author-banner
Fadli
Author

Novels by Fadli

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Di penghujung kiamat, umat manusia telah kalah. Kaelan Valerius, satu-satunya penyihir yang berhasil menembus batas logika hingga mencapai Tingkat 99.999, berdiri sendirian di atas puing-puing peradaban. Meskipun memiliki kekuatan setara dewa dengan evaluasi bakat SSS, ia terlambat. Semua yang ia cintai telah musnah ditelan oleh entitas Void. Dalam upaya terakhir yang nekat, Kael membakar seluruh inti mananya untuk mengaktifkan Geometri Suci: Regresi Kosmik. Ia bersumpah untuk memutar balik waktu, bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk menulis ulang takdir dengan tangannya sendiri. Namun, terbangun di masa lalu membawa tantangan yang tak terduga: Kael kembali menjadi seorang bayi. Terjebak dalam tubuh mungil yang rapuh namun memiliki ingatan dan teknik dari tingkat puncak, Kael harus memulai segalanya dari nol. Di dalam ayunan, ia mulai menempa sihir terlarang. Di balik tawa bayinya, ia menyusun strategi perang galaksi. Dari seorang balita jenius hingga menjadi penguasa dimensi yang tak tertandingi, inilah kisah Kaelan Valerius—sang Arsitek Kosmik yang akan memastikan bahwa kali ini, kiamat tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk dimulai.
Read
Chapter: BAB 44: LEMBAH KEABADIAN DAN DETIK YANG MEMBEKU
Kapal The Genesis Architect meluncur meninggalkan Hutan Kehidupan yang kini meranggas, menuju wilayah paling misterius di Benua Tengah: Lembah Keabadian. Wilayah ini tidak terlihat di peta biasa; ia berada di sebuah cekungan dimensional di mana aliran waktu tidak berjalan linier. Dari kejauhan, lembah itu tampak seperti sebuah jam pasir raksasa yang terbuat dari pegunungan kristal, dengan cahaya keunguan yang memancar dari dasarnya.Di dalam kapal, suasana terasa lebih dingin daripada suhu di luar. Liam duduk di ruang mesin, berulang kali mengasah belati kayunya, sebuah tindakan repetitif yang ia lakukan hanya untuk memastikan bahwa ia masih memiliki kendali atas otot-ototnya sendiri. Di anjungan, Elena berdiri diam. Ia tidak lagi duduk di kursi kapten. Ia melayang beberapa sentimeter di atas lantai, dikelilingi oleh piringan cahaya yang berputar—manifestasi dari empat fragmen yang telah ia serap."Kita akan memasuki zona Chronos-Stasis dalam tiga menit," ucap
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: BAB 43: HUTAN KEHIDUPAN DAN EVOLUSI YANG MENJERIT
Kapal The Genesis Architect membelah awan hijau yang tebal saat memasuki wilayah Hutan Kehidupaan. Jika Benua Tengah biasanya dikenal dengan padang rumputnya, kini wilayah tersebut telah ditelan oleh vegetasi raksasa yang tidak masuk akal. Pohon-pohon purba yang seharusnya butuh ribuan tahun untuk tumbuh, kini menjulang setinggi satu kilometer hanya dalam hitungan minggu. Elena berdiri di anjungan kapal, matanya yang kini memiliki tiga warna—biru, merah, dan hijau—menatap tajam ke arah kanopi hutan di bawah. Melalui Fragmen Ruang, ia bisa merasakan detak jantung hutan ini. Bukan satu detak jantung, melainkan jutaan detak yang berdenyut dalam satu ritme yang mengerikan. "Liam, kadar oksigen di luar mencapai 40%," Elena berbicara tanpa menoleh. Suaranya terdengar seperti gema di dalam ruang hampa. "Sangat beracun bagi manusia biasa. Setiap tumbuhan di bawah sana tidak hanya berfotosintesis; mereka sedang melakukan 'Penciptaan Paksa'. Merek
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: BAB 42: MAKAM LIORA DAN PECAHNYA RUANG ABISALIA
Langit Abisalia bukanlah langit yang biasa. Di sini, batas antara atmosfer dan samudra telah lama memudar sejak Reset Besar. Air laut menguap bukan menjadi gas, melainkan menjadi gumpalan air raksasa yang melayang-layang di udara, menciptakan kepulauan air di tengah cakrawala. Kapal The Genesis Architect harus bermanuver di antara bola-bola air raksasa ini, menghindari tekanan hidrolik yang bisa meremukkan lambung kapal dalam sekejap."Kita memasuki Zona Nol Gravitasi," Elena memperingatkan. Suaranya kini terdengar ganda—suaranya sendiri dan gema digital dari Fragmen Logika. "Liam, aktifkan pengait magnetik pada kakimu. Ruang di sini tidak lagi memiliki lantai."Liam melakukan apa yang diperintahkan, namun matanya tetap tertuju pada radar. Di depan mereka, sebuah pusaran air raksasa melayang di udara, berputar melawan arah jarum jam. Di tengah pusaran itulah, menurut memori yang baru saja terbuka, Makam Liora berada.Saat mereka memasuki pus
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: BAB 41: PEGUNUNGAN BESI DAN AMARAH YANG TERTINGGAL
Lansekap di hadapan mereka berubah secara drastis saat kapal mekanis The Genesis Architect memasuki wilayah utara Benua Tengah. Jika Gurun Pengetahuan adalah lautan emas yang membisu, maka Pegunungan Besi adalah simfoni kekacauan yang bising. Gunung-gunung di sini tidak terbuat dari batu biasa, melainkan tumpukan logam, rongsokan mesin kuno, dan bijih besi yang mengandung magnetisme ekstrem.Langit di atas pegunungan ini selalu tertutup oleh awan badai berwarna tembaga. Petir tidak menyambar dari atas ke bawah, melainkan melompat antar puncak gunung, ditarik oleh daya magnet yang luar biasa kuat."Tekanan magnetik meningkat 400%," ucap Elena, matanya bersinar biru redup—efek dari Fragmen Logika yang kini menyatu dengan kesadarannya. "Liam, jangan gunakan senjata logammu jika kau tidak ingin tersambar petir setiap lima detik."Liam mendengus, ia meletakkan tombak peraknya ke dalam kotak isolasi kayu. "Lalu aku bertarung dengan apa? Tangan kosong?
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: BAB 40: PASIR WAKTU DAN PERPUSTAKAAN YANG TERLUPAKAN
Gurun Pasir Terlarang di Benua Tengah bukanlah tempat bagi mereka yang berhati lemah. Sebelum Hari Keheningan Putih, wilayah ini adalah zona mati yang dikunci oleh sistem karena radiasi mana yang tidak stabil. Namun kini, tanpa perisai sistem yang menahan suhu, gurun ini telah berubah menjadi lautan emas yang membara di bawah matahari, dan menjadi penjara es yang mematikan saat bulan muncul. Kapal mekanis Elena dan Liam terpaksa berhenti di tepian gurun. Pasir di sini bukan sekadar mineral; ia adalah residu data yang telah mengkristal. Setiap butirnya mengandung fragmen memori dari era yang telah dihapus. "Kita harus berjalan kaki dari sini," ucap Liam sambil menyesuaikan jubah pelindungnya. "Mesin kapal tidak akan tahan dengan gesekan pasir bermuatan statis ini." Elena turun dari kapal, matanya tertuju pada sebuah titik di cakrawala di mana udara tampak bergetar secara tidak wajar. "Fragmen itu ada di sana. Di bawah reruntuhan
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: BAB 39: FAJAR TANPA GARIS DAN WARISAN YANG TERSEBAR
Dunia tidak berakhir dengan ledakan, melainkan dengan sebuah desah napas panjang yang lega. Saat gelombang pelangi dari Blueprint Terlarang menyapu cakrawala, setiap struktur yang dibangun di atas ketakutan dan keteraturan paksa Sang Pengamat hancur berkeping-keping. Menara-menara perak yang memaku bumi runtuh menjadi debu bintang, dan langit perak yang menyesakkan terkelupas, menyingkapkan hamparan biru yang begitu jernih hingga membuat siapa pun yang memandangnya merasa perih di mata. Di pusat Lembah Para Dewa, yang kini hanya berupa kawah raksasa yang tenang, Elena dan Liam berdiri mematung. Jubah emas Elena compang-camping, dan zirah perak Liam retak di seribu tempat. Namun, yang paling hancur adalah hati mereka. Di tempat Rein berdiri beberapa saat lalu, hanya ada keheningan. Tidak ada jejak kaki, tidak ada sisa pakaian, hanya debu putih dari kompas kayu yang perlahan tertiup angin sepoi-sepoi. "Dia benar-benar melakukannya," bisik Liam.
Last Updated: 2026-04-18
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status