author-banner
Canting Kirana
Canting Kirana
Author

Novels by Canting Kirana

Kali Ini Aku yang Akan Menghancurkan Kalian!

Kali Ini Aku yang Akan Menghancurkan Kalian!

Pandanganku kabur. Kantuk yang janggal menyerang hebat saat aku menyetir di tepian jurang. Detik berikutnya, duniaku terbalik. Mobil beradu dengan batu. Tubuhku terhempas berkali-kali. Di sisa-sisa kesadaran, aku melihat cairan merah pekat mengucur deras di antara sela paha. Seketika hatiku hancur melebihi tulang-tulangku yang patah. Itu darah anakku! Buah hati yang baru akan kukabarkan pada suami tercinta. Kupikir aku sedang sial hingga mengalami kecelakaan maut. Ternyata, fakta mengejutkan terkuak. Suamiku bersekongkol dengan adikku sendiri. Aku mati dengan dendam membara. Kali ini takkan ada cinta. Hanya ada rencana untuk menghancurkan mereka, mengirim keduanya ke dasar neraka.
Read
Chapter: Bab 33
“Aku Gea.” Aku menjawab singkat.Kulit tangan kami sempat bersentuhan selama beberapa detik, tetapi cukup untuk mengalirkan gelenyar istimewa yang aku tidak tahu itu apa. Ada rasa nyaman, tenang, dan membuat hati berbunga secara tiba-tiba. Apakah itu cinta pada pandangan pertama? Mungkin saja. Tanpa aku sangka, Kavi tiba-tiba menyodorkan telepon genggam. “Nomormu. Aku mau traktir kamu kopi kalau tugasku sukses di depan dosen.” Kavi tergolong pemuda berpenampilan rapi meski tidak terlalu trendi. Gadis mana yang bisa menolak pesonanya?“Kenapa harus traktir aku?” Dahiku mengernyit, seakan protes, tetapi tangan tetap saja menyambut uluran benda pipih berwarna biru tua itu, lalu mulai mengetikkan sederet nomor sembari sesekali memperhatikan wajahnya.Aku harus benar-benar teliti membaca gerak bibirnya. Kavi belum tahu kalau aku tuli.“Kamu yang mengingatkan aku soal kancing ini. Pasti performa aku jelek di depan dosen kalau kamu tidak bilang. Anggap saja sebagai ucapan terima ka
Last Updated: 2026-04-06
Chapter: Bab 32
Mungkin memang terdengar aneh. Aku seakan tidak menjaga rahasia tentang strategi perlawanan terhadap Kavi dan Kalila, malah terkesan membocorkan. Itu karena aku punya pertimbangan sendiri. “Justru dengan begitu, mereka nggak akan sembarangan melenyapkan aku karena tahu kalau mereka nggak akan dapat apa-apa. Biarkan mereka berpikir lebih keras dan mencari cara untuk mengamankan hartaku. Kita buat mereka sibuk biar bisa ulur waktu sambil mempersiapkan serangan berikutnya.” Aku tersenyum tipis.Leon yang dari tadi sibuk berkutat dengan ponselnya, berhenti selama beberapa jenak. Matanya beralih menatapku, lalu ikut memulas senyum. Itu tandanya dia setuju dengan pemikiranku.Memang salah satu tujuan membuat surat wasiat adalah untuk mengamankan diriku sendiri. Kavi dan Kalila pasti akan menyelidiki soal isi dari surat wasiat yang aku buat hari ini. Tidak mungkin mereka bertanya ke aku. Kavi dan Kalila bisa dengan mudah bertanya ke tim legal perusahaan.Meski bersifat pribadi dan rahasia,
Last Updated: 2026-04-06
Chapter: Bab 31
Untung saja suami Mei tidak marah. Dia ikut mendengarkan cerita dari mulut Mei dengan saksama.Seperti yang sudah aku dan Leon duga, Mei memang berhasil memergoki adegan panas yang terjadi di rumah. Pintu kamar masih terbuka. Kavi dan Kalila tengah bercengkerama di tempat tidur pasca bercinta. Tubuh mereka sama-sama polos, tanpa sehelai benang pun yang menempel.Mei berhasil merekam sebentar. Sialnya, telepon genggam dia bergetar karena sang suami menelepon. Kavi dan Kalila yang mendengar suara getaran itu segera mengejar. Belum sempat mencapai pintu utama, Kavi sudah berhasil mencekal baju Mei.“Aku langsung alasan mau ambil baju kamu, Ge. Jadi, nggak sengaja lihat mereka selingkuh. Dan aku udah janji, nggak bakal ngomong apa-apa sama kamu.” Kami mendengarkan dengan jantung berdebar.“Pas itu, suamiku nelepon lagi. Aku buru-buru angkat dan bilang kalau lagi di rumah kamu. Maksud aku, biar bisa buru-buru pulang sebagai alasan. Eh, malah ditinju sama suami kamu.” Mei memperagakan deng
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 30
Jantungku langsung berdetak cepat begitu melihat wajah cemas Leon.“Mei ada di rumah sakit ini,” kata Leon.“Maksud kamu, dia mau nengok aku? Terus, di mana dia? Sini, suruh masuk!” Sontak aku menoleh ke arah pintu. Dari semalam aku menunggu kabar dari Mei, tetapi dia seperti lenyap ditelan bumi. Aku telanjur ketiduran. “Dia dirawat di sini juga, Ge.”Ucapan Leon sukses membuat mataku membelalak sempurna. Mei dirawat di rumah sakit ini juga? Kenapa?“Kavi memukul kepalanya. Alasan dia, dikira pencuri.” Belum sempat aku bertanya, Leon sudah menjelaskan.“Bawa aku ke sana, Leon.” Spontan aku berdiri. Hampir saja jatuh kalau Leon tidak buru-buru memegangi tubuhku. Ternyata aku belum begitu kuat.“Aku ambilkan kursi roda dulu.” Dengan cekatan, Leon mendudukkan aku kembali ke ranjang, lalu dia ke luar ruangan.Aku memegangi kepala yang terasa berdenyut dan membuat pandangan seperti berputar-putar. Dasar bodoh! Saking khawatirnya dengan keadaan Mei, aku lupa kalau kondisiku sendiri masih
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 29
Aku memejamkan mata. Bukan untuk tidur, melainkan berpikir dengan lebih detail tentang apa langkah ke depan yang harus aku ambil.Haruskah aku menghukum Kalila juga? Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain dia sebagai keluarga. Selain itu, kalau harus kehilangan Kavi dan Kalila secara bersamaan, rasanya terlalu berat. Aku benar-benar sebatang kara nantinya.Dulu Ayah memang sering mengingatkan aku, berkali-kali untuk tetap waspada terhadap Kalila. Entah apa maksudnya.Aku selalu menanggapi dengan berdecih kala itu. Menurutku, Ayah terlalu mengada-ada. Untuk apa curiga dan waspada terhadap adik sendiri emskipun dia hanyalah adik angkat? Apakah ini yang Ayah maksud waktu itu? Kalila siap menusuk dari belakang, kapan pun aku lengah.Tidak ada yang bisa betul-betul hilang dari ingatan. Tak mungkin aku menepis semua kenangan indah, baik bersama Kavi maupun Kalila. Bagaimanapun, mereka berdualah yang selama ini mengisi hari-hariku.Bisakah aku memperbaiki keadaan? Bagaimana kalau memb
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 28
“Apa itu, Mei?” tanyaku.“Tapi, sebelumnya aku mau minta maaf dulu, nih. Misal apa yang aku pikirin itu ternyata nggak bener, kamu jangan marah ya. Maksudku, jadiin informasi ini buat kamu jaga-jaga aja. Aku nggak ada maksud apa-apa.” Ucapan Mei terdengar berputar-putar. Jelas ini bukan style dia. “Mei, ngomong aja. Ada apa?” Aku coba mendesak.“Maaf ... banget sebelumnya ya, Gea. Sumpah, aku nggak ada maksud apa-apa kasih tahu soal ini. Tapi, aku rasa nggak baik kalau adik kamu itu ... terlalu deket sama Kavi.”Dahi langsung mengernyit begitu mendengar kalimat Mei barusan. Apa dia curiga soal perselingkuhan Kavi dan Kalila? Mungkin saja.“Maksud kamu ... mereka selingkuh?” Aku coba memancing.“Maaf banget, Gea. Ini cuman saran doang sih. Soalnya aku perhatiin kok ada gelagat yang nggak baik di antara mereka. Aku sering lihat sendiri, mereka ... terlalu mesra.” Mei mulai terbuka. Mungkin karena aku tidak terdengar panik.“Itu yang mau aku ceritakan ke kamu besok sebetulnya, Mei. Mere
Last Updated: 2026-04-04
You may also like
Biarkan Aku Pergi!
Biarkan Aku Pergi!
Romansa · Selatan Dangkal
6.1M views
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Romansa · Kesunyian Sederhana
4.8M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status