LOGINApakah cinta yang datang dalam waktu yang salah bisa dianggap benar? Elara Vionara Tjoa terjebak dalam pelukan dingin pernikahan yang tidak pernah lagi memberikannya kehangatan. Dua keguguran dan kegagalannya program bayi tabung membuatnya menjadi target tuduhan dan merasakan dirinya tidak layak dicintai. Tidak mau kehilangan rumah tangganya, dia mengambil langkah berani dengan mengikuti konsultasi keintiman. Namun, ketika pria yang seharusnya memperbaiki hubungan suami istri itu muncul—seorang yang mampu membaca luka emosionalnya yang dalam—semua yang Elara yakini mulai goyah. Dia menemukan kedekatan dan pemahaman yang selama ini dicarinya, namun perasaan itu justru mengajaknya melangkah jauh melewati batas norma dan moral yang ada. Di antara harapan untuk menyelamatkan pernikahan dan hasrat yang tak bisa dipendam, pilihan apa yang akan Elara buat?
View More“Saya hanya ingin melindungi masa depan anak saya.”Suara Liliana terdengar pelan, tapi cukup jelas untuk membuat seluruh ruang sidang kembali sunyi senyap. Tidak ada lagi nada menyangkal, tidak ada lagi kemarahan atau keangkuhan yang biasa dia tunjukkan. Hanya satu kalimat yang diucapkan dengan datar, menimbulkan dampak yang terasa begitu berat di tengah ruangan.Hakim menatapnya tajam dari atas meja persidangan.“Apa maksud dari ucapan Anda itu?”Liliana menarik napas panjang, seolah melepaskan seluruh beban yang selama ini dia pendam sendirian. Tatapannya tidak lagi keras dan menusuk seperti sebelumnya, melainkan terlihat kosong dan lelah.“Saya tidak pernah berniat mencelakai Adrian,” katanya perlahan, menekankan setiap kata dengan jelas.“Saya hanya ingin memastikan tidak ada yang menghalangi masa depan Nayla, anak kandung saya.”Jantung Elara berdegup kencang, pikirannya berputar cepat mencoba memahami makna di balik kalimat itu.“Apa maksudnya…?” bisik Elara pelan hampir tidak
“Saya tidak pernah menyuruh siapa pun menyabotase mobil itu.” Suara Liliana terdengar jelas dan tegas di seluruh ruang sidang. Tidak ada getar, tidak ada ragu, seolah dia benar-benar yakin bahwa semua yang terjadi hanyalah kesalahpahaman yang sebentar lagi akan terungkap dan selesai begitu saja. Dia duduk dengan punggung tetap tegak, wajahnya datar, dan tatapannya lurus ke depan—mempertahankan wibawanya meskipun kini berada di posisi terdakwa. Ruang sidang dipenuhi keheningan yang terasa sangat tegang dan menyesakkan. Di bagian kursi pengunjung, Elara duduk berdampingan dengan Mira. Jemarinya saling menggenggam erat sejak persidangan dibuka, seolah mencari kekuatan satu sama lain. “Aku masih tidak percaya ini benar-benar terjadi,” bisik Mira pelan, matanya tidak lepas dari sosok Liliana yang terlihat begitu tenang. Elara tidak menjawab seketika. Pikiran dan perasaannya sedang berkecamuk hebat. Sekeras apa pun konflik dan perselisiha
Beberapa hari setelah Nayla meninggalkan Velora bersama Satria, kehidupan perlahan kembali berjalan seperti biasa bagi orang-orang yang masih ada di sana. Namun, di balik ketenangan yang tampak di permukaan, penyelidikan tentang kecelakaan Adrian masih terus berjalan diam-diam. Potongan-potongan kebenaran yang selama ini tersembunyi mulai tersusun satu per satu, menuntun aparat pada arah yang tidak pernah diduga sebelumnya. Pagi itu— Suara ketukan keras dan berulang kali menggema di seluruh ruang tamu rumah Liliana. Alisnya berkerut tipis, tanda ketidaksenangan karena ketenangan paginya terganggu. “Siapa pagi-pagi begini?” gumamnya dengan nada dingin dan datar. Ketukan itu terdengar lagi, kali ini lebih keras dan terdengar sangat mendesak. Pelayan yang berdiri tidak jauh dari sisi sofa tampak ragu dan gugup. “Nyonya… sepertinya petugas kepolisian yang datang.” Liliana menghela napas pelan, lalu berdiri den
“Kamu yakin ingin melakukan ini, Nay? Tidak ada kata mundur setelah kita masuk ke dalam sana.”Suara Satria terdengar jelas di telepon semalam, tapi kini saat berdiri tepat di depan pintu gereja, pertanyaan itu terngiang kembali di benak Nayla. Namun, kali ini jawabannya sudah terukir teguh di dalam hatinya.Beberapa minggu kemudian.Nayla berdiri di depan pintu gereja tua yang sederhana. Angin sore berhembus pelan menerpa gaun putihnya yang dibuat dengan desain simpel, tapi terlihat elegan. Tangannya sedikit gemetar, bukan karena takut atau ragu, tapi karena perasaan bahagia yang memuncak memenuhi seluruh hatinya. Selama ini dia hanya bisa membayangkan momen ini dalam mimpi, bahkan sempat berpikir hal ini tidak akan pernah terjadi padanya. Namun. sekarang semuanya menjadi nyata tepat di depan matanya.“Satria sudah menunggu di dalam. Dari tadi dia tidak berhenti melihat ke arah pintu, seolah takut kamu berubah pikiran,” bisik Elara pelan dari sampingnya, berusaha mencairkan suasana.
Aroma antiseptik memenuhi ruang ICU yang sunyi. Mesin monitor jantung berbunyi ritmis, lebih teratur daripada ketika Leonardus pertama kali dilarikan ke rumah sakit. Pandangan mata Leonardus masih buram. Dia mencoba mengingat apa yang terjadi. Samar-samar, bayangan kejadian s
Ruangan perawatan Elara masih dipenuhi ketegangan setelah percekcokan kecil antara Nayla dan Mira. Sepertinya semua orang di dalamnya menahan sesuatu yang belum sempat diucapkan. Adrian yang berdiri di dekat tirai akhirnya menghela napas panjang. Tatapannya bergantian pada Mi
Elara duduk bersandar di ranjang, selimut tipis menutupi tubuhnya. Wajahnya masih belum terlihat segar meskipun sudah dirawat di UGD selama beberapa jam. Mira duduk di kursi di samping ranjang, memperhatikannya dengan cemas. Sesekali dia mengecek layar ponsel, lalu kembali me
Langit siang di atas rumah sakit tampak kelabu. Warnanya mirip dengan suasana yang mendung di hati Elara. Mira berjalan di sampingnya sejak turun dari mobil. Dia tidak banyak bicara, hanya sesekali menoleh untuk memastikan sahabatnya itu baik-baik saja. Sejak foto-f












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews