author-banner
Avryna Wandhansari
Avryna Wandhansari
Author

Novels by Avryna Wandhansari

Posesif Sang Ketua Mafia

Posesif Sang Ketua Mafia

"Mulai malam ini, kau milikku. Tubuh, jiwa, dan napasmu.” Rafael Valentino tidak pernah menginginkan sesuatu tanpa mengambilnya. Ketika Liora Ashanti menyaksikan eksekusi brutal yang dilakukan Rafe, seharusnya gadis itu mati malam itu juga. Namun, Rafe justru menculik Liora dan mengurungnya di istana mewah sang ketua mafia. Di tengah ancaman musuh berdarah dan rahasia keluarganya sendiri, Liora berusaha bertahan dari obsesi Rafe yang semakin gelap dan posesif. Namun, semakin Liora melawan, semakin ia terjerat dalam pelukan pria yang siap menghancurkan dunia demi memilikinya.
Read
Chapter: Bab 55 : Harga Sebuah Kebenaran (Epilog)
Malam semakin larut saat Rafe dan Liora kembali ke rumah persembunyian. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, keheningan menyelimuti mereka tidak ada suara tembakan di kejauhan, tidak ada panggilan ancaman, tidak ada mobil mencurigakan yang berhenti di depan gerbang. Victor telah ditangkap. Jaringan Il Signore mulai runtuh. Namun di tengah ketenangan itu, Rafe masih membawa satu hal yang belum terselesaikan: sebuah amplop tua milik ayahnya.Ia berdiri sendirian di ruang kerja, amplop itu tergeletak di atas meja. Di bagian depannya, tertulis dengan tinta yang mulai memudar: Untuk Rafael. Dengan napas tertahan, Rafe membuka segelnya. Di dalamnya terdapat beberapa lembar surat dan sebuah foto lama. Ia mulai membaca halaman pertama.“Rafael, jika suatu hari kau membaca surat ini, berarti aku sudah tidak ada. Ada sesuatu yang tidak pernah bisa kukatakan kepadamu bukan karena aku tidak mempercayaimu, tetapi karena aku ingin kau memiliki kesempatan hidup tanpa membawa beban kel
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Bab 55 : Harga Sebuah Kebenaran
Malam semakin larut saat Rafe dan Liora kembali ke rumah persembunyian. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, keheningan terasa utuh tidak ada suara tembakan dari kejauhan, tidak ada panggilan ancaman yang memecah kesunyian, tidak ada mobil mencurigakan yang berhenti di depan gerbang. Victor telah ditangkap. Jaringan Il Signore yang dulu menguasai bayang-bayang mulai runtuh perlahan. Namun di tengah kemenangan itu, satu hal masih tertinggal, belum terselesaikan, dan hanya miliknya.Di ruang kerja yang remang, Rafe berdiri sendirian. Di atas meja kayu tua itu tergeletak sebuah amplop tua, tepiannya sudah mulai menguning. Di bagian depan, tertulis dengan tinta hitam yang mulai memudar: Untuk Rafael.Ia membuka segelnya perlahan, seakan takut merusak setiap kata yang tertulis di dalamnya. Ada beberapa lembar surat dan sebuah foto lama yang sudah mulai buram. Rafe mulai membaca baris pertama, suaranya hanya berupa bisik yang tertelan keheningan ruangan.“Rafael, jika suatu h
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Bab 54 : Perang Berakhir
09:47Angka merah di layar terus bergerak turun, detik demi detik menghilang tanpa ampun.Rafe menatap hitungan mundur itu tajam, lalu beralih menoleh ke arah Matteo."Berapa banyak pintu keluar?""Setidaknya tiga, Bos.""Yang mana paling dekat?""Koridor timur.""Semua orang bergerak ke sana sekarang!"Belum sempat mereka melangkah, suara tembakan kembali menggema keras di sepanjang lorong.Dor! Dor!Sisa anak buah Victor yang masih bertahan berusaha sekuat tenaga menghalangi jalan, menembaki siapa pun yang mendekat. Rafe langsung menarik Liora ke belakang tubuhnya, menjadikannya perisai tak terlihat di tengah hujan peluru."Jangan sekali-kali lepaskan tanganku," bisiknya tegas.Liora mengangguk kuat, jari-jarinya mencengkeram lengan Rafe sekuat hati. Namun sebelum mereka sempat bergerak cepat, Ravian berteriak keras dari sisi ruangan, suaranya terdengar mendesak di tengah kebisingan."Bos!"Rafe menoleh sejenak."Victor mengendalikan seluruh sistem keamanan gedung. Semua pintu otom
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: Bab 53 : Wajah Di Balik II Signore
Malam telah turun saat Rafe dan Liora tiba di Hotel Bellagio. Dari luar, bangunan itu tampak tenang dan elegan. Lampu-lampu keemasan memantul di permukaan kaca yang menjulang tinggi, sementara beberapa kendaraan mewah berhenti beriringan di depan pintu utama. Namun Rafe paham betul ketenangan itu hanyalah topeng yang menutupi bahaya yang mengintai di setiap sudutnya. Di dalam gedung ini, Victor sedang menunggu. Dan mungkin seluruh pasukannya juga sudah bersiap menanti kedatangan mereka. Rafe turun dari mobil lebih dulu. Ia mengenakan jas hitam yang pas di tubuhnya, dengan pistol tersembunyi rapi di balik pinggang. Luka di bahunya memang belum sepenuhnya pulih, namun tidak ada sedikit pun keraguan atau ketakutan yang terbayang di wajahnya. Liora menyusul turun dari mobil. Tanpa menunggu lama, Rafe meraih tangannya dengan genggaman yang kuat namun penuh perhatian. "Jangan pernah jauh dariku," ucapnya dengan nada rendah namun tegas. "Aku tahu," jawab Liora mantap. "Kalau sesuatu ter
Last Updated: 2026-08-13
Chapter: Bab 52 : Pengkhianat Di Dalam Keluarga
Malam itu, Rafe tidak tidur. Sejak panggilan dari Victor berakhir, ia berdiri diam di depan jendela ruang kerja, tangan terlipat rapat di dada. Tatapannya kosong, menembus kegelapan yang menyelimuti luar rumah. Tiga kalimat yang baru saja didengarnya terus berputar di kepala—Hotel Bellagio. Besok malam. Datang sendiri. Jelas sebuah jebakan, namun ada hal yang jauh lebih mengganggu pikirannya: Victor tahu terlalu banyak. Ia tahu lokasi persis mereka, siapa yang berada di sisi Rafe, bahkan siapa orang yang paling berharga bagi pria itu—Liora. Artinya, ada seseorang dari dalam lingkaran terdekat yang membocorkan segala sesuatu. Pintu ruang kerja terbuka perlahan. Liora masuk membawa dua cangkir kopi yang mengepul. "Kau belum tidur," ucapnya lembut. Rafe menoleh pelan. "Kau juga." Liora menyerahkan satu cangkir kepadanya. "Aku sudah tahu sejak awal kau tidak akan bisa tidur malam ini." Rafe menerima kopi itu, namun tatapannya tetap serius. "Besok kau tetap di rumah." Liora langsun
Last Updated: 2026-08-12
Chapter: Bab 51 : Orang Keempat
Foto itu masih terpampang di layar ponsel Matteo. Empat orang berdiri dalam satu bingkai. Alberto Valentino. Luciano. Adrian Ashanti. Dan seorang pria yang wajahnya sengaja dicoret tinta hitam. Rafe menatap foto itu tanpa berkedip. "Perbesar." Matteo memperbesar gambar. Semakin jelas foto itu, semakin terasa ada sesuatu yang ganjil. Pria keempat berdiri sedikit di belakang Alberto dan Adrian. Usianya tampak lebih muda dibandingkan ketiganya. Ia mengenakan jas hitam sederhana dan sebuah cincin dengan lambang yang sama seperti liontin Liora. Rafe langsung menunjuk cincin itu. "Berhenti." Matteo memperbesar bagian tersebut. Liora mendekat. "Itu simbol yang sama." "Ya," jawab Rafe. Ia mengambil liontin dari leher Liora dan membandingkannya dengan foto. Bentuknya benar-benar identik. Clara yang duduk di kursi belakang kendaraan tiba-tiba berkata, "Kalau kalian sudah menemukan lambang itu, berarti semuanya memang sudah dimulai." Rafe menoleh. "Katakan siapa dia." Clara diam.
Last Updated: 2026-08-10
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status