author-banner
Addarayuli
Addarayuli
Author

Nobela ni Addarayuli

Gairah Sahabatku

Gairah Sahabatku

William dan Nozela merupakan sahabat sejak kecil, mereka dibesarkan ilingkungan yang sama namun harus terpisah saat mereka masuk SMA karena William ikut kedua orang tuanya ke luar negeri. William dan Nozela kembali bertemu saat memasuki perkuliahaan. Hingga suatu saat ada kejadian tak terduga dimana Nozela melihat sang sahabat tengah menonton film terlarang. Membuat mereka terjebak dalam hubungan yang tak sepantasnya. Akankah mereka bertahan meski sudah memiliki pasangan? Atau mereka rela meninggalkan pasangan mereka?
Basahin
Chapter: Note!
Halo semua pembaca setia novel Gairah Sahabatku, gimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat ya.Kisah NOZELLA x WILLIAM akan dilanjut di novel selanjutnya ya, judulnya "Pengasuh Polos untuk CEO Dingin" dengan mereka yang akan muncul di pertengahan cerita + mengambil porsi besar di sana.Buat teman-teman yang sudah mendukung novel ini, author mau ucapin banyak terima kasih buat kalian. Dan maaf kalau novel dan endingnya nggak sesuai sama selera atau keinginan kalian.Kisah ini memang fokus di tokoh lain, tapi Nozella dan William akan ambil peran besar karena mereka juga jadi tokoh sampingan di sana. Author sudah nulis naskahnya sampai bab 20 dan Nozella sudah muncul di sana, kok ~^Jadi, stay tune ya, mereka bakal happy ending, kok ~Terima kasih.....
Huling Na-update: 2026-04-30
Chapter: Extra Chapter
Bruk!Nozela menatap tumpukan kertas pada mejanya, dia menghela nafas panajang sambil menatap sekretarisnya dengan datar."Maafkan saya nona, ini dari tuan Andito."Ctak!Nozela meletakan pulpennya dengan kasar ke meja kerjanya, dia melepaskan kacamatanya kemudian menyandarkan tubuhnya ke kursi. Seharian ini dia sangat tak bisa menikamati waktunya karena terus berkerja, bahkan untuk makan siang saja dia berada diruanganya karena saking banyaknya pekerjaan.Ana, sekretaris Nozela merasa kasihan pada bosnya yang terus-terusan bekerja tanpa henti selama seminggu ini. Mereka bahkan sampai lembur karena harus segera menyelesaikan berkas yang harus diberikan pada Andito."Nona mau saya belikan kopi?" tanya Ana.Nozela menggelengkan kepalanya, dia memejamkan matanya sebentar lalu menghela nafasnya kasar dan berdiri dari duduknya."Anda mau kemana nona?""Jangan halangi aku Ana, aku mau menghadap tuan Andito yang terhormat itu." jawab Nozela sambil berjalan keluar dari ruanganya."Tapi nona, t
Huling Na-update: 2026-04-28
Chapter: bab 250
1 Tahun kemudian..."Enghh."Nozela membuka matanya, dia terkejut dan seketika bangkit dari tidurnya. Dia menatap jam di ponselnya yang sudah menunjukkan hampir jam tujuh pagi. Nozel membelakan matanya, dia lekas menyingkap selimutnya kemudian turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.Nozela mandi dengan cepat lalu masuk ke walk-in closet lalu memakai baju yang sudah dari semalam dia siapkan. Nozela memakainya dengan cepat lalu segera keluar dari ruangan itu dan mulai mengeringkan rambutnya. Dia melakukan semuanya dengan buru-buru karena waktu terus berjalan, di tak ingin terlambat di acara penting ini.Selesai mengeringkan rabutnya, Nozela kemudian merias wajahnya dan mencatok rambutnya yang sudah panjang. Selesai merias wajahnya dia tersenyum menatap pantulan wajahnya yang di depan cermin, Nozela berdiri dari duduknya kemudian berputar-butar untuk mengecek penampilannya."Selesai."Nozela tampak cantik dengan balutan d
Huling Na-update: 2026-04-27
Chapter: bab 249
"Selamat sore Nozela, gimana perasaan kamu hari ini?""Sore dok, saya seharian ini agak nggak mood dok." jawab Nozela."Loh, kenapa? Ada sesuatu yang menganggu kamu?"Nozela melemahkan bahunya. "Saya pengen kuliah lagi dok, saya jenuh dan bosen di rumah terus. Saya kangen main sama temen-temen, padahal saya udah baik-baik aja dok saya juga udah bisa bersentuhan lagi sama orang-orang." jelas Nozela.Dokter perempuan yang memiliki name tag bernama Teresa itu tersenyum, dia pun tiba-tiba menyentuh tangan Nozela membuat Nozela menoleh ke arahnya."Bagaimana ketika saya menyentuh kamu tiba-tiba?"Nozela menggelengkan kepalanya. "Saya tidak merasakan apa-apa lagi dok.""Benarkah?" tanya dokter dengan senyum merekah."Iya dok, itu berarti saya sudah sembuh kan dok?"Dokter melepaskan cekalan tangannya dari tangan Nozela, dia merasa senang karena salah satu pasiennya sudah sembuh. Dia pun segera menuliskan resep o
Huling Na-update: 2026-04-26
Chapter: bab 248
"Menyatakan terdakwa, saudara Drake Alexander dan saudari Naomi Clarissa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pelecehan seksual berencana sebagaimana dalam dakwaan primair."Tok!Tok!Tok!Palu diketuk tiga kali setelah putusan hakim selesai diucapkan, sidang dinyatakan selesai.Cleo, Marisa dan Fahmi segera menghampiri Clarissa yang sedang m
Huling Na-update: 2026-04-25
Chapter: bab 247
"Hari ini sidang putusan atas kasus Nozela akan dilaksanakan, apa kamu mau datang?" tanya Jimmy pada putranya.William mengelengkan kepalanya pelan. "Tidak, selesai kualiah nanti Liam mau nemenin Ojel terapi, kebetulan hari ini jadwal dia terapi.""Baiklah, nanti biar Robi yang urus semuanya."William menganggukkan kepalanya, alasan dia tak mau hadir disana adalah tak ingin melihat para pelaku yang sudah menyebabkan Nozela trauma. Dia takut kehilangan kendali saat melihat mereka apa lagi ada Clarissa juga disana.Meski Clarissa sudah melakukan kesalahan yang fatal, namun mereka sudah bersama cukup lama hingga tak mudah begitu saja dia melupakan kenangan itu. Masih ada sedikit rasa iba dihati William jika dia melihat Clarissa di persidangan, dan itu bisa membuatnya ragu.Sambil menghabiskan makanannya, Jimmy melihat wajah putaranya yang tampak murung, dia melirik istrinya yang juga saat ini sedang menatap ke arahnya."Mau tambah lagi?"
Huling Na-update: 2026-04-24
Pengasuh Polos untuk CEO Dingin

Pengasuh Polos untuk CEO Dingin

Bagaimana kisah hidup Meysa Olinda yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga dan harus bekerja sebagai pengasuh disebuah keluarga terpandang? Hidupnya berubah drastis ketika terpaksa harus menikah dengan cucu dari orang yang memperkerjakannya. Adrian Lysander, pria dingin yang menunjuk Meysa sebagai pengantin dadakan demi memenuhi keinginan sang Oma. Namun kisah keduanya tidak semulus yang Adrian pikirkan, ada sebuah rahasia besar dibalik istri polos yang sama sekali tak dia ketahui. *Sequel Nozela dan William dari novel "Gairah Sahabatku" ada disini..
Basahin
Chapter: Extra Chapter
Suara tangis bayi melengking dari dalam ruang operasi, Adrian beserta keluarga yang menunggu kelahiran cucu pertama keluarga Lysander itu mengela napas lega setelah mendengar suara bayi yang sudah mereka nantikan sejak satu jam yang lalu. "Adrian, anak kamu sudah lahir, Nak," ucap Bu Ningsih sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes. Tak sanggup menahan rasa bahagia bercampur haru, tanpa diduga, air mata Adrian menetes melewati pipinya namun segera dia usap lembut. Ceklek. Ketiga orang yang duduk di depan ruang operasi seketika berdiri dari duduknya ketika pintu ruang operasi terbuka. Seorang dokter wanita keluar bersama perawat yang menggendong bayi yang kini sudah tenang. "Keluarga Nyonya Meysa?" "Saya, saya suaminya dok," jawab Adrian cepat sambil matanya terus menatap bayi kecil berwarna merah yang sedang memejamkan matanya. "Selamat Tuan, bayi anda laki-laki dan dalam keadaan sehat dan tak kurang apapun." Bak dihantam bongkahan es besar yang menyejukkan dan mendin
Huling Na-update: 2026-07-13
Chapter: Bab 162
Sore itu terasa begitu dingin, namun peluh dingin justru bercucuran di pelipis Clarissa. Gaun berwarna hitam legam yang dipakainya tampak berkibar tertiup angin seiring langkah kakinya yang tergesa-gesa. Ia berlari dari area parkiran mobil menuju sebuah villa mewah yang lampu-lampunya telah disulap dengan begitu indah, memancarkan kemegahan yang justru terasa mencekik baginya.Matanya menyiratkan tatapan dalam, sebuah tatapan yang menyimpan badai rasa bersalah, rindu, dan ketakutan yang hanya dia sendiri yang tahu maknanya. Jantungnya berdegup kencang, berpacu dengan suara ketukan high heelsnya yang menghantam aspal. Clarissa sedikit kesusahan berlari, gaun panjang dan sepatu hak tingginya seolah bersekongkol untuk memperlambat gerakannya. Matanya terus bergerak liar, panik mencari jalan masuk utama ke dalam villa tersebut."Maaf Nona, tunjukkan undangan anda," ucap salah satu penjaga berbadan tegap di depan pintu masuk villa, menghentikan langkah Clarissa secara mendadak.Clarissa se
Huling Na-update: 2026-07-13
Chapter: Bab 161
Meysa berdiri terpaku di depan cermin besar yang mendominasi ruang walk-in closet. Di sekelilingnya, beberapa potong baju bertema pastel tampak tergantung berantakan di luar rak. Ia mengambil satu per satu gaun itu, menempelkannya ke tubuh, lalu mendesah pelan. Tak ada satu pun dari baju-baju itu yang terlihat cocok di matanya hari ini. Dengan sisa-sisa kekesalan, ia mulai mengembalikan baju-baju tersebut ke dalam lemari. "Hah.... kenapa semua baju ini terlihat jelek di tubuhku?" Meysa kembali mengambil satu dress dan menempelkan ke tubuhnya. "Lihat, bukankah tubuhku terlihat sangat besar?" gumam Meysa. Pada saat yang sama, Adrian melangkah masuk ke dalam ruangan sambil sibuk mengancingkan lengan kemejanya. Langkahnya terhenti dan keningnya seketika mengernyit saat melihat sang istri yang belum juga berganti pakaian. "Sayang, kenapa belum siap? Nanti kita bisa terlambat ke acara pernikahan Nozela dan William," ujar Adrian lembut namun terselip nada heran. Meysa menoleh ke ara
Huling Na-update: 2026-07-12
Chapter: Bab 160
Hembusan napas panjang Nozela terdengar di tengah keriuhan persiapan pernikahan di halaman vila mewah itu. Ia menyeka keringat yang membasahi dahinya dengan punggung tangan. "Huft," desahnya, lalu duduk di salah satu kursi kayu yang sudah dihias dengan pita kain berwarna dusty pink. Matanya mengamati sekeliling, menatap para pekerja yang sedang sibuk memasang tenda dekorasi dan menata centerpiece di atas meja-meja. Di sebelahnya, seorang staf Wedding Organizer yang tampaknya merupakan koordinator lapangan, sedang sibuk mencatat detail persiapan di papan penjepitnya. Nozela menengok ke arah staf tersebut, "Kak, itu bunganya... saya mau yang putih lebih banyak lagi. Bisa ditambahin di lengkungan di atas panggung itu?" Si staf menatap papan penjepitnya, lalu mengangguk, "Bisa, Mbak. Nanti saya koordinasikan lagi sama tim florist." Nozela mengangguk puas. "Oke, makasih ya. Terus... foto kami," Nozela menunjuk ke arah panggung di mana sebuah bingkai foto besar dengan foto Nozela d
Huling Na-update: 2026-07-12
Chapter: Bab 159
Detik berganti menit, jam berganti hari, dan hari berganti bulan. Tak terasa waktu cepat berlalu hingga kini kandungan Meysa sudah memasuki usia lima bulan. Perutnya yang mulai membuncit menjadi simbol kebahagiaan kecil yang selalu ia dan suaminya nantikan setiap harinya.Hari ini, suasana hati Meysa dipenuhi letup-letup kegembiraan. Ditemani sang suami yang tak pernah lepas menggenggam tangannya, mereka melangkah masuk ke rumah sakit untuk melakukan check-up rutin.Meysa kini berbaring di atas ranjang periksa yang dilapisi kain putih bersih. Jantungnya berdegup agak kencang campuran antara rindu dan sedikit cemas yang biasa dirasakan seorang ibu. Di sampingnya, Adrian berdiri siaga, memberikan senyum penenang yang paling hangat.Dokter kandungan, seorang wanita paruh baya dengan senyum keibuan, mulai mengoleskan gel dingin di permukaan perut Meysa. Detik berikutnya, alat transducer mulai digerakkan perlahan. Di layar monitor hitam-putih, samar-samar mulai
Huling Na-update: 2026-07-11
Chapter: Bab 158
Krieeek… Derit pintu sel besi yang terbuka tiba-tiba memecah keheningan ruangan yang pengap itu. Clarissa tersentak kaget. Ia segera mendongak, menatap sesosok pria berseragam yang berdiri di ambang pintu, lalu bergegas bangkit dari duduknya. "Mari, ada keluarga yang ingin bertemu dengan Anda," ucap seorang polisi dengan nada datar namun tegas.Dengan kedua tangan yang terikat borgol besi, Clarissa melangkah keluar. Polisi itu menggiringnya menyusuri lorong dingin penjara menuju ruang kunjungan. Setiap langkahnya dipenuhi rasa penasaran sekaligus harap-harap cemas.Begitu pintu ruang kunjungan dibuka, pandangan Clarissa langsung tertuju pada sesosok pria paruh baya yang sangat ia kenali."Papa..." ucap Clarissa lirih. Sepasang matanya yang semula redup, seketika berbinar cerah. Fahmi, yang datang bersama kuasa hukumnya, tidak bisa menyembunyikan rasa rindunya. Ia segera melangkah maju dan memeluk tubuh putri sambungnya itu de
Huling Na-update: 2026-07-11
Gadis Desa di Antara Pria Perkasa

Gadis Desa di Antara Pria Perkasa

Di tengah kehancuran rumah tangganya akibat pengkhianatan sang suami, Mbak Sri memilih bangkit dan menata kembali hidupnya yang runtuh. Satu-satunya harta yang kini ia miliki adalah sebuah rumah kos peninggalan almarhum orang tuanya. Mbak Sri memutuskan untuk mengelola kos tersebut secara mandiri, mengalihkan seluruh rasa sakit hatinya menjadi energi untuk merawat tempat yang penuh kenangan masa kecilnya itu. Kehidupan Mbak Sri yang sepi perlahan berubah warna ketika kos tersebut perlahan terisi penuh oleh penghuni pria dengan latar belakang dan latar kepribadian yang bertolak berbeda. Di antara dinamika pertemanan, perlindungan manis, dan persaingan terselubung untuk memenangkan hati sang pemilik kos, Mbak Sri belajar menyembuhkan trauma masa lalunya dan menemukan kembali harga dirinya.
Basahin
Chapter: Bab.89
Pagi itu, sinar matahari baru saja menerobos celah-celah pepohonan di area proyek pembangunan. Suasana di lapangan yang biasanya bising oleh suara mesin, pagi ini terasa agak sunyi dan dibalut canggung.Di depan proyek, Mas Bayu, Pak Doni dan Mas Rehan sedang duduk Bersama. Hingga tak lama kemudia, tak jauh dari tempat mereka duduk, di balik gerbang berhenti sebuah motor membuat ketiganya menoleh.Sesosok wanita anggun dengan pakaian rapi bertandang ke lokasi. Ia adalah Mbak Sri, yang datang tepat waktu sesuai dengan janji yang telah ia buat sebelumnya. Mbak Sri hadir untuk menemui Mas Bayu.Namun, kehadiran Mbak Sri yang tak disangka-sangka oleh Pak Doni dan Mas Rehan membuat suasana seketika menegang.Mas Rehan dan Pak Doni menghentikan pembicaraan mereka begitu melihat kedatangan Mbak Sri. Wajah mereka menunjukkan terkejut yang luar biasa.Mas Rehan terperanjat, "Mbak Sri? Anda... bagaimana bisa ada di sini pagi-pagi begini?"Pak Doni s
Huling Na-update: 2026-10-17
Chapter: Bab.88
Suasana di Kos Wisma Asri menjelang pukul sembilan pagi mulai berangsur sepi. Kebisingan khas pagi hari seperti suara deru motor, celoteh penghuni kos yang berebut kamar mandi, hingga denting alat masak kini telah mereda. Mayoritas penghuninya sudah berangkat menembus kemacetan kota untuk bekerja dan berkuliah. Hanya tersisa keheningan yang dibalut sepoi angin pagi dan suara jangkrik liar di sudut halaman.Di dalam kamarnya, Mbak Sri berdiri mengamati penampilannya. Ia meraih tas selempang kulit warna cokelat pastel lalu memakainya serong di bahu. Matanya menatap lekat pantulan dirinya di cermin rias berukuran sedang. Dress bunga-bunga kecil berwarna lembut yang melekat di tubuhnya tampak begitu rapi, membalut sosoknya yang biasanya hanya mengenakan daster atau kaos santai sehari-hari. Sebuah senyum tipis yang hampir tak terlihat, namun penuh arti mengembang di bibirnya.Dengan jemari yang sedikit gemetar, Mbak Sri meraih botol parfum kaca berdesain elegan dari atas me
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: Bab.87
Suara tumisan bumbu halus di atas wajan besar beradu dengan keheningan pagi yang masih samar. Jarum jam dinding di dapur umum menunjukkan pukul 04.15 WIB. Asap tipis beraroma bawang merah, terasi, dan daun jeruk membumbung tinggi, memenuhi ruangan berubin putih tersebut.Setelah tiga hari tutup total demi mengurus berkas perceraiannya di Pengadilan Agama, Mbak Sri akhirnya kembali ke tempat yang paling membuatnya merasa hidup: dapur katering milik pribadinya. Hari ini, ia harus menyelesaikan 50 kotak nasi tumpeng mini dan 100 porsi prasmanan untuk acara syukuran kantor.Dengan cekatan, Mbak Sri mengaduk sambal goreng ati dengan sutil kayu besar. Keringat tipis mulai menetes di pelipisnya. Tangannya yang sigap dan terlatih melangkah dari satu kompor ke kompor lain.Ting!Suara denting notifikasi ponsel terdengar dari balik saku apron kain motif kotak-kotak biru yang ia kenakan.Mbak Sri mengecilkan api kompor terlebih dahulu. Ia me
Huling Na-update: 2026-10-15
Chapter: Bab.86
Angin malam berembus dingin, membawa aroma tanah basah yang kian pekat. Langit di atas sana gulita, tertutup awan mendung yang menggantung rendah, seolah menyimpan beban yang siap ditumpahkan kapan saja.Mbak Sri duduk sendirian di kursi kayu teras rumahnya. Matanya menatap lurus ke arah langit malam yang hampa. Sebuah helaan napas berat terdengar beberapa kali dari bibirnya, terlepas bersama rasa sesak yang tak kunjung mereda. Malam ini seharusnya terasa begitu berharga—sebuah garis akhir dari drama panjang yang menguras emosi dan air mata. Namun, bukannya lega, hatinya justru terasa ganjil, gundah, dan tidak tenang. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di relung dadanya yang paling dalam."Mas Bayu..." lirih Mbak Sri sangat pelan, hampir tak terdengar, mengucap nama seseorang yang kini jauh darinya.Tiba-tiba, sebuah sentuhan lembut mendarat di atas kepalanya. Sebuah elusan hangat pada pucuk kepala yang seketika menghentikan lamunannya.Mbak Sri te
Huling Na-update: 2026-10-14
Chapter: Bab.85
Suara dentang halus koin dan kunci di dalam saku celana mengiringi langkah Mas Bayu saat ia melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya. Suasana ruangan terasa sunyi, hanya derak halus kipas angin yang membelah udara panas sore itu.Mas Bayu melepas topi rimba kesayangannya, meletakkannya dengan layu di atas meja kayu yang dipenuhi tumpukan berkas. Matanya yang tampak lelah tertuju pada segelas air putih dingin yang berdiri anggun di sudut meja. Tanpa ragu, ia meraih gelas itu, menempelkan pinggirannya ke bibir, dan meminumnya hingga tandas tanpa henti.Glek... glek... glek."Haaah..."Terdengar suara helaan napas panjang yang sarat akan beban keluar dari mulut Mas Bayu. Ia menurunkan gelas kosong itu, lalu perlahan menjatuhkan punggungnya, menyandarkan tubuhnya yang letih ke sandaran kursi busa. Mas Bayu mendongak, menatap kosong ke arah langit-langit plafon ruangan yang putih bersih.Tatapannya benar-benar kosong. Sudah hampir satu bulan dia
Huling Na-update: 2026-10-13
Chapter: Bab.84
Ketukan palu hakim tiga kali menggema di ruang sidang Pengadilan Agama, menandai akhir dari perjalanan panjang rumah tangga Mbak Sri dan Teguh."Memutuskan, mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya. Menjatuhkan talak satu ba'in sughra tergugat, Teguh bin Sastro, terhadap penggugat, Sri Wahyuni binti Sukirno," ucap Ketua Majelis Hakim lantang dari balik meja hijau.Mbak Sri, yang duduk didampingi kuasa hukumnya di sisi kiri ruang sidang, menghembuskan napas panjang. Kedua tangannya yang bertaut di atas pangkuan perlahan mengendur.Hakim melanjutkan pembacaan amar putusan, masuk ke poin rekonvensi atau gugatan balik yang diajukan oleh pihak Teguh mengenai sengketa harta bersama dan tuduhan perselingkuhan."Menimbang, bahwa mengenai gugatan rekonvensi tergugat terkait tuntutan pembagian harta bersama berupa rumah kos dan tuduhan pelanggaran kesusilaan oleh penggugat..." Hakim melepaskan kacamata bacanya sejenak, lalu menatap tajam ke arah Teguh yang duduk gelisah di sisi kanan. "Ma
Huling Na-update: 2026-10-12
Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar

Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar

Florensia harus mengalami masalah rumah tangga yang rumit dimana dia harus menyaksikan sendiri perselingkuhan suami dan mantan kekadihnya. kesalahpahaman membuat rumah tangga Florensia dan Ren hancur secara perlahan hingga Florensia memutuskan menceraikan sang suami. Ditengah ketepurukannya, ada uluran tangan dan dekapan hangat dari sang adik ipar hingga membuat Florensia memutuskan memafaatkan sang adik ipar untuk membalas perbuatan sang suami. Akankan rencana balas dendam Florensia berhasil? atau justru dia terjebak dengan rencananya sendiri?
Basahin
Chapter: bab 66
Ting.Pintu lift terbuka, Florensia keluar dari lift kemudian berjalan menuju dapur. Disana dia melihat beberapa asisten rumah tangga tengah sibuk mempersiapkan bahan makanan untuk mereka masak untuk menu makan malam nanti."Selamat sore nyontya Flo." sapa para asisten rumah tangga bergantian."Sore bik, ada yang bisa Flo bantu?"Asisten rumah tangga saling tatap saat nyonya muda mereka menanyakan pekerjaan yang bisa nyonya mereka bantu, mereka hanya diam dan saling menatap.Florensia yang tak emndapatkan jawaban apapun mengerutkan keningnya, dia berniat membantu karena memang tak memiliki pekerjaan."Maaf nyonya, lebih baik anda menungggu di luar saja.""Loh, memangnya kenapa bik?" tanya Florensia bingug."Biarkan kami saja yang memasak ini nyonya, nanti tangan anda kotor."Florensia tertawa kecil menengar jawaban asiaten ruma tangganya. "Tidak papa bik, saya di rumah mama juga sering membantu mama memasak."
Huling Na-update: 2026-01-03
Chapter: bab 65
Florensia terdiam sambil menatap ke luar jendela mobil, saat ini dia sedang dalam perjalanan pulang dari kafe setelah bertemu dengan sahabatnya. Sejak pembicaraannya dengan Noela tadi, dia jadi lebih banyak diam bahkan sampai membuat Karina bingung.Sesekali Karina melihat kebelakang melewati kaca spion, dia memperhatikan Florensia yang semakin murung dan banyak diam. Dia menghela nafas pelan, dia sama sekali tidak tahu pembicaraan bos dan sahabatny tadi karena dia sengaja memberi ruang agar tidak terlalu tahu masalah yang dibahas oelh Florensia.Karina sedikit khawatir melihat Florensia, dia takut masalah yang dihadapinya cukup berat."Nona, anda melamun?"Florensia menoleh ke depan saat Karina menegurnya. "Tidak, aku hanya sedikit banyak pikiran saja.""Anda bisa bercerita dengan saya nona, jangan terlalu dipendam sendiri.""Nanti aku ceritakan."Karina mengangguk, dia paham mungkin saat ini Florensia belum siap untuk mencerit
Huling Na-update: 2026-01-02
Chapter: bab 64
Megan dan Ren berjalan bersama meninggalkan rumah sakir menuju mobil mereka, keduanya tampak terlihat mengobrol ringan sambil sesekali tersenyum bersama. Dibelakang mereka, asisten mereka hanya terdiam sambil sesekali memperhatikan interaksi bos mereka, terutama Vegas. Vegas melirik Tania yang biasa saja melihat kedekatan Ren dan Megan seolah sama sekali tidakmerasa was-was. Berbeda dengan dirinya yang sedikit cemas karena takut ada yang melihat mereka dan melaporkannya pada nyonya muda Louhan alias Florensia."Ehem."Tania menoleh ke arah Vegas yang berdehem pelan. "Ada apa?"Vegas menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, tenggorokanku sedikit sakit saja."Sampai di tempat parkir, Megan menghentikan langkahnya didekat mobilnya yang kebetulan bersebelahan dengan mobil Ren."Kamu masih ingat makam Maki kan?"Ren mengangguk. "Masih.""Kalau begitu alku duluan ya, kita bertemu disana nanti.""Iya."Megan lekas masuk kedalam mobil bersama dengan Tania kemudian pergi ke lebih dulu meninggalk
Huling Na-update: 2026-01-01
Chapter: bab 63
"Terima kasih kak.""Sama-sama nona."Florensia keluar dari salon kemudian menghampiri asistennya yang sudah menunggunya di lobi sambil meminum kopi. Melihat Florensia sudah datang buru-buru Karina bangkit dari duduknya."Bagaimana nona? Sudah lebih baik?"Floensia mengangguk mengiyakan, tubuhnya sudah lebih ringan dari sebelumnya, dia merasa lebih fresh dan kembali besemangat lagi."Ayo kita ke kafe, Noela dan Angel sudah menunggu." ajak Florenisa.Karina mengangguk. "Mari nona."Florensia berjalan lebih dulu, dia sudah tidak sabar bertemu dengan para sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu. Mereka berdua lekas masuk ke dalam mobil kemudian menuju lokasi tempat biasa Florensia dan dua sahabatnya nongkrong.Namun yang membuat Florenisa penasaran adalah topik pembahasan mereka yang akan Noela sampaikan nanti. Enath apa yang diketahui oleh sahabatnya tentang Ren hingga Noela mengajaknya bertemu untuk membahas Ren.Florens
Huling Na-update: 2025-12-31
Chapter: bab 62
Drrtt..Drrtt..Ponsel milik Ren kembali bergetar, dia mengambil ponselnya kemudian melihat nama Megan yang tertera pada layar ponselnya. Tanpa menangkatnya, Ren langsung pergi begitu saja.Ceklek.Dua bodyguard sedikit menyingkir dari depan pintu saat pintunya terbuka."Ren, aku tidak boleh masuk." adu Megan.Kedua bodyguard itu menundukkan kepala mereka takut."Maafkan kami tuan." ucap mereka kompak."Masuk." ucap Ren datar.Megan segera masuk ke dalam sambil mengukuti Ren dari belakang, mereka berdiri tak jauh dari ranjang pasien. Megan mendekati ranjang pasien itu kemudian menatap priayang sedang terbaring lemah."Bagaimana keadaan bapak....""Desta, nama saya Desta." lirih pria bernama Desta.Megan mengangguk. "Bagaimana keadaan bapak? Saya minta maaf atas tindakan saya kemarin, tadi saya sudha diberi tahu Ren tentang semuanya.""Tidakpapa nona, semua ini juga salah saya.""Tidak, ba
Huling Na-update: 2025-12-30
Chapter: bab 61
"Ada apa Vegas?" tanya Ren saat keduanya sudah berada didalam ruang kerja Ren."Saya baru saja mendapat kabar jika pria yang saat ini dimarkas jatuh sakit tuan." jawab Vegas.Ren memberlakan matanya terkejut. "Apa, sakit? Bagaimana bisa?""Menurut laporan, pria itu sama sekali tidak makan dan minum selama disana tuan. Dan saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit terdekat."Ren menghembuskan nafasnya kasar, dia masih kesal lantaran salah mendapat target dan sekarang pria itu malah sakit. Ren masih pusing dengan masalah ini karena sampai saat ini masih belum juga menemukan titik terang terkait pelaku utama kecelakaan Maki. Ren menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil meraup wajahnya kasar."Bagaimana ini?""Anda tidak perlu khawatir tuan, sebelum pria itu pingsan dia sempat memberikan keterangan terkait kepemilikan mobilnya."Mendengar ucapan Vegas barusan membuat Ren menegakkan duduknya, dia menatap asistennya dengan tatapan tak percaya
Huling Na-update: 2025-12-30
Maaari mong magustuhan
TERJEBAK SKANDAL
TERJEBAK SKANDAL
Romansa · Aggiacossito
9.3K views
Menikah dengan Musuh
Menikah dengan Musuh
Romansa · Pandanello
9.3K views
Pesona Sang Peri
Pesona Sang Peri
Romansa · IyoniAe
9.3K views
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status