Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Mereka duduk di meja kecil dekat jendela. Selin mencicipi gelatonya, lalu matanya langsung berbinar. “Ini enak banget.” Rendra mencoba satu sendok dari gelato Selin. Selin menatapnya. “Itu punyaku.” Rendra mengangkat alis. “Sekarang juga punyaku.” Selin tertawa. Rendra menatapnya. “Kamu kelihatan happy banget, karena gelato?" “Salah satunya itu, tapi memang karna hari ini, aku seneng banget."
10796 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as Humoris
Read
+Library
PESONA

PESONA

"Tuan, sudah minumnya. Lebih baik kau kembali ke kamarmu, minuman ini sudah membuatmu sangat mabuk." "Tuangkan saja." "Tapi Tuan, kau bisa pingsan jika terus meminumnya. Kau sudah menghabiskan tiga botol wine dalam satu jam." "Kau berani mengaturku?!" Tama langsung berteriak dengan emosi karena sudah tak tahan mendengar nasehat sang bartender itu, teriakan Tama membuat semua orang menoleh ke arahnya dengan tatapan terkejut, heran, dan takut karena Tama sudah marah dan pastinya orang di sekitarnya akan menerima masalah akibat pria itu.
1015.9K viewsOngoingAdded to Library 493 Times as Humoris
Read
+Library
Effervescent

Effervescent

Kemudian dia terkekeh pelan, "Dengan perencanaan yang matang. Dan persiapan yang banyak. Karena aku tahu kau akan membenciku. Tapi aku tidak tahu rasanya akan semenyakitkan ini." "Apa sekarang rasanya membaik?" "Yap, sangat." jawabnya. Dia mencium puncak kepalaku, kemudian melanjutkan, "Aku belajar banyak hal selama terapi. Tersenyum, menangis, marah, tertawa, kesal, benci—kau tahu ekspresi selayaknya manusia. Orang disekitarku di New York menganggap aku menyenangkan—mungkin karena aku berlatih berekspresi. Tapi saat pindah ke Forks—saat aku bertemu denganmu—aku merasa tidak pantas untuk bahagia."
106.3K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as Humoris
Read
+Library
Rahasia di Balik Senyuman

Rahasia di Balik Senyuman

Disertai emoji senyum yang terasa lebih seperti simbol kepastian daripada sekadar kesopanan. Setelah itu, Almira meletakkan ponselnya di meja dan menoleh ke arah kamar, tempat Aiman berada. Matanya mengeras, sorotnya berubah. Ada sesuatu yang kini tak bisa lagi ia abaikan. “Sampai kapan kamu akan terus berbohong, Mas?” ~∆~∆~∆~
1.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as Humoris
Read
+Library
Mistpouffer

Mistpouffer

“Aneh, kenapa siren jahat seperti dia bisa berubah jadi manusia? Atau emang sistem pematahan kutukan itu sudah rusak?” Lavena terdiam sejenak dan ia mengulurkan tangannya. Beberapa cahaya kemudian muncul di tangannya dan Aruna dapat melihat sebuah cahaya yang memiliki warna berbeda. “Ini adalah jiwa-jiwa siren. Pada umumnya, jiwa siren memiliki warna putih kebiruan. Tapi seperti yang kau lihat, ada suatu jiwa yang memiliki warna yang berbeda.”
1.8K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as Humoris
Read
+Library
AMORIST

AMORIST

Pandangan Revan bertemu dengan pandangan Liam, mempertimbangkan pernyataan dan mencoba untuk membaca ekspresi. “Aku pernah bertemu seorang pria di wilayah bagian selatan Texas yang sedang mengambil beberapa bunga untuk dijadikan minuman. Ia melihat segerombolan lebah yang sedang bekerjasama mengambil sari tanpa bertengkar siapa yang dapat menghasilkan madu lebih banyak. Berbeda halnya dengan manusia. Mereka selalu saja bertengkar, sepertinya belajar dari alam adalah tindakan yang harus dilakukan.”
102.4K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as Humoris
Read
+Library
Jiwa yang Berbeda

Jiwa yang Berbeda

Hatinya terasa berat, seperti ada gumpalan kabut hitam yang merayap perlahan, membawa firasat buruk yang sangat akrab. Yasmina pernah merasakan sensasi ini di kehidupannya dulu; sebuah alarm alami yang berdering sebelum badai menghantam. Pengalamannya sebagai jiwa yang telah melewati berbagai pahit getir kehidupan membuatnya tahu bahwa perasaan ini bukanlah sekadar gangguan hormon kehamilan. Ini adalah peringatan. "Astaghfirullahal'adzim... Allahumma inni a'udzubika min hamazatisy-syayatin..." bisiknya lirih.
845 viewsCompletedAdded to Library 23 Times as Humoris
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneprendmine
“Yap, makanya jangan jadikan standar yang ada di masyarakat itu membuatmu nggak bahagia, bahkan menjadi buah pemikiran yang berlebihan sampai buat diri jadi depresi.” Aku menyodorkan permen kapas kepada Alfa. Ia mengigitnya langsung. “Manis.” gumamnya. “Kalau asin, namanya garam bukan permen.” sahutku sewot. Alfa terbahak. “Padahal aku mau ngegombal tadi tuh.” “Nggak suka digombalin. Nggak kenyang.” “Tapi bikin sayang?” tanya Alfa jahil.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as Humoris
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Mas Adry mengangguk, lalu lelaki berlesung pipi itu kembali menunjukkan wajah penyesalannya. "Waktu Mas pengawalan alat berat. Tak sengaja mas ketemu sama kawan mas. Dia agak mistis orangnya alias kasyaf. Dia bilang ada sesuatu dalam tubuh mas. Dia memberi Mas segelas air." "Lalu?" tanyaku penasaran. Teman Mas Adry mengatakan itu adalah air satru, air yang bisa membersihkan sesuatu yang kotor di dalam tubuh. "Setelah Mas minum air itu, entah kenapa badan Mas tiba-tiba gak enak. Akhirnya mas sakit muntah-muntah. Makanya mas gak menolak pas Adek mau bawa Mas ke rumah sakit."
103.1K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as Humoris
Read
+Library
Istri Buruk Rupa

Istri Buruk Rupa

Kenyataan Menyakitkan Hesti terlihat begitu girang, bersama dengan Adam, memasuki kedai yang menjual makanan kesukaan putranya itu, ice cream, dingin dan menyenangkan. Ice cream yang kaya protein meningkatkan kemungkinan kadar tirosin di otak. Tirosin adalah neurotransmitter yang meningkatkan kadar dopamin dan norepinefrin di dalam tubuh kita, hormon bahagia . Saat mengkonsumsi apa yang disukai, misalnya seperti Adam, sangat menyukai ice cream, maka bagian otak tertentu merespon emosi positif dengan sangat baik.
9.518.8K viewsCompletedAdded to Library 468 Times as Humoris
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status