author-banner
rrhacha
rrhacha
Author

روايات بقلم rrhacha

Aku Menjadi Ibu Dari Tokoh Antagonis

Aku Menjadi Ibu Dari Tokoh Antagonis

Setelah menangis karena kematian tragis tokoh antagonis favoritku, aku malah terbangun di dalam novel sebagai Seana Luelle, ibu gila yang menyiksa kedua anak kembarnya dan ditakdirkan mati dalam kecelakaan. Yang lebih mengejutkan, salah satu anakku adalah Kier, tokoh antagonis yang paling kusayangi. Kali ini, aku akan mengubah takdir mereka. Menjadi ibu yang baik untuk kedua anakku, sekaligus menjadi istri yang baik bagi Gideon Avello Alejandro.
قراءة
Chapter: bab 47| Diana
Gideon melangkahkan kakinya memasuki ruang kerja. Di belakangnya, Jason masih setia mengikuti ke mana pun ia pergi. Ketika membuka pintu ruang kerjanya, Gideon dikejutkan dengan kehadiran seorang wanita paruh baya berusia 53 tahun yang sedang duduk di sofa panjang. Tanpa berkata apa pun, ia segera melangkah masuk dan duduk di hadapan wanita itu. “Mom?” Jason mengikuti tuannya, lalu ikut mendudukkan diri di sebelah Gideon sambil menunduk hormat. “Selamat pagi, Nyonya.” Tatapan wanita yang semula terpaku pada layar ponselnya itu beralih menatap Gideon. Dia adalah Diana Lavinia Alejandro, Nyonya Besar keluarga Alejandro sekaligus ibu dari Gideon. Diana memiliki potongan rambut pendek sebahu dengan raut wajah teduh yang menghangatkan. Gaun panjang berwarna putih yang dikenakannya membuat wanita itu terlihat sangat elegan. Mata Diana terpaku sesaat ketika melihat kemeja biru terang yang dipakai putranya. “Tumben sekali menggunakan kemeja biru muda? Kamu ingin menghadiri pertemuan?” ta
آخر تحديث: 2026-07-27
Chapter: bab 46| desain kamar untuk si kembar
Seana memakaikan kedua anaknya pakaian, dan membantu mereka menyisir rambut agar terlihat rapi.Sedari tadi, si kembar hanya berdiam diri tanpa mengeluarkan sepatah kata apa pun. Kepala mereka menunduk, dengan raut bersalah yang tercetak jelas.Dan Seana menyadari itu. “Apa kalian marah kepada Mommy?” tanya Seana pelan kepada kedua anaknya.Kepala Kiel dan Kier yang semula menunduk, terangkat dengan cepat. Keduanya lantas menggeleng cepat seolah menyangkal.“Lalu, kenapa sedari tadi mendiami Mommy?” tanya Seana bingung.Jika kedua anaknya tidak marah kepadanya… lalu kenapa sedari tadi mereka hanya diam? Kenapa tidak ada celoteh absurd yang biasanya keluar dari mereka?“Ka-kami takut Mommy marah…” Kiel menjawab dengan suara bergetar. Air mata yang sedari tadi ia tahan, kini meluncur begitu saja dari mata bulatnya.Seana tertegun mendengarnya. Rasa sesak mendadak menghantam dadanya. Apakah ia telah bersikap begitu kasar kepada mereka, hingga membuat kedua anaknya ketakutan setengah mati
آخر تحديث: 2026-07-26
Chapter: bab 45| penyesalan Erna
Kiel dan Kier menghentikan kegiatan mereka yang sedang menyiram satu sama lain. Wajah kedua anak itu terlihat terkejut ketika menyadari Seana kini berdiri di sebelah mereka. “Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Seana lagi sambil berusaha menetralkan keterkejutannya. Piyama yang kedua anak itu kenakan telah basah terkena air, tangan mereka terlihat kotor karena terkena tanah dari tanaman, serta rambut dan wajah keduanya tampak basah. Kiel dan Kier langsung menundukkan kepala dengan selang yang sengaja mereka jatuhkan ke rumput. “Maaf, Mommy…” jawab keduanya bersamaan. “Pergilah mandi sekarang,” ucap Gideon memerintah keduanya, yang langsung diangguki mereka. Emi dan Lusi segera berjalan mendekati mereka, lalu menuntun kedua tuan mudanya agar segera mandi. “Maaf, Tuan dan Nyonya… Saya tidak bermaksud membuat pakaian kedua Tuan Muda basah…” Paul menundukkan kepalanya di hadapan majikannya dengan segan. Bagaimanapun juga, ini kesalahannya. “Tidak apa-apa, kamu bisa lanjut beker
آخر تحديث: 2026-07-26
Chapter: bab 44| ide si kembar 2
Kaki kecil milik Kier berjalan menuju taman depan bersama dengan Kiel yang duduk di kursi roda. Wajah kedua anak itu terlihat masih mengantuk, rambut mereka berantakan, serta piyama yang tadi malam dipakai masih sama.Sesampainnya di taman, Kier memilih untuk mendudukkan diri di lantai marmer dengan tubuh yang bersandar pada pilar rumah.“Kier, apakah kita harus bekerja sepagi ini?” Kiel bertanya dengan nada malas. Mulut kecilnya menguap, lalu dengan cepat ia tutup rapat.“Tidak tahu. Aku melihat para pelayan sudah membersihkan mansion pagi-pagi sekali.”Setiap pagi, Kier memang sering melihat para pelayan yang sudah membersihkan mansion. Beberapa di antara mereka ada yang menyapu, mengepel, membersihkan kaca besar, menyiapkan sarapan, dan masih banyak lagi.Tujuan mereka pagi ini adalah kembali bekerja untuk mengumpulkan uang.Hanya saja, pekerjaan apa yang akan mereka lakukan pagi ini, ya?Kiel hanya terdiam malas mendengarnya. Jika bukan demi mengumpulkan uang, ia lebih memilih unt
آخر تحديث: 2026-07-25
Chapter: bab 43| perbincangan ayah dan anak
Setelah menyelesaikan makan malam, Kiel dan Kier langsung memberikan kode kepada Gideon untuk bertemu di kamar mereka.Gideon hanya dapat menuruti keinginan anak-anaknya. Ia berjalan tenang menuju kamar kecil si kembar, lalu mendudukkan diri di ranjang mereka.“Jadi, kenapa kalian menyuruh Daddy ke sini?” Gideon menyilangkan kedua tangannya dengan salah satu alis terangkat.“Daddy, bagaimana dengan perhiasan untuk Mommy?” Kier membuka suara. Langkah kecilnya berjalan menuju lemari pakaian, mengeluarkan wadah kecil, dan membukanya di hadapan Gideon.Wadah kecil itu berisikan uang dari gaji yang telah Gideon berikan kepada mereka sebelumnya.“Jadi, kalian menyuruh Daddy ke mari untuk membahas ini?” tanya Gideon pelan sambil menatap kedua anaknya yang kini mengangguk.Gideon mengambil ponsel miliknya di saku, lalu memperlihatkan sebuah foto kalung berlian yang terlihat cantik kepada mereka.“Daddy sudah memesan kalung ini. Karena menggunakan natural diamond, kita perlu menunggu pengerjaa
آخر تحديث: 2026-07-25
Chapter: bab 42| chicken katsu
​Akibat kejahilan Kiel yang memanas-manasi ayahnya, ditambah rengekan Gideon yang terus meminta dibuatkan makanan, Seana akhirnya kembali berada di dapur dengan apron yang membalut tubuhnya.​Si kembar juga berada di sana memakai apron kebesaran mereka. Keduanya duduk tenang, memperhatikan Seana dan Gideon yang berdiri di hadapan mereka.​“Kamu mau dibuatkan makanan apa, Gideon?” tanya Seana kepada suaminya yang saat ini sudah mandi dan berganti pakaian dengan piyama couple yang sama seperti mereka.​Piyama yang dikenakan keluarga kecil itu berbahan katun berwarna hijau mint. Warna pakaian tidur itu terlihat sangat cocok dipakai Seana dan kedua anak mereka, tetapi agak aneh saat dikenakan oleh Gideon yang biasanya selalu memakai pakaian berwarna gelap.​“Buatkan saja makanan yang sama seperti yang kamu buat tadi siang, Seana.” Gideon ingin mencicipi hidangan yang sama dengan yang dimakan kedua anaknya.​Ia juga tidak ingin merepotkan Seana dengan meminta makanan yang belum tentu bisa
آخر تحديث: 2026-07-24
قد تعجبك أيضًا
Kapokmu Kapan, Mas?
Kapokmu Kapan, Mas?
Rumah Tangga · Aisyah Nur Permata
79.6K وجهات النظر
Terjebak Pernikahan Penuh Derita
Terjebak Pernikahan Penuh Derita
Rumah Tangga · Ute Glider
79.5K وجهات النظر
ISTRI ALIM CEO KEJAM
ISTRI ALIM CEO KEJAM
Rumah Tangga · Iin Romita
79.1K وجهات النظر
Kupilih Mandiri, Daripada Sakit Hati
Kupilih Mandiri, Daripada Sakit Hati
Rumah Tangga · Pulungan
79.1K وجهات النظر
Istriku Ayo Kita Menikah Lagi!
Istriku Ayo Kita Menikah Lagi!
Rumah Tangga · Lunoxs
79.0K وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status