เข้าสู่ระบบEnam belas tahun lalu, Mireya pergi meninggalkan Langit dengan membawa bayi dalam kandungannya. Bagi dunia, ia hanyalah gadis panti asuhan yang merebut dan menghancurkan masa depan pewaris Andaru Group. Kini, Reya kembali sebagai wanita sukses. Tanpa ia sadari, putranya justru bergabung di dojo milik Langit—ayah yang selama ini hanya ia kenal dari cerita sang ibu. Rahasia yang dijaga selama bertahun-tahun akhirnya pecah. Mampukah Reya dan Langit menemukan kesempatan kedua? Atau justru harus kembali memilih luka masing-masing?
ดูเพิ่มเติมWendy sampai di kantor tepat sesuai perintah Saga. Saat ia tiba, Saga baru saja selesai mengeringkan rambut setelah mandi. Pria itu tampaknya memang tidak pulang entah sejak kapan. Wendy tidak bicara banyak. Ia hanya menyapa singkat lalu duduk di tempatnya sambil menunggu perintah. Setelah merapikan rambut, Saga menyambar dompet dan kunci mobil. “Ayo.” Ajakan itu singkat, tanpa penjelasan. Meski begitu Wendy pun berdiri dan mengikuti langkah Saga keluar. Baru dua langkah meninggalkan studio, mereka berpapasan dengan Langit yang sepertinya memang sengaja akan menemui mereka.“Mau kemana ini pagi-pagi?” tanya Langit. Senyumnya cerah sekali pagi ini– lebih cerah dari biasanya.Sebaliknya, Saga justru menanggapi dengan ketus. “Bukan urusan lo.”Langit mengusap tengkuk sambil menyeringai tipis “Iya deh, iya.” “Ada perlu apa?” tanya Saga lagi, masih dengan nada datar yang tidak terdengar ramah sama sekali.“Nyari Wendy gue, bukan elo.”Alis Wendy terangkat sedikit. Ia menggeser tubu
Senin pagi,Reya langsung bangun waktu alarmnya berbunyi. Dia menyeret langkahnya ke kamar mandi, mencuci muka seadanya lalu keluar kamar sambil menahan kantuk. Dia butuh kopi.Namun belum sampai di meja yang Reya tuju, langkahnya langsung terhenti begitu melihat Wendy sudah duduk di meja makan dengan segelas kopi dan sepotong roti di tangan. Pakaiannya rapi, wajahnya sudah dipoles make up tipis, tas kerja bahkan sudah berada di samping kursi. Siap berangkat.Reya sampai melirik jam dinding sekali lagi, memastikan kalau dia bangun di jam normal dan tidak kesiangan. “Lo jam segini udah rapi aja Wen, mau kemana?” Wendy menoleh. Senyumnya tipis, sedikit masam.dan tersenyum masam. “Kerja lah. It is Monday, you know.”Reya menguap lebar sambil melanjutkan langkahnya ke meja dapur. “Kantor Lo sekarang ada jam kerja baru apa gimana?”“Kantor sih nggak ya,” balas Wendy setelah menghela napas murung, “cuma bos gue aja yang emang kadang-kadang suka diluar nalar.”“Tadi pagi tiba-tiba WA, kata
Setelah makan siang yang berakhir canggung tadi, mereka akhirnya pulang. Di perjalanan, Reya tetap menyetir. Dia tidak banyak bicara, hanya fokus pada jalanan dan kemudi yang ia genggam erat. Dan diamnya Reya ini pada akhirnya membawa suasana canggung sekaligus menegangkan. Wendy yang duduk di kursi samping pengemudi jelas paling tertekan. Berkali-kali ia menoleh ke Sky yang duduk di belakang. Keduanya saling memberi kode tanpa suara, jelas sedang membicarakan Reya, tapi Reya memilih diam pura-pura tidak peduli.Begitu mobil berhenti di garasi rumah, Reya langsung turun tanpa mengatakan apa-apa. Ia berjalan cepat masuk ke dalam rumah dan bergegas menuju kamarnya. Di belakangnya, Reya bisa dengar Wendy dan Sky berkasak-kusuk. Kepanikan jelas terasa dalam bisik-bisik itu, tapi Riya tetap memilih tidak mau tahu, kepalanya sudah terlalu penuh.Sampai tepat ketika Reya sudah berdiri di depan pintu kamar, Sky menahan tangannya.“Ibu…” Reya berhenti.“Boleh ngomong bentar nggak?”Reya men
Sudah lewat pukul dua siang waktu akhirnya Sky dan teman-temannya menyerah. Lyra mulai merengek lapar. Elio juga sudah mengeluh dari tadi. Energi mereka yang tadi seolah tidak ada habisnya, kini benar-benar sudah terkuras. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan di area foodcourt yang ada di Dufan. Pilihan makanan beragam, dari jajanan cepat sampai restoran keluarga. Setelah diskusi singkat, rombongan itu sepakat untuk masuk ke Yoshinoya.Begitu masuk, sudah ada beberapa orang yang berbaris mengantri.Langit menoleh ke anak-anak. “Mau makan apa?” tanyanya.“Mau pilih sendiri, atau O aja yang pesenin, kalian duduk?”Elio langsung angkat tangan tangan. “Ikut Om Langit aja. Yang penting enak, cepet, dan bikin kenyang.”Yang lain mengangguk setuju.Langit lalu menoleh ke Reya dan Wendy. “Kalian gimana, Wen, Re? Mau pilih sendiri?”“Gue samain kayak anak-anak aja,” jawab Wendy santai.“Aku juga,” tambah Reya pelan.Langit tersenyum. “Oke. Gue aja yang antri. Kalian duduk dulu.”“Nggak a
Langit berdiri cukup lama di depan pintu. Tangganya sempat menyentuh knop, tapi ia tarik lagi. Telapak tangannya dingin, dadanya berdebar gugup. Rasa malu, takut dan bersalah bercampur jadi satu. Ini konyol. Ia seorang CEO perusahaan sebesar Skywave, menghadapi rapat direksi, investor y
Pukul tiga pagi, dan Reya masih terjaga.Sudah lama ia duduk di tepi ranjang, bersandar pada headboard. Lampu kamar sengaja dibiarkan redup, sewarna dengan sunyi di luar yang makin pekat. Tubuh dan pikirannya kele
Lain hari, lain gebrakan. Siapa lagi kalau bukan Sagara. Saga baru saja menyelesaikan sebuah lagu. Seperti lagu-lagu ciptaan Saga yang lain, kali ini pun sama bagusnya. Musiknya digarap dengan sangat apik. Bahkan hanya dengan mendengar melodinya saja, kamu sudah bisa merasakan sendu yang pelan-pel
Hal paling lemah dan tidak konsisten adalah perasaan manusia.Dua detik lalu, Reya sudah yakin untuk pergi. Yakin untuk menutup pembicaraan yang jelas akan menyeretnya ke tepi jurang. Tapi keyakinan itu runtuh han






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น