat disukai Arlan. Senyum Arlan seketika mengembang, dengan cepat ia mendekat pada Sevi, sedikit memilin ujung dadanya sampai Sevi merasa antara geli dan sakit menjadi satu.“Shh.. Arlan...”“Hehehehe.” Tanpa basa-basi lagi, Arlan mengenyot pelan sambil meremas bulatan sekal satunya. Sevi menatap Arlan, mengelus rambutnya pelan. “Masih keluar ASI nya?” Arlan hanya mengangguk pelan, dan melanjutkan kegiatannya hingga ASI tak ada yang tersisa lagi. Matanya pun mulai memejam, nafas perlahan teratur, dan badannya lebih rileks. Arlan tertidur pulas.\\\Arlan terbangun dengan perasaan aneh.Bukan karena demamnya yang kini terasa jauh lebih jinak dibanding pagi tadi, melainkan karena ruang di sampingnya kosong. Tangannya refleks menyentuh seprai, mencari kehangatan yang biasanya ada. Di
Last Updated: 2025-12-31
Chapter: Demam
Cahaya matahari menyelinap masuk lewat celah tirai kamar kontrakan Sevi, hangat dan lembut, jatuh di seprai kusut yang masih menyimpan sisa-sisa kantuk malam. Sevi bergerak pelan, refleks meraih sisi ranjang yang biasanya hangat oleh tubuh Arlan.Namun yang ia sentuh bukan kehangatan biasa.Panas.Sevi langsung membuka mata sepenuhnya. Tangannya berpindah ke lengan Arlan, lalu ke lehernya. Panasnya tidak wajar. Napas Arlan terdengar berat, tidak teratur, dan tubuhnya menggigil meski selimut menutupinya.“Arlan?” panggil Sevi pelan, suaranya langsung berubah tegang.Tidak ada jawaban. Arlan hanya mengerang kecil, alisnya berkerut, seolah tubuhnya sedang melawan sesuatu yang tak kasatmata.“Arlan, bangun sebentar,” Sevi menepuk pipinya ringan. “Sayang?”Tubuh Arlan justru menggigil lebih keras.Panik mulai naik ke dada Sevi. Ia segera menarik selimut tambahan dan menyelimuti Arlan sampai ke bahu, lalu bangkit dari tempat tidur. Dengan langkah cepat tapi tetap hati-hati, ia membuka laci
Last Updated: 2025-12-30
Chapter: Malam Panjang Arlan
Malam itu terasa berjalan lambat bagi Arlan, seolah jarum jam kehilangan niat untuk bergerak. Kamar kontrakan Sevi sunyi, hanya diisi dengkuran halus napas perempuan yang kini terlelap di dalam pelukannya. Tubuh Sevi menghadap ke arahnya, kepala bersandar nyaman di dada Arlan, satu tangan Sevi menggenggam kausnya tanpa sadar, seakan takut terlepas.Arlan tidak tidur.Matanya masih terbuka, menatap langit-langit kamar yang polos, lalu turun menelusuri wajah Sevi. Dalam cahaya temaram lampu tidur, wajah itu tampak begitu damai. Alisnya rileks, bibirnya sedikit terbuka, napasnya teratur.Arlan menggeser tangannya perlahan, menyibak rambut Sevi yang jatuh ke pipi. Ia menunduk, melayangkan kecupan singkat, sangat singkat, di dahi, di pelipis, di ujung hidung, lalu di pipi.Sevi hanya bergumam kecil, bergeser sedikit, lalu kembali diam.Arlan tersenyum tipis, namun senyum itu cepat menghilang. Dadanya terasa sesak oleh pikiran yang sejak tadi berputar-putar tanpa arah. Ia menghela napas pan
Last Updated: 2025-12-29
Chapter: Siapa?
Kontrakan Sevi malam itu terasa lebih hidup dari biasanya. Lampu dapur menyala terang, uap tipis mengepul dari panci kecil di atas kompor. Aroma kari Jepang memenuhi ruangan terasa hangat, sedikit manis, dengan sentuhan rempah yang menenangkan. Sevi sudah berganti pakaian tidur, kaus longgar dan celana rumah yang nyaman. Rambutnya dibiarkan tergerai seadanya, beberapa helai jatuh ke depan wajah. Tak lupa apronnya juga sudah rapi terpasang.Di atas talenan, potongan ayam katsu tersusun rapi, menunggu untuk digoreng sebentar agar kembali renyah. Di rice cooker, nasi putih hampir matang. Sevi menoleh ke ponselnya yang disandarkan di dekat bumbu-bumbu. Layar itu menampilkan wajah seorang lelaki, tersenyum lebar.“Kamu ketawa terus dari tadi,” kata lelaki itu dari seberang layar. “Aku curiga masakanmu keasinan.”Sevi terkekeh. “Dih mana ada, aku jago masak tau. Ini kari Jepang, harusnya pas di lidah.”“Ya siapa tahu kamu kebanyakan mikir, terus salah takaran.”“Nggak bakal, kan ini pake b
Last Updated: 2025-12-27
You may also like
Istri Rasa Pembantu
Istri Rasa Pembantu
Romansa · Zaidhiya
11.8K views
A Wife's Diary
A Wife's Diary
Romansa · Yani m
11.8K views
Pamer Suami
Pamer Suami
Romansa · Ika Armeini
11.8K views
First Love
First Love
Romansa · Laraurora
11.8K views
Api Dendam Brianna
Api Dendam Brianna
Romansa · Meina H.
11.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status