
Anak Haram Sang Kaisar
Ibunya telah tewas atas permaisuri sebagai dalangnya.
Cassian yang lahir dari hubungan tak sah seorang kaisar dan pelayan harus hidup dalam nestapa.
Setelah penolakan yang ibunya terima dari istana tepat pada insiden hujan darah, tak ada yang mengenal mereka lebih dari seorang buangan.
Pada usia 25 tahun, Ia mengira ada secercah harapan, ketika Alactra sang putra mahkota mengundangnya untuk memasuki istana. Namun kenyataannya, tak lebih untuk menempatkannya sebagai seorang pelayan. Ia telah melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh demi bertahan hidup selama setahun.
Masih tak puas dengan itu, rupanya permaisuri sudah merencanakan banyak hal untuknya.
Ia tewas di usia 26 tahun dengan racun ular perak dan satu tebasan pedang atas perintah wanita itu.
Sedangkan sang kaisar telah tenggelam bersama kekuasaannya akibat pemberontakan.
Mungkin hanya kegelapan yang tersisa bagi pemuda itu.
Namun dalam kegelapan yang sama, tiba-tiba ia kembali ke 14 tahun yang lalu, terbangun di tubuhnya yang masih berusia 12 tahun.
Sebuah kesempatan kedua dengan dendam yang berkemuluh, mampukah ia menggulingkan permaisuri dan menghentikan segala tragedi?
Read
Chapter: Bab 46 : Membeli Sepuluh Budak "Terjual ke nomor 41!" pembawa acara itu segera mengetuk palu seakan buta oleh harga yang sudah Cassian cetuskan. ***Dari bagaimana pembawa acara itu bertindak tergesa-gesa, Cassian dapat mengetahui ada sesuatu yang tidak beres. Bahkan Seth yang sedari tadi hanya berbaring nyaman ikut memberikan anggukan. "Siapa pembawa acara itu?" tanya Cassian kepada Rona dan Ayato. Meskipun mereka tidak tahu info lengkapnya, tapi sebuah jawaban tetap muncul."Namanya adalah Arkan, pemilik Kalagor setelah pemilik aslinya yang merupakan kakak kandungnya sendiri pensiun. Pria itu punya sifat yang serakah terhadap uang juga kekuasaan. Mungkin itu juga penyebab ia segera mengetuk palu begitu mendengar tawaran harga anda." ungkap Rona dengan sudut pandangnya. Meksipun 10000 akrasa adalah uang yang tak sedikit, ditambah penjelasan Rona yang cukup masuk akal, Cassian merasa ada sesuatu yang lain di balik itu. Jika memang yang diinginkan Arkan adalah uang, seharusnya ia tak menutup penawaran lelang d
Last Updated: 2025-12-08
Chapter: Bab 45 : Ronia dan Kalagor "Pengawal! Bawa pelayan itu ke penjara istana!" ***Dalam perintahnya, dua orang pengawal istana hadir dan segera menyeret pelayan bernama Pinotte itu untuk dilempar ke jeruji besi. Pemandangan itu memberikan sedikit rasa puas di benak Casandra namun berbeda para pelayan lain yang terlihat gemetar setengah mati. "Y-yang mulia, ampuni kami. Kami benar-benar disuruh oleh permaisuri! Kami diminta untuk mengawasi makanan pangeran Cassian dan melapor segala gerak-geriknya." pelayan itu telah mencetuskan keinginannya, namun Valerius tak tergugah maupun melepaskan pahatan wajah kaku itu. Ia menyimpan kembali pedang aura dari tangannya kembali seraya mengambil alih dokumen-dokumen yang telah Cassandra dapatkan dari Ron. "Aku tidak peduli kalian melakukannya terpaksa atau tidak. Jika kalian berani mencelakai anggota keluarga istana, hanya hukuman yang akan kalian dapat." tegas Valerius membolak-balikkan halaman itu satu persatu, ia kembali dengan suaranya yang penuh komando."Ron, bawa se
Last Updated: 2025-12-07
Chapter: Bab 44 : Pembersihan Dari Dalam Cassian mendesah dengan frustasi. Ia bukan berarti membeci kabar itu. Hanya saja, keadaan ia dan ibunya belum cukup stabil. Lalu tiba-tiba sebuah kehamilan? Sialan pak tua itu.Pantas saja tiba-tiba dia mengakui semuanya.Rupanya kau merasa bersalah karena hal ini. ***Cassian menggaruk bagian belakang kepalanya, kedua matanya yang sebelumnya tajam melerai dengan lembut. Kini wajahnya tak lagi kaku justru timbul dengan keteduhan."Aku turut senang kalau begitu, tolong jaga kesehatan ibu dengan baik. Apa ayah sudah tahu tentang ini?" tangannya mendekap kedua tangan Cassandra perlahan memberikan ketenangan. Cassandra mengangguk masih dengan wajah yang malu-malu, mata yang lebar berwarna biru, kulit yang masih kencang dan bentuk wajah bulat mungil dengan senyum bak mawar yang baru mekar itu, memang tak bisa dipungkiri tak akan ada yang mampu bertahan dengan godanya. Hanya saja kali ini waktunya memang
Last Updated: 2025-12-06
Chapter: Bab 43 : Aku Punya Adik?"Hahaha, sudah Bu. Kami tidak akan bertarung lagi." jelas Cassian dengan senyum canggungnya. ***Setelah Cassian kembali ke posisinya beserta Nolan, barulah Cassandra tersenyum lembut dengan napas yang lega. Di belakangnya, Wilona melirik dengan ketidaksukaan, pemicunya masih sama.Baginya bahkan bagi selir lainnya apalagi sang istri utama kaisar yakni permaisuri, kenyataan bahwa ia Cassandra seorang pelayan sangat menggores harga dirinya. Harga diri di sini adalah ketika Valerius menempatkan kedudukan yang sama antara istri lainnya yang merupakan seorang bangsawan bersama Cassandra yang hanya seorang rakyat jelata membuat mereka mempertanyakan kelayakan mereka sendiri. Status adalah segalanya di kekaisaran Magnus.Mungkin Valerius tak menyangka bahwa pikiran perempuan akan serumit itu, karena itu Wilona juga istri-istrinya yang lain tak pernah melakukan protes secara terang-terangan.Pernikahan mereka juga bagian dari politik bukan hal personal seperti yang ia dan Cassandra lakuka
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Bab 42 : Menghentikan Pertarungan "Kau mendapatkan elemen ganda? Trik apa yang kau gunakan? Apa ayah memberikanmu sesuatu?" tanya Ruby dengan suara menohok. Ia menutup ekspresi wajahnya dengan kipas lipat. ***Cassian mendengar pertanyaan Ruby bagai angin lalu. Ia menggunakan kelingking untuk mengorek telinga kanannya. Dari sana wajah Ruby semakin memerah dengan geram. "Bajingan sialan! Kau berani mengabaikanku?!" Cassian tersenyum miring, rasanya puas bisa memancing amarah gadis itu, ia hanya bermain-main karena tak berniat menjawab apapun dari orang yang tidak relevan. Ke empat elemen dari benih cahaya telah aktif, alasan kenapa petugas hanya bisa memindai dua elemen karena Seth telah melakukan sesuatu, entah apa ia perbuat dengan kekuatannya. Sekarang aku malah penasaran kemana tuan Seth selalu pergi.Katanya akan mengajariku sihir kuno, tapi yang ia lakukan selalu mondar mandir tidak jelas. Apa dia menemui seseorang? Setelah kejadian Kalaine di hutan merah, Seth yang memutuskan untuk menetap di hutan itu
Last Updated: 2025-12-04
Chapter: Bab 41 : Pemindaian Benih Roh Pagi hari Kekaisaran Magnus : Area Kompetisi Bunyi langkah sepatu satu persatu tiba di bangunan podium berdiameter seperkian yang amat luas. Sepuluh anak kaisar telah melangkah menuju kursi khusus pangeran dan para putri. Dari gerbang masuk, hiritan manusia dengan usia muda berbondong-bondong melaju dengan berbagai model kostum yang berbeda. TAKRuby membuka kipas lipatnya, ia menatap ke arah area luas dengan batu paving yang tertanam rapi, dari sana semua orang menetapkan pemberhentiannya masing-masing. Gadis itu membuka sela bibirnya "Sepertinya tahun ini lumayan banyak yang ikut. Mereka sungguh mendapatkan berkah dewa? Atau hanya ingin menonton?" cetus gadis itu dengan senyum miring. Cassian duduk menyilangkan kakinya, ia menatap setiap peserta yang hadir di area kompetisi, beberapa peserta mencuri perhatiannya dengan sesuatu yang menarik.Matanya menangkap seorang pemuda dengan tubuh tegak yang apik, rambutnya berwarna krim dengan kedua mata ungu cerah yang berkilauan. Se
Last Updated: 2025-12-04