เข้าสู่ระบบApakah cinta yang datang dalam waktu yang salah bisa dianggap benar? Elara Vionara Tjoa terjebak dalam pelukan dingin pernikahan yang tidak pernah lagi memberikannya kehangatan. Dua keguguran dan kegagalannya program bayi tabung membuatnya menjadi target tuduhan dan merasakan dirinya tidak layak dicintai. Tidak mau kehilangan rumah tangganya, dia mengambil langkah berani dengan mengikuti konsultasi keintiman. Namun, ketika pria yang seharusnya memperbaiki hubungan suami istri itu muncul—seorang yang mampu membaca luka emosionalnya yang dalam—semua yang Elara yakini mulai goyah. Dia menemukan kedekatan dan pemahaman yang selama ini dicarinya, namun perasaan itu justru mengajaknya melangkah jauh melewati batas norma dan moral yang ada. Di antara harapan untuk menyelamatkan pernikahan dan hasrat yang tak bisa dipendam, pilihan apa yang akan Elara buat?
ดูเพิ่มเติม“Kamu yakin ingin melakukan ini, Nay? Tidak ada kata mundur setelah kita masuk ke dalam sana.”Suara Satria terdengar jelas di telepon semalam, tapi kini saat berdiri tepat di depan pintu gereja, pertanyaan itu terngiang kembali di benak Nayla. Namun, kali ini jawabannya sudah terukir teguh di dalam hatinya.Beberapa minggu kemudian.Nayla berdiri di depan pintu gereja tua yang sederhana. Angin sore berhembus pelan menerpa gaun putihnya yang dibuat dengan desain simpel, tapi terlihat elegan. Tangannya sedikit gemetar, bukan karena takut atau ragu, tapi karena perasaan bahagia yang memuncak memenuhi seluruh hatinya. Selama ini dia hanya bisa membayangkan momen ini dalam mimpi, bahkan sempat berpikir hal ini tidak akan pernah terjadi padanya. Namun. sekarang semuanya menjadi nyata tepat di depan matanya.“Satria sudah menunggu di dalam. Dari tadi dia tidak berhenti melihat ke arah pintu, seolah takut kamu berubah pikiran,” bisik Elara pelan dari sampingnya, berusaha mencairkan suasana.
“Nayla… aku gak mau menunda lagi.” Pernyataan Satria itu terdengar pelan, tapi tegas dan pasti. Jemarinya masih menggenggam tangan Nayla erat sejak kebenaran tentang anak itu terungkap. Saat itu juga, Satria langsung menyatakan perasaannya dengan jujur. Namun, kali ini genggaman itu terasa berbeda—lebih kuat dan lebih mantap, seolah tidak akan pernah melepaskannya apa pun yang terjadi nanti. “Maukah kamu menikah denganku?” tanya Satria dengan suara bergetar karena perasaannya yang mendalam. Nayla terdiam kaku di tempat duduknya. Dia merasa seolah waktu berhenti berjalan mendengar pertanyaan itu. Jantungnya berdegup kencang di dalam dada, sampai dia sendiri bisa merasakan detaknya. “Kamu… serius?” bisik Nayla pelan, hampir tidak terdengar. Dia takut ini hanya angan-angan yang akan hilang sewaktu-waktu. Satria mengangguk cepat tanpa ragu sedikit pun. Tatapannya lurus ke arah wajah Nayla, menunjukkan ketulusan yang nyata. “Aku sudah lama memikirkan hal ini. Aku cuma terlambat me
Nayla tidak langsung menjawab. Jemarinya masih tergenggam di tangan Satria, tapi seluruh tubuhnya terasa kaku dan tegang. Napasnya terdengar pelan, tidak beraturan seolah sedang berusaha mencerna informasi yang terlalu berat untuk dipahami sekaligus. Beberapa hari yang lalu, keadaan Nayla sudah berubah drastis ketika Adrian sendiri yang mengaku jujur.“Aku sudah melakukan vasektomi, Nay. Aku tidak mungkin punya anak lagi.” Kalimat itu terus terngiang di benaknya. Sejak saat itu dia hidup dalam ketidakpastian yang menyiksa, tidak tahu sama sekali siapa ayah kandung dari anak yang dikandungnya. Semua keyakinan yang dia miliki sebelumnya hilang begitu saja. “Kamu… ayahnya?” bisiknya akhirnya, suaranya nyaris tidak terdengar. “Iya,” jawab Satria tegas tanpa ragu sedikit pun. Suasana di antara mereka sunyi, tapi bukan sunyi yang hampa. Ada berbagai perasaan—kejutan, keraguan, harapan, dan ketakutan—yang terasa nyata di seke
“Satria… kamu masih di sini?” tanya Nayla pelan. Suaranya terdengar serak dan lemah.“Aku di sini,” jawab Satria cepat.Jemarinya langsung meraih tangan Nayla, menggenggamnya hati-hati seolah takut gadis itu akan hilang jika dilepaskan sedikit saja.“Aku bikin kamu repot ya…” bisik Nayla pelan, penuh rasa bersalah.Satria langsung menggeleng kuat.“Kamu gak pernah jadi beban buat aku. Gak akan pernah.”Namun, bagi Nayla, dunianya bukan hanya gelap karena penglihatannya hilang. Terlalu banyak hal di dalam hatinya yang hancur bersamaan, membuat kesunyian itu terasa semakin berat untuk dipikul sendirian.Langit sore terlihat kelabu di balik jendela rumah sakit. Cahaya redup jatuh menyentuh lantai. Satria tetap duduk di kursi samping tempat tidur, tidak pernah bergerak jauh.Justru diamnya Nayla itulah yang membuat napas Satria terasa semakin berat.Dia tahu Nayla tidak tenang. Dia hanya lelah melawan. Lelah berpura-pura kuat.Setiap kali melihat wajah pucat Nayla, ingatan tentang malam i
“Adrian.” Suara Leonardus masih serak, tetapi cukup terdengar jelas.Adrian yang berdiri di dekat tempat tidur segera mendekat. “Ya, Pa?”Leonardus menoleh kepadanya. Tatapannya tampak jauh lebih serius dibanding beberapa saat sebelumnya.“Papa ingin bert
Aroma antiseptik memenuhi ruang ICU yang sunyi. Mesin monitor jantung berbunyi ritmis, lebih teratur daripada ketika Leonardus pertama kali dilarikan ke rumah sakit. Pandangan mata Leonardus masih buram. Dia mencoba mengingat apa yang terjadi. Samar-samar, bayangan kejadian s
“Cuma sebentar, Ma. Tolong izinkan Elara masuk.” Elara berdiri beberapa langkah dari pintu ruang perawatan ayahnya, tangannya menggenggam erat ujung tas yang dia bawa sejak pagi. Jantungnya masih berdegup cepat setelah mendengar kabar bahwa Leonardus telah sadar. Di
Ruangan perawatan Elara masih dipenuhi ketegangan setelah percekcokan kecil antara Nayla dan Mira. Sepertinya semua orang di dalamnya menahan sesuatu yang belum sempat diucapkan. Adrian yang berdiri di dekat tirai akhirnya menghela napas panjang. Tatapannya bergantian pada Mi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น