Chapter: Bab 6 Penghianat yang nikmat"Bukankah posisinya sedikit kurang nikmat?" bisik Arnol tepat ditelinga Liliana. Memang sedikit kurang pas, tapi Liliana tak mempermasalahkan itu. Tanpa kalimat, Arnol menggendong Liliana membawanya ke posisi yang lebih nyaman. Dengan langkah mantap, Arnol menggendong Liliana menuju meja kerja jati milik suaminya. Ia mendudukkan wanita itu di atas permukaan meja yang dingin, menciptakan kontras yang membakar saat ia menyibak rok Liliana ke atas. Jemari Arnol mulai menjelajahi inti kewanitaan Liliana. Meskipun masih terhalang selembar kain tipis, Liliana sudah bisa merasakan getaran hebat yang menuntut lebih. Ia sudah hampir kehilangan kesabaran. "Sabar," bisik Arnol parau. Ia segera menanggalkan celananya, membiarkannya jatuh ke lantai begitu saja. Pikirannya kini hanya terfokus pada satu hal: kepuasan mutlak. Kejantanannya telah bangkit sepenuhnya, tegak menantang bak prajurit yang siap bertempur. Dengan gairah yang meluap, Arnol membungkuk untuk kembali melumat bibir Liliana, se
Terakhir Diperbarui: 2026-03-24
Chapter: Bab 5 Ukuran Afrika“Cih, kenapa diam?”Dorongan tiba-tiba dari kedua tangan Liliana tepat di bagian dadamembuat Arnol kehilangan keseimbangan. Pria itu terhuyung mundur dua langkah,lalu jatuh terduduk dengan posisi canggung di atas sofa kulit panjang di tengahruangan.“Nyonya.” Napas Arnol tercekat di tenggorokan.Matanya terpaku menatap Liliana yang kini berdiri menjulang tepat dihadapannya. Senyum sinis namun penuh gairah menghiasi wajah cantik wanita itu.“Aku nggak suka buang-buang waktu berharga.” Suara Liliana berubah serakdan mendalam.Tanpa sedikit pun keraguan, wanita modis itu mengangkat kedua tangannya.Jari-jari lentiknya mulai menanggalkan kancing kemeja sutra kerjanya satu persatu dari atas ke bawah. Kain mahal itu meluncur jatuh bebas ke atas karpetmarmer.“Gusti.” Arnol membatin panik.Pemandangan di depannya sukses membuat otak Arnol korslet permanen.Liliana kini hanya menyisakan bra renda tipis berwarna merah marun yangmembungkus erat dua gunung kembarnya. Dua gundukan kenyal
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: Bab 4 Deal“Nyonya.” Arnol menelan ludah susah payah.Liliana tidak menyahut. Senyum miring yang terukir di bibir merahnyamengisyaratkan dominasi mutlak. Wanita modis itu melangkah menjauh dari pintudengan tempo lambat yang sengaja dibuat-buat.Ayunan pinggulnya menciptakan ritme visual yang mengintimidasi sekaligusmenggoda iman. Ia berjalan memutar mengelilingi sofa kulit, lalu menjatuhkantubuhnya dengan elegan di atas kursi kebesaran suaminya.“Buka pintunya.” Arnol memohon pelan.“Kenapa buru-buru? Bukannya tadi kamu bilang perutmu mulas mau mencret?Sekarang kelihatannya kamu sehat-sehat saja.”Sindiran tajam itu menelanjangi kebohongan konyol Arnol. Pria itumenunduk dalam, meremas ujung kemeja seragamnya hingga kusut.“Nyonya, saya mohon dengan sangat. Biarkan saya ngerjain tugas saya.Kalau Nyonya marah soal kejadian tadi, saya berani sumpah potong jari nggakakan bocor ke siapa pun soal kelakuan Bapak. Tolong jangan hukum saya pakaicara begini. Kalau sampai ada orang luar yang tahu
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: Bab 3 Nyonya BeringasKewarasan Arnol nyaris putus mendengarnya. Logikanya bekerja sangatkeras mengingatkan bahwa ini adalah zona bahaya tingkat dewa yang bisamembuatnya dijebloskan ke penjara atau dipecat tanpa pesangon.“Nyonya!” Arnol tiba-tiba berseru nyaring.Liliana sedikit tersentak kaget lalu menarik tangannya. “Apa?”“Maaf!” Arnol buru-buru membungkuk.Tanpa membuang waktu sedetik pun, ia menciptakan alasan paling absurdyang bisa dipikirkan otak paniknya.“Saya baru ingat ada panggilan mendadak dari Pak Supervisor di lantaibawah buat bersihin toilet lobi sekarang juga! Terus saya juga tiba-tibakebelet buang air besar karena kebanyakan makan sambal terasi basi tadi pagi!Perut saya mulas parah sampai mau mencret di celana, Nyonya! Saya permisi turundulu sebelum meledak di ruangan Nyonya ini!”Arnol langsung melepaskan gagang troli dan memutar tubuhnya seratusdelapan puluh derajat.“Hei!”“Mau ke mana kamu, Arnol?! Aku belum selesai bicara sama kamu soalurusan kita ini! Jangan berani-berani
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: Bab 2 Masa Kamu Kepanasan?“Dasar lelaki kurus kering, krempeng, modal bacot doang! Mati aja kamusana!”Arnol sontak menoleh ke arah pintu.Seketika, tangisan pilu wanita di hadapannya lenyap tak bersisa seiringusapan kasar jari lentiknya pada sisa air mata di pipi. Wajah yang tadinyamemelas itu langsung berubah sinis.“Nyonya?” Arnol mengerjap.Liliana mendengus kasar sambil berkacak pinggang menatap pintu yangtertutup rapat.“Kamu pikir aku sungguhan peduli sama semua ocehannya tadi? Gila aja akusampai harus akting nangis bombay biar egonya yang rapuh itu merasa menang.Coba kalau aku ngelawan sedikit, ocehan cerewetnya pasti bisa sampai besok paginggak bakal berhenti. Kupingku bisa bernanah dengerin suaranya yang cemprengkayak knalpot bocor.”Lantaran salah tingkah, Arnol hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidakgatal.“Iya.”“Kamu pasti sering denger kita berantem kan tiap kali kamu bersihinlorong depan? Ngaku aja, semua pegawai di lantai ini pasti udah hafal kelakuanAndra.”“Kadang-kadang.” Arno
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: Bab 1 Dasar Istri Mandul!“Arnol! Monitor! Masuk, Nol!”Suara cempreng Pak Maman meledak dari walkie-talkie yangbertengger di dada Arnol, memecah keheningan ruang bawah tanah yang luar biasapengap.Arnol meletakkan kardus arsip terakhir ke atas tumpukan dengan gerakankasar. Selama bekerja di sini, memang dia selalu dapat pekerjaan kasar. Entahitu kuli, angkat barang, benerin listri, ngepel, dan lainnya.Yang pasti, pekerjaan Arnol hanya pekerjaan biasa saja.“Masuk, Pak Maman. Ada apa lagi ini? Pinggang saya rasanya udah maucopot,” jawab Arnol sambil menekan tombol PTT pada alat komunikasi tersebut.Napasnya masih ngos-ngosan.“Banyak ngeluh kamu! Tinggalkan kardus arsip itu sekarang. Naik kelantai eksekutif. Ke ruang CEO. Ada brankas raksasa yang harus kamu pindahkanke troli,” perintah Pak Maman tanpa basa-basi.Arnol membelalakkan matanya. “Waduh, ke ruangan Pak Andra? Brankasnyaisi apa, Pak? Emas batangan atau isi dosa perusahaan? Kok tumben banget kulimacam saya yang disuruh ke ruang bos besar?”“
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05