author-banner
Mutia Azwar
Mutia Azwar
Author

Novels by Mutia Azwar

ISTRI KONTRAK SANG MONSTER

ISTRI KONTRAK SANG MONSTER

Dia dijual untuk menyelamatkan keluarganya. Kepada pria yang dijuluki "Monster" di dunia bisnis. Untuk menyelamatkan keluarganya dari kehancuran, Naura Callista Wijaya terpaksa menerima pernikahan kontrak dengan Arka Rajendra Mahardika. CEO kejam yang katanya... tidak memiliki hati. Satu tanda tangan... dan hidup Naura bukan miliknya lagi. Ia harus meninggalkan Dion, pria yang ia cintai. Demi menikahi sang monster dan menjalani pernikahan tanpa cinta. Setidaknya... itu yang ia pikirkan. Karena setelah menikah, Naura sadar: Tatapan Arka terlalu posesif. Sentuhannya terlalu menuntut. "Selama kamu memakai namaku... kamu adalah milikku, Naura." bisik dingin itu membekukan darahnya. Masalahnya, pria yang Naura tinggalkan belum menyerah. Dan monster seperti Arka tidak pernah berbagi. Ketika dua pria itu akhirnya berhadapan. Naura sadar satu hal: Ini bukan sekadar kontrak. Ini adalah perang. Dan taruhannya adalah hidupnya.
Read
Chapter: BAB 163 A Night of Betrayal
Pintu kamar utama di lantai teratas Hotel Grand Mahardika tertutup rapat, menyisakan kesunyian setelah pesta pernikahan akhirnya berakhir.Naura langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur berukuran besar. Gaun malam yang dikenakannya sudah ia lepaskan dan diganti dengan lingerie hitam.“Aduh... pegal banget, rasanya mau pingsan,” keluh Naura sambil memejamkan mata dan memijat pergelangan kakinya sendiri.Arka yang baru saja melepaskan kemejanya berjalan mendekat. Pria itu berlutut di tepi kasur, kemudian menarik kedua kaki Naura dengan lembut hingga berada di atas pangkuannya.“Sini, aku pijitin,” ucap Arka. Jemarinya mulai memijat betis dan telapak kaki Naura. Sentuhan hangat tersebut membuat sang istri menghela napas lega. Namun, semakin lama, gerakan Arka justru mulai naik mendekati paha wanita itu.Naura cepat-cepat menepis tangan Arka dan memelototinya. “Arka! Yang di pijat itu kaki aku. Kenapa tangan kamu makin lama makin naik ke atas, hah?”Arka tersenyum tanpa dosa. “Sengaja. L
Last Updated: 2026-10-01
Chapter: BAB 162 After Party
Malam yang menyelimuti area luar Grand Hotel Mahardika semakin pekat. Setelah serangkaian acara pernikahan yang melelahkan sejak pagi hingga sore hari, suasana pun berganti total. Acara after party yang dikhususkan bagi para sahabat serta rekan-rekan Arka dan Naura dipindahkan ke Executive Lounge & Bar VIP yang terletak di lantai atas hotel.Suasana di dalam lounge terasa sangat hangat. Pencahayaan remang menciptakan kesan cozy dan santai. Musik jazz mengalun lembut dari sudut ruangan, berpadu dengan denting gelas kristal dan dentuman musik dari panggung kecil di tengah lounge. Pakaian para tamu pun tidak lagi seformal tadi siang.Malam itu, Naura tampil sangat anggun dalam balutan gaun malam silk satin berwarna champagne. Potongan gaun tersebut membingkai tubuhnya dengan indah, sedikit terbuka di bagian dada dan memperlihatkan punggung mulusnya. Rambutnya disanggul modern dengan beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajah cantiknya.Di sisinya, Arka berdiri begitu tampan dalam ja
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: BAB 161 Wedding Day
Pagi itu, Hotel Grand Mahardika berubah menjadi salah satu tempat paling ramai di Jakarta. Kendaraan-kendaraan mewah berdatangan melalui akses khusus yang dijaga ketat. Puluhan petugas keamanan berjaga di setiap pintu masuk, sementara para staf hotel bergerak tanpa henti memastikan seluruh persiapan pernikahan berjalan sempurna.Tidak ada satu pun sudut hotel yang dibiarkan kosong. Ribuan tangkai mawar putih dan hydrangea pastel menghiasi sepanjang lobi utama, berpadu dengan kilau chandelier kristal yang menyebarkan cahaya hangat. Sementara karpet merah membentang hingga menuju ballroom utama. Beberapa layar besar menampilkan inisial kedua mempelai yang dirancang dengan elegan.A & N.Arka Rajendra Mahardika dan Naura Callista Wijaya.Pernikahan mereka telah menjadi pembicaraan selama beberapa hari terakhir. Bukan hanya karena dua keluarga besar yang berdiri di belakang pasangan tersebut, tetapi juga karena daftar tamunya. Para pengusaha papan atas, pejabat negara, tokoh publik, model
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: BAB 160 The Last Promise
Naura menyapu air matanya, mengamati gerakan Dion dengan dahi berkerut. "Itu... itu apa, Dion?"Dion menunjuk layar monitor yang menampilkan dokumen tebal berisi ratusan baris data, grafik, dan manifes logistik. "Ini file rahasia Mahardika Group di jalur Selatan. Ini bisa jadi senjata utama kita untuk mengancam Arka agar membatalkan pernikahan kalian!"Mata Naura melotot lebar. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena lega, melainkan oleh rasa takut yang seketika memenuhi dadanya. Perasaannya mendadak tidak enak."Dion, jangan gila!" bisik Naura panik, menahan tangan Dion di atas keyboard. "Dapat dari mana kamu file ini?""Pengirim anonim lewat email terenkripsi tadi pagi—""Jangan aneh-aneh, Dion!" potong Naura cepat dengan raut penuh kecemasan. "Selama aku bersama Arka, aku tahu betul betapa mengerikannya dunia bisnis mereka. Musuh Arka itu banyak sekali. Ini bisa jadi jebakan!"Naura mencengkeram lengan Dion erat-erat. "Bagaimana kalau ada orang yang sengaja memanfaatkan kamu? Kam
Last Updated: 2026-09-29
Chapter: BAB 159 Sebelum Segalanya Berubah
Munich, 2010Udara dingin kota Munich menusuk hingga ke tulang. Di sudut sebuah halte bus tua beratap kayu yang catnya mulai mengelupas, Naura berjalan setengah berlari. Jaket tebal baby pink berpola bunga-bunga kecil yang dikenakannya berkibar diterpa angin. Napasnya mengembun menjadi kabut tipis."Huh... akhirnya bebas juga!" seru Naura kegirangan sembari menepuk-nepuk saku jaketnya. "Lagian, siapa suruh mengurungku terus di rumah Grandma? Aku mau jalan-jalan, bukan mau jadi tahanan rumah, huh!"Naura tersenyum puas. Di dalam sakunya ada beberapa lembar uang Euro hasil nekat merogoh dompet Mamanya saat Jesslyn sedang lengah di meja rias. Namun, langkah Naura mendadak terhenti ketika melewati dinding samping halte. Suara bentakan keras dalam bahasa Jerman terdengar bersahut-sahutan."Schau dir diesen Abschaum an! Du gehörst nicht hierher!" maki seorang remaja laki-laki lokal bertubuh jangkung sembari menoyor kepala seseorang.Dua remaja lainnya tertawa terbahak-bahak. Di hadapan mere
Last Updated: 2026-09-29
Chapter: BAB 158 Pesan Dari Anonim
Di salah satu sudut apartemen pribadinya, ada sebuah ruangan khusus kedap cahaya bermandikan pendar lampu neon berwarna merah tua. Redroom. Ruang cuci cetak foto manual itu terasa sunyi, hanya menyisakan bunyi tetesan air dari wastafel pembilasan. Udara di dalam sana pekat oleh aroma menyengat cairan kimia developer dan fixer.Dion berdiri diam di tengah ruangan. Kedua tangannya bertumpu pada tepian meja, sementara kepalanya tertunduk menatap deretan lembar foto yang tergantung rapi pada seutas tali jemuran.Semua foto itu hanya menampilkan satu objek: Naura.Ada foto Naura yang sedang tertawa lepas dengan rambut acak-acakan di kantin kampus, foto Naura yang sedang fokus mencoret-coret buku sketsa fashion design-nya, hingga selembar foto berukuran besar yang tergantung tepat di tengah.Foto prewedding mereka yang sempat mereka abadikan dulu. Foto yang merekam binar kebahagiaan murni di mata Naura saat jemari lentiknya bertaut dengan jemari Dion.Dion mengulurkan tangan, menyentuh permu
Last Updated: 2026-09-28
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status