author-banner
Penulis Hoki
Penulis Hoki
Author

روايات بقلم Penulis Hoki

TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

Ruby, penulis novel adult romance yang terjebak dalam naskah buntu. Sampai suatu hari, ponselnya tertukar dengan milik Reza, tetangga usil yang kini memegang kendali atas seluruh fantasi liar di aplikasi catatannya. "Bagian ini... mau ditunjukkin gak caranya, By?"
قراءة
Chapter: Bab 120 Pingsan
Kebingungan di mata Ruby terlihat begitu murni, begitu tak berdosa. Raut wajah polos tanpa cacat itu seolah menjeritkan ketidaktahuannya akan apa yang tengah terjadi. Namun bagi Reza, ketidaktahuan itu justru terasa seperti racun yang menyiksa. Di dalam kepalanya, memori visual tentang video ciuman di dalam mobil dan deretan foto keintiman istrinya bersama Dimas berputar terus di otaknya.Ia tidak bisa berlama-lama di sini. Dinding-dinding pertahanan psikologis yang ia bangun mulai retak saat melihat bulir air mata jatuh melintasi pipi pucat Ruby. Ada satu bagian dalam jiwanya yang meronta, bagian yang ingin mempercayai wanita di depannya, bagian yang berbisik bahwa ia sanggup memaafkan segalanya—bahkan jika harus berlutut di depan kaki Ruby, memeluk lutut istrinya, dan berderai air mata memohon agar wanita itu mau menggugurkan janin di dalam kandungannya demi memulai segalanya dari nol.Ketakutan akan kelumpuhan emosional itu memicu insting bertahan hidup terdasar dalam diri Reza. Ia
آخر تحديث: 2026-08-06
Chapter: Bab 119 Mau kemana?
Suasana di lantai bawah rumah persembunyian itu kini tidak lagi terasa seperti tempat perlindungan. Ruangan itu telah berubah menjadi ruangan kedap udara yang menyesakkan, tempat di mana sisa-sisa kepercayaan seorang Reza dihancurkan hingga menjadi kepingan debu.Reza bangkit dari lantai kayu. Wajahnya yang beberapa menit lalu hancur oleh air mata dan keputusasaan, kini telah berubah mengeras, sedingin bongkahan es di kutub terdalam. Segala rasa cinta, kelembutan, dan insting melindunginya telah mati rasa, tergantikan oleh kekosongan yang mengerikan.Dengan gerakan mekanis dan rahang terkatup rapat, Reza berjalan menuju tas ransel taktis hitamnya. Ia mulai memasukkan barang-barangnya. Ia hanya mengambil barang-barang yang benar-benar miliknya. Reza bahkan sengaja mengeluarkan sebuah kemeja flanel pemberian Ruby dari dalam tas itu, membuangnya ke lantai seolah kemeja itu dipenuhi oleh bisa racun yang mematikan.Ia tidak akan membalas dendam pada Ruby. Ia tidak akan menyakiti wanita itu
آخر تحديث: 2026-08-05
Chapter: Bab 118 Lumpuh
Mata Reza terbelalak lebar. Jantungnya serasa berhenti berdetak selama beberapa detik. Oksigen di ruang tengah itu seolah tersedot habis.Anakku... yang tengah Ruby kandung saat ini.Otak Reza langsung memutar kembali kejadian beberapa menit yang lalu. Mual yang sangat tiba-tiba. Penolakan ekstrem terhadap bau badan. Tubuh yang lemas tanpa sebab yang jelas. Itu bukan sekadar stres lambung. Itu adalah morning sickness. Ruby sedang hamil.Tapi yang membuat dada Reza terasa seperti ditikam menggunakan pisau berkarat adalah klaim Dimas. Pewarisku."Brengsek..." desis Reza, tangannya gemetar memegang ponsel. Ia berusaha menggunakan logika intelijennya, berusaha meyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah manipulasi Dimas, taktik kotor untuk menghancurkan mentalnya.Namun, sebelum Reza bisa merasionalkan pikirannya, dua buah pesan lanjutan masuk secara berurutan. Kali ini bukan berupa teks, melainkan lampiran berkas multimedia. Sebuah video dan sederet tautan foto.Dengan napas yang mulai memburu
آخر تحديث: 2026-08-03
Chapter: Bab 117 Senjata Dimas
Setelah tombol Kirim ditekan dan surel pengunduran diri itu melesat membelah jaringan maya menuju kotak masuk Genta Pustaka, keheningan yang tersisa di ruang tengah rumah persembunyian itu terasa berbeda. Ada beban berat yang seolah baru saja terangkat dari pundak Ruby. Rantai kasat mata yang selama ini mengikat lehernya perlahan melonggar.Ruby menghela napas panjang, menutup layar laptopnya, dan menyandarkan punggungnya ke sofa. Reza, yang sejak tadi duduk bersila di sampingnya, meraih laptop itu dan meletakkannya di atas meja. Pria itu kemudian beringsut mendekat, menarik tubuh mungil istrinya ke dalam pelukannya."Sudah selesai," bisik Reza lembut, mengecup puncak kepala Ruby berulang kali. "Kamu bebas sekarang, By."Ruby mengangguk pelan di ceruk leher suaminya. Aroma maskulin yang menguar dari tubuh Reza—selalu berhasil menjadi penenang terbaik bagi Ruby. Di tengah segala kekacauan dan pelarian ini, pelukan Reza adalah satu-satunya tempat di mana Ruby merasa dunia kembali normal
آخر تحديث: 2026-08-03
Chapter: Bab 116 Pengunduran diri
Mendengar penjelasan suaminya yang masuk akal dan merasakan perlindungan posesif yang begitu nyata dari pria itu, pertahanan ego profesional Ruby runtuh. Reza benar. Tidak ada gunanya mempertahankan karier cemerlang jika harus bekerja di bawah tatapan mata seorang predator yang telah menanam kamera di dalam kamar tidurnya sendiri.Ruby mengangguk pelan. Ia menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan keberanian, lalu meletakkan kesepuluh jemarinya di atas keyboard.Tanpa ragu lagi, Ruby mulai mengetik. Jari-jarinya menari di atas tuts dengan suara ketukan yang konstan memecah keheningan ruang tengah.Reza memperhatikan setiap kata yang diketik istrinya dalam diam.Yth. Manajemen Genta Pustaka dan Bapak Bramantyo,Menanggapi surel penyesuaian jadwal ini, bersamaan dengan ini saya, Ruby, selaku Penulis Genta Pustaka, menyatakan pengunduran diri saya secara resmi dari perusahaan, terhitung mulai hari ini dan detik ini juga.Keputusan ini saya ambil demi alasan keselamatan dan kesehatan pribad
آخر تحديث: 2026-08-01
Chapter: Bab 115 Email penting
Mobil SUV hitam pekat itu perlahan mulai bergerak dari bahu jalan. Mesin bertenaga besarnya berputar begitu halus nyaris tanpa getaran, meluncur membelah genangan air hujan di atas aspal dengan senyap. Tidak ada decitan ban, tidak ada lampu sorot yang menyilaukan, dan tidak ada jejak intimidasi yang ditinggalkan di depan pagar kayu rumah persembunyian tersebut.Kendaraan mewah itu melaju perlahan meninggalkan pinggiran kota, berbelok di persimpangan sepi, dan menghilang ke dalam kegelapan malam ibu kota—membawa serta seorang pria yang memilih untuk menyimpan amarahnya di dalam lemari es, mengubah perburuan brutal menjadi sebuah catur psikologis yang lambat, elegan, dan jauh lebih mematikan dari apa pun yang pernah dibayangkan oleh Ruby maupun suaminya.***Sinar matahari pagi menyusup masuk melalui celah tirai jendela di lantai dua rumah persembunyian itu, melukis garis-garis keemasan di atas lantai kayu berlapis pelitur. Suasana di kawasan pinggiran kota itu begitu damai, hanya terde
آخر تحديث: 2026-08-01
Bimbingan Terlarang Dosen Gay

Bimbingan Terlarang Dosen Gay

Dr. Adrian Mahesa, dosen muda yang dikenal dingin, cerdas, dan hampir mustahil digoda, selalu menjaga batas tegas antara dirinya dan mahasiswanya. Hingga suatu malam, sebuah email penelitian dari bimbingannya, Dara Prameswari, berisi lebih dari sekadar laporan. Ia mengirimkan beberapa foto nakal. Adrian tahu ia harus mengabaikannya, pura-pura tidak pernah melihat, dan tetap bersikap profesional. Namun godaan itu justru menyalakan bara yang selama ini ia tekan. Jika Adrian diam saja, sebutan Dosen gay akan selalu melekat pada dirinya. “Setelah saya masukin. Kamu masih ngira saya ini, gay?” WARNING BUKU DEWASA 21+
قراءة
Chapter: TAMAT
Satu bulan kemudian.Kediaman Mahesa disulap menjadi venue pernikahan paling intim namun paling mewah yang pernah dilihat oleh segelintir tamu undangan. Tidak ada ribuan tamu atau standing party yang melelahkan. Hanya ada keluarga inti, kerabat dekat, dan tentu saja Riana yang menangis sesenggukan di pojokan sambil memegang tisu.Dara duduk di ruang rias, menatap pantulan dirinya di cermin. Kebaya putih rancangan Anne Avantie membalut tubuhnya dengan sempurna, menyamarkan perutnya yang mulai membuncit dengan potongan yang elegan. Bros antik pemberian Nyonya Ratna tersemat di dadanya, berkilau di bawah lampu kristal."Cantik," suara Nyonya Ratna terdengar dari arah pintu.Dara menoleh, sedikit terkejut. Ibu mertuanya itu masuk, mengenakan kebaya velvet merah marun yang membuatnya terlihat agung."Terima kasih, Bu," jawab Dara gugup.Nyonya Ratna berjalan mendekat, merapikan sedikit sanggul Dara. "Ingat, Dara. Menjadi istri Mahesa itu berat. Kamu akan jadi sorotan. Tapi melihat bagaiman
آخر تحديث: 2025-12-21
Chapter: Bab 63 Suami nyebelin
"Sore, Riana," sapa Adrian santai. Ia meletakkan nampan di meja, lalu duduk di sebelah Dara, merangkul pinggang Dara posesif. "Tolong pastikan Dara minum susunya ya. Dia suka bandel kalau nggak diawasin."Riana menunjuk mereka berdua dengan jari gemetar. "Bapak... Dara... Kalian...""Kami mau nikah bulan depan," kata Dara cepat, sebelum Riana stroke mendadak. "Dan ya, gosip hamil itu bener. Tapi bukan sama om-om. Sama dia." Dara menunjuk Adrian.BRUK.Riana benar-benar pingsan di karpet.***Setelah Riana sadar dan diberi teh manis hangat (oleh Adrian sendiri, yang membuat Riana hampir pingsan lagi), Adrian menjelaskan situasinya versi yang sudah disensor, tanpa bagian penculikan brutal dan pistol."Jadi..." Riana masih syok. "Lo bakal jadi Nyonya Adrian Mahesa? Lo bakal jadi istri dosen paling killer, paling kaya, dan paling ganteng di kampus?""Nasib, Na," canda Dara."Nasib apaan! Itu namanya jackpot!" seru Riana.Tiba-tiba, ponsel Riana berbunyi. Notifikasi grup angkatan meledak.
آخر تحديث: 2025-12-16
Chapter: Bab 62 Gosip
Adrian menggenggam tangan Dara. "Nanti, kalau anak kita lahir dan sudah sekolah, kamu bisa bangga cerita ke dia kalau ibunya lulus dengan nilai murni dari dosen paling killer di kampus, bukan karena nepotisme."Dara terdiam. Ia tahu Adrian benar. Justru karena dia calon istri Adrian, standarnya harus lebih tinggi. Orang-orang akan mencari celah untuk meremehkannya."Oke," Dara menghapus air matanya. "Saya revisi. Tapi...""Tapi apa?""Kalau saya berhasil benerin ini hari ini, Bapak harus pijitin kaki saya nanti malem. Kaki saya bengkak."Adrian tersenyum miring. "Deal. Tapi kalau masih salah, jatah nonton Netflix dipotong.""Kejam!""Adil, Sayang. Adil."Sore harinya, ketenangan belajar mereka terganggu oleh kedatangan iring-iringan tiga orang desainer ternama dan tentu saja, sang Ratu Ibu Suri, Nyonya Ratna.Para pelayan sibuk membawa masuk mannequin, gulungan kain sutra, dan katalog dekorasi setebal bantal.Dara, yang sedang bad mood karena revisi Bab 4, menatap horor ke arah ruang
آخر تحديث: 2025-12-15
Chapter: Bab 61 Rujak cinta
Pagi di kediaman Mahesa, rumah mewah itu dimulai dengan suara kepanikan dari arah kamar mandi lantai bawah."Huekk..."Adrian, yang baru saja selesai jogging di treadmill ruang kebugaran pribadinya, langsung melempar handuknya ke sembarang arah begitu mendengar suara itu dari intercom yang terhubung ke ponselnya.Ia berlari menuruni tangga, masih dengan kaos olahraga yang basah oleh keringat, menerobos masuk ke kamar Dara tanpa mengetuk."Dara!"Di dalam kamar mandi, Dara sedang menunduk di wastafel, wajahnya pucat pasi. Ia baru saja memuntahkan air putih yang ia minum saat bangun tidur.Adrian dengan sigap memijat tengkuk Dara, tangan besarnya terasa hangat di kulit leher gadis itu yang dingin. "Masih mual? Saya panggil dokter lagi, ya?"Dara menggeleng lemah, membasuh mulutnya dengan air. Ia menegakkan tubuh, bersandar pada dada bidang Adrian tempat favorit barunya. "Nggak usah, Pak. Ini morning sickness biasa. Kata dokter wajar di trimester pertama.""Tapi kamu muntah terus dari ke
آخر تحديث: 2025-12-14
Chapter: Bab 60 Kontrak baru
Dara tertegun. Kalimat itu terdengar klise di novel romantis, tapi keluar dari mulut Adrian Mahesa, itu terdengar seperti sumpah mati."Bapak... eh, kamu... beneran cinta sama aku?" tanya Dara, suaranya kecil dan ragu. "Maksudnya... cinta sebagai cewek? Bukan sebagai ibu dari anak kamu?"Adrian menghela napas panjang. Ia melepaskan pelukan sedikit, menangkup wajah Dara dengan kedua tangannya yang besar dan hangat. Ibu jarinya mengusap pipi Dara."Dara," mulainya, suaranya rendah dan serak. "Saya ini dosen statistik. Saya hidup berdasarkan data dan logika. Probabilitas saya jatuh cinta pada mahasiswi skripsi yang ceroboh, keras kepala, dan suka membantah seperti kamu itu harusnya nol."Dara cemberut sedikit mendengar deskripsi itu."Tapi," lanjut Adrian, menempelkan keningnya ke kening Dara. "Kenyataannya, saat kamu hilang, dunia saya berhenti. Saya nggak bisa kerja. Saya nggak bisa makan. Yang ada di otak saya cuma kamu. Bukan bayi ini. Tapi kamu. Senyum kamu, omelan kamu, bahkan cara
آخر تحديث: 2025-12-13
Chapter: Bab 59 Anak kita
Dua hari berlalu.Dara resmi menjadi tahanan rumah sakit atau lebih tepatnya, ratu rumah sakit. Adrian memindahkan kantornya ke ruang VVIP itu. Ia menyuruh sekretarisnya mengirim berkas-berkas penting, laptop, dan printer ke sana.Pemandangan itu cukup absurd. Di satu sisi ruangan, Dara berbaring santai sambil menonton Netflix. Di sisi lain, di meja makan yang disulap jadi meja kerja, Adrian Mahesa CEO perusahaan multinasional sedang memimpin rapat direksi via Zoom sambil mengenakan kemeja rapi di atas tapi celana training santai di bawah (karena tidak kelihatan kamera)."Ya, angka penjualan kuartal ini cukup stabil, tapi saya mau tim marketing menekan lagi di sektor digital..." Adrian bicara dengan nada otoriter ke laptopnya.Tiba-tiba, suara Dara terdengar. "Pak, saya mau pipis."Adrian langsung menekan tombol mute di laptopnya dengan kecepatan cahaya. Wajah profesionalnya berubah panik dalam sedetik."Tunggu, jangan bangun sendiri!" serunya. Ia meninggalkan rapat direksi yang beris
آخر تحديث: 2025-12-12
Sepuluh Selir Ratu Arischa

Sepuluh Selir Ratu Arischa

"Ratu, bukankah Anda yang memerintahkan saya untuk datang tanpa busana zirah malam ini? Kenapa sekarang Anda malah gemetar saat tangan saya menyentuh leher Anda?" Lia, gadis malang yang mati setelah dipermalukan karena cintanya, terbangun di tubuh Arischa. Ratu tiran yang dibenci sekaligus diinginkan semua pria. Kini, dia dikelilingi 10 selir tampan yang masing-masing menyimpan niat tersembunyi. Ada yang ingin membunuhnya, ada yang ingin takhtanya, dan ada yang hanya ingin... tubuhnya. Dulu dia diinjak-injak, sekarang dia yang memegang kendali. Namun, saat sepuluh pria luar biasa ini mulai berebut perhatiannya di atas ranjang, mampukah Lia menjaga hatinya agar tidak jatuh lagi? "Satu malam untuk satu pria? Tidak. Malam ini, aku ingin kalian semua berlutut di hadapanku."
قراءة
Chapter: Bab 96 TAMAT
Roda takdir akhirnya mencapai titik nadirnya. Langit di atas Samudra Pasifik yang biasanya tenang kini berubah menjadi kanvas kelabu yang mencekam, seolah-olah semesta sedang bersiap untuk meratapi akhir dari sebuah obsesi yang melampaui batas kemanusiaan. Kapal induk Vane Sovereign, yang tadinya merupakan simbol kemegahan dan perlindungan, kini tak lebih dari sebuah peti mati baja yang terapung di tengah lautan api.Arlan tidak mengirimkan tentara lagi, tapi... Ia mengirimkan Kiamat.Ribuan swarm-drones berukuran mikroskopis yang membawa virus penghancur saraf dilepaskan ke udara, menembus sistem ventilasi kapal induk. Satu per satu, pertahanan mutakhir Hanz lumpuh. Di dek utama, pertempuran terakhir pecah. Sembilan pria itu, yang sudah berjanji untuk melindungi Lia sampai napas terakhir, kini berdiri di tengah kepungan musuh yang tak terlihat.Alaric adalah yang pertama tumbang. Pria raksasa itu berdiri di depan pintu kamar Lia, tubuhnya dipenuhi puluhan lubang peluru dan harpun lis
آخر تحديث: 2026-04-08
Chapter: Bab 95 Aman atau terkurung?
Lia menghela napas pendek. Ia bisa merasakan persaingan ini di setiap sudut pikirannya. "Kemarilah, Zane... kalian berdua... berhenti bertengkar."Zane langsung meletakkan nampannya dan naik ke sisi ranjang yang kosong. Kini Lia terjepit di antara Xander yang dingin dan Zane yang hangat. Zane memegang tangan Lia, mencium ujung jemarinya satu per satu sambil menceritakan tentang orang tuanya yang sedang beristirahat di dek bawah."Mereka ingin bertemu denganmu, Lia. Mereka bilang... kau adalah malaikat yang dikirim untuk menjemput kami," ucap Zane dengan suara yang sangat lembut.Keesokan siangnya, suasana di ruang makan utama kapal induk terasa sangat aneh. Kesembilan pria itu duduk mengelilingi meja panjang yang dipenuhi makanan kelas dunia. Lia duduk di kepala meja, mengenakan gaun sutra simpel berwarna putih yang membuatnya terlihat seperti dewi di antara para prajurit.Suasana makan siang yang seharusnya tenang berubah menjadi ajang pamer kekuatan dan perhatian.Alaric memotongkan
آخر تحديث: 2026-03-10
Chapter: Bab 94 Butuh ketenangan
Kapal induk Vane Sovereign adalah sebuah keajaiban teknologi yang mengapung di tengah Samudra Pasifik. Bukan sekadar kapal perang, ini adalah istana berjalan. Deknya dilapisi material kedap suara, interiornya dipenuhi marmer Italia, kayu mahoni, dan sistem pencahayaan pintar yang menyesuaikan dengan suasana hati penghuninya. Namun, bagi sembilan pria yang baru saja mendarat di atasnya, kemewahan ini hanyalah panggung baru untuk memperebutkan satu-satunya pusat gravitasi mereka: Lia.Helikopter medis mendarat dengan getaran halus di dek Vane Sovereign. Begitu pintu terbuka, udara laut yang segar—tanpa bau besi atau mesiu—menyambut mereka. Lia, yang dibalut jubah mandi sutra tebal di atas pakaian tempurnya yang hancur, digendong keluar oleh Kael.Kael tidak melepaskannya. Tidak sedetik pun. Wajahnya yang biasanya datar kini memancarkan aura teritorial yang sangat kuat. Ia mengabaikan tim medis yang mendekat dengan tandu."Aku bisa membawanya sendiri," ucap Kael dingin, suaranya parau na
آخر تحديث: 2026-03-09
Chapter: Bab 93 Ditengah kekacauan
Kegelapan total menyelimuti The Iron Reef selama beberapa detik sebelum lampu darurat berwarna merah darah menyala dengan ritme yang tak beraturan. Suara derit logam yang tertekan oleh jutaan galon air laut terdengar makin nyaring, seolah monster raksasa sedang mengunyah dinding fasilitas itu.Di tengah koridor yang hancur, Kael berdiri mematung. Di hadapannya, sesosok figur keluar dari kepulan uap dingin. Wajahnya, postur tubuhnya, bahkan cara ia memegang pisau taktisnya, adalah replika sempurna dari Kael. Namun, matanya tidak memiliki jiwa; hanya ada binar laser merah yang menandakan bahwa ia adalah Subject 00 - Gen 2.Berikut adalah narasi mendalam untuk kebutuhan editor Anda, dengan detail yang lebih kaya dan emosi yang memuncak."Siapa kau...?" suara Kael bergetar, bukan karena takut, tapi karena amarah yang dingin. Ia merasakan chip di lehernya memanas, mencoba mengenali tanda biometrik di depannya. Sync Error. Frekuensi yang dipancarkan oleh doppelgänger itu adalah frekuensi "p
آخر تحديث: 2026-03-08
Chapter: Bab 92 Formasi delta
Guncangan dahsyat menghantam lambung The Ghost-01. Suara logam yang berderit di bawah tekanan ribuan ton air laut menciptakan simfoni kematian yang memekakkan telinga. Di dalam kabin yang sempit, lampu darurat berwarna merah berputar liar, membasuh wajah-wajah tegang sembilan pria itu dengan warna darah.Lia tidak punya waktu untuk takut. Xander masih meronta dalam cengkeraman Alaric dan Kael, matanya yang hitam pekat memancarkan kebencian digital yang bukan miliknya."Tahan dia! Jangan sampai dia memutus kabel sarafnya sendiri!" teriak Lia di tengah kebisingan mesin kapal yang mulai gagal fungsi.Alaric mengunci lengan Xander dengan otot-otot lengannya yang sebesar batang pohon, sementara Kael menekan kaki Xander ke lantai baja yang dingin. Namun, Xander yang dirasuki virus Zero memiliki kekuatan yang tidak masuk akal. Ia menggeram, suaranya terdengar seperti dua frekuensi yang bertabrakan, menciptakan gelombang ultrasonik yang membuat telinga Lia berdenging.Lia merangkak di antara
آخر تحديث: 2026-03-07
Chapter: Bab 91 Penyusupan bawah laut
Fajar di Pulau Azure tidak membawa ketenangan, melainkan kecemasan yang membeku. Laut yang biasanya biru cerah kini terlihat kelabu, seolah-olah alam pun bereaksi terhadap badai yang sedang disiapkan oleh Arlan. Di dermaga rahasia yang tersembunyi di balik gua karang, sebuah kapal selam siluman—The Ghost-01—sedang mengisi daya. Mesinnya yang berbahan bakar hidrogen murni mengeluarkan suara dengungan rendah yang membuat saraf-saraf digital Lia bergetar.Lia berdiri di anjungan, menatap cakrawala. Ia mengenakan pakaian tempur thermal baru; bahan sintetis berwarna abu-abu gelap yang melekat seperti kulit kedua, dirancang khusus untuk menahan suhu ekstrem Pasifik Utara. Di belakangnya, sembilan pria itu sedang memuat persenjataan. Tidak ada lagi percakapan santai. Zane, yang biasanya menjadi sumber kebisingan, kini bekerja dalam keheningan yang mematikan. Matanya yang merah bukan lagi karena air mata, tapi karena tekad untuk menghancurkan apa pun yang menghalangi jalannya menuju orang tua
آخر تحديث: 2026-03-06
Hasrat Pria Lumpuh

Hasrat Pria Lumpuh

"Lepas gaunmu, Anna. Segera!" perintah Damien. "Ka-kau tidak lumpuh?" Anna terkejut. "Lumpuh?? bahkan memaksamu untuk mengandung anakku pun, aku kuat lakukan itu sampai pagi!" "A-anak?" --------------------------------- Anna terpaksa menerima perjodohan dan menikahi seorang pria lumpuh demi membalaskan dendam ibunya, tetapi saat malam pertama... Damien ternyata tidak lumpuh dan memaksa Anna untuk melakukan kewajibannya sebagai istri. Padahal Anna berniat menceraikannya setelah mendapatkan apa yang ia mau.
قراءة
Chapter: TAMAT
Enam bulan kemudian.Cahaya matahari pagi tidak lagi terasa pucat atau menyelinap seperti pencuri. Cahaya itu tumpah ruah, berani dan keemasan, membanjiri dapur rumah di atas bukit yang dulunya menyerupai benteng pertahanan.Damien berdiri di depan kompor. Tangan kirinya yang dulunya kaku dan tidak berguna kini memegang gagang wajan dengan cengkeraman yang gemetar namun stabil. Dia sedang membuat telur orak-arik. Itu adalah tugas sederhana yang membutuhkan konsentrasi setingkat operasi militer baginya."Jangan gosong," gumamnya pada diri sendiri. "Jangan gosong."Di kursi makannya yang tinggi, Fajar kini berusia sepuluh bulan dan memiliki gigi depan yang tajam memukul-mukul nampan plastiknya dengan sendok."Ba! Ba! Ba!"Damien menoleh, seringai kecil muncul di wajahnya yang berewok. "Sabar, Komandan. Logistik sedang dipersiapkan."Dia memindahkan telur ke piring. Gerakannya tidak lagi sehalus dulu. Ada jeda mikro, ada getaran di otot bahunya di mana peluru pernah bersarang, tapi dia t
آخر تحديث: 2025-11-19
Chapter: Bab 104 Pekerjaan rumah
Pukul 03.14 pagi.Rumah di atas bukit itu diselimuti keheningan yang tebal dan pekat. Di kamar tidur utama, cahaya bulan yang pucat menyelinap masuk, membuat bayangan panjang dari perabotan kayu yang berat.Waaah.Suara itu, tipis namun menuntut, membelah keheningan.WHUMP.Bahkan sebelum matanya terbuka, Damien sudah duduk tegak di tempat tidur. Jantungnya berdebar kencang, napasnya tercekat. Tangannya yang sehat secara naluriah bergerak ke laci meja samping tempat tidur, mencari pistol yang sudah berbulan bulan tidak ada di sana.Bukan tembakan. Bukan alarm.Di sampingnya, Anna juga sudah terbangun. Tapi dia tidak melompat. Dia berbaring kaku, menatap langit langit.WAAAAH!Tangisan kedua datang, lebih keras."Aku dengar," kata Damien, suaranya serak. Dia mengayunkan kakinya dari tempat tidur. "Giliranku. Ganti popok.""Tidak."Suara Anna, pelan namun tegas, menghentikannya.Damien membeku, kakinya separuh di lantai. "Dia menangis.""Aku tahu," kata Anna. Dia memaksakan dirinya untu
آخر تحديث: 2025-11-19
Chapter: Bab 103 Ruang sisa
Dua hari berlalu.Rumah di atas bukit itu sunyi. Ketenangan itu terasa salah, seperti gaun yang tidak pas. Anna telah menghabiskan 48 jam itu dengan bolak balik antara kamar tidur utama dan kamar bayi yang baru. Dia akan duduk di kursi goyang, menggendong Fajar yang sedang tertidur, dan menatap dinding, mendengarkan.Dia mendengarkan suara derit rumah. Dia mendengarkan suara angin di pepohonan di luar. Setiap suara membuatnya tersentak.Damien menghabiskan 48 jam itu di ruang kerjanya. Pintunya terbuka. Tapi dia tidak bekerja. Dia hanya duduk di depan serangkaian monitor keamanan baru yang menampilkan rekaman langsung dari setiap sudut halaman. Dia hanya... mengawasi.Mereka adalah dua tentara yang ditempatkan di pos penjagaan yang damai, masih memindai cakrawala, mencari musuh yang tidak akan pernah datang.Pukul 14.00 siang.Anna sedang mencoba memaksa dirinya untuk makan sandwich di dapur ketika dia mendengar bel pintu.Jantungnya melompat ke tenggorokannya. Dia langsung meraih pon
آخر تحديث: 2025-11-19
Chapter: Bab 102 Gema di kamar bayi
Satu bulan telah berlalu.Di rumah bata merah di atas bukit, kehidupan telah berjalan dengan ritme yang baru dan aneh. Dunia luar telah pindah. Berita utama kini diisi oleh skandal politik baru dan kejatuhan Takeda Industries (Rachelle, sepertinya, telah menepati janjinya untuk menghilang, puas dengan kehancuran Takeda). Nama "Damien" telah memudar dari siklus berita, digantikan oleh rasa ingin tahu yang samar tentang "CEO yang berduka" yang menghilang dari publik.Di dalam rumah, perang telah digantikan oleh sesuatu yang jauh lebih menantang: keheningan.Pukul 03.14 pagi.Kamar tidur utama gelap, hanya diterangi oleh cahaya bulan yang pucat.Waaah.Suara itu, tipis dan menuntut, membelah keheningan.WHUMP.Damien sudah terbangun, duduk tegak di tempat tidur. Jantungnya berdebar kencang, tangannya yang sehat secara naluriah bergerak ke laci meja samping tempat tidur, mencari pistol yang tidak lagi ada di sana. Dia terengah engah, butuh tiga detik untuk menyadari di mana dia berada.Bu
آخر تحديث: 2025-11-19
Chapter: Bab 101 Kita impas
Ruangan itu dipenuhi oleh suara tangisan. Anna terbaring di atas bantal, basah oleh keringat, lelah sampai ke tulang, tapi dia tidak bisa mengalihkan pandangannya. Damien berdiri terpaku di samping tempat tidur, tangannya yang sehat masih mencengkeram tangan Anna. Dia menatap buntalan kecil yang marah di dada istrinya. Dia tampak lebih terguncang sekarang daripada saat dia terbang menembus baku tembak."Dia baik baik saja?" bisik Damien, suaranya serak. "Kenapa dia menangis?""Dia baru saja lahir, Damien," kata Dr. Aris sambil tertawa. Dia dengan ahli mengambil bayi itu dari dada Anna. "Dia hanya ingin menyapa dunia. Ayo, kita bersihkan dia."Seorang perawat membawa bayi itu ke meja penghangat di sudut. Damien dan Anna memperhatikan setiap gerakannya seolah olah mereka sedang mengawasi bom yang dijinakkan.Anna bersandar, memejamkan mata sejenak. Keheningan setelah dorongan terakhir terasa memekakkan telinga. Rasa sakitnya telah hilang, digantikan oleh kelelahan yang hampa dan damai.
آخر تحديث: 2025-11-19
Chapter: Bab 100 Lahir
Rumah di atas bukit itu adalah kedamaian yang telah mereka perjuangkan dengan darah, kini pecah oleh suara yang paling biasa sekaligus paling menakutkan."TAS!" teriak Damien, berlari ke arah yang salah di dapur. "MARKUS! TIDAK, AKU TIDAK PUNYA MARKUS! KUNCI! DI MANA KUNCI MOBIL?!"Anna tertawa, tawa yang bercampur dengan sedikit erangan. Kontraksi pertama itu ringan, lebih mengejutkan daripada menyakitkan. Dia berjalan pelan, tertatih, melewatinya."Damien," panggilnya, suaranya tenang."APA?!" bentaknya, panik, sambil membongkar laci yang penuh dengan sendok garpu."Kuncinya ada di sakumu," katanya.Damien berhenti. Dia merogoh saku celana pendeknya. Dia menarik kunci mobil Mercedes itu keluar. Matanya terbelalak."Benar."Dia menatap Anna, yang kini bersandar di meja dapur, bernapas pelan."Baik," kata Damien, menarik napas dalam dalam. Pria yang telah menghadapi baku tembak, yang telah menerbangkan helikopter menembu
آخر تحديث: 2025-11-19
قد تعجبك أيضًا
Perawat Mantan Napi Milik Sang Pewaris
Perawat Mantan Napi Milik Sang Pewaris
Romansa · Asayake
24.6K وجهات النظر
Terjebak Cinta Suami Yandere (Indonesia)
Terjebak Cinta Suami Yandere (Indonesia)
Romansa · NatsuHika
24.6K وجهات النظر
Cinta Para Cassanova
Cinta Para Cassanova
Romansa · Ami Pradana
24.6K وجهات النظر
Cinta Sang Nyonya Melupakan Usia
Cinta Sang Nyonya Melupakan Usia
Romansa · Ans
24.5K وجهات النظر
My Little Wife, It's Mine!
My Little Wife, It's Mine!
Romansa · Lioramy93
24.5K وجهات النظر
Istri Muda Kesayangan Paman CEO
Istri Muda Kesayangan Paman CEO
Romansa · INDRY
24.5K وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status