LOGINANDRA ADIWANGSA dipaksa menerima pernikahan tanpa cinta dengan LIA MAHARDIKA, seorang wanita yang selalu memandangnya dengan jijik. Namun, ketegangan memuncak ketika Lia secara terbuka menyalahkan Andra atas penderitaan masa lalu ARUNA, wanita yang pernah dicintai sekaligus dilindungi keluarganya. Kepala keluarga Adiwangsa, Wirya, memanggil Andra, menyadari keputusannya menikahkan Andra dengan Lia adalah kesalahan besar. Wirya kini meminta Andra melupakan Aruna—wanita pemberani yang telah memilih untuk kabur dan terlibat dengan pria lain—demi menghindari masalah keluarga yang semakin rumit. Namun, di tengah krisis rumah tangganya, Andra mengungkap sebuah rahasia besar pada kakeknya: Alasan Aruna kabur dan menghilang bukanlah karena ketidaksetujuan keluarga, melainkan karena Lia berulah dan nyaris merenggut nyawa Aruna di masa lalu. Pengungkapan ini tidak hanya mengguncang Wirya, tetapi juga membuka jalan bagi Andra untuk memperjuangkan kebahagiaannya sendiri. Di antara pernikahan palsu, rahasia pembunuhan yang disembunyikan, dan cinta terlarang, mampukah Andra membebaskan diri dari Lia dan meraih kembali Aruna yang kini berada dalam bahaya?
View More“Kita akan periksa ke dokter kandungan. Kamu belum datang bulan, mungkin saja kamu hamil. Jika benar, aku akan lebih berhati-hati lagi melakukannya,” ucap Bayu dengan lembut pada Aruna. Aruna mengangguk setuju. Ia segera mandi, dan setelah selesai, Bayu langsung membawanya ke dokter untuk pemeriksaan. Di rumah sakit, Bayu setia menemaninya masuk ke ruang periksa. Meski Aruna sudah terlambat datang bulan beberapa minggu, dokter menyatakan belum ada tanda-tanda kehamilan yang pasti walaupun sudah dilakukan tes. “Aku akan melakukannya lebih keras! Aruna, hari ini aku tidak akan ke kantor. Kita akan menghabiskan waktu di villa,” ujar Bayu penuh ambisi. Aruna meremas ujung roknya. Tubuhnya terasa sangat lelah, bahkan ia hampir tidak sanggup berjalan. “Malam saja, ya? Aku lelah, aku sungguh lelah, oke?” bujuknya. “Aruna, lusa kamu sudah harus pergi ke kediaman pria itu!” keluh Bayu. “Bayu, aku sungguh lelah. Aku janji nanti malam kamu bisa melakukannya beberapa kali. Aku akan membiarka
“Aruna, kamu tidak apa-apa?” Tanya Bayu.Aruna menggelengkan kepalanya.“Bagaimana kondisimu belakangan ini?” Tanyanya.“Aku baik-baik saja, hanya kakek yang selalu mendesakku untuk cepat-cepat membuatmu hamil, dia tidak sabar ingin cucu darimu,” jawabnya.Aruna mengingat masalah itu, tujuan Bayu mengikat kontrak memang untuk pendapatkan keturunan. Aruna sangat lelah, tapi kerja sama yang sudah disepakati tidak mungkin dia lupakan begitu saja.Aruna melepaskan seluruh bajunya lalu rebah di meja. Dia membuka kedua pahanya sambil berkata pada Bayu.Bayu sangat merindukannya. Dia melihat tubuh Aruna yang sangat dia inginkan; sudah tidak sabar ingin menjamahnya. Bayu mendekatinya, dia juga melepaskan piyamanya. Pertama-tama dia menyentuh sisi intim Aruna sambil mengelusnya dengan lembut.“Aruna, aku sangat merindukanmu….Hmh,”“Bayu, kamu tahu sebenarnya aku muak dengan semua ini? Keluargamu menganggapku seperti sebuah mesin yang tidak punya hati. Lakukan sekarang, jangan menundanya,” bisi
Keesokan paginya Aruna merasa tulang belulangnya hancur. Baru beberapa hari tinggal dengan Satria, Aruna hanya diberi waktu untuk melayaninya.Pelayan masuk ke dalam kamar untuk mengantarkan sarapan. Melihat kamar Satria berantakan lagi, mereka tidak terkejut. Semua orang di kediaman itu tahu Aruna sangat dicintai oleh Satria, dan hampir setiap kali mereka mendengar suara desahan serta pekikan di balik pintu kamar tersebut.“Nona Runa, ini sarapan Anda,”Aruna bangun sambil menutup tubuhnya yang telanjang dengan selimut, lalu mengangguk dengan lemah.“Ya terimakasih, taruh saja di meja,”Pelayan menaruh nampan di meja. Aruna melihat segelas susu hangat, dia mengambil gelas itu dan meminumnya. Seketika energinya kembali terisi dan tubuhnya tidak terlalu lemah lagi.Aruna teringat dengan momennya dengan pria itu dan dia merasa tidak nyaman. Wajahnya masam dan berkeringat. Tadinya dia ingin menyuap makanan, tapi dia berhenti dan meletakkan kembali sendoknya.Pelayan pikir ada yang sala
Saat berjalan di koridor, Satria sedang berbicara dengan tamunya seketika melihat bayangan Aruna. Pikir Satria, Aruna kabur lagi, Satria berdiri lalu mengikutinya. Sementara itu, Elara juga mengikuti Aruna, langkahnya langsung terhenti lantaran melihat Satria menyusul Aruna di kediaman Dion. Dari kejauhan Elara melihat Satria memeluk Aruna dari belakang, dan menciuminya dengan rakus. Pemandangan di gelap kolidor itu membuat Elara menangis. Elara memalingkan wajah lalu pergi. Aruna di setubuhi lagi di koridor. Gaunnya diangkat, CD-nya dirobek lalu didorong sambil dipeluk dari belakang. Aruna meremas tiang koridor sambil menungging. Buah dadanya diremas dari belakang. “Aah, aahh, Satria, lepaskan aku, ssh, aah, kamu sudah gila, oukh!” “Aruna sayang, ssh, aku selalu menginginkan tubuh ini, ouh, oh, oh, lubangmu lembut dan nikmat, sayang! Aku ingin terus siang dan malam, aahh, aah, ah.” “Satria, mmhh, oooukh, sshh, aaakh!” Cairan Aruna makin banyak dan membuat Satria makin ge
Satu minggu kemudian ….. Disisi lain, Satria bersikeras menolak untuk memulangkan Aruna, Ben Adiwa terpaksa menghukumnya dan meminta bawahannya untuk terus mengawasi Satria. Malam itu Ben mengunjunginya di kediaman untuk melihat kondisinya. “Kamu harus patuh, kamu adalah penerus keluarga kita!
Sejak kedatangan Ben Adiwa, Satria tidak muncul lagi di dalam ruangan dimana Aruna dirawat. Hanya beberapa perawat yang memeriksanya, Zidan juga tidak pernah muncul. Pada malam hari, Aruna disuntikkan obat bius dan tubuhnya dipindahkan ke rumah sakit. Aruna terjaga ketika siang hari dan dia mend
Paginya, Ben Adiwa mengetahui bahwa Zidan menggunakan peralatan yang dia berikan. Dia memiliki data yang akan mengirimkan pesan secara otomatis ketika benda itu digunakan. Merasa tidak tenang, Ben segera pergi menuju kediaman tersebut. Pada siang hari, setibanya di sana, ia langsung menuju pusat m
“Kamu mungkin sudah melupakannya, tapi alasan kenapa aku masih mengingat gadis ini karena dia adalah gadis kecil itu! Gadis ini sudah memberikan darahnya untukku.” “Aku masih ingat saat jatuh dari pohon di panti, kepalaku dan kakiku terluka, aku hampir kehabisan darah. Gadis itu datang seperti per
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews