Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Setelah itu, tubuhnya dibalur lulur rempah kopi dan akar wangi. "Rasanya aneh," batin Rendra saat butiran lulur itu menggosok kulitnya. Tapi ada sensasi bersih dan ringan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Wajahnya diberi kompresan air mawar dingin untuk mengecilkan pori-pori dan menghilangkan kantung matanya. Di akhir sesi, Rendra disuguhkan segelas jamu beras kencur hangat dengan campuran madu dan telur bebek.
10913 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as Humoris
Read
+Library
PESONA

PESONA

"Tuan, sudah minumnya. Lebih baik kau kembali ke kamarmu, minuman ini sudah membuatmu sangat mabuk." "Tuangkan saja." "Tapi Tuan, kau bisa pingsan jika terus meminumnya. Kau sudah menghabiskan tiga botol wine dalam satu jam." "Kau berani mengaturku?!" Tama langsung berteriak dengan emosi karena sudah tak tahan mendengar nasehat sang bartender itu, teriakan Tama membuat semua orang menoleh ke arahnya dengan tatapan terkejut, heran, dan takut karena Tama sudah marah dan pastinya orang di sekitarnya akan menerima masalah akibat pria itu.
1016.1K viewsOngoingAdded to Library 498 Times as Humoris
Read
+Library
Effervescent

Effervescent

Mafaticha Zulfakembar
Kemudian dia terkekeh pelan, "Dengan perencanaan yang matang. Dan persiapan yang banyak. Karena aku tahu kau akan membenciku. Tapi aku tidak tahu rasanya akan semenyakitkan ini." "Apa sekarang rasanya membaik?" "Yap, sangat." jawabnya. Dia mencium puncak kepalaku, kemudian melanjutkan, "Aku belajar banyak hal selama terapi. Tersenyum, menangis, marah, tertawa, kesal, benci—kau tahu ekspresi selayaknya manusia. Orang disekitarku di New York menganggap aku menyenangkan—mungkin karena aku berlatih berekspresi. Tapi saat pindah ke Forks—saat aku bertemu denganmu—aku merasa tidak pantas untuk bahagia."
106.4K viewsCompletedAdded to Library 216 Times as Humoris
Read
+Library
Mistpouffer

Mistpouffer

“Aneh, kenapa siren jahat seperti dia bisa berubah jadi manusia? Atau emang sistem pematahan kutukan itu sudah rusak?” Lavena terdiam sejenak dan ia mengulurkan tangannya. Beberapa cahaya kemudian muncul di tangannya dan Aruna dapat melihat sebuah cahaya yang memiliki warna berbeda. “Ini adalah jiwa-jiwa siren. Pada umumnya, jiwa siren memiliki warna putih kebiruan. Tapi seperti yang kau lihat, ada suatu jiwa yang memiliki warna yang berbeda.”
1.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as Humoris
Read
+Library
AMORIST

AMORIST

Pandangan Revan bertemu dengan pandangan Liam, mempertimbangkan pernyataan dan mencoba untuk membaca ekspresi. “Aku pernah bertemu seorang pria di wilayah bagian selatan Texas yang sedang mengambil beberapa bunga untuk dijadikan minuman. Ia melihat segerombolan lebah yang sedang bekerjasama mengambil sari tanpa bertengkar siapa yang dapat menghasilkan madu lebih banyak. Berbeda halnya dengan manusia. Mereka selalu saja bertengkar, sepertinya belajar dari alam adalah tindakan yang harus dilakukan.”
102.5K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as Humoris
Read
+Library
Jiwa yang Berbeda

Jiwa yang Berbeda

Hatinya terasa berat, seperti ada gumpalan kabut hitam yang merayap perlahan, membawa firasat buruk yang sangat akrab. Yasmina pernah merasakan sensasi ini di kehidupannya dulu; sebuah alarm alami yang berdering sebelum badai menghantam. Pengalamannya sebagai jiwa yang telah melewati berbagai pahit getir kehidupan membuatnya tahu bahwa perasaan ini bukanlah sekadar gangguan hormon kehamilan. Ini adalah peringatan. "Astaghfirullahal'adzim... Allahumma inni a'udzubika min hamazatisy-syayatin..." bisiknya lirih.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 28 Times as Humoris
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitaloka
“Eh, mau difotoin nggak?” Mas Wira meraih bahuku. Ia merangkulku, aku mendongak melihatnya. Lebih tepatnya bukan dirangkul, tapi diketekin. Tinggiku hanya sebahu Mas Wira, jadi kalau dirangkul, lebih cocok dikatakan “diketekin” bukan “dirangkul”. “Ayo senyum! 1, 2, 3.” Hafiz memberikan aba-aba. Aku terpaksa tersenyum karena diminta Hafiz. “Nice!”
104.1K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as Humoris
Read
+Library
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

Tidak ada air mata kekalahan. Sebaliknya, sebuah senyum miring yang luar biasa licik, gila, dan mematikan mulai terbentuk di bibirnya yang basah oleh benih Jovian. Malora terkekeh pelan. Suara tawanya terdengar parau, basah, dan sangat mesum, bergetar di tenggorokannya yang masih terasa nyeri akibat tusukan kejantanan Jovian beberapa saat lalu.
9.79.8K viewsCompletedAdded to Library 324 Times as Humoris
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Junjung BuihBudak
Mas Adry mengangguk, lalu lelaki berlesung pipi itu kembali menunjukkan wajah penyesalannya. "Waktu Mas pengawalan alat berat. Tak sengaja mas ketemu sama kawan mas. Dia agak mistis orangnya alias kasyaf. Dia bilang ada sesuatu dalam tubuh mas. Dia memberi Mas segelas air." "Lalu?" tanyaku penasaran. Teman Mas Adry mengatakan itu adalah air satru, air yang bisa membersihkan sesuatu yang kotor di dalam tubuh. "Setelah Mas minum air itu, entah kenapa badan Mas tiba-tiba gak enak. Akhirnya mas sakit muntah-muntah. Makanya mas gak menolak pas Adek mau bawa Mas ke rumah sakit."
103.2K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as Humoris
Read
+Library
KURENSIA

KURENSIA

RahmaKomarKaya
ucap Agarish Aira menghela nafas, “Berapa yang perlu saya ganti untuk minuman yang tumpah?” “Air, tidak perlu. Saya yang salah,” “Kalau begitu, salin soal saya. Jawabannya harus lengkap, dan persis.” “Air...” Aira sedikit menggeser tubuhnya, dia memejamkan matanya. Aira menstabilkan emosinya, “Yaudah, Om gapapa,”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as Humoris
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status