Inicio / Romansa / Om Bule Kekasihku / Peringatan Daniel

Compartir

Peringatan Daniel

Autor: Sabrina dewi
last update Fecha de publicación: 2026-06-01 15:42:04

Malam semakin larut, villa Blankenese kembali sunyi setelah makan malam. Lampu-lampu mulai diredupkan.

Dan satu per satu orang kembali ke kamar masing-masing.

Di luar, mesin mobil Paul baru saja menyala.

Namun sebelum mobil itu sempat bergerak, Daniel keluar dari pintu utama.

“Paul.”

Suara itu membuat Paul langsung mematikan mesin.

Ia keluar dari mobil.

“Iya, Tuan.”

Daniel berjalan mendekat.

Tangannya masuk ke saku celana.

Wajahnya tenang.

Namun tatapannya, tajam seperti biasa.

“Ad
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Om Bule Kekasihku   Kisah Yang Berawal Dari Pantai Kuta

    Malam itu hujan turun perlahan di Hamburg. Bukan hujan deras, hanya rintik-rintik lembut yang membuat suasana Villa Blankenese terasa semakin hangat. Di ruang keluarga, semua orang berkumpul seperti biasa. Noah dan Nora yang kini semakin aktif sedang menjadi pusat perhatian. Nora baru saja berhasil membalikkan tubuhnya sendiri untuk pertama kalinya. Prestasi yang langsung dirayakan seluruh keluarga seolah-olah ia baru memenangkan olimpiade. "Dia jenius" kata Elena bangga. "Itu hanya berguling" kata Daniel. "Tetap jenius." Yang membuat semua orang tertawa. Tak lama kemudian, Nora mulai menguap. Sedangkan Noah sudah tertidur di pelukan Nadia. Melihat kedua bayi mulai mengantuk, Nadia menyerahkan Nora kepada Daniel lalu duduk kembali di sofa. Entah bagaimana, pembicaraan malam itu beralih ke masa lalu. Awalnya karena Elena mendapat tugas sekolah untuk menulis tentang kisah cinta yang menginspirasi. Dan tentu saja, ia langsung menjadikan orang tuanya sebagai bahan wawancara. "M

  • Om Bule Kekasihku   Mimpi Yang Menjadi Kenyataan

    Tiga bulan kemudian.Musim gugur telah tiba di Hamburg. Daun-daun berwarna emas dan jingga menghiasi jalanan Blankenese. Udara terasa lebih dingin. Namun Villa Blankenese tetap hangat seperti biasanya. Terutama karena dua bayi kecil yang kini menjadi pusat dunia semua orang, Noah Charter dan Nora Charter. Usia mereka kini hampir lima bulan. Dan keduanya tumbuh dengan sangat sehat. Noah mulai menunjukkan sifat yang sangat mirip Daniel tenang, jarang menangis, namun sangat keras kepala. Sedangkan Nora jauh lebih ekspresif, suka tertawa, suka mencari perhatian dan sangat senang berada dalam pelukan Nadia. "Yang ini anak mama" kata Nadia sambil menggendong Nora. "Yang itu anak papa" sahut Ayu sambil menunjuk Noah. Daniel yang sedang membaca laporan perusahaan hanya mengangkat alis. "Aku tidak sekeras kepala itu." Semua orang langsung tertawa. Bahkan Camille, yang biasanya paling sulit tertawa. Sementara itu Elena telah menjalani sekolah selama beberapa bulan. Dan ternyata ia san

  • Om Bule Kekasihku   Awal Yang Baru

    Waktu berlalu dengan cepat. Musim panas perlahan mulai berakhir. Udara Hamburg mulai terasa sedikit lebih sejuk pada pagi hari. Pepohonan di sekitar Villa Blankenese masih hijau, tetapi tanda-tanda pergantian musim mulai terlihat. Dan untuk keluarga besar itu, kehidupan perlahan kembali ke rutinitas normal. Atau setidaknya senormal mungkin bagi keluarga Charter. Pagi itu suasana villa terasa sedikit berbeda. Karena Margaret dan Thomas akan kembali ke London. Setelah tinggal cukup lama di Hamburg untuk menemani Nadia setelah kelahiran Noah dan Nora, hingga pernikahan Paul dan Ayu. Kini mereka harus kembali. Meskipun sebenarnya tidak ada seorang pun yang benar-benar ingin berpisah. Di ruang makan, sarapan berlangsung lebih tenang dari biasanya. Margaret sedang menggendong Nora, sedangkan Thomas memangku Noah. Keduanya tampak menikmati setiap detik terakhir bersama cucu-cucu mereka. "Oma akan kembali bulan depan" kata Margaret kepada Nora yang sedang tertidur. "Aku rasa dia belum

  • Om Bule Kekasihku   Kunjungan Pertama Di Rumah Baru

    Dua hari setelah pernikahan. Pagi di Villa Blankenese berlangsung seperti biasa atau setidaknya seperti biasa bagi keluarga Charter. Yang berarti cukup ramai. Noah menangis karena lapar, Nora ikut menangis karena Noah menangis. Bruno berlari ke sana kemari. Dan Elena sibuk mengawasi semua orang seolah-olah dirinya adalah manajer rumah tangga. Di tengah suasana itu, Nadia sedang menyusui Nora ketika Elena tiba-tiba datang membawa sebuah ide. "Ide bagus." Nadia langsung waspada. Karena biasanya kalimat itu berakhir dengan kekacauan kecil. "Apa?" "Kita harus mengunjungi rumah Tante Ayu." Nadia tersenyum. "Tante Ayu?" "Iya." "Bagus." Nadia mengangguk puas. Memang sejak lama ia mengajari Elena memanggil Ayu dengan sebutan tante. Karena suatu hari nanti Noah dan Nora pasti akan mengikuti apa yang dilakukan kakak mereka. Dan Nadia ingin mereka tumbuh dengan menganggap Ayu sebagai keluarga, bukan sekadar sahabat. "Kalau nanti Noah dan Nora besar..."kata Nadia. "Mereka juga har

  • Om Bule Kekasihku   Pagi Pertama Sebagai Suami Istri

    Pagi hari setelah pernikahan.Matahari musim panas menyinari Hamburg dengan cahaya hangat. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Ayu bangun sebagai Nyonya Weiss. Dan untuk pertama kalinya pula, ia bangun di rumah yang secara resmi menjadi miliknya dan Paul. Rumah hadiah pernikahan dari Daniel dan Nadia. Rumah yang hanya berjarak beberapa menit dari Villa Blankenese. Rumah yang masih terasa seperti mimpi. Ayu membuka mata perlahan. Beberapa detik ia hanya menatap langit-langit kamar. Lalu menoleh ke samping, Paul masih tertidur. Sangat jarang melihat pria itu tertidur begitu pulas. Biasanya bahkan saat libur sekalipun ia selalu bangun lebih awal. Namun kemarin adalah hari yang panjang, hari yang penuh emosi dan hari yang mengubah hidup mereka. Senyum kecil muncul di wajah Ayu. Ia mengamati wajah suaminya beberapa saat, kemudian tertawa pelan. Karena kata "suami" masih terdengar aneh di telinganya. "Kenapa tertawa?" Ternyata Paul sudah bangun dan langsung menangkap basah dirin

  • Om Bule Kekasihku   Sahabat Yang Menjadi Keluarga

    Malam semakin larut. Sebagian besar tamu sudah pulang. Lampu-lampu taman masih menyala, menciptakan suasana hangat yang sulit dilupakan. Di meja panjang dekat taman, hanya keluarga dan orang-orang terdekat yang masih bertahan. Noah dan Nora tertidur pulas. Elena akhirnya tertidur dengan kepala bersandar di bahu Camille. Bahkan Bruno tampak kelelahan setelah seharian menjadi "tamu kehormatan". Ayu masih memegang map berisi surat rumah itu. Sesekali ia membukanya lagi, lalu menutupnya. Kemudian membukanya lagi, seolah masih belum percaya. Paul yang duduk di sampingnya hanya tersenyum. "Kamu sudah melihatnya lima kali." "Enam kali" sahut Nadia. Yang membuat semua orang tertawa. Ayu memeluk map itu erat. "Kalian benar-benar gila." "Itu pujian atau hinaan?" tanya Daniel. "Belum tahu." Tawa kembali terdengar. Namun perlahan senyum Ayu memudar. Matanya kembali memanas. Kali ini bukan karena rumah, bukan karena pernikahan. Melainkan karena sesuatu yang jauh lebih besar. Ia meman

  • Om Bule Kekasihku   Hal Yang Belum Pernah Diucapkan

    Daniel tidak segera melanjutkan. Ia berjalan ke arah jendela besar itu lagi, seolah butuh udara meski ruangan sudah cukup sejuk. Punggungnya tegang, kedua bahunya turun-naik perlahan, seperti seseorang yang sedang mencari keberanian.Nadia hanya bisa menunggu. Ia meremas jemarinya sendiri, merasa j

    last updateÚltima actualización : 2026-03-18
  • Om Bule Kekasihku   Diantara Impian Dan Ketakutan

    Malam turun perlahan di Ubud, membawa kesejukan yang merayap lembut melalui jendela cafe. Setelah kepergian Rebecca, suasana masih terasa sunyi. Bukan sunyi yang menakutkan, melainkan sunyi yang membuat hati berdebar lebih kuat dari biasanya.Daniel dan Nadia masih duduk berdampingan, tangan mereka

    last updateÚltima actualización : 2026-03-17
  • Om Bule Kekasihku   Malam Yang Membuka Pintu

    Pintu belakang yang tiba-tiba terbuka itu menciptakan desiran udara dingin menerpa punggung Nadia. Ia memegang lengan Daniel tanpa sadar, mencari keseimbangan. Daniel menatapnya dengan cemas, namun kebahagiaan halus juga tampak di matanya: untuk pertama kalinya, Nadia mencari perlindungan pada diri

    last updateÚltima actualización : 2026-03-17
  • Om Bule Kekasihku   Yang Datang Dari Masa Lalu

    Sore itu langit Ubud memerah seperti bara lembut, dan Nadia sedang menutup tirai cafe ketika ponselnya bergetar. Nama Daniel muncul di layar. Ia tersenyum refleks yang selalu muncul belakangan ini.“Hey, Dan..” jawab Nadia.“Nad, kamu lagi di cafe?” tanya Daniel.Nada suara Daniel terdengar berat.

    last updateÚltima actualización : 2026-03-17
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status