แชร์

BAB 37 Titik Nadir

ผู้เขียน: Mutia Azwar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-13 16:26:06
Langit Jakarta pagi itu tampak kelabu, seolah turut berduka atas reputasi yang sedang hancur lebur di dasar jurang. Gedung agensi Starlight Entertainment yang biasanya menjadi tempat Naura Callista Wijaya merasa seperti ratu, kini terasa seperti tiang gantungan yang siap menjerat lehernya.

Naura melangkah keluar dari mobil dengan langkah yang dipaksakan teguh. Ia mengenakan setelan blazer hitam oversized dari Balenciaga untuk menyembunyikan tubuhnya yang semakin kurus karena stres, outfitnya dip
Mutia Azwar

bantu support aku dengan cara ngasih vote dan komentar di setiap babnya ya. agar aku bisa terus konsisten update setiap hari. karena cerita ini bakalan makin seru di bab-bab berikutnya loh. so,jangan lupa follow aku agar tidak ketinggalan notif update setiap babnya. terimakasih :)

| 3
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
brynolaa
makin kesini makin penisirin bgt kak smaa cerita ini. setiap babnya saling berhubungan dan ada aja plot yg bikin tercandu candu huhu...
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 103 Ketika Naura Pingsan

    Naura masih berdiri terpaku di dekat garis pantai. Satu tangannya mencengkeram pelipis, sementara tangan lainnya meremas kain black slip dress yang telah basah di bagian bawah. Angin laut terus menerpa tubuhnya, tetapi kali ini kesejukan itu sama sekali tidak mampu meredakan panas yang menjalar dari kepalanya.Napasnya semakin sesak. "Apa yang sebenarnya terjadi padaku?"Naura mencoba menarik napas dalam-dalam. Namun, bukannya membaik, rasa mual justru semakin kuat. Laut di hadapannya tiba-tiba terlihat bergerak. Garis cakrawala yang sebelumnya lurus seolah bergoyang perlahan. Sisa cahaya matahari menyilaukan pandangannya hingga ia harus menyipitkan mata.Ia berkedip beberapa kali. Tidak membantu sama sekali. Tangannya meraba udara, mencari sesuatu untuk dijadikan pegangan."Arka..."Nama itu lolos begitu saja dari bibirnya. Tatapannya bergerak ke arah tempat Arka berdiri beberapa puluh meter dari sana. Pria itu masih membelakanginya, tampak serius berbicara melalui telepon.Naura ing

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 102 Sesuatu Yang Salah

    Sinar matahari pagi menyiram padang rumput hijau di sekitar greenhouse resort. Angin sejuk Jeju berhembus membawa aroma bunga-bunga liar yang tumbuh di sekeliling area serta semilir asin laut yang membentang tak jauh dari sana.Naura melangkah keluar dari villa dengan gaun tulle berwarna merah muda tanpa lengan. Bunga-bunga kecil terselip anggun di antara rambut blondenya yang ditata bergelombang. Di belakangnya, Kim Ji Eun dan asistennya mengikuti sambil membawa beberapa kotak kosmetik serta hand fan kecil."Nona, senyum sedikit dong. Mukanya tegang sekali," goda Ji Eun sambil merapikan bagian belakang gaun Naura yang menjuntai di atas rumput."Bagaimana tidak tegang, Ji Eun? Leherku rasa-rasanya masih diperhatikan banyak orang," bisik Naura, matanya melirik beberapa staf Indonesia yang tampak bersiap di depan pintu greenhouse."Sudah tertutup sempurna, tenang saja," balas Ji Eun terkekeh.Di area tangga greenhouse, Arka sudah berdiri menunggu. Pria itu tampil menawan dalam kemeja pu

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 101 The Rumor

    Suasana di dalam presidential villa jauh lebih sibuk daripada biasanya. Beberapa anggota tim photoshoot telah berdatangan membawa garment bag, koper makeup, perlengkapan kamera, serta berbagai properti untuk sesi pemotretan lanjutan. Dari ruang utama hingga kamar yang disulap menjadi temporary dressing room, orang-orang berlalu-lalang dengan kesibukan masing-masing.Naura duduk tegak di depan meja rias. Selama lima menit terakhir, wajahnya terus memerah. Bukan karena udara pendingin ruangan ataupun makeup yang sedang diaplikasikan ke wajahnya, melainkan karena sepasang mata di belakang tubuhnya yang sejak tadi terus memperhatikan lehernya."Jangan dilihat begitu, Ji Eun."Ji Eun menahan tawa. Ia mengangkat kuas makeup yang berada di tangannya, lalu mengarahkannya ke leher Naura. "Aigoo, aku tidak melihat apa pun. Aku hanya sedang bekerja, Nona."Naura menatap pantulan wanita itu melalui cermin. Ia spontan menarik robenya sedikit lebih tinggi. Wajahnya sudah semerah kepiting rebus. "Eh

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 100 You Can't Hide It

    Naura meremas pinggiran meja rias itu hingga buku-buku jarinya memutih. Mata indahnya menatap pantulan leher serta dada bagian atasnya di cermin rias. Di sana, di atas kulitnya yang putih mulus, beberapa bercak kemerahan membekas amat jelas seolah sengaja dipamerkan."Arka!" Naura berbalik mendadak, membuat kursi yang didudukinya sedikit terdorong ke belakang. Ia menunjuk lehernya sendiri dengan jengkel. Wajahnya merona merah padam, campuran antara malu yang membakar dan amarah yang meletup-letup. "Aku benar-benar ingin membunuhmu, bajingan."Arka, yang berdiri tak jauh dari lemari pakaian tengah mengancingkan kemeja berwarna putih, ia menghentikan gerakannya sejenak. Pria itu menyugar rambutnya yang masih setengah basah ke belakang, lalu menatap Naura dengan tenang. Tatapan matanya teduh, seolah tidak merasa berdosa sedikit pun."Masih kelihatan, ya?” tanya Arka santai.Naura menoleh tajam sambil berdiri. "Masih kelihatan?" ulangnya dengan nada tinggi. "Coba lihat sendiri! Jangan pura

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 99 You Drive Me Insane (21++)

    "Sudah, Arka... aahhh..." cletuk Naura pasrah. Sial sekali, mulutnya selalu saja berkhianat dari keinginan akal sehatnya setiap kali Arka memberikan sentuhan-sentuhan magis tersebut."Sudah atau lanjut, Sayang?" goda Arka. Jemari tangannya membuka perlahan area intim Naura, memperhatikan dengan jelas bagaimana area sensitif wanita itu yang sedikit membengkak dan basah akibat ulahnya. "Kamu sebecek ini loh?""Shut up. Itu semua gara-gara kamu, sialan!" balas Naura dengan napas masih memburu. Ia berusaha menoleh ke bawah, hanya untuk menyadari posisinya yang begitu terekspos di hadapan wajah Arka. Sebenarnya posisi ini sangat memalukan bagi Naura. Hanya saja, entah mengapa ketika merasakan usapan lidah dan hembusan napas pria itu di sana, rasa malu itu melayang terbang entah ke mana. "Arka... berhenti menjilatnya.""Enak, kan? Kamu mau juga?" tawar Arka dengan seringai tipis."Tidak," sahut Naura cepat tanpa berpikir. Yang benar saja, ia sama sekali tidak tertarik untuk mencicipi cairan

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 98 Our Crazy Morning (21++)

    Pagi menyapa dengan tembusan sinar matahari tipis yang menerobos di sela-sela tirai kamar, membawa kehangatan yang kontras dengan sisa-sisa gairah semalam. Naura perlahan membuka matanya, merasakan sensasi berat dan hangat di sekujur tubuhnya. Pikirannya masih dipenuhi kabut antara sadar dan mimpi, sampai akhirnya ia menyadari posisi tubuhnya. Arka berbaring sangat dekat dengannya dari belakang, merengkuh pinggangnya erat-erat dalam dekapan yang begitu protektif.Sensasi asing yang berdenyut di selangkangannya, ditambah dengan aroma khas penyatuan mereka yang masih menguar pekat di udara kamar, menjadi bukti tak terbantahkan. Semua yang terjadi tadi malam bukanlah sekadar mimpi erotis yang hadir dalam tidurnya, melainkan kenyataan manis sekaligus melelahkan yang benar-benar telah mereka lewati bersama."Gadis gila!" umpat Naura dalam hatinya sendiri, meratapi keputusannya yang begitu mudah terpesona pada pria di belakangnya ini."Sudah bangun, hm?" Suara berat dan serak khas Arka terd

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 2 Ancaman Pertama Sang Monster

    “Mari kita bicara sebentar,” bisiknya lembut.Cengkeramannya di pergelangan tangan Naura mengencang, cukup untuk mengingatkan bahwa ini bukan undangan.Ini perintah.Ia menggiring Naura menuju balkon privat di sisi aula. Begitu pintu kaca tertutup di belakang mereka, suara musik dan percakapan di da

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 1 Harga Seorang Putri Wijaya

    Lampu gantung kristal di aula utama Hotel Grand Mahardika berpendar menyilaukan, memantulkan kilau kemewahan yang hampir terasa menyesakkan bagi siapa pun yang cukup peka untuk mencium bau busuk di baliknya. Udara di dalam ruangan dipenuhi aroma parfum mahal, cerutu impor, dan minuman beralkohol kel

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 6 Janji Cinta yang Terlarang

    Hujan mengguyur Jakarta dengan intensitas yang seolah ingin menenggelamkan kota.Di dalam D’Jenama Studio yang luas, hawa dingin dari mesin pendingin ruangan beradu dengan panasnya lampu-lampu tungsten berkekuatan ribuan watt. Aroma hairspray, perhiasan mahal, dan bedak tabur memenuhi udara.Naura C

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 5 Air Mata Sang Angel of the Catwalk

    Kilatan lampu strobo di studio foto itu terasa seperti tembakan beruntun.Di tengah set pemotretan yang didekorasi minimalis namun mewah, Naura Callista Wijaya bergerak dengan presisi seorang profesional. Setiap kemiringan dagunya, setiap gerakan bahunya, setiap tatapan matanya. Semua adalah hasil d

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status