LOGINApakah cinta yang datang dalam waktu yang salah bisa dianggap benar? Elara Vionara Tjoa terjebak dalam pelukan dingin pernikahan yang tidak pernah lagi memberikannya kehangatan. Dua keguguran dan kegagalannya program bayi tabung membuatnya menjadi target tuduhan dan merasakan dirinya tidak layak dicintai. Tidak mau kehilangan rumah tangganya, dia mengambil langkah berani dengan mengikuti konsultasi keintiman. Namun, ketika pria yang seharusnya memperbaiki hubungan suami istri itu muncul—seorang yang mampu membaca luka emosionalnya yang dalam—semua yang Elara yakini mulai goyah. Dia menemukan kedekatan dan pemahaman yang selama ini dicarinya, namun perasaan itu justru mengajaknya melangkah jauh melewati batas norma dan moral yang ada. Di antara harapan untuk menyelamatkan pernikahan dan hasrat yang tak bisa dipendam, pilihan apa yang akan Elara buat?
View MoreSatu panggilan membuat Elara merubah arah pulang. Sesampainya di kota Velora, dia berpisah dengan Agatha dan menuju tempat dengan kenangan hangat yang membuat hatinya berdebar-debar. Elara berhenti di toko kue kecil yang baru dibuka.“Ada tiramisu?” tanya Elara pada pelayan toko. “Ada.” “Selain tiramisu yang paling sering dibeli apa?” tanya Elara. “Red velvet,” jawab pelayan ramah. “Ok, Tiramisu 1, Red velvet 1,” kata Elara dengan senyum singkat.“Ini untuk kalian,” ujar Elara sesampainya di klinik konsultasi. “Terima kasih, Bu Elara. Bapak Revan sudah ada di ruangan konsultasi,” ucap resepsionis yang bertugas. Revan duduk di sofa panjang dengan menghadap ke arah laptop, tapi dia segera menutup laptopnya saat melihat Elara masuk ke dalam ruangan. Matanya lebih lembut saat melihat Elara datang.“Kamu sudah datang,” katanya dengan suara familiar yang membuat Elara meras
Keberanian tidak muncul secara tiba-tiba, tapi berkembang perlahan. Setelah seseorang lebih dulu berani mengambil langkah pertama, keberanian itu akan muncul dengan sendirinya.Agatha merasakannya setiap kali menerima kabar dari penyidik. Beberapa minggu setelah skandal Daniel bocor ke publik, korban Daniel mulai muncul satu demi satu. Mereka datang dengan suara gemetar, tapi tegas. Cerita yang berbeda, tapi pola yang sama. Setiap laporan yang masuk adalah bukti bahwa dia tidak sendirian dalam perjuangan ini. Ketika kasus naik ke pengadilan, dan hakim menyatakan Daniel bersalah. Daniel divonis penjara selama 12 tahun. Agatha tidak menangis. Hanya merasakan beban yang selama ini menumpuk di dadanya mulai sedikit berkurang. Namun, dia tahu, satu hal lagi yang harus diselesaikan agar benar-benar bebas."Aku sudah memikirkannya sejak lama," katanya pada pengacaranya. Suara yang dulu gemetar kini tenang dan kokoh,
Ada kebenaran yang akhirnya terucap. Bukan untuk menyelamatkan siapa pun, tetapi karena kini sudah tidak bisa lagi disembunyikan.Agatha duduk dengan bahu membungkuk. Wajahnya pucat, matanya sembab, dan setiap gerakan menunjukkan kelelahan yang luar biasa. Suaranya lebih tenang dibanding sebelumnya, meski tetap berat, seolah setiap kata harus melawan hambatan.“Ada satu hal lagi yang harus aku katakan,” ucapnya dengan nada yang jelas.Elara menatapnya tanpa ekspresi, wajahnya tenang. Sementara, Adrian duduk di sofa dekat jendela, satu tangan di saku, punggung setengah menghadap mereka.“Waktu makan malam itu,” lanjut Agatha, suara pelan, tapi jelas terdengar di tengah keheningan ruangan, “Aku tahu Daniel menyentuh kamu.”Adrian langsung menatap Agatha tajam. Garis rahangnya tampak jelas akibat otot yang menegang menahan emosi.“Apa maksudmu, Kak?” tanyanya dengan nada tajam.“Dia sengaja menyentuh tangan Elara,” jelas Agatha, matanya menunduk seolah tidak berani melihat reaksi mereka.
Ada luka yang tidak terlihat dari luar. Bukan karena sudah sembuh sepenuhnya, melainkan karena telah disembunyikan terlalu lama dalam kedalaman hati. Agatha berdiri kaku di tengah ruang tamu, seolah setiap tulang di tubuhnya sedang menanggung beban yang tidak terkira berat. “Elara… Adrian…” suaranya serak di tengah keheningan, setiap kata keluar dengan susah payah.“Selama ini aku bohong.” Nara sudah dibawa ke kamar oleh asisten rumah tangga dengan lembut. Tinggal mereka bertiga dan rahasia yang sudah terkubur selama bertahun-tahun.Agatha menelan ludah dengan susah payah, kemudian mulai membuka cardigan yang dikenakannya dengan gerakan perlahan dan hati-hati. Tidak sepenuhnya, tapi cukup untuk memperlihatkan bekas lebam di bahunya dan garis-garis luka samar yang jelas sudah lama.“Ini bukan pertama kalinya,” katanya dengan suara lirih yang penuh kesedihan. Adrian membeku, rahangnya mengeras












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews