author-banner
Canting Kirana
Canting Kirana
Author

Novels by Canting Kirana

Kali Ini Aku yang Akan Menghancurkan Kalian!

Kali Ini Aku yang Akan Menghancurkan Kalian!

Pandanganku kabur. Kantuk yang janggal menyerang hebat saat aku menyetir di tepian jurang. Detik berikutnya, duniaku terbalik. Mobil beradu dengan batu. Tubuhku terhempas berkali-kali. Di sisa-sisa kesadaran, aku melihat cairan merah pekat mengucur deras di antara sela paha. Seketika hatiku hancur melebihi tulang-tulangku yang patah. Itu darah anakku! Buah hati yang baru akan kukabarkan pada suami tercinta. Kupikir aku sedang sial hingga mengalami kecelakaan maut. Ternyata, fakta mengejutkan terkuak. Suamiku bersekongkol dengan adikku sendiri. Aku mati dengan dendam membara. Kali ini takkan ada cinta. Hanya ada rencana untuk menghancurkan mereka, mengirim keduanya ke dasar neraka.
อ่าน
Chapter: Sosok Pria Misterius
“Gavin Mahendra, aku harus segera menemuimu,” ucapku dengan penuh tekad.Mumpung Mas Kavi masih di kamar mandi, aku segera meraih ponsel yang dari tadi tergeletak di atas meja rias. Jemariku bergerak lincah menelusuri kolom pencarian. Nama Gavin Mahendra menjadi satu-satunya fokusku malam ini.Di zaman semodern ini, internet merupakan gudang informasi tanpa batasan. Internet menyediakan informasi yang cukup untuk membuatku mencatat beberapa poin penting soal Gavin Mahendra di catatan ponselku.Dia adalah lulusan terbaik dari salah satu universitas ternama di Inggris. Pria yang kemudian mengambil alih kemudi perusahaan Sriyasa Group di usia yang terbilang masih sangat muda. Bukan pria main-main.Dari beberapa berita bisnis, dia terkenal dengan sifat pendiam, dingin, dan seakan tak tersentuh oleh siapa pun. Namun, dia sangat sering memenangkan tender di proyek-proyek pemerintahan, baik yang berskala nasional maupun provinsi.Hmm, sangat kontradiktif. Biasanya, pemenang tender adalah ora
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-13
Chapter: Tunggu Pembalasanku!
Tatapan kami saling beradu di pantulan cermin selama beberapa detik. Jantungku berdebar keras seakan hendak meloncat keluar dari rongga dada. Wajah Mas Kavi menyiratkan kecurigaan. Masih memegang ponsel di tangan kanan, mata Mas Kavi menyipit, memindai setiap inchi ekspresi wajahku. “Aku curiga sesuatu, Kal,” ujarnya, sengaja menoleh berlawanan arah agar aku tidak bisa membaca gerak bibirnya. Tapi, aku sudah bisa mendengar, Mas!Pertahananku runtuh sudah. Sesak yang dari awal ‘hidup kembali’ kutahan-tahan, akhirnya meledak juga. Aku menangis tersedu-sedu hingga bahu berguncang hebat.“Kamu kenapa, Sayang?” Mas Kavi mendekat, lalu mengusap kepalaku dengan lembut. Itu bukan lagi kelembutan kain sutra yang dia hamparkan di jalan hidupku, melainkan duri tajam yang melukai setiap langkahku.Aku tidak menjawab, hanya terus terisak. Mas Kavi menarik tanganku yang menutupi wajah, lalu memutar tubuhku agar menghadap ke arahnya. Dia berlutut, menggenggam tanganku, menatap dengan wajah sendu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-11
Chapter: Topeng yang Mulai Retak
“Ah, lega rasanya!” Mas Kavi merentangkan kedua tangan lebar-lebar begitu kami masuk ke kamar presiden suite yang sudah didekorasi sedemikian rupa menjadi kamar pengantin. Dua handuk besar dibentuk menyerupai sepasang angsa dan leher mereka membentuk love.Seharusnya suasana sangat romantis, seperti di kehidupanku sebelumnya. Kamar di hotel bintang lima ini mestinya jadi saksi bisu kebahagiaan kami di malam pertama. Namun, kali ini berbeda.Aku tidak lagi merasakan keromantisan itu. Harum semerbak kelopak mawar merah dan putih yang ditabur di atas ranjang, juga wangi lilin aromaterapi yang menenangkan harusnya bisa membuat hatiku luluh. Nyatanya, malam ini, semua keindahan itu terasa semu. Hanya sebatas dekorasi yang malah memberikan kesan sunyi, dingin, dan penuh dengan kepalsuan.Mas Kavi membantu melepas ronce melati yang berat di bahuku. Tangannya yang hangat menyentuh leherku, membuat bulu kudukku berdiri. Dulu ini juga terjadi. Namun, kali ini bulu kudukku berdiri bukan karena c
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-11
Chapter: Bisikan dari Masa Lalu
“Siapa dia, Mas? Apa kamu ada masalah sama dia?” tanyaku sambil menatap sekilas ke arah Mas Kavi.Pria di sampingku itu tampak mengetatkan otot-otot rahang. Kentara sekali kalau dia ada masalah besar dengan Gavin itu.“Dia musuh besar kita. Orang yang sudah beberapa kali menjegal program pemasaran perusahaan kita,” jawab Mas Kavi sambil membuat isyarat dengan gerakan tangan. Padahal, aku bisa mendengar dengan jelas semua ucapannya.Gavin Mahendra. Ya, akhirnya aku ingat nama itu. Ayah pernah memuji atau mungkin lebih tepatnya ... mengeluhkan kecerdasan dan kepiawaian seorang pemuda dalam menyaingi bisnisnya. Mereka selalu bersaing ketat dalam setiap tender pekerjaan, terutama di pemerintahan.Selama bertahun-tahun menjadi pebisnis, baru kali itu Ayah dikalahkan oleh pemuda yang usianya jauh di bawah dia. Tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. Rupanya ... inilah orangnya. Lantas, kenapa dia datang ke pesta ini? Mas Kavi bilang dia tidak pernah mengundang Gavin.Pria yang tengah menjad
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-11
Chapter: Tamu Tak Diundang
Aku duduk di kursi pelaminan dengan latar belakang yang megah di tengah ballroom mewah hotel bintang lima. Mestinya aku bangga dan bahagia. Namun, kenyataan pahit terus menderaku.“Selamat ya, Bu Gea. Semoga langgeng dan bahagia selalu.” Pria bertubuh tambun menjabat tanganku dengan hangat. Dia salah satu kolega Ayah ... semasa hidupnya.“Terima kasih.” Aku membalas dengan senyuman yang kupaksakan.Di sampingku, Mas Kavi tampak begitu bahagia. Dia menyalami satu per satu tamu undangan dengan senyuman yang semringah. Tangannya sesekali merangkul pinggangku. Perlakuan yang dulu membuatku merasa diperhatikan dan dilindungi. Namun, kini terasa seperti lilitan ular yang siap memangsa kapan saja.Mataku tak sengaja menangkap sosok Kalila yang berdiri tidak jauh dari pelaminan. Dia sedang tertawa kecil sambil berbincang dengan salah satu kolega perusahaan. Dia memang gadis imut yang sangat lancar berkomunikasi. Makanya, dia bertahan di posisi direktur pemasaran di perusahaan kami.Ya, dia da
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-11
Chapter: Sosok yang Hilang
Aku benar-benar tidak habis pikir. Apakah aku atau Ayah pernah menyakiti hati Kalila tanpa sengaja? Siapa tahu, di balik kelembutan dan sifat kekanak-kanakan Kalila, dia punya perasaan yang sensitif. Mungkin ada luka yang menganga akibat kehilangan ayah yang sangat dia cintai.Hatiku terus berbisik pedih, menyampaikan berbagai kemungkinan. Aku harus segera mencari tahu. Kalau memang ada luka yang kami goreskan, aku ingin memperbaikinya. Bagaimanapun, aku sangat menyayangi Kalila.Bagaimana aku bisa percaya kalau malaikat kesayanganku ini adalah seorang pembunuh?“Ge, kenapa wajahmu kayak gitu sih? Tegang banget. Hari bahagia kok kayak orang mau perang,” goda Kalila sembari menggandeng lenganku lembut. Dia menuntunku keluar dari ruang rias menuju hall hotel, tempat resepsi pernikahanku digelar.Aku berusaha menguasai diri. Kalila belum tahu kalau aku sudah bisa mendengar. Biar saja. Biar ini menjadi rahasiaku sementara waktu. Aku menarik napas panjang, memaksakan senyuman tipis agar
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-11
บางทีคุณอาจจะชอบ
Suami Penggantiku Ternyata Pewaris
Suami Penggantiku Ternyata Pewaris
Romansa · Anggrek Bulan
34.6K views
DIKEJAR CINTA MANTAN SUAMI
DIKEJAR CINTA MANTAN SUAMI
Romansa · Leend Syahidah
34.5K views
TERJERAT CINTA TUAN PENGUASA
TERJERAT CINTA TUAN PENGUASA
Romansa · VIGIANI NURIKE
34.4K views
Suamiku Menyesal Menceraikanku
Suamiku Menyesal Menceraikanku
Romansa · RENA ARIANA
34.3K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status