author-banner
Addarayuli
Addarayuli
Author

Novels by Addarayuli

Gairah Sahabatku

Gairah Sahabatku

William dan Nozela merupakan sahabat sejak kecil, mereka dibesarkan ilingkungan yang sama namun harus terpisah saat mereka masuk SMA karena William ikut kedua orang tuanya ke luar negeri. William dan Nozela kembali bertemu saat memasuki perkuliahaan. Hingga suatu saat ada kejadian tak terduga dimana Nozela melihat sang sahabat tengah menonton film terlarang. Membuat mereka terjebak dalam hubungan yang tak sepantasnya. Akankah mereka bertahan meski sudah memiliki pasangan? Atau mereka rela meninggalkan pasangan mereka?
Read
Chapter: bab 80
"Lun, kak Ojel kemana?"Luna yang sedang mencoba lipstick seketika menoleh ke belakang, dia kaget mendapati kakaknya yang sedang berdiri dibelakangnya. Kepalanya menoleh ke segala arah mencari keberadan Nozela."Tadi sama aku kok kak, dibelakang Luna tadi." jawab Luna sedikit panik."Tapi kakak lihat dari tadi nggak ada Lun, kakak cuma lihat kamu doang dari tadi.""Terus kak Ojel kemana dong?"Luna meletakkan tester lipstik kembali ke tempatnya, dia mengajak William keluar dari sana kemudian mencari keberadaan Nozela. Merkea berdua mengelilingi sekitar toko itu guna mencari Nozela yang entah dimana keberadaannya."Lo kemana si Jel? Baru juga gue tinggal noleh sebentar udah ilang aja." gumam William.Adanya event yang sedang berlangsung dan banyaknya kerumunan orang membuat William dan Aluna sedikit kesulitan mencari keberadaan Nozela. Mereka bahkan sampai berpencar namun masih belum menemukan Nozela. Kakak bera
Last Updated: 2026-01-16
Chapter: bab 79
Nozela menyandarkan tubuhnya ke pintu kamar mandi, dia memegangi dadanya yang berdetak kecang sambil memejamkan matanya. Dia sedang berusaha meredakan detak jantungnya yang menggila, semakin hari dia semakin merasakan keanehan pada dirinya ketika berdekatan dengan Wiliam. Nozela merasa ada sesuatu yang membuncah dalam hatinya saat melakukan kontak fisik maupun sekedar bertatapan saja."Kok gue jadi gini sih?"Mata bulat Nozela terbuka dengan perlahan, dia menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya panjang, dia melakukannya beberapa kali sampai perasaannya lebih tenang. Nozela menggigit bibir bawahnya dengan kuat agar dia kembali sadar."Gue nggak mimpi kan? Astaga Liam, lo bener-bener, arghhhhh bisa gila gue."Nozela mengacak rambutnya sendiri, dia lekas masuk ke toilet lalu membuang hajatnya yang sudah diujung tanduk. Selesai membuang air, Nozela berdiri didepan washtafel lalu mencuci tangannya. Dia juga membasuh wajahnya agar lebih segar. Nozela menat
Last Updated: 2026-01-15
Chapter: bab 78
Drrtt...drrtttWilliam mengerjapkan matanya saat mendengar suara getaran ponsel disamping tubuhnya, saat dia membuka mata dia melihat Nozela yang masih tertidur dipelukannya. Perlahan William mengangkat tangannya agar tidak membangunkan Nozela, dia mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menghubunginya.Melihat nama kekasihnya di layar ponsel, dia segera mengangkat panggilan itu sambil menguap pelan."Halo Cla.""Liam, kamu kemana aja sih? Aku dari tadi hubungin kamu nggak diangkat aku chat juga nggak dibales."William menatap jam pada layar ponselnya yang menunjukkan pukul empat sore."Maaf sayang aku ketiduran.""Ketiduran? Kamu udah janji tadi mau ngabarin aku terus tapi kamu bohong Liam.""Aku beneran ketiduran sayang, maaf ya."Nozela begerak gelisah dalam tidurnya, dia memegang pinggangnya yang tak lagi melingkar tangan William disana. Nozela menoleh ke belakang dan melihat William sedang meng
Last Updated: 2026-01-14
Chapter: bab 77
"Leon pertahankan senyum kamu." "Ya, oke." Leon dan Clarie selesai melakukan sesi pemotretan untuk brand yang bekerja sama dengan agensi mereka. Siang ini mereka akan langsung menghadiri event disebuah mall terbesar di kota itu untuk acara serupa. Keduanya kembali ke ruang make up bersamaan dengan kedua asisten mereka. "Kamu capek?" tanya Leon. "Sedikit." jawab Clarie sambil tersenyum manis. "Mer, apa habis ini kita langsung ke tempat event?" tanya Leon pada asistennya. "Acaranya masih satu jam lagi, kalian bisa istirahat dulu." "Kamu baik-baik aja Cla?" tanya asisten Clarie. Clarie mengangguk. "Aku baik-baik saja." Sampai di ruang make up, Clarie lekas duduk dikursi sambil menyandarkan tubuhnya. Tangannya menyangga kepalanya yang terasa sedikit pusing. Dia memejamkan matanya sambil sesekali memijit pelipisnya. Pekerjaan yang padat membuatnya kekurangan tidur dan lebih se
Last Updated: 2026-01-13
Chapter: bab 76
Drrtt...drrrttt.. Clarissa yang hendak membuang sampah mengurungkan niatnya saat ponselnya bergetar, dia mendekat ke arah meja dan seketika tersenyum melihat siapa yang menghubunginya. "Daddy." Clarissa segera mengangkat panggilan dari ayahnya. "Halo daddy." "Kamu tidak pulang? Tidak kangen daddy?" Clarissa membelakan matanya. "Daddy di rumah?" "Iya, daddy tunggu ya." "Oke daddy." Clarissa meletakkan kembali palstik sampahnya ke lantai, dia segera berlari menaiki anak tangga lalu masuk ke dalam kamarnya. Gadis 21 tahun itu mengganti pakaianya dan mengambil tasnya lalu kembali keluar kamar. Dia meninggalkan kamar apartemennya dan bersiap pulang ke rumahnya. Sampai di basement, Clarissa masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia sudah tak sabar bertemu dengan daddynya. Beb
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: bab 75
Nozela keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya, ditanganya terdapat handuk kecil yang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya. Dia duduk didepan meja rias lalu mengambil hair dryer dan mulai mengeringkan rambutnya. Gadis cantik itu mengeringkan rambut sambil sesekali bernyanyi kecil, hari ini senyumnya tak pernah luntur dari bibirnya karena akan mneghadiri pameran buku yang salah satunya ada penulis favoritnya. Drrtt...drrttt.. Nozela menoleh ke belakang saat mendengar getaran ponslenya, dia meletakkan alat pengering rambutnya kemudian bangkit dari duduknya untuk mengambil ponselnya. Dia melebarkan senyumnya saat melihat nomor sahabatnya yang menghubunginya lewat panggilan video. Dia lekas menggeser icon hijau pada layar ponselnya dan tak lama muncul wajah Thalia. "Udah habis mandi aja nih." "Iya nih Tha, gue udah nggak sabar buat nanti." "Lo jadi berangkat sendiri Jel?" Noze
Last Updated: 2026-01-11
Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar

Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar

Florensia harus mengalami masalah rumah tangga yang rumit dimana dia harus menyaksikan sendiri perselingkuhan suami dan mantan kekadihnya. kesalahpahaman membuat rumah tangga Florensia dan Ren hancur secara perlahan hingga Florensia memutuskan menceraikan sang suami. Ditengah ketepurukannya, ada uluran tangan dan dekapan hangat dari sang adik ipar hingga membuat Florensia memutuskan memafaatkan sang adik ipar untuk membalas perbuatan sang suami. Akankan rencana balas dendam Florensia berhasil? atau justru dia terjebak dengan rencananya sendiri?
Read
Chapter: bab 66
Ting.Pintu lift terbuka, Florensia keluar dari lift kemudian berjalan menuju dapur. Disana dia melihat beberapa asisten rumah tangga tengah sibuk mempersiapkan bahan makanan untuk mereka masak untuk menu makan malam nanti."Selamat sore nyontya Flo." sapa para asisten rumah tangga bergantian."Sore bik, ada yang bisa Flo bantu?"Asisten rumah tangga saling tatap saat nyonya muda mereka menanyakan pekerjaan yang bisa nyonya mereka bantu, mereka hanya diam dan saling menatap.Florensia yang tak emndapatkan jawaban apapun mengerutkan keningnya, dia berniat membantu karena memang tak memiliki pekerjaan."Maaf nyonya, lebih baik anda menungggu di luar saja.""Loh, memangnya kenapa bik?" tanya Florensia bingug."Biarkan kami saja yang memasak ini nyonya, nanti tangan anda kotor."Florensia tertawa kecil menengar jawaban asiaten ruma tangganya. "Tidak papa bik, saya di rumah mama juga sering membantu mama memasak."
Last Updated: 2026-01-03
Chapter: bab 65
Florensia terdiam sambil menatap ke luar jendela mobil, saat ini dia sedang dalam perjalanan pulang dari kafe setelah bertemu dengan sahabatnya. Sejak pembicaraannya dengan Noela tadi, dia jadi lebih banyak diam bahkan sampai membuat Karina bingung.Sesekali Karina melihat kebelakang melewati kaca spion, dia memperhatikan Florensia yang semakin murung dan banyak diam. Dia menghela nafas pelan, dia sama sekali tidak tahu pembicaraan bos dan sahabatny tadi karena dia sengaja memberi ruang agar tidak terlalu tahu masalah yang dibahas oelh Florensia.Karina sedikit khawatir melihat Florensia, dia takut masalah yang dihadapinya cukup berat."Nona, anda melamun?"Florensia menoleh ke depan saat Karina menegurnya. "Tidak, aku hanya sedikit banyak pikiran saja.""Anda bisa bercerita dengan saya nona, jangan terlalu dipendam sendiri.""Nanti aku ceritakan."Karina mengangguk, dia paham mungkin saat ini Florensia belum siap untuk mencerit
Last Updated: 2026-01-02
Chapter: bab 64
Megan dan Ren berjalan bersama meninggalkan rumah sakir menuju mobil mereka, keduanya tampak terlihat mengobrol ringan sambil sesekali tersenyum bersama. Dibelakang mereka, asisten mereka hanya terdiam sambil sesekali memperhatikan interaksi bos mereka, terutama Vegas. Vegas melirik Tania yang biasa saja melihat kedekatan Ren dan Megan seolah sama sekali tidakmerasa was-was. Berbeda dengan dirinya yang sedikit cemas karena takut ada yang melihat mereka dan melaporkannya pada nyonya muda Louhan alias Florensia."Ehem."Tania menoleh ke arah Vegas yang berdehem pelan. "Ada apa?"Vegas menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, tenggorokanku sedikit sakit saja."Sampai di tempat parkir, Megan menghentikan langkahnya didekat mobilnya yang kebetulan bersebelahan dengan mobil Ren."Kamu masih ingat makam Maki kan?"Ren mengangguk. "Masih.""Kalau begitu alku duluan ya, kita bertemu disana nanti.""Iya."Megan lekas masuk kedalam mobil bersama dengan Tania kemudian pergi ke lebih dulu meninggalk
Last Updated: 2026-01-01
Chapter: bab 63
"Terima kasih kak.""Sama-sama nona."Florensia keluar dari salon kemudian menghampiri asistennya yang sudah menunggunya di lobi sambil meminum kopi. Melihat Florensia sudah datang buru-buru Karina bangkit dari duduknya."Bagaimana nona? Sudah lebih baik?"Floensia mengangguk mengiyakan, tubuhnya sudah lebih ringan dari sebelumnya, dia merasa lebih fresh dan kembali besemangat lagi."Ayo kita ke kafe, Noela dan Angel sudah menunggu." ajak Florenisa.Karina mengangguk. "Mari nona."Florensia berjalan lebih dulu, dia sudah tidak sabar bertemu dengan para sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu. Mereka berdua lekas masuk ke dalam mobil kemudian menuju lokasi tempat biasa Florensia dan dua sahabatnya nongkrong.Namun yang membuat Florenisa penasaran adalah topik pembahasan mereka yang akan Noela sampaikan nanti. Enath apa yang diketahui oleh sahabatnya tentang Ren hingga Noela mengajaknya bertemu untuk membahas Ren.Florens
Last Updated: 2025-12-31
Chapter: bab 62
Drrtt..Drrtt..Ponsel milik Ren kembali bergetar, dia mengambil ponselnya kemudian melihat nama Megan yang tertera pada layar ponselnya. Tanpa menangkatnya, Ren langsung pergi begitu saja.Ceklek.Dua bodyguard sedikit menyingkir dari depan pintu saat pintunya terbuka."Ren, aku tidak boleh masuk." adu Megan.Kedua bodyguard itu menundukkan kepala mereka takut."Maafkan kami tuan." ucap mereka kompak."Masuk." ucap Ren datar.Megan segera masuk ke dalam sambil mengukuti Ren dari belakang, mereka berdiri tak jauh dari ranjang pasien. Megan mendekati ranjang pasien itu kemudian menatap priayang sedang terbaring lemah."Bagaimana keadaan bapak....""Desta, nama saya Desta." lirih pria bernama Desta.Megan mengangguk. "Bagaimana keadaan bapak? Saya minta maaf atas tindakan saya kemarin, tadi saya sudha diberi tahu Ren tentang semuanya.""Tidakpapa nona, semua ini juga salah saya.""Tidak, ba
Last Updated: 2025-12-30
Chapter: bab 61
"Ada apa Vegas?" tanya Ren saat keduanya sudah berada didalam ruang kerja Ren."Saya baru saja mendapat kabar jika pria yang saat ini dimarkas jatuh sakit tuan." jawab Vegas.Ren memberlakan matanya terkejut. "Apa, sakit? Bagaimana bisa?""Menurut laporan, pria itu sama sekali tidak makan dan minum selama disana tuan. Dan saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit terdekat."Ren menghembuskan nafasnya kasar, dia masih kesal lantaran salah mendapat target dan sekarang pria itu malah sakit. Ren masih pusing dengan masalah ini karena sampai saat ini masih belum juga menemukan titik terang terkait pelaku utama kecelakaan Maki. Ren menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil meraup wajahnya kasar."Bagaimana ini?""Anda tidak perlu khawatir tuan, sebelum pria itu pingsan dia sempat memberikan keterangan terkait kepemilikan mobilnya."Mendengar ucapan Vegas barusan membuat Ren menegakkan duduknya, dia menatap asistennya dengan tatapan tak percaya
Last Updated: 2025-12-30
You may also like
Biarkan Aku Pergi!
Biarkan Aku Pergi!
Romansa · Selatan Dangkal
6.1M views
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Romansa · Kesunyian Sederhana
4.7M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status