author-banner
Yuristi
Yuristi
Author

Novels by Yuristi

Kembali Pada Sang Pemilik Hati

Kembali Pada Sang Pemilik Hati

​Pergi membawa luka, pulang membawa rindu yang tertahan. Itulah yang dirasakan Vanka saat Sora Kim mengajaknya kembali ke Indonesia. Setelah enam tahun menimba ilmu dan bekerja keras di luar negeri, Vanka merasa sudah cukup kuat untuk menghadapi masa lalunya. ​Namun, pertahanannya runtuh saat ia berhadapan kembali dengan Efra. Pria yang dulu ia tinggalkan dalam kemurungan, kini berdiri di depannya dengan aura yang jauh lebih mempesona dan matang. Meski Vanka mencoba bersikap asing dan mengandalkan penampilannya yang kini berkacamata agar tak dikenali, Efra tidak mudah dikelabui. Bagi Efra, sejauh apa pun Vanka berlari, ia akan selalu mengenali "istri kecilnya" itu. Akankah dinginnya sikap cuek Vanka mencair di hadapan Efra yang ternyata masih mengenalnya dengan sangat baik?
Read
Chapter: Bab 57
Jam tujuh pagi, ruang makan lantai dua rumah Pak Kim sudah berbau kopi dan roti yang dipanggang.Bi Ema yang sudah ada sejak jam enam menyiapkan sarapan dengan cara yang menyiratkan ia sudah menghitung berapa orang yang akan turun dan berapa porsi yang dibutuhkan masing-masing. Nasi goreng di panci besar untuk yang mau nasi. Roti dan selai untuk yang tidak. Telur dalam tiga versi karena Bi Ema tahu selera setiap orang di rumah ini dan sudah menyesuaikan tanpa diminta.Pak Kim sudah duduk di kursinya dengan kopi pertama dan koran yang belum dibuka.Mama Sohe di sebelahnya memotong buah dengan cara yang sangat rapi untuk seseorang yang baru bangun.Rena turun duluan dengan kemeja krem yang sudah sangat rapi dan rambut yang sudah disisir dengan sempurna karena Rena adalah orang yang tidak bisa turun sarapan dalam kondisi yang kurang dari sembilan puluh persen siap.Bayu menyusul dengan cara yang sudah siap kerja meski sarapan belum dimulai, ponsel di tangan, jadwal sudah terbuka.Efra du
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Bab 56
Jam empat pagi. Koridor lantai tiga masih sunyi tapi berbeda sunyinya dari tengah malam. Lebih sunyi karena jam seperti ini bahkan suara kota di luar sudah nyaris tidak ada. Vanka terbangun karena kebiasaan yang sudah ada sejak dulu,tubuh yang secara otomatis bangun sebelum subuh untuk shalat dan tidak bisa kembali tidur setelahnya. Ia duduk di tepi kasur. Mengambil mukena dari tas. Shalat sunah. Selesai, ia duduk sebentar. Mendengarkan kesunyian rumah. Lalu berdiri dan berjalan ke dapur kecil di lantai tiga yang biasanya dipakai untuk membuat minuman malam. Memanaskan air. Menyeduh teh. Duduk di kursi kecil di sudut dapur dengan cangkir di tangan. Suara langkah di koridor. --- Pelan. Tidak bersuara penuh karena karpet yang tebal. Lalu muncul seseorang di pintu dapur kecil itu. Efra. Dengan kaos yang sama dari tadi malam tapi sudah sedikit kusut karena tidur. Rambutnya belum disisir. Matanya masih setengah mengantuk tapi sudah tidak bisa kembali tidur. Ia melih
Last Updated: 2026-08-07
Chapter: Bab 55
Jam sebelas malam, koridor lantai tiga rumah Pak Kim sudah sunyi.Satu per satu lampu kamar mati. Bayu yang paling cepat karena besok pagi ia yang harus memastikan semua logistik rapat sudah beres sebelum jam delapan. Eunwoo tidak lama setelah itu. Puja yang sudah hampir tidur sejak di gazebo tadi.Rena yang paling terakhir karena ia masih mengirimkan beberapa email yang tidak bisa ditunda sampai besok.Vanka duduk di meja kerjanya dengan laptop yang masih menyala, mengerjakan sesuatu yang ia bilang ke Sora tinggal sebentar tapi sudah setengah jam.Sora sudah tidur di kamarnya sendiri dengan cara yang tidak perlu diumumkan karena pintunya sudah tertutup sejak jam sepuluh.Di ujung koridor, kamar Seokjin yang sekarang diisi Efra, lampunya masih menyala tipis dari bawah pintu.---Vanka menutup laptopnya jam sebelas empat puluh.Matanya lelah dengan cara yang berbeda dari lelah fisik. Lebih ke lelah yang datang da
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 54
Ronde pertama, Efra kalah.Bukan karena tidak bisa main. Tapi karena Sora mengeluarkan kartu plus empat tepat saat Efra hampir menang dan tidak ada yang memperingatkan karena semua orang di meja itu melihat peluang itu dan memilih diam."Itu tidak adil." Efra menatap tumpukan kartu tambahan yang harus ia ambil."Selamat datang di UNO versi kami." Sora menyerahkan spidol ke Vanka. "Kamu yang gambar."Vanka mengambil spidol. Menatap Efra.Efra menatap balik dengan ekspresi yang tidak memberi instruksi tapi juga tidak menolak.Vanka menggambar satu garis pelan di pipi kirinya.Efra tidak bergerak."Itu saja?" tanya Sora."Itu standar hukumannya." Vanka menutup spidolnya. "Satu garis per kekalahan.""Tapi tadi aku dapat tiga sekaligus karena—"" Kak Sora." Suara Vanka tidak tinggi.Sora menutup mulutnya.Ronde berikutnya dimulai.---Jam tujuh, Bayu munc
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 53
Jam enam sore, rumah Pak Kim yang biasanya tenang di bagian belakang sudah berbeda suasananya.Dari arah gazebo di pojok taman, suara kartu yang dilempar ke meja dengan keras. Disusul suara protes. Disusul tawa yang tidak ditahan.Dari arah panggangan di sisi lain taman, asap tipis mulai naik dan bau daging yang mulai matang menyebar pelan ke seluruh area belakang rumah.Bi Ema yang lewat dari dapur ke gudang berhenti sebentar menatap dua area itu bergantian, menggeleng pelan dengan senyum yang tidak ia sembunyikan, lalu melanjutkan jalannya.---Di gazebo, permainan sudah berjalan entah berapa ronde.Meja rotan di tengah gazebo penuh dengan kartu yang sudah dimainkan. Di tengahnya, tumpukan kartu sisa yang makin tipis. Dan di wajah empat perempuan yang duduk mengelilingi meja itu, ada bukti yang tidak bisa disangkal dari siapa yang sudah kalah berapa kali.Sora punya empat garis di pipi kanan dan tiga di pipi kiri. Mera
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Bab 52
Sora mematap Efra yang sedang menatap adiknya."Kami lupa memperkenalkan." Mama Sohe mengambil sendoknya kembali. "Seokjin itu putra sulung, kakak kami. Sedang dinas di Korea, jarang pulang ke Indonesia. Baru kali ini kami di sini lebih dari dua minggu jadi kamarnya kosong.""Dinas?" Rena yang dari tadi diam bertanya dengan nada yang sedikit lebih tertarik dari nada profesionalnya yang biasa."Angatan Darat." Sora menimpali tanpa mendongak dari piringnya. "Oppa Seokjin tentara aktif jadi menetap di sana. Paling setahun sekali pulang ke Indonesia kalau tidak ada penugasan.""Oh." Rena mengangguk. Kembali ke makanannya. Tapi telinganya masih merah sedikit di bagian atas.Bayu melihat itu. Memilih untuk tidak tahu apa-apa.Efra menatap Pak Kim. Menatap Mama Sohe. Melihat tidak ada celah yang masuk akal untuk menolak tanpa terlihat tidak sopan."Terima kasih. Kalau tidak merepotkan.""Tidak merep
Last Updated: 2026-06-28
You May Also Like
Kehidupan Kedua
Kehidupan Kedua
Romansa · Blessing Night
14.1K views
PETAKA REUNI
PETAKA REUNI
Romansa · Wanti Arifianto
14.1K views
Cinta Berawal dari Terpaksa
Cinta Berawal dari Terpaksa
Romansa · _belummandi
14.1K views
BENIH KAKAK IPAR
BENIH KAKAK IPAR
Romansa · INDAH PERMATA
14.1K views
Cinta Sang Bodyguard
Cinta Sang Bodyguard
Romansa · Tabina Carra
14.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status