공유

Bab 55 Anak?

작가: Penulis Hoki
last update 게시일: 2026-02-06 23:38:06

Arlan mematikan keran air. Keheningan kembali mengisi kamar mandi mewah itu, hanya dipecahkan oleh suara tetesan air dari tubuh Lia yang jatuh ke permukaan bathtub.

"Sudah bersih," bisik Arlan. Dia mengangkat Lia dari air seperti mengangkat seorang bayi. Dia tidak membiarkan kaki Lia menyentuh lantai dingin. Dia membungkus tubuh wanita itu dengan handuk tebal yang hangat, menggosoknya perlahan dengan gerakan yang lebih mirip memoles piala kemenangan daripada mengeringkan manusia.

Lia menurut. D
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 96 TAMAT

    Roda takdir akhirnya mencapai titik nadirnya. Langit di atas Samudra Pasifik yang biasanya tenang kini berubah menjadi kanvas kelabu yang mencekam, seolah-olah semesta sedang bersiap untuk meratapi akhir dari sebuah obsesi yang melampaui batas kemanusiaan. Kapal induk Vane Sovereign, yang tadinya merupakan simbol kemegahan dan perlindungan, kini tak lebih dari sebuah peti mati baja yang terapung di tengah lautan api.Arlan tidak mengirimkan tentara lagi, tapi... Ia mengirimkan Kiamat.Ribuan swarm-drones berukuran mikroskopis yang membawa virus penghancur saraf dilepaskan ke udara, menembus sistem ventilasi kapal induk. Satu per satu, pertahanan mutakhir Hanz lumpuh. Di dek utama, pertempuran terakhir pecah. Sembilan pria itu, yang sudah berjanji untuk melindungi Lia sampai napas terakhir, kini berdiri di tengah kepungan musuh yang tak terlihat.Alaric adalah yang pertama tumbang. Pria raksasa itu berdiri di depan pintu kamar Lia, tubuhnya dipenuhi puluhan lubang peluru dan harpun lis

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 95 Aman atau terkurung?

    Lia menghela napas pendek. Ia bisa merasakan persaingan ini di setiap sudut pikirannya. "Kemarilah, Zane... kalian berdua... berhenti bertengkar."Zane langsung meletakkan nampannya dan naik ke sisi ranjang yang kosong. Kini Lia terjepit di antara Xander yang dingin dan Zane yang hangat. Zane memegang tangan Lia, mencium ujung jemarinya satu per satu sambil menceritakan tentang orang tuanya yang sedang beristirahat di dek bawah."Mereka ingin bertemu denganmu, Lia. Mereka bilang... kau adalah malaikat yang dikirim untuk menjemput kami," ucap Zane dengan suara yang sangat lembut.Keesokan siangnya, suasana di ruang makan utama kapal induk terasa sangat aneh. Kesembilan pria itu duduk mengelilingi meja panjang yang dipenuhi makanan kelas dunia. Lia duduk di kepala meja, mengenakan gaun sutra simpel berwarna putih yang membuatnya terlihat seperti dewi di antara para prajurit.Suasana makan siang yang seharusnya tenang berubah menjadi ajang pamer kekuatan dan perhatian.Alaric memotongkan

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 94 Butuh ketenangan

    Kapal induk Vane Sovereign adalah sebuah keajaiban teknologi yang mengapung di tengah Samudra Pasifik. Bukan sekadar kapal perang, ini adalah istana berjalan. Deknya dilapisi material kedap suara, interiornya dipenuhi marmer Italia, kayu mahoni, dan sistem pencahayaan pintar yang menyesuaikan dengan suasana hati penghuninya. Namun, bagi sembilan pria yang baru saja mendarat di atasnya, kemewahan ini hanyalah panggung baru untuk memperebutkan satu-satunya pusat gravitasi mereka: Lia.Helikopter medis mendarat dengan getaran halus di dek Vane Sovereign. Begitu pintu terbuka, udara laut yang segar—tanpa bau besi atau mesiu—menyambut mereka. Lia, yang dibalut jubah mandi sutra tebal di atas pakaian tempurnya yang hancur, digendong keluar oleh Kael.Kael tidak melepaskannya. Tidak sedetik pun. Wajahnya yang biasanya datar kini memancarkan aura teritorial yang sangat kuat. Ia mengabaikan tim medis yang mendekat dengan tandu."Aku bisa membawanya sendiri," ucap Kael dingin, suaranya parau na

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 93 Ditengah kekacauan

    Kegelapan total menyelimuti The Iron Reef selama beberapa detik sebelum lampu darurat berwarna merah darah menyala dengan ritme yang tak beraturan. Suara derit logam yang tertekan oleh jutaan galon air laut terdengar makin nyaring, seolah monster raksasa sedang mengunyah dinding fasilitas itu.Di tengah koridor yang hancur, Kael berdiri mematung. Di hadapannya, sesosok figur keluar dari kepulan uap dingin. Wajahnya, postur tubuhnya, bahkan cara ia memegang pisau taktisnya, adalah replika sempurna dari Kael. Namun, matanya tidak memiliki jiwa; hanya ada binar laser merah yang menandakan bahwa ia adalah Subject 00 - Gen 2.Berikut adalah narasi mendalam untuk kebutuhan editor Anda, dengan detail yang lebih kaya dan emosi yang memuncak."Siapa kau...?" suara Kael bergetar, bukan karena takut, tapi karena amarah yang dingin. Ia merasakan chip di lehernya memanas, mencoba mengenali tanda biometrik di depannya. Sync Error. Frekuensi yang dipancarkan oleh doppelgänger itu adalah frekuensi "p

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 92 Formasi delta

    Guncangan dahsyat menghantam lambung The Ghost-01. Suara logam yang berderit di bawah tekanan ribuan ton air laut menciptakan simfoni kematian yang memekakkan telinga. Di dalam kabin yang sempit, lampu darurat berwarna merah berputar liar, membasuh wajah-wajah tegang sembilan pria itu dengan warna darah.Lia tidak punya waktu untuk takut. Xander masih meronta dalam cengkeraman Alaric dan Kael, matanya yang hitam pekat memancarkan kebencian digital yang bukan miliknya."Tahan dia! Jangan sampai dia memutus kabel sarafnya sendiri!" teriak Lia di tengah kebisingan mesin kapal yang mulai gagal fungsi.Alaric mengunci lengan Xander dengan otot-otot lengannya yang sebesar batang pohon, sementara Kael menekan kaki Xander ke lantai baja yang dingin. Namun, Xander yang dirasuki virus Zero memiliki kekuatan yang tidak masuk akal. Ia menggeram, suaranya terdengar seperti dua frekuensi yang bertabrakan, menciptakan gelombang ultrasonik yang membuat telinga Lia berdenging.Lia merangkak di antara

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 91 Penyusupan bawah laut

    Fajar di Pulau Azure tidak membawa ketenangan, melainkan kecemasan yang membeku. Laut yang biasanya biru cerah kini terlihat kelabu, seolah-olah alam pun bereaksi terhadap badai yang sedang disiapkan oleh Arlan. Di dermaga rahasia yang tersembunyi di balik gua karang, sebuah kapal selam siluman—The Ghost-01—sedang mengisi daya. Mesinnya yang berbahan bakar hidrogen murni mengeluarkan suara dengungan rendah yang membuat saraf-saraf digital Lia bergetar.Lia berdiri di anjungan, menatap cakrawala. Ia mengenakan pakaian tempur thermal baru; bahan sintetis berwarna abu-abu gelap yang melekat seperti kulit kedua, dirancang khusus untuk menahan suhu ekstrem Pasifik Utara. Di belakangnya, sembilan pria itu sedang memuat persenjataan. Tidak ada lagi percakapan santai. Zane, yang biasanya menjadi sumber kebisingan, kini bekerja dalam keheningan yang mematikan. Matanya yang merah bukan lagi karena air mata, tapi karena tekad untuk menghancurkan apa pun yang menghalangi jalannya menuju orang tua

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 58 Cincin tunangan

    "Senyum," desis Arlan tanpa mengubah ekspresi wajahnya yang ramah.Lia memaksakan sudut bibirnya naik. Itu senyum yang kaku, rapuh, dan menyedihkan. Tapi bagi orang-orang di sana, itu terlihat sebagai senyum pemalu dari seseorang yang baru pulih.Arlan membawa Lia melewati koridor panjang menuju ru

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 57 Nyonya masa depan

    Tawa Arlan perlahan mereda, menyisakan gema yang memantul di dinding-dinding steril laboratorium itu. Dia tidak melepaskan tatapannya dari wajah Lia yang pucat pasi. Dia menikmati ketakutan itu bukan karena dia ingin menyakiti Lia, tapi karena ketakutan itu berarti Lia mengakui kekuasaannya."Kenap

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 56 hadiah pernikahan

    "Ya. Anak kita," Arlan mendongak, matanya berbinar penuh harap. Dia meraih tangan Lia, mengecup telapak tangannya berkali-kali. "Malam ini... biarkan aku membuktikan padamu bahwa aku lebih baik. Bukan dengan paksaan. Tapi dengan cinta. Aku akan melayanimu, Lia. Aku akan menyembahmu di tempat tidur

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 54 Kita mandi!

    Tangan Lia baru saja menyentuh panel panggil lift ketika sebuah lengan kekar melingkar di perutnya, menyentaknya mundur dengan kekuatan yang tak terlawan."JANGAN PERGI! KAU MILIKKU!" Teriakan Arlan memecah keheningan penthouse.Lia meronta, kakinya menendang udara, tapi Arlan sudah menekan tombol

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status