Chapter: bab 87| kepergian SeanaGideon mengerjapkan matanya ketika sinar matahari menerobos dari sela-sela jendela ruang kerjanya. Pria itu lantas membuka mata sepenuhnya sambil melihat sekeliling ruang kerjanya yang terasa sepi.Ketika kepala Gideon terangkat, sensasi pegal dan nyeri langsung terasa di lehernya. Wajar saja, karena tadi malam Gideon tertidur dalam posisi duduk dengan kepala yang bersandar pada kursi.Gideon memijat tengkuk lehernya. Dia lantas berdiri dan berjalan menuju kamarnya.Ketika Gideon sampai di depan pintu kamar, dia mengetuk pelan pintunya. "Seana?" panggilnya kepada Seana.Tak ada sahutan sama sekali dari balik pintu. Alhasil, Gideon mencoba membuka pintunya.Ia mengerutkan alisnya bingung ketika pintu kamarnya bisa terbuka. Langkah kakinya yang tenang berjalan memasuki kamar utama."Seana?" Gideon kembali memanggil istrinya. Kali ini, jantungnya berdetak tak karuan dengan mata yang mengedar melihat sekeliling.Gideon berlari menuju kamar mandi mencari kehadiran Seana. Dia juga berjalan
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: bab 86| KlarifikasiGideon melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya dengan langkah pelan. Dia sudah berkali-kali memanggil nama Seana untuk membukakan pintu kamar mereka, namun istrinya itu tak kunjung merespons.Gideon meraup wajahnya dengan kasar. Dia mendudukkan diri di kursi kerja, lalu mengeluarkan ponsel dari saku celana.Sesaat, Gideon memandangi angka di layar yang menunjukkan pukul dua dini hari. “Sepertinya Seana sudah tidur,” ucapnya pelan, berusaha berpikir positif kalau Seana memang telah tertidur. Gideon menghela napas kasar, sambil menatap meja kerjanya. Sesaat, pikiran pria itu tertuju pada kertas yang berada di atas meja. “Aku tidak mungkin membiarkan Seana mendapatkan hujatan. Aku juga tidak ingin rumah tangga kami berakhir begitu saja.” Gideon memejamkan matanya lelah.Helaan napas kasar kembali terdengar dari mulut Gideon. Ia lantas mengambil kertas beserta pulpen yang ada di meja sambil menguatkan cengkeraman pada pulpen, lalu memberanikan diri untuk menuliskan huruf demi huruf.
Last Updated: 2026-08-24
Chapter: bab 85| Kediaman LuelleKetika waktu menunjukkan pukul empat pagi, Seana lebih dulu membuka matanya. Wanita itu dengan gerakan tergesa berjalan menuju kamar mandi untuk sekadar membersihkan dirinya dengan cepat.Ketika Seana keluar dari kamar mandi, dia sudah melihat Kier yang berdiri di lantai dan Kiel yang mendudukkan dirinya di kasur dengan wajah bantalnya.Tanpa mengatakan apa pun, Seana beralih menuju walk in closet. Wanita itu mengeluarkan koper beserta tas miliknya yang akan ia bawa pergi.Untuk pakaian si kembar, Seana dengan sengaja tidak membawanya. Karena baginya, ia bisa membeli pakaian untuk mereka nanti."Mommy, kenapa Mommy mengeluarkan koper?" Kiel bertanya dengan bingung. Wajah bantalnya menatap Seana menuntut penjelasan.Namun, Seana tak menjawab. Sebagai gantinya, Kier yang malah membuka suaranya."Kita akan pergi, tapi jangan bilang siapa-siapa kita akan pergi.""Apa? Ke mana?" tanya Kiel kembali, masih mempertahankan raut bingungnya.Kier mengangkat kedua bahunya, tanda ia tidak mengetah
Last Updated: 2026-08-23
Chapter: bab 84| Mommy atau daddy?Seana terdiam membeku. Tatapan wanita itu beralih kepada koper lalu Kier secara bergantian. Ia bingung harus mengatakan apa."Apa kita akan pergi, Mommy?" Kier berjongkok, menyamakan tubuhnya dengan sang ibu sambil menatap koper di hadapannya.Namun, Seana tak kunjung menjawab pertanyaannya. Hal itu semakin membuat Kier merasa kebingungan."Mommy? Kenapa Mommy diam saja?" Kier kembali berbicara. Tangannya yang kecil menggenggam tangan Seana erat.Seana menghela napas pelan. Ia melepaskan genggaman tangan mereka dan beralih mendekap wajah kecil Kier. "Kier, Mommy akan pergi."Kier mengerjapkan matanya. Alisnya berkerut bingung tak mengerti. "Maksud Mommy kita, kan? Aku dan Kiel akan ikut bersama Mommy, kan?""Tidak. Mommy akan pergi dari sini tanpa kalian berdua!" Seana menegaskan ucapannya.Sedangkan Kier yang mendengar hal itu langsung menggeleng cepat, tanda tidak menyetujuinya. "Kenapa aku dan Kiel tidak ikut? Mommy, kami berjanji akan menjadi anak yang baik! Jadi bawa kami pergi,
Last Updated: 2026-08-23
Chapter: bab 83| koper?Seana menatap kosong interior kamar di hadapannya. Wanita itu kembali menyisir rambutnya frustrasi ketika mendengar suara Gideon dari balik pintu.Gideon terus memanggil namanya, mengucapkan beribu kata maaf, dan mengungkapkan penyesalannya.Namun, seberapa pun pria itu meminta maaf, Seana tak bisa memaafkannya dengan mudah. Bagaimanapun juga, Seana asli menikah dan mengandung anak dari Gideon karena jebakan laki-laki itu.Jadi pantas saja Seana asli selalu menyiksa anak-anaknya, bahkan enggan menganggap mereka sebagai anaknya.Pantas saja kalau Seana asli berselingkuh dan menjalin hubungan dengan laki-laki di luar sana tanpa memedulikan perasaan Gideon.Yang paling menyakitkan lagi, Seana asli dan kedua orang tuanya tidak mengetahui kalau rentetan kejadian itu adalah sebuah rencana Gideon.Mereka hanya mengetahui kalau Seana dan Gideon berada di bawah pengaruh alkohol sehingga melakukan hal itu.Seana menghapus air matanya yang kembali menetes. Bagaimanapun juga, ia adalah seorang pe
Last Updated: 2026-08-22
Chapter: bab 82| penyesalan GideonKetika Seana berlari pergi darinya, Gideon dengan cepat ikut berlari mengejar wanita itu. Namun, ketika Seana menaiki undakan tangga dan bukannya menaiki lift, Gideon dengan sengaja memelankan laju larinya karena takut jika Seana akan tergelincir.“Seana, jangan berlari di tangga!”“Seana! Kamu bisa jatuh jika berlarian di tangga!”“Seana!”Ketika kaki Seana sudah berdiri tepat di depan pintu kamar utama dan membukanya, Gideon menahan pintunya. Mata Gideon menangkap siluet tubuh kecil Kiel dan Kier yang tertidur lelap di atas kasur.Karena tak ingin membuat keributan di hadapan anak-anaknya, Gideon melangkah mundur dari pintu. Bertepatan dengan itu, Seana dengan segera menutup pintu dan menguncinya rapat.“Seana, maafkan saya…” Gideon berucap pelan. Ia bahkan tak yakin apakah Seana mendengar suaranya atau tidak.Namun yang pasti, Gideon merasa bersalah kepada wanita itu. Dia merasa bersalah karena telah merenggut mimpi dan seluruh keinginan Seana.“Seana, saya mengakui kesalahan saya…
Last Updated: 2026-08-22