
Gadis Kesayangan Kapten Posesif
Bagi Rea Niskala, langit adalah satu-satunya tempat ia merasa bebas. Namun, dunianya runtuh saat ia menemukan pemandangan paling menjijikkan di rumahnya sendiri. Bianca, ibu tirinya yang manipulatif, sedang memuja dan bergelayut mesra pada Kapten Arlo Ganendra pilot legendaris yang bekerja di maskapai milik ayahnya.
Rea melihat segalanya, Bianca yang begitu liar menggoda Arlo dan bagaimana Arlo yang diam saja dan menerima semua perlakuan Bianca. Bagi Rea, Arlo bukan lagi pahlawan di kokpit, melainkan pengkhianat yang menodai kesetiaan sang Ayah.
Benih-benih kebencian mulai tumbuh di hati Rea. Rea bertekad ingin menghancurkan Arlo dan Bianca dengan membongkar permainan jahat yang mereka berdua lakukan. Tanpa Rea tahu jika apa yang ia lihat tidaklah seperti yang ia pikirkan.
Namun, takdir berkehendak lain saat ayah Rea, Hendra Niskala, mengalami sebuah kecelakaan besar. Di ambang kematian, Hendra hanya memercayai satu orang untuk menjaga putri tunggalnya yaitu Arlo Ganendra. Melalui wasiat rahasia di balik pintu ICU, sebuah perintah mutlak dijatuhkan.
“Nikahi putriku hari ini juga. Lindungi dia dari semua orang di rumah itu. Aku menyerahkan seluruh hidupnya ke dalam tanganmu sekarang.”
Wasiat itu menjadi bumerang bagi Rea. Rea terjebak dalam sangkar yang dibuat oleh pria yang paling ia benci. Terikat dalam pernikahan yang dipaksakan, Rea harus terbang di bawah otoritas Arlo baik di angkasa maupun di dalam kehidupan pribadinya.
Di antara dendam yang membara dan rahasia yang belum terungkap, Rea harus memilih, terus melawan arus otoritas Arlo, atau menyadari bahwa pria yang ia anggap sebagai penghancur hidupnya adalah satu-satunya pelindung yang rela dicaci demi keselamatannya.
읽기
Chapter: Bab 91 (TAMAT)Beberapa minggu telah berlalu, dan kediaman Ganendra kini terasa jauh lebih hidup. Tak ada lagi suasana dingin atau canggung, setiap sudut rumah kini dipenuhi oleh aroma parfum Rea dan tawa rendah Arlo yang kini lebih sering terdengar. Pagi itu, di balkon kamar mereka yang menghadap langsung ke taman, Arlo berdiri di belakang Rea yang sedang menikmati semilir angin. Arlo mengenakan seragam pilotnya lengkap, gagah dan berwibawa, namun sorot matanya melembut saat lengannya melingkar mesra di pinggang Rea, menarik punggung istrinya untuk bersandar di dada bidangnya. Rea, yang kini sudah terlihat sangat segar dengan gaun sutra berwarna pastel, menoleh sedikit dan mengusap rahang suaminya. "Kapten sudah siap bertugas hari ini?" Arlo mengecup bahu Rea yang terbuka, menghirup aroma vanila yang selalu membuatnya tenang. "Selalu siap. Terutama karena hari ini penumpang spesialku adalah pemilik Niskala sekaligus pemilik hatiku." Rea tertawa renyah, ia berbalik dalam pelukan Arlo da
최신 업데이트: 2026-05-07
Chapter: Bab 90 Keinginan ReaSinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden ruang VVIP, menyinari sudut-sudut kamar yang kini terasa jauh lebih tenang dibandingkan malam sebelumnya. Keheningan pagi itu hanya dipecah oleh suara rendah mesin monitor jantung yang berdetak dengan ritme yang stabil dan damai. Di depan pintu, Kyle dan Jane berdiri mematung. Jane yang baru saja hendak memutar kenop pintu, tiba-tiba menghentikan gerakannya. Ia menoleh ke arah ibunya dengan senyum tertahan, lalu memberikan isyarat agar Kyle melongok ke dalam dengan perlahan. Begitu pintu terbuka sedikit, sebuah pemandangan indah menyambut mereka. Di atas ranjang pasien yang cukup lebar itu, Arlo tidak lagi duduk di kursi samping. Ia tertidur di atas ranjang yang sama dengan Rea. Tubuh tegap Arlo tampak meringkuk melindungi istrinya, dengan satu lengan kekar yang melingkar sangat erat di pinggang Rea, seolah memastikan bahwa wanita itu tidak akan pergi ke mana-mana lagi. "Lihat itu, Mom," bisik Jane dengan suara y
최신 업데이트: 2026-05-06
Chapter: Bab 89 Ingatan Yang KembaliArlo perlahan melepaskan pelukan itu, meski tangannya masih terasa gemetar. Ia menangkup wajah Rea dengan kedua telapak tangannya, menatap lekat-lekat ke dalam manik mata istrinya yang kini tak lagi kosong, melainkan penuh dengan luapan emosi yang nyata. "Kamu... kamu benar-benar ingat semuanya?" tanya Arlo dengan suara yang hampir berbisik, seolah takut jika ia berbicara terlalu keras, semua ini hanya akan menjadi mimpi. Rea mengangguk pelan di tengah isak tangisnya yang mulai mereda, namun air matanya tetap mengalir. Ia memegang punggung tangan Arlo yang berada di pipinya, merasakan kehangatan yang selama ini sempat terasa asing baginya. "Aku ingat semuanya, Arlo," ucap Rea dengan suara serak. "Aku ingat kita menikah karena wasiat terakhir Papa. Aku ingat betapa keras kepalanya aku saat itu, menuduhmu yang tidak-tidak, padahal kamu sedang berjuang membantuku melawan Bianca." Rea menarik napas pendek yang bergetar, mencoba menyusun kembali kepingan memori yang kini telah utuh di
최신 업데이트: 2026-05-05
Chapter: Bab 88 MenghilangLangkah kaki Arlo yang awalnya terasa ringan setelah mendengar kabar baik dari dokter, seketika berubah menjadi derap langkah penuh kepanikan. Begitu ia mendorong pintu ruang VVIP, dunianya seolah runtuh untuk yang kesekian kalinya dalam satu malam.Ranjang itu kosong. Sprei yang tadi kusut bekas tubuh Rea kini tampak dingin tak berpenghuni. Selimutnya tersampir di lantai, dan tiang infus berdiri tegak dengan selang yang menggantung, jarumnya dilepas paksa, menyisakan bercak darah kecil di atas kain putih itu."Rea?!" panggil Arlo, suaranya naik satu oktaf.Ia bergegas menuju kamar mandi dan membukanya dengan sekali sentakan. "Rea! Kamu di dalam?"Nihil. Kamar mandi itu kering dan kosong.Jantung Arlo berdegup kencang hingga terasa menyakitkan di dadanya. Ia berlari keluar ruangan, mengabaikan wibawanya sebagai seorang kapten pilot yang biasanya selalu tenang. Ia menghambur ke arah nurse station yang berada di tengah koridor."Di mana istri saya?!" teriak Arlo sambil menggebrak meja
최신 업데이트: 2026-05-04
Chapter: Bab 87 Kabar BaikTanpa membuang waktu, Arlo dibantu oleh Anthony langsung membawa tubuh lemas Rea kembali ke rumah sakit. Suasana yang tadinya hangat di kediaman Ganendra berubah menjadi ketegangan yang mencekam. Sirine ambulans pribadi keluarga itu membelah sunyi malam, sementara Arlo terus menggenggam tangan dingin Rea, merutuki dirinya sendiri karena terlalu cepat membuka luka lama. Setibanya di rumah sakit, Rea langsung dilarikan ke ruang intensif. Arlo berdiri mematung di depan pintu ICU, langkahnya tak bisa diam. Ia mondar-mandir dengan wajah yang sangat pucat, kemejanya sudah berantakan, dan napasnya belum juga teratur. Kyle hanya bisa duduk di kursi tunggu sambil terus merapal doa, sementara Anthony berdiri tegap di sudut lorong dengan tatapan yang sangat khawatir. Setelah menunggu beberapa jam yang terasa seperti selamanya, pintu ICU akhirnya terbuka. Dokter keluar sambil melepas maskernya. Arlo langsung menghambur maju, bahkan hampir menabrak bahu dokter tersebut. "Dokter! Bagaimana kondi
최신 업데이트: 2026-05-03
Chapter: Bab 86 Kepingan PuzzleArlo menarik napas panjang, mencoba mengendalikan gemuruh di dadanya. Dengan satu gerakan halus namun bertenaga, ia mengangkat tubuh Rea seolah tanpa beban dan perlahan merebahkannya di atas kasur yang empuk.Suasana kamar yang tadinya penuh godaan jenaka, seketika berubah menjadi sangat intens dan sarat akan ketegangan romantis. Rea, yang tadinya begitu berani menantang, mendadak merasa lidahnya kelu. Jantungnya berdegup kencang saat Arlo perlahan memosisikan tubuhnya di atasnya, menumpu berat badannya dengan kedua lengan kekar di sisi kepala Rea.Arlo menatap mata Rea dengan tatapan yang sangat dalam, mencari kejujuran di sana. "Kamu yakin, Rea? Apa kamu tidak akan menyesal jika kita melakukannya sekarang?" bisik Arlo dengan suara rendah yang menggetarkan.Rea menelan ludah, ia merasa terhipnotis oleh binar mata suaminya. Ia menarik napas panjang untuk mengumpulkan sisa keberaniannya. "Tidak... lakukan saja, Arlo," jawabnya lirih.Arlo memejamkan mata sejenak, seolah mengucapkan do
최신 업데이트: 2026-05-02

Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!
Hidup Serina Veronika seorang mahasiswi yang semula tenang, mulai terganggu dengan kedatangan tetangga baru tepat disamping rumahnya.
Tetanggga barunya yang merupakan seorang pria bernama Damar itu langsung terlibat insiden tidak mengenakkan dengannya sewaktu di bus. Serina menuduh Damar sebagai pria mesum yang melecehkannya di transportasi umum.
“Dasar pria mesum! Beraninya kamu melecehkan saya di tempat umum seperti ini?”
Dengan suara lantang, Serina meneriaki Damar sebagai pria mesum di depan semua orang. Meskipun, Damar mencoba mengelak tuduhan itu, namun Serina masih bersikukuh jika Damar lah yang melecehkannya.
"Bukan saya pelakunya."
Tanpa Serina tahu, ternyata tetangga mesumnya itu adalah dosen baru di kampusnya. Serina tak percaya dengan semua ini, hingga membuatnya mati kutu di hadapan Damar.
Mulai hari itu, mereka terlibat banyak hal bersama. Damar sosok misterius yang menyimpan banyak rahasia nyatanya mampu menarik perhatian dari Serina.
Damar banyak sekali membantu masalah keluarga Serina hingga membuat Serina merasa berhutang budi kepada Damar.
Namun, tanpa Serina tahu, kebaikan yang Damar tunjukkan selama ini nyatanya menyimpan sejuta tujuan yang membuat Serina terperangkap ke dalamnya.
“Kamu harus menanggung dosa yang telah dia lakukan. Aku datang kesini untuk membalas semuanya, Serina.”
Rahasia besar apa yang sebenarnya Damar sembunyikan dari Serina?
읽기
Chapter: Bab 152 TAMATSuasana di dalam aula besar itu mendadak hening, hanya suara musik instrumen yang mengalun lirih, memberikan ruang bagi emosi yang meluap-luap. Bapak Surya kemudian meraih tangan kanan Serina, sementara Beni berdiri di sisi kiri adiknya. Mereka berdua bersiap mengapit Serina untuk berjalan melewati aisle yang bertabur kelopak bunga. Damar memberikan ruang. Ia berjalan beberapa langkah lebih dulu menuju altar pelaminan, lalu berbalik badan untuk menyambut pengantinnya. Langkah kaki Surya terdengar mantap di atas lantai marmer, meskipun sedikit lambat. Setiap langkah yang diambil Surya adalah bukti perjuangannya melawan rasa sakit di Jerman, demi satu momen ini. Serina berjalan dengan kepala tegak, air matanya kini telah kering, digantikan oleh binar kebahagiaan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Begitu mereka sampai di depan Damar, Surya menghentikan langkahnya. Ia mengambil tangan Serina, lalu menatap Damar dengan tatapan seorang ayah yang menyerahkan harta paling berharganya
최신 업데이트: 2026-01-27
Chapter: Bab 151Alunan musik orchestra yang lembut mulai menggema di seluruh penjuru aula besar yang didekorasi dengan ribuan bunga lili putih. Pintu kayu jati yang kokoh itu masih tertutup rapat, namun di baliknya, Serina bisa merasakan ribuan pasang mata tamu undangan sudah menanti. Serina menggandeng lengan Damar dengan sangat erat, jemarinya yang terbalut sarung tangan brokat tampak sedikit bergetar. Napasnya pendek-pendek, mencoba menahan emosi yang bergejolak di dadanya. "Mas... aku sangat gugup," bisik Serina lirih. "Rasanya kakiku lemas sekali. Aku tidak tahu apakah aku sanggup berjalan sampai ke pelaminan tanpa terlihat gemetar." Damar berhenti sejenak, ia menoleh dan menatap Serina dengan tatapan yang begitu menenangkan. Ia meletakkan telapak tangannya di atas jemari Serina yang melingkar di lengannya, memberikan kehangatan yang seketika meredakan sedikit badai di hati istrinya. "Tatap aku, Serina," ucap Damar dengan suara baritonnya yang tenang. "Jangan lihat ke kiri atau ke kanan. Cuk
최신 업데이트: 2026-01-27
Chapter: Bab 150Keesokan paginya, saat Serina masih terlelap karena kelelahan setelah malam yang panjang, Damar sudah berdiri di balkon apartemen dengan ponsel di telinganya. Udara pagi yang dingin tidak menyurutkan ketegasannya dalam memberikan instruksi terakhir. "Felix, bagaimana?" tanya Damar dengan suara rendah. "Semua sudah di pesawat, Tuan. Bapak Surya, Ibu Farah, dan tim medis pendamping sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. Estimasi mendarat sore ini. Saya sudah menyiapkan ambulans pribadi dan kursi roda tercanggih agar Bapak Surya tidak kelelahan," lapor Felix dari seberang sana. "Bagus. Pastikan mereka langsung dibawa ke hotel rahasia di dekat gedung resepsi. Jangan biarkan satu pun kerabat atau media tahu keberadaan mereka. Aku ingin Serina melihat mereka pertama kali tepat saat pintu gedung dibuka," perintah Damar. Setelah menutup telepon dari Felix, Damar langsung menghubungi Bram. "Bram, urusan Beni sudah sampai mana?" "Beres, Tuan Damar. Berkat jaminan dan pengaruh Anda, Beni
최신 업데이트: 2026-01-26
Chapter: Bab 149Malam itu, apartemen terasa begitu sunyi. Hanya suara detak jam dinding dan desis kompor yang menemani Serina di dapur. Ia sedang memotong sayuran untuk makan malam, namun gerakannya lambat, seolah pikirannya melayang jauh melintasi samudra hingga ke Jerman, lalu terjebak di balik jeruji besi penjara. Serina meletakkan pisaunya. Ia menghela napas panjang, lalu menyandarkan tubuhnya ke meja dapur. Matanya menatap kosong ke arah jendela yang memantulkan bayangan dirinya sendiri, seorang calon pengantin yang tampak begitu kesepian. "Bapak... Ibu..." bisiknya lirih. Bayangan wajah Bapaknya, Surya, yang terakhir kali ia lihat dalam keadaan lemah, terus menghantuinya. Meski Damar selalu bilang Bapak baik-baik saja di bawah perawatan Felix dan Ibu Farah di Jerman, rasa rindu itu tetap terasa seperti lubang besar di hatinya. Ia membayangkan betapa indahnya jika Bapak bisa menggandeng tangannya menuju pelaminan, bukan hanya hadir melalui panggilan video yang dingin. Belum lagi soal Beni. S
최신 업데이트: 2026-01-26
Chapter: Bab 148Setelah momen pagi yang penuh canda, Serina beranjak ke dapur untuk membuatkan kopi. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh Damar. Ia meraih ponselnya yang bergetar di atas nakas sejak tadi. Melihat nama "Felix” di layar, Damar segera melangkah menuju balkon kamar dan menutup pintu kaca rapat-rapat."Halo, Felix? Bagaimana kabarnya?" bisik Damar sambil sesekali melirik ke arah pintu dapur, memastikan Serina tidak mendengarnya.Suara Felix terdengar sangat antusias dari seberang sana. "Kabar luar biasa, Tuan Damar! Operasi berjalan sangat sukses. Bapak Surya memiliki tekad yang sangat kuat untuk pulih. Dia sudah mulai latihan berjalan dengan kaki palsu barunya pagi ini. Dokter di sini sangat takjub dengan kemajuannya."Damar mengembuskan napas lega, senyum lebar terukir di wajahnya. "Syukurlah. Apakah dia sudah bisa melakukan perjalanan jauh dalam waktu dekat?""Sesuai rencana kita," jawab Felix mantap. "Minggu depan dia sudah bisa terbang kembali ke Indonesia. Dia terus bilang kal
최신 업데이트: 2026-01-25
Chapter: Bab 147Perjalanan pulang terasa jauh lebih singkat karena hati mereka telah menyatu. Sepanjang jalan, tangan mereka tidak pernah terlepas, saling bertautan di atas tuas transmisi seolah ada magnet yang enggan memisahkan.Begitu pintu apartemen terbuka dan lampu otomatis menyala remang-remang, suasana mendadak berubah menjadi sangat elektrik. Damar tidak langsung melepaskan jasnya. Ia justru menutup pintu, menguncinya, dan langsung menyandarkan Serina ke daun pintu yang kokoh.Serina tersentak kecil, napasnya tertahan saat melihat tatapan Damar yang begitu intens dan dalam, tatapan yang sama seperti di restoran tadi, namun kali ini jauh lebih menuntut."Mas..." bisik Serina, suaranya sedikit bergetar.Damar meletakkan kedua tangannya di sisi kepala Serina, mengurung wanita itu dalam dunianya. "Tadi di restoran, kamu bilang tidak akan meragukan tempatmu lagi di hatiku, kan?"Serina mengangguk pelan, jari-jarinya meremas ujung kemeja Damar. "Iya, Mas.""Dan kamu juga bilang, kamu tidak akan men
최신 업데이트: 2026-01-25

Jerat Cinta Pembantu Jandaku
Kanaya seorang wanita berusia 25 tahun harus menelan pil pahit dalam pernikahannya bersama Hendra. Kanaya harus rela pernikahan mereka hancur karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Hendra.
Dengan sangat tega, Hendra berselingkuh dengan Susi yang merupakan sahabat dekat Kanaya. Mereka berdua tak punya hati dengan mempermainkan perasaan Kanaya.
Bahkan, Hendra langsung menjatuhkan talak kepada Kanaya, meski Kanaya mencoba bertahan demi putri mereka yang masih berusia dua tahun.
Namun, keputusan Hendra sudah bulat. Pernikahan mereka tak lagi bisa dipertahankan sebab Hendra sudah terpikat dengan Susi.
Namun, yang lebih mengejutkan lagi, Hendra menggadaikan sertifikat rumah Kanaya dan Kanaya harus menanggung hutang-hutang Hendra.
Alhasil, Kanaya harus memutar otaknya agar tetap bisa menghidupi putrinya dan membayar hutang-hutangnya.
Tawaran dari budenya Lastri, akhirnya membuat Kanaya ikut ke Jakarta menjadi seorang pembantu.
Dan siapa sangka, niat hati ingin mengadu nasib. Kanaya malah di pertemukan dengan takdirnya.
Tanpa Kanaya duga, ia terlibat hubungan yang rumit dengan majikannya sendiri bernama Bramantyo. Bram yang merupakan CEO kaya raya, jatuh cinta kepada Kanaya. Namun, status sosial mereka dan kasta jelas berbeda.
Apakah cinta Kanaya dan Bram akan berlabuh?
읽기
Chapter: Bab 120Semua orang terlihat sangat bahagia menyambut kelahiran baby Archio yang sangat tampan. Mereka bahkan tak berhenti memuji kelucuan dan ketampanan dari baby Archio. Bahkan, wajah baby Archio mirip sekali dengan Bram sewaktu kecil. Dan untuk pertama kalinya, Linda bisa merasakan menggendong cucu kandungnya. Linda sampai tak bisa membendung air matanya. Edward yang ada disana pun terus memandangi wajah cucunya itu. Dan ini kali pertama Edward merasakan kebahagiaan yang luar biasa. "Mirip dengan Bram waktu kecil kan, Pa?" ujar Linda mencari validasi. "Mirip sekali. Hidung, bibir, dagu mirip sekali dengan Bram." "Mbak Kanaya dapat hikmahnya saja. Kasihan sekali." ledek Bella. Kanaya yang terbaring di bed hanya bisa tersenyum saja. Meskipun, putranya tak ada mirip-mirip nya dengan dirinya, Kanaya sama sekali tak mempermasalahkannya. Yang terpenting baby Archio lahir dengan selamat. "Aku mau lihat adek, Pa. Aku mau cium adek chio." rengek Zahra yang ada di pangkuan Bram.
최신 업데이트: 2025-12-11
Chapter: Bab 119 Sesampainya di rumah sakit, Kanaya lagsung dibawa ke ruang bersalin. Bram pun ikut ke dalam karena ia tak mau meninggalkan sang istri yang tengah berjuang demi melahirkan buah hati mereka. Berjam-jam mereka menunggu pembukaan Kanaya lengkap. Dan selama itu, Bram tak sedikitpun beranjak dari samping sang istri. Bahkan, Kanaya mencoba tak bereaksi berlebihan ketika merasakan betapa sakitnya kontraksi karena ia tak mau membuat Bram khawatir. “Sayang, kamu masih kuat? Kalau tidak, bagaimana kalau kamu bersalin secara caesar saja.” Kepanikan jelas terpancara di wajah Bram. Namun, Kanaya tetap menunjukkan senyumnya di tengah kesakitan yang ia rasakan. “Enggak perlu, Mas. Aku coba normal dulu ya. Soalnya, dulu saat melahirkan Zahra pun aku bersalin secara normal.” Bram mencium punggung tangan Kanaya. Bram bahkan sampai menangis karena tak sanggup melihat istrinya kesakitan seperti ini. “Kamu menangis, Mas?” Kanaya menangkup wajah Bram untuk memastikannya. “Aku enggak tega sama kamu
최신 업데이트: 2025-12-10
Chapter: Bab 118 Sepulangnya dari pertunjukkan seni Zahra, semua orang pergi ke restoran untuk makan siang. Zahra pun sudah berganti pakaian namun riasannya masih menempel pada wajah gadis cantik itu karena Zahra tidak mau jika makeup nya itu sampai di hapus. Dan alhasil, Kanaya membiarkan Zahra bermakeup peri seperti itu. “Makan yang banyak. Kamu pasti capek sekali tadi.” ujar Linda sembari menambahkan nasi ke piring Zahra. “Penampilanku tadi bagaimana Oma? Bagus tidak? Aku tadi nervous banget sampai-sampai aku pengen pipis di atas panggung.” Celetukan dari Zahra mengundang tawa semua orang. Zahra memang tidak pernah bisa bohong. “Bagus banget. Kamu enggak dengar tadi Oma dan Opa teriaknya paling kencang?” “Dengar kok. Aku sampai geleng-geleng kepala.” Kanaya menahan senyumnya karena Zahra sudah pintar untuk menanggapi orang-orang. Dan Kanaya hanya akan menegur jika Zahra sudah melewati batas. “Onty ambil fotoku banyak tidak? Aku mau ibu upload di media sosialku nanti.” “Tenang saja. Onty
최신 업데이트: 2025-12-08
Chapter: Bab 117Waktu berlalu sangat cepat. Kini, usia kandungan Kanaya sudah memasuki bulan ke sembilan. Kehidupan rumah tangga Kanaya semakin harmonis, terlebih lagi dengan mertua Kanaya yang sudah bisa menerima Kanaya sepenuhnya. Di sisi lain, kehidupan mereka semakin tenang sebab Yasmine dan juga Aron sudah mendapatkan hukuman yang pantas atas kejahatan mereka. Dan semoga saja, ini bisa menjadi pembelajaran yang baik untuk dua orang itu. Dan kini, Bram mulai membatasi aktivitas Kanaya. Bram tak mau Kanaya terlalu lelah karena ini sudah mulai memasuki HPL nya. Bahkan, yang aktif mengatar jemput zahra sekolah adalah Bram dan bergantian dengan Linda. Zahra sudah berusia tiga tahun lebih sekarang dan sudah masuk pra sekolah. Bram memasukkan Zahra ke sekolah yang elit dan itu membuat Kanaya senang karena Bram tak pernah memperlakukan Zahra dengan buruk. “Kamu harus banyak makan sayur dan protein, Kanaya. Tambah lauknya lagi.” Linda langsung meletakkan paha ayam di piring Kanaya yang sudah ham
최신 업데이트: 2025-12-06
Chapter: Bab 116Du hari kemudian,Semua orang sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Kanaya yang sebenarnya sedikit mual mencoba menahan diri agar tidak mengganggu keluarganya yang lain. Sedangkan, Zahra begitu anteng menikmati makanannya di sampingnya. “Nanti, kamu akan ke menemani Kanaya untuk memberikan keterangan kepada polisi?” ucap Linda melempar tanya. Bram yang fokus mengunyah pun menganggukkan kepala. “Iya, Ma. Hari ini, jadwal Kanaya untuk memberikan keterangan sebagai korban sekaligus saksi.” Kanaya melirik Bram sekilas lalu kembali fokus menghabiskan sarapannya. “Sepertinya, mereka akan di tuntut dengan hukuman berat. Kejahatan mereka sangat tidak termaafkan dengan memalsukan kematian seseorang,” sambar Setya. Bella menggangguk lalu berkata, “Benar sekali. Semoga saja, mereka mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. “ “Kamu baik-baik saja kan Kanaya? Jangan takut dan katakan yang sejujurnya di hadapan petugas,” pinta Linda. Kanaya menelan paksa nasi
최신 업데이트: 2025-12-04
Chapter: Bab 115 Setelah dua hari menginap di rumah Kanaya, akhirnya Bram dan Kanaya kembali ke Jakarta. Mereka sudah cukup puas menghabiskan waktu di kampung halaman Kanaya. Bram bahkan sangat senang karena ia bisa melepaskan penatnya dari rutinitas padatnya. Begitupun dengan Kanaya, yang akhirnya bisa menikmati keasrian desa yang begitu ia rindukan itu. “Oh cucu Oma...” Kedatangan mereka langsung disambut dengan bahagia oleh Linda yang memang sudah menunggu kedatangan anak, menantunya dan cucu nya itu. Bahkan, Linda langsung mengambil Zahra dari gendongan Bram. “Oma rindu sekali dengan kamu.” “Aku juga,” jawab Zahra dengan lucunya. Edward pun ada disana. Ia mengelus lembut rambut panjang Zahra lalu menciumnya. Melihat itu, hati Kanaya tesentuh. Kanaya tak peduli jika Edward tidak bsia menerimanya, namun Kanaya sangat bahagia karena putrinya bisa di terima oleh sang papa mertua. “Bagaimana keadaan kalian? Sehat?” tanya Linda. “Alhamdulillah, sehat,”jawab Kanaya. Kanaya mencium punggung
최신 업데이트: 2025-12-03