Chapter: bab 334Tok...tok.Ceklek.Pintu ruang rawat Clarissa terbuka, dua orang polwan dan satu orang polisi masuk ketika semua orang yang berada disana sedang mebereskan pakaian Clarissa. Clarissa terkejut saat melihat polisi masuk ke dalam ruangannya, dia lekas mendekati daddynya yang sedang berbicara dengan papanya."Selamat pagi."Cleo dan Fahmi bangkit dari duduknya, mereka sama terkejutnya seperti Clarissa saat melihat polisi itu masuk ke ruang rawat Clarissa. Cleo lekas menarik lengan Clarissa kemudian menyembunyikan Clarissa dibelakang tubuhnya."Selamat pagi pak." jawab Fahmi."Saya ke sini untuk membawa nona Clarissa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan atas kasus pelecehan seksual berencana.""Ini surat penangkapannya."Cleo menerima sebuah amplop dan mengeluarkan isinya yang dimana dalam surat itu adalah utusan penangkapan terhadap Clarissa."Tapi pak, putri saya baru saja sembuh." ucap Fahmi."Anda bisa
最終更新日: 2026-04-16
Chapter: bab 333"Setelah pemeriksaan menyeluruh yang saya lakukan, Nozela terdeteksi mengalami trauma psikologis atas kejadian yang dia alami. Meski kejadian itu tak sampai merenggut kesuciannya dan dalam keadaan setengah sadar karena efek obat yang dia konsumsi, namun otaknya merekam jelas kejadian demi kejadian yang dialami. Hal itu menyebabkan Nozela terus mengingatnya dan memunculkan rasa trauma."Tiara tak bisa lagi menopang tubuhnya setelah mendengar penjelasan dari dokter, dia terduduk di sofa sambil menutup mulutnya sendiri. Air matanya menetes tanpa bisa dia bendung lagi, dia tak menyangka Nozela akan mengalami hal seperti ini."Apa bisa sembuh dok?" tanya Andito.Dokter mengangguk. "Tentu saja bisa tuan, dengan menjalani terapi dan dengan dukungan keluarga pasti Nozela akan cepat pulih. Namun semua pengobatannya membutuhkan proses yang sedikit panjang, jika Nozela bisa menerima dengan baik maka tak sampai menunggu lama dia akan segera pulih.""Tolong bantu putr
最終更新日: 2026-04-16
Chapter: bab 332"Leon, kamu disini? Aku baru aja mau jenguk Drake sama kak Clarissa.""Ikut aku."Leon segera menarik tangan Clarie kemudian membwanya pergi ke koridor rumah sakit yang sepi, dia melepaskan tangan Clarie dengan kasar membuat Clarie kebingungan. Dia menoleh ke belakang dimana mamanya masih menunggunya."Ada apa Leon?"Leon menatap Clarie dengan tajam, dia mencengkeram lengan Calrie untuk menyalurkan rasa kesalnya. Clarie yang diperlakukan begitu kasar hanya bisa meringis kecil."Leon sakit.""Kamu tahu kan rencana Clarissa buat jebak Nozela sama Drake makanya kamu aku ajak pulang duluan?"Clarie mengerutkan keningnya. "Maksud kamu apa? Aku nggak paham sama sekali."Leon mendegus kasar. "Nggak usah belaga bodoh Clarie, aku tahu kamu sengaja bantuin kakak kamu karena kamu juga nggak suka sama Nozela kan?"Clarie merasa marah karena dituduh oleh Leon, dia akui dia memang membantu Clarissa namun dia tak tahu rencana kakaknya.
最終更新日: 2026-04-16
Chapter: bab 331William mengendarai mobilnya menuju kantor polisi, dia mendapat kabar dari Thalia jika hari ini Fela mendapat surat panggilan untuk menjadi saksi kejadian kemarin malam. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di kantor polisi.Ckit.William menghentikan mobilnya tepat didepan kantor polisi, dia segera turun dari mobil kemudian masuk ke dalam. Sampai di dalam William mendekati Thalia yang sedang duduk sendiri di ruang tunggu."Tha."Thalia menoleh, dia lekas menggeser duduknya dan membiarkan William duduk disebelahnya."Akhirnya lo datang juga.""Gimana?""Kak Fela masih didalam, cuma dia satu-satunya saksi yang melihat seluruh kejadiannya. Pihak polisi juga udah cek sleuruh cctv di club itu."William menganggukkan kepalanya, dia sedikit bernafas lega saat kasus Nozela perlahan mulai diusut. Dia berharap para pelaku mendapat keadilan seadil-adilnya."Lo udah ke rumah sakit kan? Gimana kon
最終更新日: 2026-04-15
Chapter: bab 330Plak!!"Pah, apa yang kamu lakukan?""Bajingan seperti dia memang bisanya hanya mempermalukan keluarga, apa yang ada dipikian kamu sampai melakuakn hal seperti ini Drake?" seru Thomas.Tangan Thomas kembali terangkat hendak memukul Drake namun Megan segera berdiri dihadapan suaminya membuat tangan Thomas menggantung diudara. Dia menatap istrinya dengan tajam kemudian menurunkan tangannya dengan kasar."Sudah cukup wajah Drake babak belur seperti ini pah, jangan kamu tambahin luka Drake. Kamu nggak kasihan sama anak kita?" Seru Megan."Begini lah jadinya kalau kamu terlalu memanjakan Drake, dia jadi pembangkang dan melakukan hal menjijikkan seperti ini."Drake yang terbaring diranjang hanya memutar bola matanya malas melihat dan mendengar pertengakaran kedua orang tuanya yang tak ada habisnya. Papanya selalu menjunjung tinggi nama baik keluarga, dan apapun yang dia lakukan selalu salah di mata papanya. Dia muak selalu diatur dan disetir papan
最終更新日: 2026-04-15
Chapter: bab 229"Ayo cepat pah, aku khawatir banget sama Clarissa."Marissa berlari menyusuri koridor rumah sakit, dia sangat terkejut ketika mendapat kabar dari mantan suaminya jika putri mereka masuk rumah sakit. Dia bersama suaminya lekas pergi ke rumah sakit seketika itu juga, dia bagitu khawatir dengan keadaan Clarissa."Persimi sus, pasien atas nama Clarissa dimana ya?" tanya Marissa."Pasien sudah dipindahkan ke ruang rawat bangsal 12."Setelah mendapatkan nomor kamar Clarissa, Marissa pergi begitu saja."Terima kasih sus." ucap Fahmi.Sampai dibangsal 12, Marissa terkejut karena ada beberapa orang disana yang juga mengalami luka-luka, dia berdiri diambang pintu masuk ketika melihat beberapa polisi berjaga disana."Ada apa Risa?" tanya Fahmi.Marissa menoleh ke arah suaminya. "Ada polisi pah.""Apa polisi? Apa Clarissa kecelakaan?"Marissa mengglengkan kepalanya. "Aku juga nggak tahu.""Marissa Fahmi, mengapa kalian
最終更新日: 2026-04-14
Chapter: bab 66Ting.Pintu lift terbuka, Florensia keluar dari lift kemudian berjalan menuju dapur. Disana dia melihat beberapa asisten rumah tangga tengah sibuk mempersiapkan bahan makanan untuk mereka masak untuk menu makan malam nanti."Selamat sore nyontya Flo." sapa para asisten rumah tangga bergantian."Sore bik, ada yang bisa Flo bantu?"Asisten rumah tangga saling tatap saat nyonya muda mereka menanyakan pekerjaan yang bisa nyonya mereka bantu, mereka hanya diam dan saling menatap.Florensia yang tak emndapatkan jawaban apapun mengerutkan keningnya, dia berniat membantu karena memang tak memiliki pekerjaan."Maaf nyonya, lebih baik anda menungggu di luar saja.""Loh, memangnya kenapa bik?" tanya Florensia bingug."Biarkan kami saja yang memasak ini nyonya, nanti tangan anda kotor."Florensia tertawa kecil menengar jawaban asiaten ruma tangganya. "Tidak papa bik, saya di rumah mama juga sering membantu mama memasak."
最終更新日: 2026-01-03
Chapter: bab 65Florensia terdiam sambil menatap ke luar jendela mobil, saat ini dia sedang dalam perjalanan pulang dari kafe setelah bertemu dengan sahabatnya. Sejak pembicaraannya dengan Noela tadi, dia jadi lebih banyak diam bahkan sampai membuat Karina bingung.Sesekali Karina melihat kebelakang melewati kaca spion, dia memperhatikan Florensia yang semakin murung dan banyak diam. Dia menghela nafas pelan, dia sama sekali tidak tahu pembicaraan bos dan sahabatny tadi karena dia sengaja memberi ruang agar tidak terlalu tahu masalah yang dibahas oelh Florensia.Karina sedikit khawatir melihat Florensia, dia takut masalah yang dihadapinya cukup berat."Nona, anda melamun?"Florensia menoleh ke depan saat Karina menegurnya. "Tidak, aku hanya sedikit banyak pikiran saja.""Anda bisa bercerita dengan saya nona, jangan terlalu dipendam sendiri.""Nanti aku ceritakan."Karina mengangguk, dia paham mungkin saat ini Florensia belum siap untuk mencerit
最終更新日: 2026-01-02
Chapter: bab 64Megan dan Ren berjalan bersama meninggalkan rumah sakir menuju mobil mereka, keduanya tampak terlihat mengobrol ringan sambil sesekali tersenyum bersama. Dibelakang mereka, asisten mereka hanya terdiam sambil sesekali memperhatikan interaksi bos mereka, terutama Vegas. Vegas melirik Tania yang biasa saja melihat kedekatan Ren dan Megan seolah sama sekali tidakmerasa was-was. Berbeda dengan dirinya yang sedikit cemas karena takut ada yang melihat mereka dan melaporkannya pada nyonya muda Louhan alias Florensia."Ehem."Tania menoleh ke arah Vegas yang berdehem pelan. "Ada apa?"Vegas menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, tenggorokanku sedikit sakit saja."Sampai di tempat parkir, Megan menghentikan langkahnya didekat mobilnya yang kebetulan bersebelahan dengan mobil Ren."Kamu masih ingat makam Maki kan?"Ren mengangguk. "Masih.""Kalau begitu alku duluan ya, kita bertemu disana nanti.""Iya."Megan lekas masuk kedalam mobil bersama dengan Tania kemudian pergi ke lebih dulu meninggalk
最終更新日: 2026-01-01
Chapter: bab 63"Terima kasih kak.""Sama-sama nona."Florensia keluar dari salon kemudian menghampiri asistennya yang sudah menunggunya di lobi sambil meminum kopi. Melihat Florensia sudah datang buru-buru Karina bangkit dari duduknya."Bagaimana nona? Sudah lebih baik?"Floensia mengangguk mengiyakan, tubuhnya sudah lebih ringan dari sebelumnya, dia merasa lebih fresh dan kembali besemangat lagi."Ayo kita ke kafe, Noela dan Angel sudah menunggu." ajak Florenisa.Karina mengangguk. "Mari nona."Florensia berjalan lebih dulu, dia sudah tidak sabar bertemu dengan para sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu. Mereka berdua lekas masuk ke dalam mobil kemudian menuju lokasi tempat biasa Florensia dan dua sahabatnya nongkrong.Namun yang membuat Florenisa penasaran adalah topik pembahasan mereka yang akan Noela sampaikan nanti. Enath apa yang diketahui oleh sahabatnya tentang Ren hingga Noela mengajaknya bertemu untuk membahas Ren.Florens
最終更新日: 2025-12-31
Chapter: bab 62Drrtt..Drrtt..Ponsel milik Ren kembali bergetar, dia mengambil ponselnya kemudian melihat nama Megan yang tertera pada layar ponselnya. Tanpa menangkatnya, Ren langsung pergi begitu saja.Ceklek.Dua bodyguard sedikit menyingkir dari depan pintu saat pintunya terbuka."Ren, aku tidak boleh masuk." adu Megan.Kedua bodyguard itu menundukkan kepala mereka takut."Maafkan kami tuan." ucap mereka kompak."Masuk." ucap Ren datar.Megan segera masuk ke dalam sambil mengukuti Ren dari belakang, mereka berdiri tak jauh dari ranjang pasien. Megan mendekati ranjang pasien itu kemudian menatap priayang sedang terbaring lemah."Bagaimana keadaan bapak....""Desta, nama saya Desta." lirih pria bernama Desta.Megan mengangguk. "Bagaimana keadaan bapak? Saya minta maaf atas tindakan saya kemarin, tadi saya sudha diberi tahu Ren tentang semuanya.""Tidakpapa nona, semua ini juga salah saya.""Tidak, ba
最終更新日: 2025-12-30
Chapter: bab 61"Ada apa Vegas?" tanya Ren saat keduanya sudah berada didalam ruang kerja Ren."Saya baru saja mendapat kabar jika pria yang saat ini dimarkas jatuh sakit tuan." jawab Vegas.Ren memberlakan matanya terkejut. "Apa, sakit? Bagaimana bisa?""Menurut laporan, pria itu sama sekali tidak makan dan minum selama disana tuan. Dan saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit terdekat."Ren menghembuskan nafasnya kasar, dia masih kesal lantaran salah mendapat target dan sekarang pria itu malah sakit. Ren masih pusing dengan masalah ini karena sampai saat ini masih belum juga menemukan titik terang terkait pelaku utama kecelakaan Maki. Ren menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil meraup wajahnya kasar."Bagaimana ini?""Anda tidak perlu khawatir tuan, sebelum pria itu pingsan dia sempat memberikan keterangan terkait kepemilikan mobilnya."Mendengar ucapan Vegas barusan membuat Ren menegakkan duduknya, dia menatap asistennya dengan tatapan tak percaya
最終更新日: 2025-12-30