author-banner
Erchapram
Erchapram
Author

Novels by Erchapram

Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

​​​​​Dia adalah agen rahasia yang paling ditakuti, hingga sebuah pengkhianatan merenggut nyawanya. Kini, Nayaka terjebak dalam tubuh Aurora, wanita hamil yang dibuang oleh keluarganya sendiri. ​Suaminya berselingkuh dengan adik angkatnya. Orang tuanya menganggapnya kutukan. Dunia menginginkannya mati. ​Namun, Nayaka memilih untuk melawan. Dengan bantuan Lucien Ashford, pria paling berbahaya di dunia bisnis, ia memulai permainan balas dendam yang mematikan. Satu persatu rahasia dibongkar, satu persatu musuh ditumbangkan. Saat mereka memohon ampun, Nayaka hanya akan tersenyum dan berkata, "Ini baru permulaan."
Read
Chapter: Bab 20 - Denyut di Tengah Badai
Udara dingin menusuk tulang saat tubuh Nayaka meluncur bebas dari balkon yang runtuh. Gravitasi merenggut paksa nafasnya, namun kedua tangannya bekerja di luar logika. Ia tidak berusaha menggapai udara; ia justru meringkuk, memeluk keranjang anyaman itu ke dadanya, menjadikan punggungnya sendiri sebagai perisai manusia. `Kalau aku mati, biar punggungku yang hancur. Bukan dia.` Byur! Hantaman air laut tidak terasa seperti cairan. Ia terasa seperti dinding semen yang menghantam punggungnya. Rasa sakit luar biasa menjalar dari tulang ekor hingga ke leher, memicu kegelapan di sudut matanya. Nayaka terombang-ambing di dalam air yang asin dan dingin. Paru-parunya menjerit meminta oksigen, tapi ia menolak membuka mulut. Tangannya tetap mengunci keranjang itu, memastikan sang bayi tidak terlepas ke dasar samudra. Dunia jadi sunyi. Hanya ada detak jantungnya sendiri yang menggema di telinga. Satu. Dua. Tiga.
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 19 - Nafas di Ujung Jurang
Kemudi di tangan Lucien kehilangan jiwanya. Saat pedal rem diinjak, benda itu amblas ke lantai tanpa memberikan perlawanan. Mobil mewah itu meluncur seperti anak panah yang lepas dari busurnya, membelah dinding api yang menjilat-jilat kap depan hingga catnya mengelupas dan menghitam. "Remnya mati!" teriak Lucien. Otot lengannya menonjol, berusaha keras memutar setir yang terasa kaku. Nayaka tidak berteriak. Matanya terpaku pada spion samping. Di atas jembatan penyeberangan yang kian menjauh, siluet Selena berdiri tenang. Wanita itu melambaikan selimut bayi berwarna merah muda… milik anak Nayaka sebelum menghilang di balik kegelapan. Amarah yang membakar di dada Nayaka lebih panas daripada api yang baru saja mereka terjang. `Dulu rumahku dibakar Mama. Aku selamat. Anakku juga harus selamat.` "Lucien, gunakan rem tangan! Tabrakkan ke pembatas jalan di sisi kiri, jangan ke jurang!" perintah Nayaka. Suaranya
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 18 - Jejak yang Terhapus
Kertas di tangan Nayaka gemetar, bukan karena takut, tapi karena amarah yang memicu adrenalin hingga ke ujung jari. Foto bayi mungil dengan gelang merah muda itu seolah membakar telapak tangannya. Matanya terpaku pada tanggal yang tertera: hari ini. "Lucien, putar balik! Sekarang ke Rumah Sakit Medika!" teriak Nayaka. Suaranya pecah, melengking di ruang kabin mobil yang kedap suara. Lucien tidak bertanya. Ia melihat kilat gila di mata Nayaka dan segera membanting setir, membuat ban mobil berdecit keras di aspal malam yang basah. "Ada apa? Foto apa itu?" Nayaka melempar foto itu ke pangkuan Lucien. "Baca bagian belakangnya. Mereka bilang bayi itu tidak mati. Mereka bilang bayiku dijual ke pasar gelap!" Lucien melirik sekilas, dan wajahnya yang biasanya sedingin es mendadak pucat. Rahangnya mengeras hingga urat lehernya menonjol. "Itu tidak mungkin. Aku sendiri yang melihat dokter membawa kantong medis set
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 17 - Permainan Terakhir
Angka merah di pergelangan tangan Kakek Wijaya terus berkedip, menghitung mundur nyawa siapa pun yang berdiri di atap hotel malam itu. 7... 6... 5... Udara terasa tipis, tercekik oleh bau belerang dan ketegangan yang nyaris meledak. Nayaka tidak bergerak satu inci pun. Matanya tidak menatap bom, melainkan menembus tepat ke bola mata kakeknya. Ia tahu pria tua ini. Kakek Wijaya bukan orang yang akan meledakkan diri bersama harta yang baru saja ia ambil kembali. Ini adalah gertakan… sebuah ujian nyali terakhir. "Tekan saja, Kek," suara Nayaka datar, sedingin es yang membeku di puncak gunung. "Aku sudah pernah mati sekali. Mati untuk kedua kalinya sambil membawa kalian semua ke neraka bukanlah ide yang buruk." Kakek Wijaya terkekeh, suara parau yang terdengar seperti gesekan amplas. Saat hitungan mencapai angka 2, ia menekan tombol samping. Layar merah itu mati. Sunyi seketika menyergap, hanya menyisakan deru angin yang makin
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: Bab 16 - Ujung Belati sang Pelindung
Angin malam di atap hotel menderu kencang, mengibaskan gaun merah darah Nayaka hingga helainya menampar udara dengan suara tajam. Nafasnya tercekat. Di depannya berdiri sosok yang seharusnya sudah menyatu dengan tanah, namun di belakang kepalanya, logam dingin dari moncong pistol Lucien mengirimkan sinyal kematian ke seluruh sarafnya. "Lucien?" suara Nayaka datar, hampir tidak ada getaran meski jantungnya berhantam keras di balik rusuk. "Jadi ini akhir dari sandiwara pelindung setia?" Lucien tidak segera menjawab. Tekanan pistol itu tetap stabil. "Aku sudah bilang padamu untuk tidak melangkah terlalu jauh, Aurora. Kamu keras kepala, sama seperti kakekmu." Pria tua di depan mereka… Kakek Wijaya yang selama ini dikira tewas dalam kecelakaan, melangkah maju ke bawah sinar lampu sorot gedung. Wajahnya yang dulu hangat kini tampak seperti pahatan batu yang dingin. Tidak ada pelukan rindu, hanya sorot mata yang penuh perhitungan.
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: Bab 15 - Panggung Sang Ratu
Lampu kristal yang menggantung di langit-langit aula hotel berbintang itu memantulkan cahaya keemasan yang menyilaukan. Harum bunga lili mahal memenuhi ruangan, beradu dengan aroma parfum kelas atas dari para tamu yang hadir. Ini adalah acara gathering tahunan Wijaya Group… panggung yang seharusnya menjadi malam kemenangan bagi Gavin dan Selena. Nayaka berdiri di depan cermin besar ruang rias. Ia mematut dirinya yang dibalut gaun satin berwarna merah darah. Warna yang berani, seolah menantang maut. Tangannya yang ramping bergerak merapikan riasan matanya yang tajam. Meski raga Aurora ini masih terasa sedikit nyeri di bagian bawah perut pasca keguguran, jiwa Nayaka di dalamnya menolak untuk tunduk. "Kamu yakin sanggup, Ra? Wajahmu masih pucat," suara berat Lucien memecah keheningan di ambang pintu. Pria itu berdiri di sana, mengenakan setelan tuksedo hitam yang membuatnya tampak seperti pemangsa di puncak rantai makanan. Nay
Last Updated: 2026-04-21
You may also like
UNPLACED
UNPLACED
Urban · SURIYANA
2.7K views
Lost You in the Melody
Lost You in the Melody
Urban · FA Jasmine
2.6K views
Cincin Rumput Liar
Cincin Rumput Liar
Urban · Orizae
2.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status