
Velvet Bloodline
Di balik kemewahan istana bangsawan Eropa, kekuasaan tidak pernah diwariskan dengan damai.
Thom Percy, pewaris keluarga aristokrat Britania Raya, tumbuh jauh dari tanah kelahirannya. Pengasingan, pengkhianatan, dan rahasia keluarga membentuknya menjadi sosok dingin yang memahami satu hal:
darah biru tidak menjamin keselamatan.
Ketika konflik lama kembali menyeret keluarganya ke pusaran politik internasional, Thom terpaksa kembali ke dunia yang sejak lama ia tinggalkan—dunia para Duke, Marquess, dan elit global yang tersenyum di meja makan, namun saling membidik dalam gelap.
Di tengah permainan kekuasaan itu, muncul seorang perempuan asing.
Seorang penerjemah lisan yang selalu hadir di tempat yang salah—atau mungkin, terlalu tepat waktu.
Ia tidak mencari sorotan.
Tidak mengejar kekuasaan.
Namun setiap langkahnya selalu beririsan dengan peristiwa besar: konferensi politik rahasia, skandal elit global, hingga insiden penembakan yang mengguncang istana bersejarah.
Tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya.
Tidak ada yang berani bertanya terlalu jauh.
Sementara itu, Thom harus memilih:
melanjutkan hidup sebagai bayangan yang aman,
atau kembali ke pusat permainan—menghadapi masa lalu, mempertaruhkan orang-orang yang ia lindungi, dan menantang kekuatan yang jauh lebih besar dari satu keluarga bangsawan.
Dalam dunia tempat hukum bisa dibeli, loyalitas dipertukarkan, dan kebenaran dikaburkan oleh kekuasaan—
siapa yang benar-benar memegang kendali?
Saksikan Eklusif hanya di sini bersama Nona Cloudberry
Baca
Chapter: Part 26 : Artem Donilov"Proses sesuai undang-undang yang berlaku!" Viktor memberitahu petugas penjara untuk melakukan proses hukum terhadap Nathan sama dengan tersangka lainnya. Saat ini mereka tidak punya pilihan lain selain membuang kotoran keluar dari rumah Wilson. Kemunculan Nona Berry menyebabkan dunia pers bekerja gila-gilaan. Tanpa pandang bulu. Sekarang mereka bahkan berani menyerang elit global tanpa bukti yang konkrit. Beruntung publik tidak begitu saja mempercayainya. Mereka hanya percaya jika berita tersebut di konfirmasi kebenarannya oleh Nona Berry. Publik sepertinya makin pintar dan bijaksana dalam menyaring informasi akhir-akhir ini. Selagi Nona Berry menulis buruk tentang keluarga Wilson. Semuanya masih bisa di selamarkan. Dari pada seluruh tubuh harus membusuk. Sayat dan buang saja bagian yang busuk. Lagi pula bagian yang disingkirkan bukanlah bagian vital. Sekadar kulit mati di telapak kaki. Bukan masalah besar. "Kakak___kakak tolong keluarkan aku dari sini? " merangkak pela
Terakhir Diperbarui: 2025-12-30
Chapter: Part 25 : Aneh? Pukul 18:00 Kesia berdiri di tepih jalanan kota Oxfordshire, Inggris. Menunggu supir dari Blenheim Palace menjemput dirinya. "Nona Kesia," sebuah mobil merek terkenal menepih. Supir menurunkan kaca. Melirik Kesia sekilas. Memastikan. "Iya" Kesia mengangguk pelan. Pintu mobil terbuka otomatis. Kesia mengangkat koper 20 Inchi miliknya masuk. Duduk di kursi penumpang. Mobil melaju lurus ke depan. Entah kemana tujuannya. Yang pasti bukan Blenheim Castle. Kesia tahu anjing yang dibesarkan oleh keluarga Churchill bertahun-tahun, menggigit majikannya sendiri. Dua jam lalu Kesia sengaja meminta nomor telepon supir yang akan menjemputnya. Lalu ia memberikan nomor tersebut kepada salah satu kenalannya. Dalam hitungan menit kenalannya menemukan pengkhianatan tersebut. Guna mencegah ular keluar dari sarangnya. Ia berpura-pura bodoh. Padahal ia telah merencanakan banyak hal untuk menyelematkan orang paling penting dalam konferensi politik malam ini. Malacy Percy. Kepala keluarga Percy. Or
Terakhir Diperbarui: 2025-12-29
Chapter: Part 24 : Aku Tahu Dia Thom melangkah masuk. Menyusuri setiap lorong Alnwick Castle. Berjalan menuju ruang makan pribadi keluarga Percy. Di sana ibunya Vivienne tampak sedang menikmati camilannya sambil menonton acara televisi, bersama ipar dan keponakannya. "Paman___kamu mau tidak anggur yang di tanam Oma sendiri?" Sapa gadis kecil berusia sepuluh tahun itu saat melihat kedatangan Thom.Thom mengutipnya sebutir. Mengunyah sebutir anggur tanpa sepatah katapun. Mengambil remote televisi di atas meja. Duduk di sofa tepat di sebelah ibunya. Mengganti siaran televisi menjadi saluran berita internasional. Mengamati seksama setiap berita yang ditampilkan oleh penyiar. Nona Berry. Sepenggal nama yang mengguncang dunia pers selama beberapa tahun ke belakang muncul di layar sepanjang 100 Inchi tersebut. Membawa gosip baru dalam dunia konglomerasi dan elit Global. Berita tentang penembakan massal di Kota Saint Petersburg. Disusul dengan berita perjudian Nayla Wilson. Serta pelecehan sexual yang dilakukan Nath
Terakhir Diperbarui: 2025-12-29
Chapter: Part 23 : TessenTingg____ Peluru yang harusnya menembus kepala Theodor Percy. Berbalik. Terlempar menjauh jatuh ke danau di halaman depan Blenheim Palace. Brukkkkk____ Seorang pria berpakaian serba hitam jatuh dari lantai atas Blenheim Palace ke lantai dasar. Mengejutkan para pelayan yang telah tertidur lelap. Srakkkkk_____ Desingan tessen yang menutup rapat kembali ke tangan pemiliknya. Memekakan telinga semua orang yang berada di sana. Termasuk para pelayan yang berada di lantai berbeda dengan para darah-darah istimewa di lantai utama. Mereka mau protes. Tetapi gadis pemilik tessen itulah yang menyelamatkan nyawa mereka malam ini. Andai ia tidak tiba tepat waktu. Nyawa mereka dapat dipastikan akan hilang sia-sia. Srrrr____ Kipas berbahan dasar besi dari negeri matahari terbit itu kembali terbuka. Tapi dengan suara yang lebih halus dan tidak menyakitkan gendang telinga kali ini. Gerakan mengayunnya lembut, terukur, dan pasti. Menciptakan suara yang lembut dan menenangkan. Sekali
Terakhir Diperbarui: 2025-12-27
Chapter: Part 22 : Pewaris BayanganWaw! Satu kata yang berhasil Theo ucapkan saat helikopter tipe Airbus H225 Super Puma tiba di Blenheim Palace Castle. Kekaguman, hanya itu yang bisa di gambarkan dari wajah Theo saat ini. Kemarin malam ia telah terpesona oleh indah dan megahnya Castle of Edinburgh.Hari ini ia dibuat terperangah oleh rumah pedesaan mewah berarsitektur Barok di Oxfordshire, Inggris, yang dibangun untuk Duke of Marlborough pertama setelah kemenangan militernya. Dan masih menjadi rumah keluarga Churchill hingga hari ini, menampilkan arsitektur megah, taman luas, dan berbagai acara serta atraksi. Theo tak pernah mengira jika dalam hidupnya ia memiliki kesempatan berkunjung ke Blenheim Palace, yang merupakan Situs Peninggalan Warisan Dunia UNESCO, dan tempat kelahiran Sir Winston Churchill. Bukan sebagai turis melainkan sebagai tamu terhormat keluarga Churchill pada pertemuan konferensi politik suksesi takhta Prince William of Wales. Saudara jauh keluarga Percy. Malacy mengenalkannya pada orang-oran
Terakhir Diperbarui: 2025-12-26
Chapter: Part 21 : JanjiThom merogoh ponselnya di saku celana linennya. Mencari kontak Beni disana. Menekan tombol telepon. Melakukan panggilan kepada bawahan kepercayaannya. "Kapan kamu tiba di Britania Raya, Ben?" ucap Thom lemas, tak berdaya. "Pak, anda gila yah? Baru dua hari mustahil tiang tiba di laut utara. Paling cepat tiang bisa sampai di sana 8 hari lagi, itu kalau Opa atau Tuan Liem tidak membelokkan arah kapal." Jelas Beni, mengamati samudra memperhatikan ketinggian gelombang. "Ben, putar balik. Kita ke pelabuhan Sunda Kelapa!" Terdengar dari seberang telepon Opa berteriak memerintahkan bawahan cucunya putar balik ke Sunda Kelapa. Mengubah arah kapal secepat kilat. "Tapi pak?" "Anak itu? Biarkan saja, ayahnya punya banyak kapal pesiar di pelabuhan." Serkah Opa mengabaikan Thom yang tengah menelepon dari seberang sana. "Opa" terdengar suara cicitan, jeritan Thom yang tak jelas dari balik telepon memprotes tindakan semena-mena Opa-nya Mingzhe. Sweater lengan panjang full neck de
Terakhir Diperbarui: 2025-12-25
Chapter: part 18 : DimsumLuna mengerjap pelan membuka kelopak matanya perlahan. Mengintip area sekitar sebelum benar-benar bangkit dari tidurnya. Memastikan jika Jaya suaminya sudah pergi ke masjid di seberang jalan bersama iparnya. Dengan mengendap-ngendap Luna melangkah keluar ke teras rumah. Seingatnya tadi saat ia pura-pura tidur di dada sang suami. Belanjaan pemberian Jaya belum dibereskan sama sekali.Tepat seperti dugaannya. Barang-barang tersebut masih berada diluar. Kemeja, rok, celana dasar, baju tidur, gamis, dress, hijab, hotpant, kaos, pakaian dalam, bodycare, haircare, oralcare, dan skincarenya. Masih berserakan di luar. Secepat kilat gadis kecil dengan sejuta ide dan kreasi itu. Berlari cepat menuju ruang laundry mengambil sebuah keranjang plastik besar, yang biasanya digunakan untuk menampung pakaian bersih atau kotor. Mengalih fungsikannya menjadi tempat penyimpanan barang-barangnya sementara waktu. Lalu meletakannya begitu saja di kamarnya. Menarik selimut tebal dari tempat tidurnya. Me
Terakhir Diperbarui: 2025-12-21
Chapter: Part 17 : Koala"Makanya nikah biar tahu gimana rasanya punya istri," Kelakarnya menyombongkan diri. "Halah, bullshit," kilah Alafaranzi membela diri. Lebih baik lama menikah dari pada sebentar cerai. Pernikahan Jaya tidak semulus jalanan tol. Meski saat menikahi kekasihnya dulu Jaya tergolong mapan, mampu, dan tampan. Jaya tetap saja dikhianati oleh cinta dan istri pertamanya Isabella. Padahal menurut abang nya lumayan royal memberi istrinya uang jajan. Seratus juta sebulan nilai yang fantastis tentu saja, teruntuk masyarakat kabupaten. Nyatanya uang segitu terlihat kecil dimata Isabella. Demi mendapatkan uang bulanan yang lebih banyak. Wanita kabupaten paling beruntung itu meninggalkan suaminya Jaya Baya. Lalu menikah dengan salah satu unta arab yang terkenal memiliki banyak istri."Cepatlah! To the point saja, Zi. Jika tidak penting pulang sana!" Ketus Jaya tak sabaran. "Sabar bang! Sabar! Ini masalah bisnis keluarga kita," Jelas Alfaranzi cepat sebelum kembali usir oleh Jaya Baya. Duduk di
Terakhir Diperbarui: 2025-11-22
Chapter: Part 14 : Me Time Suara ketukan terdengar dari luar ruangan. Perlahan pintu ruang dekan terbuka. Menampil kan sosok gadis kecil berkulit kusam, berdiri lemas di ambang pintu. Keringat mengalir tipis di pelipisnya, kulitnya berminyak, surai rambut nya terlihat mengintip dari hijabnya. Wajahnya kusut tertekuk hijabnya sudah tak lagi pada tempatnya. "Masuk!" perintah Jaya dingin. Membolak-balik setumpuk berkas di mejanya. "Abang" lenguh gadis kecil itu menghempaskan pantatnya di kursi dihadapan suaminya."Capek?!" "Hhh__" mengangguk pelan. "Abang juga capek. Kerja cari uang buat biayain kamu kuliah. Tapi kamunya gak hargain usaha, abang!" Tutur Jaya datar, mengintimidasi istri nakalnya. Luna terkesiap mendengar perkataan Jaya. Sadar jika Jaya mengetahui perbuatan buruknya di belakang punggung sang suami. "Abang" Luna mengerucutkan bibirnya merasa bersalah. Berusaha meminta maaf pada sang suami dengan kepatuhannya. "Kerjakan tugas ulumul quran, disini," perintah Jaya mengetuk pena-nya sekali ke mej
Terakhir Diperbarui: 2025-11-20
Chapter: Part 15 : Mogok? Matanya berbinar menatap semua barang impiannya ada didepan mata. Luna tak pernah menyangka jika ia akan mendapatkan barang impiannya dengan mudah. Tidak hanya Luna yang merasa bahagia. Jaya juga ikut merasakan kebahagiaan yang Luna rasakan. Sebab gadis nakal itu menciumnya beberapa kali dalam semenit. Mengucapkan terima kasih dengan caranya sendiri. Akan tetapi, kebahagian dan keceriahan sore itu hancur karena kedatangan Alfaranzi. Luna langsung bete saat melihat adik iparnya, yang lebih tua tujuh tahun dari dirinya itu. Semuanya bermula saat Luna membolos mata kuliah ulumul quran dan tidak mengerjakan tugas. Kebetulan Alfaranzi bersahabat baik dengan dosen pengampu mata kuliah ulumul quran di kelas Luna. Berbekal kesaksian dan rekaman suara sahabatnya sebagai barang bukti. Alfaranzi nekat mengadukan kelakuan jahanam Luna yang sudah kabur dari kelas ulumul quran sebanyak tiga kali. Tentu Jaya yang mendengar tingkah nakal Luna. Memberi teguran kecil kepada sang istri. Supaya tid
Terakhir Diperbarui: 2025-10-20
Chapter: Part 14 : Paket?"Abanggggg......" teriak Luna tak terima dengan pengaturan suaminya. "Tertelan nanti abang yang repot yah, Luna!" Mengacungkan jari telunjuknya kearah Luna. Menatap manik matanya tajam. Sengaja nada bicaranya sedikit ditinggikan. Jika tidak gadis nakal itu pasti akan mencari gara-gara dengannya. Tampak pemilik wajah cantik itu sudah mengerucutkan bibirnya. "Abanggg......" Luna merengek berharap Jaya mengizinkannya menyimpan banyak biji kelengkeng dipipinya. "Tidak boleh! Abang sibuk ya, jangan cari masalah" Tutur Jaya tegas seraya memeriksa berkas-berkas penting dihadapannya. "Abangggg....." menarik-narik celana dasar Jaya pelan, menggunakan ujung jarinya."Tidak yah! Abang ambil nanti kelengkengnya!" Ancam Jaya mengulurkan tangannya berniat mengambil keranjang rotan berisi buah-buahan milik Luna. "Tidak....tidakkk....!" Luna secepat kilat mendekap keranjang buahnya. Sebelum Jaya sempat menjangkau keranjang buahnya. "Makanya kalau abang bilang tidak boleh! Ya, tidak boleh!" Tega
Terakhir Diperbarui: 2025-10-19
Chapter: Part 13 : Kelengkeng?"Makanya besok-besok jangan berani ngebantah lagi kalau orang ngomong!" Tegas Jaya mengingatkan istrinya. "Iya" sahut Luna terpaksa. Bangkit dari tempat duduknya. Berniat berjalan kegedung rektorat meninggalkan suaminya. "Tinggalkan salad buahnya" perintah Jaya dingin menarik tupperware berisi salad buah dari tangan sang istri. "Abanggg....." rengek Luna lagi. "Ambil buat jajan" Jaya meletakkan dua lembar seratus ribuan ditelapak tangan sang istri. Luna menunduk lesuh mendapati uang lembaran seratus ribuan ditelapak tangannya. Jika sudah begitu ia tidak dapat membantah perkataan suaminya. Kalau ia tolak uang pemberian suaminya, besok-besok bagaimana jika membutuhkan uang. Tentu ia akan gengsi meminta belas kasihan suaminya. "Thank you bang" melambaikan tangannya lalu berlari menuju ke gedung rektorat. Mengikuti kuliah istitah meski sudah terlambat dua setengah jam. Jaya menyuapkan salad buah ke mulutnya memandangi kepergian sang istri dengan tatapan kosong. Tak per
Terakhir Diperbarui: 2025-10-19