author-banner
Cloudberry
Cloudberry
Author

Novels by Cloudberry

Istri Kecil Pak Dekan

Istri Kecil Pak Dekan

Luna Aulia dan Jaya Baya adalah sepasang suami istri. Hasil perjodohan yang di sebabkan oleh hutang budi keluarga Luna dengan Jaya Baya. Lalu bagaimana awal dari rumah tangga mereka berdua? Akanlah kisah keduanya sama seperti di dunia novel? Saling membenci lalu jatuh cinta? Atau malah sebaliknya mereka jatuh cinta sejak awal? Jika iya. Bagaimana nasib kelanjutan rumah tangga keduanya? Akankah rumah tangga keduanya bertahan sampai akhir hayat? Atau malah hancur di tengah-tengah karena orang ketiga? Atau hancur karena keegoisan Luna yang ingin mengejar mimpinya kuliah di korea?
Read
Chapter: Part 27
Keadaan di kampus IAIN Curup mulai tidak kondusif bagi kerahasiaan pernikahan Jaya dan Luna. Transformasi Luna yang kini nampak seperti idol Korea—kulit bening, tubuh proporsional, dan aura yang berkelas—membuatnya menjadi magnet perhatian. Namun, masalah sebenarnya muncul bukan dari kecantikan Luna, melainkan dari sebuah kecerobohan kecil.​Sore itu, hujan turun deras mengguyur bumi Rejang Lebong. Jaya, yang tidak tega melihat istrinya kedinginan menunggu angkot, memutuskan untuk menjemput Luna di parkiran belakang gedung RKB yang sepi.​"Masuk cepat," perintah Jaya saat Luna membuka pintu mobil.​Di dalam mobil yang kacanya mengembun karena hujan, suasana terasa hangat. Jaya meraih tangan Luna yang dingin, menggosoknya perlahan untuk memberi kehangatan. Tanpa sadar, Jaya mendekatkan wajahnya, mencium pipi Luna yang kini terasa sangat lembut. Luna tertawa kecil dan membalas dengan pelukan singkat di leher suaminya.​Mereka tidak sadar, di balik sebuah pilar beton, seorang mahasiswa y
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Part 26
Suasana di dapur Ummi Sri mendadak sesak. Jantung Luna serasa melompat ke tenggorokan saat mendengar suara ketukan pintu dapur yang semakin tidak sabar. Ibu Dekan Tarbiyah, atasan Jaya, sudah berdiri di balik pintu kayu itu. Jika pintu terbuka sekarang, beliau akan melihat Pak Dekan RKB yang terhormat sedang berdiri berdekatan dengan seorang "pelayan" yang sebenarnya adalah istrinya sendiri.​"Masuk ke dalam ruang cuci! Sekarang!" bisik Jaya dengan nada memerintah yang sangat rendah.​Tanpa membantah, Luna mendorong Jaya masuk ke area ruang cuci yang sempit di sudut dapur, lalu ia menutup pintunya rapat-rapat. Luna menarik napas sedalam-dalamnya, merapikan apronnya, dan membuka pintu dapur utama dengan senyum yang dipaksakan.​"Eh, Ibu Dekan... maaf, tadi saya sedang merapikan piring yang pecah di belakang," ucap Luna dengan suara yang kembali dibuat serak.​Ibu Dekan Tarbiyah masuk dengan gaya anggunnya, matanya menyapu sekeliling dapur yang bersih. "Tidak apa-apa, Una. Saya hanya ti
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Part 25 : Ketahuan dua ?
Jantung Luna berdegup kencang seperti genderang perang. Permintaan Bu Warek II untuk menemuinya di ruang tengah arisan adalah sebuah jebakan maut. Ia melirik Jaya yang masih berdiri di lorong gelap.​"Bang, gimana ini? Kalau adek keluar, itu Bu Dekan Tarbiyah pasti ngenalin adek!" bisik Luna panik.​Jaya menatap istrinya tajam, lalu ia menarik kacamata hitam yang tersampir di kerah bajunya dan memakaikannya ke kepala Luna sebagai bando, lalu menarik sedikit poni hijab Luna agar lebih menutupi kening. "Tetap merunduk. Jangan banyak bicara, biar Ummi yang menghandle percakapannya."​Luna menarik napas dalam, menguatkan mentalnya, lalu melangkah keluar dengan nampan kosong sebagai alasan.​"Nah, ini dia orangnya!" seru Ummi Sri menyambut Luna. "Namanya... Una. Dia memang pendiam, Bu."​Luna menunduk sedalam mungkin. "I-iya, Bu. Ada yang bisa saya bantu?" suaranya sengaja dibuat sedikit serak.​"Una, sambal kacang siomay ini rahasianya apa? Saya sudah makan di banyak tempat, tapi ini yang
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Part 24 : Ketahuan?
Hari Rabu yang dikhawatirkan Luna akhirnya tiba. Kediaman megah Abah Edi dan Ummi Sri sudah tampak ramai sejak pukul sepuluh pagi. Mobil-mobil mewah berderet di halaman, menandakan tamu arisan Ummi Sri bukan orang sembarangan—kebanyakan adalah istri-istri pejabat kampus dan tokoh masyarakat di Curup.​Luna datang lebih awal, diantar oleh Jaya melalui pintu samping agar tidak menarik perhatian. Kini, Luna berdiri di dapur luas milik mertuanya, mengenakan gamis sederhana berwarna cokelat susu yang ia padukan dengan apron (celemek) bunga-bunga milik Ummi Sri. Jilbabnya ia lilitkan dengan rapi ke belakang agar tidak mengganggu pergerakannya.​"Luna, tolong tata dimsum dan siomay-nya di piring saji ya, Nak. Oh iya, saus kacangnya jangan lupa ditaruh di mangkuk kecil," instruksi Ummi Sri dengan lembut sambil sibuk menata gelas-gelas kristal.​"Siap, Mi!" sahut Luna antusias.​Di dapur, Luna merasa seperti penguasa. Rasa gugupnya menghadapi tamu-tamu terpandang itu hilang saat ia mulai memeg
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Part 23 : Katering
​Hari Rabu yang dikhawatirkan Luna akhirnya tiba. Kediaman megah Abah Edi dan Ummi Sri sudah tampak ramai sejak pukul sepuluh pagi. Mobil-mobil mewah berderet di halaman, menandakan tamu arisan Ummi Sri bukan orang sembarangan—kebanyakan adalah istri-istri pejabat kampus dan tokoh masyarakat di Curup.​Luna datang lebih awal, diantar oleh Jaya melalui pintu samping agar tidak menarik perhatian. Kini, Luna berdiri di dapur luas milik mertuanya, mengenakan gamis sederhana berwarna cokelat susu yang ia padukan dengan apron (celemek) bunga-bunga milik Ummi Sri. Jilbabnya ia lilitkan dengan rapi ke belakang agar tidak mengganggu pergerakannya.​"Luna, tolong tata dimsum dan siomay-nya di piring saji ya, Nak. Oh iya, saus kacangnya jangan lupa ditaruh di mangkuk kecil," instruksi Ummi Sri dengan lembut sambil sibuk menata gelas-gelas kristal.​"Siap, Mi!" sahut Luna antusias.​Di dapur, Luna merasa seperti penguasa. Rasa gugupnya menghadapi tamu-tamu terpandang itu hilang saat ia mulai meme
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Part 22 : Pagi indah
Cahaya matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden kamar lama Jaya di rumah utama terasa lebih menyengat dari biasanya. Luna mengerjap, merasakan beban berat di pinggangnya. Lengan kokoh Jaya masih melingkar protektif di sana, seolah takut jika ia melepaskannya sedetik saja, istrinya akan lari kembali ke perpustakaan untuk menggoda pria lain.​Luna mencoba bergerak, namun ringisan kecil lolos dari bibirnya. Pantatnya masih terasa panas, dan lehernya terasa kaku. Ingatan tentang kejadian kemarin sore berputar seperti kaset rusak; amarah Jaya yang meledak, seretan di depan Ummi Sri, hingga tangisannya yang pecah di bawah kungkungan suaminya.​"Sudah bangun?" Suara bariton Jaya terdengar serak khas orang bangun tidur, tepat di belakang telinga Luna.​Luna hanya bergumam pelan, masih enggan menoleh. Ia merasa malu sekaligus masih sedikit kesal.​Jaya menghela napas, ia bangkit dari posisi tidurnya dan duduk di tepi ranjang. Matanya tertuju pada leher Luna yang kini dihiasi t
Last Updated: 2026-01-11
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

Di balik kemewahan istana bangsawan Eropa, kekuasaan tidak pernah diwariskan dengan damai. Thom Percy, pewaris keluarga aristokrat Britania Raya, tumbuh jauh dari tanah kelahirannya. Pengasingan, pengkhianatan, dan rahasia keluarga membentuknya menjadi sosok dingin yang memahami satu hal: darah biru tidak menjamin keselamatan. Ketika konflik lama kembali menyeret keluarganya ke pusaran politik internasional, Thom terpaksa kembali ke dunia yang sejak lama ia tinggalkan—dunia para Duke, Marquess, dan elit global yang tersenyum di meja makan, namun saling membidik dalam gelap. Di tengah permainan kekuasaan itu, muncul seorang perempuan asing. Seorang penerjemah lisan yang selalu hadir di tempat yang salah—atau mungkin, terlalu tepat waktu. Ia tidak mencari sorotan. Tidak mengejar kekuasaan. Namun setiap langkahnya selalu beririsan dengan peristiwa besar: konferensi politik rahasia, skandal elit global, hingga insiden penembakan yang mengguncang istana bersejarah. Tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya. Tidak ada yang berani bertanya terlalu jauh. Sementara itu, Thom harus memilih: melanjutkan hidup sebagai bayangan yang aman, atau kembali ke pusat permainan—menghadapi masa lalu, mempertaruhkan orang-orang yang ia lindungi, dan menantang kekuatan yang jauh lebih besar dari satu keluarga bangsawan. Dalam dunia tempat hukum bisa dibeli, loyalitas dipertukarkan, dan kebenaran dikaburkan oleh kekuasaan— siapa yang benar-benar memegang kendali?
Read
Chapter: Part 60 : Kau menjijikkan!!
​"Kylie masih terlihat... fungsional untuk usianya," Viktor berkata dengan nada yang sangat kurang ajar, menatap tubuh Kylie yang gemetar. "Daripada menangisi mayat hidup seperti Nathan, kenapa Ayah tidak membawanya saja ke tempat tidur? Buatkan dia satu atau dua bayi baru di usia senjanya ini. Biarkan dia punya kesibukan baru untuk menggantikan posisi Nathan dihati kecilnya, siapa tahu bayi yang lahir lebih berguna kali ini?"​Tawa Leonid pecah mendengar saran anak angkatnya. Ia kini menatap istrinya dengan pandangan penuh nafsu kekuasaan yang rendah. "Kau benar, Viktor. Kita pria Slavia, pria Rusia, punya daya tahan dan kekuatan yang berbeda. Usia hanyalah angka bagi kita. Jika pabrik lamanya masih bisa menghasilkan sesuatu yang tidak cacat moral seperti Nathan, mungkin itu ide yang bagus."​Kylie membelalak, wajahnya pucat pasi mendengar percakapan itu. "Leonid... apa yang kau katakan? Kalian gila! Kalian binatang!"​"Binatang?" Viktor tertawa terbahak-bahak, tawanya melengking taj
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: Part 59 : Kemenangan
Pintu kayu mahoni yang berat itu terbanting terbuka dengan suara dentuman yang memecah keheningan perayaan dingin antara ayah dan anak angkat tersebut. Kylie Wilson muncul di ambang pintu, namun ia tidak berdiri tegak sebagai nyonya besar mansion ini. Rambutnya yang biasanya tertata rapi kini kusut masai, gaun tidurnya yang mahal ternoda debu dan air mata.​Tanpa mempedulikan martabatnya, Kylie menjatuhkan diri ke lantai marmer yang dingin. Ia merangkak, benar-benar merangkak di atas lututnya, mendekati kursi besar tempat Leonid duduk dengan gelas wiski di tangan.​"Leonid... aku mohon... hiks... ampunilah Nathan," ratapnya, suaranya pecah oleh isak tangis yang menyesakkan dada. Jemarinya yang gemetar mencoba meraih ujung sepatu kulit suaminya. "Dia membusuk di sana, Leonid! Luka-lukanya meradang, dia kesakitan! Dia putra kandungmu, darah dagingmu sendiri! Bagaimana bisa kau merayakan kemenangan di atas penderitaan anakmu?"​Leonid Wilson bahkan tidak menunduk untuk menatap istrinya.
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: Part 58 : Butyrka
Sel gelap di sudut terdalam penjara Butyrka terasa seperti peti mati yang lembap. Aroma busuk dari sisa makanan yang basi, pesing, dan keringat dingin yang menguap di udara yang pengap menciptakan atmosfer yang mampu membunuh kewarasan siapa pun. Di sana, di atas lantai beton yang retak dan berlumut, Nathan Wilson terbaring seperti onggokan sampah yang dibuang.​Tubuhnya tak lagi menyerupai putra bangsawan Moskow yang dulu angkuh. Luka-luka akibat cambukan besi dan hantaman stik golf Leonid beberapa waktu lalu tidak pernah diobati dengan layak. Luka itu kini mulai meradang beberapa di antaranya membusuk, mengeluarkan aroma amis yang menarik perhatian kecoak-kecoak penjara untuk berpesta di atas kulitnya yang dulu mulus.​Cairan kuning kehijauan merembes dari perban kotor yang melilit kakinya, namun Nathan masih memiliki sisa-sisa kesombongan yang menjijikkan di matanya yang cekung.​"Kalian semua... akan merangkak di kakiku saat Ayah menjemputku!" serak Nathan, suaranya pecah dan pa
Last Updated: 2026-02-07
Chapter: Part 57 : Pangeran Gantung
​Kaka memutar kepalanya 180 derajat, menatap Lachlan dengan mata bulatnya yang cerdik. "Kami melakukan ini demi kebaikan keluarga Vladimir, Tuan! Pikirkan tentang rekening Callum! Jika kami terus-menerus meminta logistik kelas atas dari dapur pusat, biaya operasional Kremlin akan membengkak. Tuan Bryer ini adalah donatur sukarela. Kami hanya membantu menghemat anggaran negara!"​"Penghematan?" sindir Lachlan, kini berdiri tepat di depan Bryer. "Menghemat anggaran dengan cara menjual informasi kepada putra presiden Amerika? Aku tidak tahu sejak kapan burung-burungku belajar tentang ekonomi makro dan pengkhianatan dalam satu suapan yang sama."​Luna, si kakatua pemakan segala yang biasanya paling pendiam dan hanya genit dengan orang baru, ikut angkat bicara dengan suara parau. "Jangan menyalahkan kami jika lidah kami mulai bosan dengan rasa daging Ivan Li yang hambar dan penuh dosa itu, Tuan. Sesekali, kami butuh sesuatu yang manis untuk menetralisir rasa pahit dari rahasia-rahasia yang
Last Updated: 2026-02-06
Chapter: Part 56 : Pengemis Elit
​Pagi di Kremlin tidak pernah benar-benar hangat, meskipun pemanas ruangan di kamar tamu mewah milik Davis Gerald bekerja maksimal dan ini masih hari kelima musim panas. Di balkon yang menghadap ke arah Lapangan Merah, Bryer duduk santai, menyilangkan kaki panjangnya di atas kursi beludru. Di hadapannya, Stewart dan Thane Vladimir berdiri dengan rahang mengeras, menatap pemandangan yang sama sekali tidak masuk akal bagi martabat keluarga mereka.​"Ini Tuan—pizza hangat di pagi hari yang indah, dikirim dengan logistik tercepat Kremlin—hahahahaa!" Tawa melengking itu pecah dari Kaka, kakatua macaw merah yang tampak sangat bangga dengan hasil jarahannya. Ia mendarat dengan dentuman kecil di bahu kursi Bryer, melepaskan pita di ujung kukunya yang tadinya mengikat kotak pizza dari toko pizza di ujung jalan.​"Heiii... hati-hati Kaka! Sayap kami hampir patah karena kamu menurunkan kotaknya terburu-buru!" Protes Luna dengan suara melengkingnya. Burung kakatua itu mendarat di sandaran kurs
Last Updated: 2026-02-06
Chapter: Part 55 : Breaking News
"Nona, Bagaimana dengan berita migrasi burung-burung pemakai bangkai yang menyerang Kremlin?" Zayn membuka mulutnya, menatap penuh tanda tanya ke arah punggung nona mudanya, Nona Berry. "Apa kita akan menulis kebenarannya? Menyibak fakta dibalik tembok Kremlin yang dingin? Atau__?" Menjeda kalimatnya sejenak. "Besar-besarkan! Buat berita penyerangan burung-burung pemakai bangkai itu menjadi nyata!" Suaranya dingin, tangannya meremas kuntum mawar di jemarinya, menghamburkan kelopak-kelopak mawar itu ke samudra lepas. "Tapi__" "Lakukan saja sesuai perintahku, Zayn!" Nadanya naik satu oktaf menggerang marah. Menoleh cepat, menatap mata asistennya tajam. "Mereka mulai mengejarku, Zayn. Buat mereka percaya seolah aku berada dipihak jantung dunia," "Baik, Nona." Angin laut yang kencang menghantam dek kapal pesiar The Grand Odyssey, membawa aroma garam yang kontras dengan keharuman mawar yang baru saja dihancurkan oleh jemari Nona Berry. Di tengah samudra yang memisahkan daratan Ru
Last Updated: 2026-02-05
You may also like
Baby Triplets Milik Om Tampan
Baby Triplets Milik Om Tampan
Romansa · Te Anastasia
175.6K views
Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas
Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas
Romansa · CH. Blue Lilac
175.6K views
ISTRI KEDUA TUAN CEO
ISTRI KEDUA TUAN CEO
Romansa · VIGIANI NURIKE
175.2K views
Suamiku Mualaf Kaya Raya
Suamiku Mualaf Kaya Raya
Romansa · Rira Faradina
174.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status