Chapter: Bab 122. Pembagian KekuasaanRuang rapat utama di kantor Leonardus terasa berbeda dari biasanya. Para dewan direksi dan pemegang saham telah duduk di kursi masing-masing, ekspresi formal di wajah mereka menyembunyikan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran. Di ujung meja panjang, seorang pengacara senior membuka map hitam tebal yang sejak tadi berada di hadapannya. Semua mata tertuju padanya, menunggu setiap kata yang akan menentukan arah masa depan perusahaan sekaligus membongkar sisa-sisa kepemilikan seorang pria yang kini telah tiada.Elara duduk dengan punggung tegak, meskipun jari-jari dia saling menggenggam erat di atas pangkuan. Dia mengenakan pakaian serba hitam, masih dalam suasana duka yang belum mereda. Kehilangan Leonardus bukan hanya tentang seorang ayah, tetapi juga tentang fondasi hidup yang selama ini diam-diam menopangnya. Sesekali dia melirik ke arah para pemegang saham, seolah mencoba membaca kemungkinan yang akan terjadi. Di balik ketenangannya yang dipaksakan, ada kecemasan yang berlapis. Te
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 121. Warisan yang Diperebutkan“Aku tidak tahu harus bagaimana membesarkan anak Adrian sendirian.”Nayla menundukkan wajahnya, suaranya bergetar seolah menahan tangis. Kalimat itu diulangnya kepada siapa pun yang mau mendengar, sampai akhirnya berubah menjadi cerita yang terdengar seperti kebenaran.Fitnah yang disebarkan oleh Nayla bukan lagi sekadar bisikan. Cerita dari mulutnya makin sengaja digembar-gemborkan, disusun rapi dengan kebohongan yang terasa begitu meyakinkan bagi siapa pun yang ingin percaya. Dengan wajah pucat dan mata yang sering kali sengaja dibuat sembab, Nayla memainkan peran sebagai perempuan yang ‘ditinggalkan dalam keadaan hamil’.“Adrian adalah satu-satunya yang bisa aku andalkan, bahkan sekarang dia sudah tidak ada lagi,” ucap Nayla lagi dengan suara lirih, menyiratkan bahwa pria itu harus bertanggung jawab atas hidupnya yang kini porak-poranda.Tidak ada yang tahu—atau lebih tepatnya tidak ada yang diberitahu secara jujur—bahwa janin yang dia kandung bukanlah darah daging Adrian. Bahkan b
Last Updated: 2026-04-02
Chapter: Bab 120. Petaka dan Luka“Elara, Adrian kecelakaan.”Kabar itu datang tanpa peringatan menghantam hati Elara. Luka lama bahkan belum sempat benar-benar pulih. Kini, Mira berdiri di hadapannya dengan wajah pucat. Dia baru saja memberi tahu sesuatu yang membuat waktu seperti berhenti bergerak. Elara tidak langsung bereaksi, hanya menatap kosong dengan napas yang perlahan terasa berat, seakan tubuhnya lupa bagaimana cara merespons kenyataan.“Elara ….” Mira mencoba memastikan dia masih mendengar, tetapi suara itu seperti datang dari tempat yang sangat jauh.Bibir Elara bergetar sebelum akhirnya dia berhasil mengeluarkan satu pertanyaan sederhana yang sarat harapan, “Dia selamat … kan?”Namun, tidak ada jawaban yang dia butuhkan, hanya keheningan yang menjadi pertanda paling kejam. Mata Mira mulai berkaca-kaca, dan dari sanalah Elara mulai memahami sesuatu yang belum sepenuhnya dia terima. Ketika Mira mengatakan bahwa Adrian sudah meninggal, jantung Elara terasa seperti ditarik paksa keluar dari dadanya, meningga
Last Updated: 2026-04-01
Chapter: Bab 119. Pusaran TakdirMalam itu sepi di daerah tempat tinggal Adrian. Jalanan tampak lengang dan lampu-lampu kota menerangi aspal yang membentang panjang. Di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang, Adrian tidak memedulikan apa pun selain satu hal. Dia harus menemukan Elara. Pikirannya penuh, kacau, dan dipenuhi ketakutan yang sulit dijelaskan. Dia tidak lagi memikirkan diri sendiri. Bahkan sabuk pengaman yang seharusnya menjadi perlindungan sederhana pun terabaikan begitu saja. Tangannya mencengkeram setir dengan kuat, sementara kepalanya menoleh ke kiri dan kanan jalan, berharap melihat sosok Elara. Di kursi penumpang, Nayla tampak tegang. Dia beberapa kali mencoba berbicara, mencoba menenangkan keadaan, tetapi tidak satu pun kata berhasil menembus dinding emosi yang sudah terlalu tebal dalam diri Adrian. Semua terasa terburu-buru, seolah waktu akan habis jika dia tidak segera sampai. Tidak lama, mobil Adrian melaju lebih kencang. Tidak tahu ke mana
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Bab 118. Firasat yang Terabaikan“Kamu di mana, Elara?” gumam Adrian sambil menuruni anak tangga teras rumahnya dengan langkah cepat, hampir berlari. Adrian tidak tahu ke mana istrinya itu pergi. Dia tidak tahu bagaimana kondisi Elara setelah mendengar semuanya. Dia harus menemukannya.Sekarang. Adrian pergi menuju mobil Elara yang sudah lama tidak dipakai. Tangannya langsung meraih gagang pintu mobil dan membukanya tanpa ragu. Dia masuk, menutup pintu dengan keras, lalu memasukkan kunci ke dalam kontak. Mesin menyala. Suara deru mesin terasa lebih kasar dari biasanya atau mungkin hanya perasaan Adrian saja yang sedang kacau. Dia belum sempat menginjak pedal gas ketika pintu di sebelahnya terbuka. Nayla masuk dan duduk di bangku sebelah. Adrian mengatupkan rahangnya. Dia ingin mengusir Nayla keluar. Dia ingin berteriak, melampiaskan semua amarah yang masih bergejolak di dalam dadanya. Akan tetapi, waktu dan keadaan tidak berpihak padanya.
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 117. Pengorbanan Revan “Ayo ikut aku ke tempatku. Percaya sama aku, kamu butuh bantuan. Aku sudah panggilkan dokter. Pakai apartemenku untuk obati lukamu dan menenangkan diri.” Di area parkir apartemen, Revan membangunkan Elara, membujuk dengan lembut agar dia mau mendapatkan perawatan. Elara setengah sadar. Matanya terbuka, tapi tidak fokus. Dia tidak menolak, tapi juga tidak bicara apa-apa. Revan membantunya turun dari mobil dengan susah payah. Dalam diam yang tegang, Revan merangkul pundaknya dan membawanya naik lift. Sampai di unit apartemen Revan, Elara pingsan lagi. Langkahnya sudah letih dari tadi, apalagi napasnya. Revan segera membaringkan Elara di tempat tidur di dalam kamar. Dia kembali menghubungi dokter pribadinya, seseorang yang selama ini hanya menangani urusan kesehatan ringan atau pemeriksaan rutin.Nada suara Revan yang tadinya masih bisa tenang berubah tegas, bahkan nyaris mendesak agar dokter datang lebih cepat. Dia juga meminta do
Last Updated: 2026-03-29