Chapter: bab 134Drrtt...ddrrttt...Thalia menoleh saat ponselnya bergetar disebelahnya, dia menatap layar ponselnya yang terdapat nama Leon."Ngapain dia telepon gue?"Dengan cepat Thalia mengangkat panggilan dari Leon."Halo.""Lo dimana?""Gue di kost, ada apa?""Bisa ketemu?"Thalia terdiam, untuk apa Leon mengajaknya bertemu di jam sekarang."Gue jemput sekarang."Tut."Eh Le, Leon."Thalia menatap layar ponsel yang panggilannya sudah terputus, dia menghela nafas panajng karena tiba-tiba Leon hendak menjemput tanpa persetujuannya. Dia menatap jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam."Ngapain dia mau ketemu gue? Apa mau bahas masalah Ojel lagi?"Thalia mulai bertanya-tanya untuk apa Leon mengajaknya bertemu, terakhir kali mereka membahas masalah dia dan Nozela. Dan saat di perpustakaan tadi dia bahkan tidak tahu apa yang dibahasnya dengan Nozela.Waktu semakin
Dernière mise à jour: 2026-03-02
Chapter: bab 133Plak!"Aw, sakit Jel. Lo main tangan mulu dari tadi." ucap William sambil mengelus keningnya yang baru saja ditabok Nozela."Masih mending gue cuma nabok kening lo ya, bukan mulut lo.""Tapi gue beneran Jel." ucap William berubah serius.William menatap kedua bola mata Nozela dengan intens tanpa berkedip sama sekali, beberapa kali tatapanya mengarah ke bibir sahabatnya yang memerah. Perlahan William mencondongkan tubuhnya ke depan hingga mereka berdekatan.Jantung Nozela berdetak dua kali lebih cepat, ditatap William seperti ini membuatnya semakin gugup dan takut. Dengan jarak sedekat ini dia bisa merasakan hembusan nafas William mengenai wajahnya. Nozela semakin deg-degan saat tangan William meraih tangannya dan mengelus punggung tangannya."William nggak beneran kan?" batin Nozela takut.Nozela takut pasalnya bibirnya masih bengkak, jika William melakukannya lagi, dia tak bisa membayngkan akan seperti apa bentuk bibirnya.Waj
Dernière mise à jour: 2026-03-02
Chapter: bab 132Leon terdiam sambil menatap lurus kedepan, satu tangannya berada didagunya, hembusan nafas kasar terus keluar dari hidung mancungnya. Perasaannya gelisah sejak meninggalkan kampus tadi, dia tak bisa terus seperti in, merasakan ketidaknyamanan karena hubungannya yang sudah berkakhir meski dia belum menyetujui untuk putus dengan Nozela.Cahaya matahari sore menembus kaca mobilnya dan sedikit menyilaukan mata, namun itu bukan apa-apa dibandingkan dengan perasaannya yang kacau balau saat ini. Tangan kirinya mengenggam setir mobil dengan kencang hingga urat-uratnya terlihat jelas."Aku udah cantik belum, Le?"Hening....Clarie yang duduk dikursi sebelah Leon seketika menoleh, dia mengerutkan keningnya saat Leon hanya diam saja tanpa merespon dirinya. Dia memasukkan kembali alat makeupnya lalu mneyentuh lengan Leon.Leon terkejut, dia menoleh dan mendapati Clarie sedang menatapnya dengan tatapan bingungnya."Ada apa Clarie?""Kamu ngelamun
Dernière mise à jour: 2026-03-01
Chapter: bab 131"Kamu kenapa cemberut terus dari tadi?""Nggak papa."Clarissa menolehkan wajahnya ke samping lalu menatap keluar jendela. Sambil bersedekap dada dia terus mengerucutkan bibirnya bahkan sejak tadi dia terkesan cuek dengan William.Sambil fokus pada jalanan didepannya, William meraih tangan Clarissa lalu mengenggamnya erat."Kenapa, coba cerita sama aku." ucap William lembut.Clarissa tersenyum tipis selama beberapa detik, namun setelahnya dia berdehem pelan untuk meredakan senyumnya lalu menoleh ke arah William."Janji nggak marah?"Willim menoleh ke arah kekasihnya lalu mengangguk sambil tersenyum."Iya sayang, janji.""Ada apa? Kayanya serius banget."Sebelum bercerita, Clarissa menarik nafas dalam lalu menghembuskannya panjang. Dia kembali memasang wajah sendu dan dengan bibir mengerucut."Sebenarnya aku tadi didorong Nozela."Ckit!William menghentikan mobilnya secara mendadak saking
Dernière mise à jour: 2026-03-01
Chapter: bab 130Brugh."Aww..""Kalo jalan pake mata dong."Thalia mendongak sambil memegangi pundaknya yang terasa ngilu akibat tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang, dia terkejut melihat Clarissa sedang menatapnya dengan senyum mengejek terpatri diwajah cantiknya. Dia menegakkan tubuhnya kemudian berdehem pelan."Sorry, gue nggak fokus tadi."ucap Thalia.Clarissa mendekat kemudian bersedekap dada, dia sedikit menundukkan wajahnya agar sejajar dengan wajah Thalia."Nggak sengaja? Jelas-jelas lo lihat gue tapi masih nabrak gue, lo ada dendam sama gue?"Thalia mengepalkan kedua tangannya disamping tubuhnya."Awas, gue mau pergi." lirih Thalia.Clarissa mencebikkan bibirnya sambil berjalan mundur dua langkah, dia senang karena bisa membuat lawannya kesal, apalagi seorang Thalia."Kenapa? Takut sama gue?"Clarissa menoleh ke kanan dan kiri seperti sedang mencari sesuatu."Sahabat lo yang cewek gatel itu kemana tum
Dernière mise à jour: 2026-02-28
Chapter: bab 129"Kelas saya akhiri sampai disini. Dan untuk ketua kelas, saya mau tugas Nozela sudah ada dimeja saya sebelum jam sebelas siang.""Baik Prof.""Selamat pagi.""Aku harus nemuin Nozela sekarang, bagaimana pun caranya aku nggak mau putus sama dia." batin Leon.Setelah dosen keluar dari kelas, Leon segera membereskan bukunya. Pagi ini masalahnya dengan Nozela harus segera selesai dan dia bisa kembali lagi dengan Nozela, dia tak ingin hubungannya berakir begitu saja. Namun saat hendak berdiri, ponsel disaku celananya bergetar."Tck, siapa sih?" gumam Leon.Leon kembali duduk dan mengambil ponselnya, dia melihat nama mamanya yang menghubungi. Leon menghela nafas pelan, terpaksa dia mengngkat panggilan dari mamanya dulu.Kriet.Kepala Leon mendongak saat mendengar suara meja berderit, dia melihat Thalia yang nampak terburu-buru keluar dari kelas. Leon mencengkeram ponselnya dengan erat, dia menatap kepergian Thalia dengan tatapan data
Dernière mise à jour: 2026-02-27
Chapter: bab 66Ting.Pintu lift terbuka, Florensia keluar dari lift kemudian berjalan menuju dapur. Disana dia melihat beberapa asisten rumah tangga tengah sibuk mempersiapkan bahan makanan untuk mereka masak untuk menu makan malam nanti."Selamat sore nyontya Flo." sapa para asisten rumah tangga bergantian."Sore bik, ada yang bisa Flo bantu?"Asisten rumah tangga saling tatap saat nyonya muda mereka menanyakan pekerjaan yang bisa nyonya mereka bantu, mereka hanya diam dan saling menatap.Florensia yang tak emndapatkan jawaban apapun mengerutkan keningnya, dia berniat membantu karena memang tak memiliki pekerjaan."Maaf nyonya, lebih baik anda menungggu di luar saja.""Loh, memangnya kenapa bik?" tanya Florensia bingug."Biarkan kami saja yang memasak ini nyonya, nanti tangan anda kotor."Florensia tertawa kecil menengar jawaban asiaten ruma tangganya. "Tidak papa bik, saya di rumah mama juga sering membantu mama memasak."
Dernière mise à jour: 2026-01-03
Chapter: bab 65Florensia terdiam sambil menatap ke luar jendela mobil, saat ini dia sedang dalam perjalanan pulang dari kafe setelah bertemu dengan sahabatnya. Sejak pembicaraannya dengan Noela tadi, dia jadi lebih banyak diam bahkan sampai membuat Karina bingung.Sesekali Karina melihat kebelakang melewati kaca spion, dia memperhatikan Florensia yang semakin murung dan banyak diam. Dia menghela nafas pelan, dia sama sekali tidak tahu pembicaraan bos dan sahabatny tadi karena dia sengaja memberi ruang agar tidak terlalu tahu masalah yang dibahas oelh Florensia.Karina sedikit khawatir melihat Florensia, dia takut masalah yang dihadapinya cukup berat."Nona, anda melamun?"Florensia menoleh ke depan saat Karina menegurnya. "Tidak, aku hanya sedikit banyak pikiran saja.""Anda bisa bercerita dengan saya nona, jangan terlalu dipendam sendiri.""Nanti aku ceritakan."Karina mengangguk, dia paham mungkin saat ini Florensia belum siap untuk mencerit
Dernière mise à jour: 2026-01-02
Chapter: bab 64Megan dan Ren berjalan bersama meninggalkan rumah sakir menuju mobil mereka, keduanya tampak terlihat mengobrol ringan sambil sesekali tersenyum bersama. Dibelakang mereka, asisten mereka hanya terdiam sambil sesekali memperhatikan interaksi bos mereka, terutama Vegas. Vegas melirik Tania yang biasa saja melihat kedekatan Ren dan Megan seolah sama sekali tidakmerasa was-was. Berbeda dengan dirinya yang sedikit cemas karena takut ada yang melihat mereka dan melaporkannya pada nyonya muda Louhan alias Florensia."Ehem."Tania menoleh ke arah Vegas yang berdehem pelan. "Ada apa?"Vegas menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, tenggorokanku sedikit sakit saja."Sampai di tempat parkir, Megan menghentikan langkahnya didekat mobilnya yang kebetulan bersebelahan dengan mobil Ren."Kamu masih ingat makam Maki kan?"Ren mengangguk. "Masih.""Kalau begitu alku duluan ya, kita bertemu disana nanti.""Iya."Megan lekas masuk kedalam mobil bersama dengan Tania kemudian pergi ke lebih dulu meninggalk
Dernière mise à jour: 2026-01-01
Chapter: bab 63"Terima kasih kak.""Sama-sama nona."Florensia keluar dari salon kemudian menghampiri asistennya yang sudah menunggunya di lobi sambil meminum kopi. Melihat Florensia sudah datang buru-buru Karina bangkit dari duduknya."Bagaimana nona? Sudah lebih baik?"Floensia mengangguk mengiyakan, tubuhnya sudah lebih ringan dari sebelumnya, dia merasa lebih fresh dan kembali besemangat lagi."Ayo kita ke kafe, Noela dan Angel sudah menunggu." ajak Florenisa.Karina mengangguk. "Mari nona."Florensia berjalan lebih dulu, dia sudah tidak sabar bertemu dengan para sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu. Mereka berdua lekas masuk ke dalam mobil kemudian menuju lokasi tempat biasa Florensia dan dua sahabatnya nongkrong.Namun yang membuat Florenisa penasaran adalah topik pembahasan mereka yang akan Noela sampaikan nanti. Enath apa yang diketahui oleh sahabatnya tentang Ren hingga Noela mengajaknya bertemu untuk membahas Ren.Florens
Dernière mise à jour: 2025-12-31
Chapter: bab 62Drrtt..Drrtt..Ponsel milik Ren kembali bergetar, dia mengambil ponselnya kemudian melihat nama Megan yang tertera pada layar ponselnya. Tanpa menangkatnya, Ren langsung pergi begitu saja.Ceklek.Dua bodyguard sedikit menyingkir dari depan pintu saat pintunya terbuka."Ren, aku tidak boleh masuk." adu Megan.Kedua bodyguard itu menundukkan kepala mereka takut."Maafkan kami tuan." ucap mereka kompak."Masuk." ucap Ren datar.Megan segera masuk ke dalam sambil mengukuti Ren dari belakang, mereka berdiri tak jauh dari ranjang pasien. Megan mendekati ranjang pasien itu kemudian menatap priayang sedang terbaring lemah."Bagaimana keadaan bapak....""Desta, nama saya Desta." lirih pria bernama Desta.Megan mengangguk. "Bagaimana keadaan bapak? Saya minta maaf atas tindakan saya kemarin, tadi saya sudha diberi tahu Ren tentang semuanya.""Tidakpapa nona, semua ini juga salah saya.""Tidak, ba
Dernière mise à jour: 2025-12-30
Chapter: bab 61"Ada apa Vegas?" tanya Ren saat keduanya sudah berada didalam ruang kerja Ren."Saya baru saja mendapat kabar jika pria yang saat ini dimarkas jatuh sakit tuan." jawab Vegas.Ren memberlakan matanya terkejut. "Apa, sakit? Bagaimana bisa?""Menurut laporan, pria itu sama sekali tidak makan dan minum selama disana tuan. Dan saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit terdekat."Ren menghembuskan nafasnya kasar, dia masih kesal lantaran salah mendapat target dan sekarang pria itu malah sakit. Ren masih pusing dengan masalah ini karena sampai saat ini masih belum juga menemukan titik terang terkait pelaku utama kecelakaan Maki. Ren menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil meraup wajahnya kasar."Bagaimana ini?""Anda tidak perlu khawatir tuan, sebelum pria itu pingsan dia sempat memberikan keterangan terkait kepemilikan mobilnya."Mendengar ucapan Vegas barusan membuat Ren menegakkan duduknya, dia menatap asistennya dengan tatapan tak percaya
Dernière mise à jour: 2025-12-30