author-banner
de Banyantree
de Banyantree
Author

Novels by de Banyantree

Gairah Nakal Brondong Pemikat Hati

Gairah Nakal Brondong Pemikat Hati

Bagaimana bisa Juno putra tiri Vivian, seorang pria yang sudah dianggap sebagai putranya sendiri mencintai dirinya. Sementara perselingkuhan sang suami semakin membakar habis hati dan perasaannya yang suci. Selama ini hidupnya benar-benar didedikasikan untuk suaminya. Antara memilih pergi atau terperangkap dalam cinta sang putra tiri. Yang tiba-tiba muncul menawarkan sesuatu sensasi yang telah lama hilang dalam diri Vivian. Bagaimana Vivian memilih jalan hidupnya, setelah dia benar-benar hancur dan terpuruk? Pilihan apa yang harus dia buat, demi untuk tetap menjaga image nya
Read
Chapter: Akhir yang Sempurna
Malam pertama di rumah terasa begitu berbeda. Meskipun kamar bayi itu kini lebih mirip laboratorium medis mini, atmosfernya jauh lebih hangat daripada bangsal rumah sakit yang kaku. Cahaya lampu redup berwarna kekuningan memberikan kesan tenang, kontras dengan kerlip lampu indikator pada mesin inkubator yang menjaga suhu tubuh Arka dan Kiara.​Juno masuk ke kamar dengan membawa segelas susu hangat dan sepiring kecil camilan sehat untuk Vivian. Ia mendapati istrinya masih terjaga, duduk di kursi menyusui tepat di antara dua inkubator tersebut.​"Belum mengantuk, Vi? Ini sudah hampir tengah malam," bisik Juno lembut agar tidak mengganggu dua perawat profesional, Suster rini dan Suster Maya, yang sedang sibuk mencatat grafik perkembangan bayi di meja sudut ruangan.​Vivian menoleh, senyumnya tidak lepas dari wajahnya yang masih sedikit pucat. "Bagaimana bisa aku tidur, Jun? Melihat mereka bernapas dengan tenang di sini saja sudah membuatku merasa seperti sedang bermimpi. Terima kasih ya,
Last Updated: 2026-02-05
Chapter: Pulang
Tiga hari berlalu dengan cepat di rumah sakit. Luka bekas operasi sesar Vivian mulai mengering, dan rasa mulas akibat prosedur laparoskopi tempo hari pun sudah jauh berkurang. Vivian sudah mulai bisa berjalan tegak, meski langkahnya masih pelan dan hati-hati. Pagi itu, Dokter Handoko datang melakukan visit rutin dengan senyum khasnya yang kebapakan.​"Kondisi fisik Ibu Vivian sangat luar biasa. Pemulihannya cepat sekali," puji Dokter Handoko sambil memeriksa grafik medis. "Hari ini Ibu sudah diperbolehkan pulang. Jangan lupa obatnya diminum rutin dan jangan mengangkat beban berat dulu, ya."​Vivian tersenyum lega, namun sedetik kemudian tatapannya beralih pada Juno yang berdiri di samping tempat tidur. Ada kegelisahan yang menggantung di udara.​"Lalu bagaimana dengan bayi kami, Dok?" tanya Juno cepat. Suaranya terdengar cemas. "Apa Arka dan Kiara sudah bisa ikut pulang bersama mamanya?"​Dokter Handoko menghela napas pendek, lalu melipat tangannya di depan dada. "Untuk sementara, bia
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: Ruang bayi
Setelah perawat selesai menyuntikkan obat penenang ringan dan penstabil tensi, kantuk mulai menggelayuti kelopak mata Vivian. Dokter Handoko memberikan instruksi terakhir kepada timnya sebelum kembali menoleh pada Juno.​"Kita akan membawanya ke ruang tindakan sekarang, Pak Juno. Prosedurnya tidak akan selama operasi sesar tadi siang karena ini tindakan laparoskopi minimal. Kami hanya akan menutup akses saluran tuba agar tidak terjadi kehamilan di masa depan," jelas Dokter Handoko dengan nada yang sangat menenangkan.​Juno mengangguk, melepaskan genggaman tangannya dengan berat hati namun penuh keyakinan. "Lakukan yang terbaik, Dok. Saya titip istri saya."​Roda brankar berderit halus saat perawat mendorong Vivian keluar dari kamar 402. Juno hanya bisa berdiri di ambang pintu, menatap punggung para medis itu hingga menghilang di balik pintu ganda ruang sterilisasi. Lorong rumah sakit kini terasa lebih sunyi, namun anehnya, perasaan Juno jauh lebih damai. Ia tahu, keputusan ini adalah
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: Keputusan
Juno melangkah pelan menyusuri lorong rumah sakit yang mulai temaram. Pikirannya masih tertuju pada penjelasan Dokter Handoko. Sterilisasi. Sebuah kata yang terdengar berat, namun terasa seperti satu-satunya jalan logis untuk menjaga agar napas Vivian tetap berembus di sisinya.​Begitu membuka pintu kamar 402, ia mendapati Vivian sudah bersandar pada bantal yang ditumpuk tinggi. Masker oksigennya sudah diganti dengan selang kecil di hidung , membuat wajah cantiknya terlihat lebih jelas.​"Dari mana, Jun?" suara Vivian masih agak serak, tapi sorot matanya sudah jauh lebih fokus.​"Habis dipanggil Dokter Handoko sebentar, Sayang," jawab Juno sambil tersenyum menenangkan. Ia mendekat, mengusap pipi Vivian yang mulai terasa hangat. "Gimana? Masih pusing banget?"​Vivian menggeleng lemah. "Lapar sedikit. Tapi rasanya kayak habis lari maraton, badan remuk semua."​Kebetulan sekali, seorang pramusaji rumah sakit masuk membawakan nampan berisi bubur halus, sup bening, dan segelas air putih ha
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Peringatan dokter
Juno mengusap lembut kepala Vivian, membiarkan jemarinya menyisir rambut istrinya yang sedikit berantakan. Ia bisa merasakan napas Vivian yang mulai dalam dan teratur, pertanda wanita itu kembali terlelap dalam tidur yang lebih berkualitas setelah perjuangan hidup dan mati di meja operasi.​"Istirahat ya, Vian. Kamu butuh ini," bisik Juno pelan.​Baru saja Juno hendak menyandarkan punggungnya di kursi, pintu kamar diketuk pelan. Bayu melongokkan kepalanya dengan ekspresi yang sulit ditebak. "Pak, maaf mengganggu. Dokter Handoko baru saja berpesan, kalau Bapak sudah tenang, beliau minta Bapak ke ruangannya sebentar."​Juno mengangguk. Meski hatinya enggan beranjak satu senti pun dari sisi Vivian, ia tahu ada hal medis yang harus ia dengar langsung. Ia memberikan instruksi singkat pada Bayu untuk menjaga di depan pintu dan segera melaporkan jika ada pergerakan sekecil apa pun dari Vivian.​​Juno melangkah masuk ke ruangan yang didominasi aroma antiseptik dan jajaran buku medis itu. Dok
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Lega
"Dok, saya boleh lihat Vivian sekarang?" tanya Juno dengan nada mendesak, matanya masih memerah namun memancarkan harapan yang begitu besar.​Dokter Handoko tersenyum maklum, ia sudah sangat terbiasa melihat ekspresi seorang suami yang sedang dilanda euforia sekaligus kecemasan pascaoperasi. "Sabar, Juno. Vivian sedang dipindahkan dari ruang pemulihan ke ruang perawatan VVIP. Obat biusnya belum hilang sepenuhnya, jadi dia mungkin belum sadar total. Tapi silakan, kamu bisa menemaninya di sana."​Mendengar izin itu, Juno tidak menunggu dua kali. Ia bergegas mengikuti arahan perawat, mengabaikan rasa pegal di kakinya setelah berjam-jam duduk di kursi keras koridor. Bayu, yang masih setia mengikuti, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat bosnya yang biasanya berjalan dengan langkah penuh wibawa, kini hampir berlari kecil seperti remaja yang sedang jatuh cinta.​"Pak, pelan-pelan! Istri Bapak tidak akan lari ke mana-mana," goda Bayu pelan, mencoba mencairkan suasana.​Juno hanya menoleh s
Last Updated: 2026-02-02
Dalam Jerat Hangat Pelukan Suami Kakak Tiriku

Dalam Jerat Hangat Pelukan Suami Kakak Tiriku

Aruni, Gadis manis kesayangan papanya. Harus menerima kenyataan, mendapatkan keluarga baru dan tinggal di rumahnya. Nyonya Gina, dan putrinya Jenny yang tengah hamil. Karena kecelakaan, Jenny mati. Tapi Aruni yang harus menanggung kesalahan kecelakaan itu. Merawat bayi Jenny. Saat Nyonya Gina mengadu pada Aster, suami Jenny. Pria tampan, arogan, dan tempramental Semuanya berubah.💞
Read
Chapter: Pulang
Mobil Raka berhenti tepat di depan gerbang besar rumah Aruni. Hari sudah beranjak malam, dan lampu jalanan menyorotkan bayangan panjang di atas aspal.​"Terima kasih untuk hari ini, Rak. Benar-benar hari yang melelahkan tapi luar biasa," kata Aruni sambil melepas sabuk pengaman.​Raka tersenyum dari balik kemudi, ekspresinya hangat. "Sama-sama. Ingat, CEO, istirahatlah. Besok kita punya agenda besar untuk kampanye transparan itu. Jangan memikirkan Aster dulu, oke?"​Aruni mengangguk, lalu melangkah keluar. Ia sempat melambaikan tangan sebelum Raka memutar balik mobilnya. Begitu ia memasuki pekarangan, suasana sunyi menyambutnya. Rumah itu tampak megah, namun malam ini terasa begitu dingin dan hampa. Lampu-lampu kristal di ruang tamu tidak dinyalakan, hanya ada beberapa lampu sorot kecil yang menerangi koridor utama.​Gelap, pikirnya. Aster tidak ada di rumah.​Aruni berjalan pelan menuju kamar Abam. Pintu kamarnya sedikit terbuka, dan dari celah itu ia bisa melihat lampu tidur berwarn
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: Test
​Pagi itu, sinar matahari menembus celah gorden kamar Aruni. Tidak ada suara alarm yang melengking paksa, karena Aruni sudah terjaga bahkan sebelum jarum jam menunjukkan pukul tujuh. Ia merasa segar, sebuah sensasi yang sudah lama absen dari rutinitasnya.​Tepat pukul sembilan, klakson mobil Raka terdengar di depan pagar. Aruni segera meraih tasnya, memastikan dokumen strateginya tersusun rapi. Saat ia masuk ke kursi penumpang, aroma kopi americano memenuhi kabin mobil Raka.​"Tepat waktu. Nice," sapa Raka tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. Ia terlihat rapi dengan kemeja biru muda yang digulung sampai siku. "Sudah siap buat 'tes' hari ini?"​Aruni menyesap kopi yang disodorkan Raka. "Tes apa? Tes mental atau tes operasional?"​"Keduanya," jawab Raka santai. "Kita bakal bertemu orang-orang yang dulu mungkin meremehkan Aruni Glow karena mereka pikir kamu cuma 'istri Aster'. Hari ini, mereka bakal tahu kalau kamu adalah CEO yang bicara dengan data, bukan dengan koneksi suami."​Arun
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Langkah awal
​Langkah Aruni terasa ringan, meski dadanya masih menyisakan sisa-sisa debu emosi dari percakapannya dengan Aster. Ia tidak segera memanggil taksi daring. Ia memilih berjalan kaki menuju halte terdekat, membiarkan angin malam Jakarta yang lembap menyapu wajahnya.​"Rapuh, ya?" gumamnya pelan, mengulang judul bab kehidupan yang sedang ia jalani di dalam kepalanya sendiri. "Lucu sekali. Selama ini aku pikir akulah yang rapuh, ternyata suamiku pun punya retakan yang sama dalamnya."​Ponsel di tasnya bergetar lagi. Bukan Aster, melainkan Raka. Sebuah pesan singkat masuk: Jangan lupa, besok jam 9 pagi kita ke kantor distributor. Jangan begadang mikirin masa lalu, Aruni. Fokus ke masa depan.​Aruni tersenyum. Raka adalah tipe orang yang tidak perlu banyak bicara untuk memberikan rasa aman. Ia tidak menawarkan janji manis, tapi ia memberikan kepastian logis.​Tiba-tiba, sebuah mobil sedan perak berhenti tepat di samping trotoar tempat Aruni berjalan. Kaca jendela turun, menampakkan wajah Rak
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Persimpangan
Raka berjalan di samping Aruni menuju parkiran, langkah mereka serempak. Aruni masih merasakan sisa-sisa adrenalin yang bergejolak di dadanya. Tangannya yang memegang tas sedikit gemetar, bukan karena takut, melainkan karena ia baru saja menyadari bahwa ia bisa—dan mampu—menutup pintu bagi Aster.​"Kamu tadi keren banget," celetuk Raka, memecah keheningan saat mereka sampai di dekat mobil Raka.​Aruni tersenyum tipis, kali ini senyumnya lebih tulus. "Keren? Aku merasa lebih seperti sedang berakting di drama Korea kelas dua. Tapi, entahlah, Rak. Aku capek. Capek harus pura-pura kalau semuanya baik-baik saja."​Raka bersandar pada badan mobilnya, menatap Aruni dengan pandangan teduh. "Kamu nggak harus pura-pura. Kamu tahu kan, di dunia kedokteran, luka yang dibiarkan terus menerus tanpa dibersihkan bakal infeksi? Begitu juga perasaanmu."​"Dan kamu sedang menawarkan diri jadi antiseptiknya?" tanya Aruni dengan nada bercanda, berusaha mencairkan suasana yang mulai berat.​"Aku cuma teman
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Investor
Minggu-minggu setelah pengakuan itu, rumah mereka benar-benar menjadi ruang hampa. Aster mencoba segala cara—mulai dari memesankan makanan favorit Aruni, hingga sengaja pulang lebih awal—tetapi Aruni selalu memiliki kesibukan "mendadak". Jika tidak ada revisi laporan praktikum, maka ada seminar yang harus dihadiri. Aruni tidak marah, ia hanya... tidak ada.​Namun, di balik sikap dingin yang ia tunjukkan pada Aster, badai lain justru menghantam dunianya yang lain: Aruni Glow.​Siang itu, di kantin kampus, Aruni duduk dengan laptop yang menyala. Matanya memicing menatap grafik penjualan bulan ini yang terjun bebas. Laporan dari kepala toko Aruni Glow di ponselnya membuat tengkuknya meremang.​"Penjualan turun 40 persen, Run? Angka ini tidak masuk akal," suara bariton yang familiar memecah konsentrasi Aruni.​Aruni menoleh, mendapati Raka Bumi sudah berdiri di sampingnya dengan nampan berisi kopi. Kini Raka sudah mulai akrab dengan Aruni.​"Aku juga tidak tahu, Rak. Padahal stok aman, so
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Diam
​Malam itu, rumah mereka yang megah terasa seperti sebuah museum. Dingin, sunyi, dan tak berpenghuni meski Aruni dan Aster berada di bawah atap yang sama.​Aruni memilih untuk menghabiskan waktu di ruang keluarga, duduk di sofa dengan buku kedokteran yang sebenarnya tidak ia baca sama sekali. Matanya menatap halaman yang sama selama dua jam. Ketika Aster masuk ke ruangan dengan wajah lelah dan kemeja yang berantakan, Aruni bahkan tidak menoleh. Ia sengaja memfokuskan pandangannya pada paragraf tentang prosedur bedah minor, seolah-olah itu adalah hal terpenting di dunia.​Aster berdiri di ambang pintu, ragu-ragu. Ia memegang dua gelas cokelat hangat. Kebiasaan lama mereka saat sedang penat.​"Run," panggil Aster pelan. Suaranya serak.​Aruni membalik halaman buku dengan tenang. "Hm?"​"Aku... aku buatkan cokelat hangat. Seperti yang kamu suka." Aster melangkah mendekat, meletakkan gelas itu di meja tepat di depan Aruni.​Aruni menutup bukunya dengan pelan, meletakkannya di samping, lal
Last Updated: 2026-06-08
You may also like
Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan
Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan
Romansa · Leona Valeska
286.7K views
Bercinta Dengan Sang Iblis
Bercinta Dengan Sang Iblis
Romansa · Yuyun Batalia
286.6K views
Bukan Suami Biasa
Bukan Suami Biasa
Romansa · Naya Naya
286.1K views
DALAM CENGKERAMAN SANG MAFIA
DALAM CENGKERAMAN SANG MAFIA
Romansa · Jemyadam
286.1K views
Dinikahi Om Duda
Dinikahi Om Duda
Romansa · Suci Komala
285.8K views
Menaklukkan CEO Playboy
Menaklukkan CEO Playboy
Romansa · Ethan Choi
283.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status