Chapter: BAB 21 — Jarak yang Semakin TerlihatLayar ponsel Aira masih menyala.Dua notifikasi muncul hampir bersamaan.EvanKita ngobrol setelah kerja? Banyak yang mau aku tanyain.Dan beberapa detik kemudian—Arka Calling…Aira menatap layar itu cukup lama.Entah kenapa akhir-akhir ini semuanya terasa rumit.Hal kecil terasa besar.Hal sederhana terasa melelahkan.Pada akhirnya, ia menerima panggilan itu.“Halo?”“Kamu masih di kantor?”Suara Arka terdengar tenang seperti biasa.Terlalu tenang.“Iya.”“Aku jemput.”Aira mengernyit.“Tidak usah. Aku bisa pulang sendiri.”Sunyi beberapa detik.Lalu suara Arka kembali terdengar.“Aku sudah di bawah.”Deg.Aira menatap layar ponselnya.Panggilan berakhir.Dan anehnya—Ia tidak tahu harus merasa apa.⸻Lima belas menit kemudian—
최신 업데이트: 2026-06-06
Chapter: BAB 20 — Orang Baru, Masalah BaruPagi itu dimulai lebih tenang.Terlalu tenang.Dan justru itu yang membuat Aira merasa aneh.Sudah tiga hari sejak acara perusahaan.Tiga hari sejak Arka meminta maaf.Tiga hari sejak pria itu mulai berubah sedikit demi sedikit.Tidak banyak.Tapi cukup untuk disadari.⸻“Aira.”Suara Arka terdengar dari meja makan.Aira mendongak.Pria itu mendorong segelas susu ke arahnya.“Kamu lupa.”Aira berkedip pelan.“Oh.”Hanya itu jawabannya.Karena sampai sekarang—Ia masih belum terbiasa.Dulu Arka bahkan tidak memperhatikan apakah ia sudah makan atau belum.Sekarang—Ia ingat hal kecil seperti ini.Dan itu membuat Aira bingung.⸻Di mobil menuju kantor—Sunyi.Namun tidak seburuk biasanya.Sampai akhirnya—“Aira.”“Hm?”“
최신 업데이트: 2026-06-06
Chapter: BAB 19 — Sesuatu yang Mulai BerubahPerjalanan pulang terasa sunyi.Terlalu sunyi.Aira duduk di sisi jendela mobil, memandang lampu kota yang berlalu begitu saja.Biasanya—Arka akan membiarkan suasana seperti ini.Diam.Dingin.Selesai.Namun malam ini berbeda.Karena setiap kali melirik ke arah Aira—Yang ia lihat bukan kemarahan.Melainkan kelelahan.Dan itu terasa lebih buruk.⸻“Aira.”Suara Arka memecah keheningan.Aira tidak langsung menoleh.“Hm?”“Aku…”Kalimat itu menggantung.Aneh.Seumur hidupnya—Arka tidak pernah kesulitan bicara.Namun sekarang—Untuk meminta maaf saja terasa sulit.“Aku tidak bermaksud membuatmu seperti tadi.”Aira tersenyum kecil.Lelah.“Tapi tetap terjadi.”Deg.Jawaban itu membuat Arka kembali diam.Karena
최신 업데이트: 2026-06-06
Chapter: BAB 18 — Tempat untuk Jatuh Udara malam terasa dingin.Terlalu dingin.Atau mungkin—Aira saja yang sudah terlalu lelah untuk merasakan apa pun.Ia duduk diam di bangku taman kecil di depan hotel. Noda merah masih terlihat samar di gaunnya.Memalukan.Malam itu seharusnya hanya acara biasa.Tapi entah kenapa—Rasanya seperti seluruh dunia sedang mengingatkannya bahwa ia tidak cocok berada di sisi Arka.“Aira.”Suara Raka terdengar pelan.Pria itu datang membawa dua botol air mineral.Lalu duduk di sampingnya.Tidak terlalu dekat.Tidak terlalu jauh.Pas.“Aku kelihatan sangat menyedihkan ya?” tanya Aira pelan.Raka menggeleng.“Kamu kelihatan capek.”Jawaban sederhana itu—Entah kenapa membuat mata Aira mulai panas lagi.“Aku sudah berusaha,” bisiknya.Raka diam.“Aku berusaha masuk ke dunianya.”“
최신 업데이트: 2026-06-06
Chapter: BAB 17 — Malam yang MempermalukanBallroom hotel itu dipenuhi cahaya.Gaun mahal.Tawa para tamu.Percakapan bisnis yang terdengar elegan.Dan di tengah semua kemewahan itu—Aira merasa tidak berada di tempat yang tepat.Ia berdiri diam di depan cermin ruang ganti hotel. Mengenakan gaun sederhana berwarna hitam yang akhirnya ia pilih sendiri.Tidak terlalu mewah.Namun cukup rapi.Aira menarik napas pelan.Ia hanya ingin malam ini cepat selesai.⸻Saat ia keluar—Tatapan beberapa orang langsung mengarah padanya.Beberapa terlihat menilai.Beberapa lainnya berbisik pelan.Namun Aira mencoba mengabaikannya.Sampai matanya menemukan Arka.Pria itu berdiri tidak jauh dari pintu utama dengan setelan hitam yang membuatnya terlihat semakin dingin dan berwibawa.Dan di sampingnya—Dinda.Cantik. Elegan. Sempurna.Mereka terlihat… serasi.
최신 업데이트: 2026-05-28
Chapter: BAB 16 — Semakin Sulit DikendalikanSejak pertengkaran di ruang kerja kemarin—Hubungan Aira dan Arka berubah semakin buruk.Mereka masih tinggal serumah.Masih duduk di meja makan yang sama.Masih tidur di kamar yang sama.Namun rasanya—Seperti dua orang asing.⸻Pagi itu, Aira turun lebih dulu.Ia berniat langsung pergi sebelum bertemu Arka.Namun langkahnya terhenti ketika melihat pria itu sudah duduk di meja makan.Membaca tablet di tangannya.Seolah menunggu.“Aku berangkat dulu,” ucap Aira singkat.Ia bahkan belum duduk.Namun—“Sarapan.”Satu kata itu membuat Aira menghela napas pelan.“Aku tidak lapar.”“Kamu belum makan sejak semalam.”Deg.Aira sedikit terkejut.Arka menyadarinya?Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh—“Aku tidak mau kamu sakit lalu mengganggu pekerjaan.”Kalimat berikutnya
최신 업데이트: 2026-05-28