author-banner
Neng Wendah
Neng Wendah
Author

Novels by Neng Wendah

Mencintai Musuh Ayahku

Mencintai Musuh Ayahku

"Dulu kau membuangku seperti sampah, sekarang kau datang memohon padaku?" Sepuluh tahun lalu, Reno Dirgantara hanyalah remaja biasa yang cintanya diinjak-injak oleh sang primadona sekolah, Karin Anindita. Kini, roda berputar. Reno kembali sebagai pemangsa bisnis yang siap menghancurkan dinasti keluarga Karin. Satu-satunya cara bagi Karin untuk menyelamatkan ayahnya adalah dengan menjadi "pelayan" pribadi bagi pria yang kini sangat membencinya itu. Karin mengira ia hanya akan menghadapi tumpukan pekerjaan dan hinaan. Namun, ia tidak menyadari bahwa di balik tatapan tajam Reno, ada obsesi lama yang belum padam. Di antara benci dan obsesi, siapakah yang akan menyerah lebih dulu?
Read
Chapter: BAB 91: Benteng Tak Terlihat
Malam di Jakarta seharusnya memberikan ketenangan bagi jiwa-jiwa yang lelah, namun bagi Reno Dirgantara, setiap detik yang berlalu dalam kegelapan terasa seperti detak bom waktu yang siap meledakkan seluruh dunianya. Di dalam ruang kerja pribadinya yang kini telah bertransformasi total menjadi pusat komando teknis tingkat tinggi, suasana terasa sangat mencekam. Aroma kopi hitam pahit yang sudah dingin bercampur dengan bau panas yang dihasilkan oleh deretan mesin server super-komputer yang bekerja tanpa henti di sudut ruangan. Reno berdiri mematung di depan jendela kaca besar, menatap gemerlap lampu kota Jakarta dari ketinggian, namun pikirannya berada ribuan kilometer jauhnya, menyisir gang-gang gelap di Zurich, Swiss."Siska, aku tidak mau mendengar kata 'mungkin' atau 'sepertinya'. Di dalam kamus Dirgantara, hanya ada kepastian atau kegagalan total," suara Reno terdengar sangat berat, dalam, dan bergetar karena amarah yang ia tekan sedalam mungkin.Siska, yang ke
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: BAB 90: Takhta Sang Ratu
Gedung Menara Dirgantara pagi itu berdiri angkuh di pusat jantung distrik bisnis Jakarta, tampak bersinar menyilaukan di bawah terik matahari yang mulai memanas. Kaca-kaca kristal yang melapisi seluruh fasad bangunan setinggi delapan puluh lantai itu memantulkan cahaya perak, seolah-olah seluruh bangunan itu baru saja dibasuh oleh air suci pasca badai pengkhianatan yang melanda. Namun, bagi ribuan karyawan dan jajaran direksi yang berada di dalam, suasana di lobi utama terasa jauh lebih dingin, kaku, dan jauh lebih menegangkan daripada biasanya. Karpet merah beludru sepanjang lima puluh meter telah dibentangkan dengan sangat rapi, membentang dari pintu masuk utama hingga ke deretan lift privat berlapis emas murni. Puluhan personel pengawal berpakaian safari hitam dengan earpiece di telinga berdiri tegak dengan posisi tangan di depan, menciptakan pagar betis yang tak tertembus oleh siapa pun. Ini bukan sekadar hari kerja biasa bagi perusahaan multinasional tersebut. Ini ada
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: BAB 89: Fajar di Jakarta
Deru mesin turbofan jet pribadi Gulfstream G650ER milik Dirgantara Group terdengar sangat stabil dan halus, membelah hamparan awan putih di ketinggian empat puluh ribu kaki di atas permukaan laut. Di dalam kabin yang sangat luas, mewah, dan kedap suara itu, suasana terasa sangat kontras dibandingkan dengan beberapa jam yang lalu saat mereka masih berada di tengah desingan peluru dan bau mesiu di lembah Thailand. Cahaya matahari pagi yang masuk melalui deretan jendela oval jet menyinari interior kabin yang didominasi oleh lapisan kulit Italia berwarna krem dan panel kayu jati asli yang mengkilap, memberikan kesan damai yang sudah sangat lama tidak dirasakan oleh penghuninya.Reno terbaring dengan tenang di atas ranjang medis khusus yang telah disiapkan secara darurat di bagian tengah kabin. Wajahnya masih terlihat pucat pasi akibat kehilangan banyak darah, namun garis-garis ketegangan yang selama sepuluh tahun terakhir ini selalu menghiasi keningnya kini telah melunak secara
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: BAB 88: Pembalasan di Lembah Mati
Kegelapan yang menyelimuti jantung 'The Nest' setelah ledakan EMP bukan sekadar ketiadaan cahaya; itu adalah kegelapan yang pekat, dingin, dan terasa sangat menekan, seolah-olah oksigen di dalam bunker tersebut telah habis terbakar oleh dendam. Setelah sistem pertahanan mutakhir yang dibanggakan Arman Wijaya lumpuh total, markas yang tadinya merupakan simbol kekuasaan itu kini tak lebih dari tumpukan baja dingin yang terisolasi dari dunia luar. Di tengah kesunyian yang mencekam itu, hanya terdengar suara detak jantung yang memburu, suara desis asap dari sirkuit yang terbakar, dan langkah kaki yang berat namun pasti di atas lantai beton.KLIK.Senter taktis yang terpasang di bawah laras senapan serbu Reno menyala tiba-tiba, membelah kegelapan dengan cahaya putih kristal yang menyilaukan. Reno melangkah masuk melewati reruntuhan pintu depan yang masih mengeluarkan sisa-sisa asap mesiu. Setiap langkah yang diambilnya adalah sebuah perjuangan fisik yang luar biasa; sar
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: BAB 87: Detik-Detik Menuju Neraka
Di dalam saluran ventilasi yang sempit, pengap, dan dipenuhi debu bertahun-tahun, Karin bisa merasakan panas yang menyengat merambat dari pipa-pipa uap di bawah perutnya. Bau oli mesin yang terbakar, aroma tembaga dari kabel yang panas, serta bau ozon dari perangkat elektronik canggih di bawah sana menusuk indra penciumannya hingga kepalanya terasa pening. Jantungnya berdegup kencang, suaranya terasa memekakkan telinganya sendiri di ruang yang hampa dan sempit itu. Namun, tangan Karin tidak lagi gemetar. Ia telah melewati titik balik dalam hidupnya; ia bukan lagi sekadar ibu rumah tangga yang menunggu di rumah, ia telah menjadi ujung tombak bagi kelangsungan hidup keluarga Dirgantara.Melalui celah kisi-kisi besi yang tajam, Karin menatap ke bawah dengan mata yang menyipit tajam. Laboratorium rahasia Arman Wijaya di jantung 'The Nest' adalah sebuah mahakarya kegilaan teknologi yang mengerikan. Dinding-dindingnya dilapisi baja titanium tahan ledakan, dan deretan rak server h
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: BAB 86: Napas di Balik Lumpur
Kelembapan udara di wilayah tak bertuan perbatasan Chiang Rai malam itu terasa seperti selimut basah yang tebal dan menyesakkan paru-paru. Kabut musim gugur yang sangat pekat turun dengan perlahan dari puncak-puncak bukit kapur yang terjal, menelan sisa-sisa cahaya bulan sabit dan menyisakan kegelapan yang nyaris absolut di bawah kanopi hutan hujan tropis. Di bawah rimbunnya pohon-pohon raksasa yang akarnya melilit seperti ular purba, tim 'Ghost' bergerak dengan ritme yang sangat teratur, menyatu sempurna dengan bayang-bayang malam. Tidak ada suara gesekan pakaian, tidak ada bunyi ranting patah; mereka adalah predator yang hanya mengandalkan perangkat penglihatan malam night vision GPNVG-18 yang memancarkan pendar hijau redup di balik lensa kacamata taktis mereka.Reno berada tepat di barisan tengah formasi, pundaknya sesekali bersandar pada Bayu saat melewati jalur setapak yang sangat licin dan terjal. Setiap inci langkahnya adalah sebuah perjuangan brutal melawan rasa sak
Last Updated: 2026-03-26
You may also like
Gadis Penari Sang Presdir
Gadis Penari Sang Presdir
Romansa · juskelapa
1.0M views
Nafsu si perkasa
Nafsu si perkasa
Romansa · Blacksugar
999.9K views
Salah Ranjang
Salah Ranjang
Romansa · Si Mendhut
982.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status