author-banner
Amelia Afsheen
Author

Novels by Amelia Afsheen

Aku ,Target balas dendam CEO

Aku ,Target balas dendam CEO

Sejak kecil, hidupnya sudah ditentukan oleh dosa yang bukan miliknya. Aruna tumbuh sebagai anak dari seorang wanita yang menjual tubuhnya demi uang. Ia bahkan tidak pernah tahu siapa ayahnya. Di rumah kecil yang penuh hinaan, Aruna hanya mengenal satu hal yaitu bertahan hidup. Ibunya tak pernah peduli pada mimpi atau harga dirinya Bahkan berkali-kali mencoba menyeret Aruna ke dunia yang sama. Namun Aruna memilih jalan yang berbeda. Dengan tekad yang keras, ia meninggalkan rumah itu, hidup sendiri di kamar kost sederhana, dan bekerja sebagai seorang bidan. Ia merawat kehidupan baru setiap hari meski hidupnya sendiri penuh luka. Banyak pria yang datang dan pergi, tertarik pada kecantikannya. Tetapi semuanya mundur ketika mengetahui siapa ibunya. Sampai suatu hari, seorang pria datang dengan cara yang berbeda. Dingin ,Tegas ,Dan terlalu gigih untuk menyerah. Pria itu terus mendekatinya, seolah benar-benar jatuh cinta. Tanpa Aruna ketahui, di balik tatapan lembut itu tersembunyi sebuah niat yang jauh lebih gelap yaitu Balas dendam. Ibunya pernah menghancurkan rumah tangga keluarganya. Dan sekarang, ia ingin menghancurkan sesuatu yang lebih berharga yaitu hati Aruna,menurutnya. Namun permainan itu berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah ia rencanakan yaitu Perasaan. Ketika dendam perlahan berubah menjadi cinta, semuanya sudah terlambat Karena hati Aruna telah lama mati oleh penghinaan dunia yang tidak pernah memberinya kesempatan. Di antara masa lalu yang kotor, luka yang dalam, dan cinta yang datang terlambat… Apakah seorang gadis yang lahir dari dosa masih pantas mendapatkan kebahagiaan?
Read
Chapter: Tawaran yang Tidak Masuk Akal
Malam itu rumah sakit tidak lagi dipenuhi hiruk-pikuk seperti siang hari, dan lorong-lorong panjang yang biasanya sibuk kini hanya menyisakan gema langkah kaki yang sesekali terdengar samar. Lampu-lampu putih tetap menyala terang, tetapi suasananya terasa dingin dan kosong, seolah-olah setiap sudut bangunan itu menyimpan rahasia yang tidak ingin diungkapkan.Di ruang bersalin, Aruna Larasati masih duduk di kursinya ,tubuhnya sedikit condong ke depan, dan tangannya bergerak pelan menyelesaikan laporan terakhir yang harus ia serahkan malam itu ,cahaya dari lampu meja kecil jatuh tepat di atas kertas-kertas yang ia pegang, serta menyorot sebagian wajahnya yang tertutup masker ,napasnya terdengar lebih berat dan bahunya terasa kaku karena kelelahan yang ia tahan sejak pagi ,namun ia tetap memaksakan diri untuk menyelesaikan semuanya dengan rapi, karena baginya pekerjaan adalah satu-satunya hal yang masih bisa ia kendalikan.Setelah menuliskan baris terakhir, Aruna berhenti
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Janji Lama yang Belum Selesai
Beberapa perawat baru saja keluar dari ruang pemeriksaan kecil di dekat ruang bersalin, dan suara langkah kaki mereka perlahan menghilang di sepanjang koridor yang dipenuhi cahaya putih dingin ,aroma antiseptik masih terasa kuat di udara, bercampur dengan ketegangan yang seolah tidak pernah benar-benar pergi dari tempat itu.Di dalam ruangan itu, Aruna sudah duduk di tepi tempat tidur pemeriksaan ,masker kembali menutupi setengah wajahnya menyembunyikan banyak hal yang tidak pernah ingin ia perlihatkan kepada siapa pun ,tangannya masih memegang gelas air yang baru saja diberikan oleh seorang perawat, namun jari-jarinya sedikit gemetar seolah tubuhnya belum sepenuhnya pulih dari kejadian beberapa saat lalu.“Sudah lebih baik?” tanya Bu Ratih dengan nada khawatir sambil melangkah lebih dekat ,Aruna mengangguk pelan meskipun gerakan itu terasa berat.“Maaf bu sudah merepotkan,” ucapnya lirih.“Tidak merepotkan,” jawab bu ratih dengan cepat dan suaranya mengandung
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: Rahasia di Balik Masker
Udara dingin dari pendingin ruangan bercampur dengan aroma antiseptik yang tajam, menusuk samar ke dalam indera penciuman ,cahaya lampu putih memantul di lantai keramik yang bersih, di sepanjang koridor ruang bersalin suara langkah kaki para perawat terdengar silih berganti, berirama seperti detak waktu yang tidak pernah berhenti ,beberapa pasien telah datang sejak pagi, duduk dengan gelisah di kursi tunggu, menggenggam harapan sekaligus ketakutan yang tak terucap ,ada yang sesekali mengelus perutnya, dan ada juga yang memejamkan mata sambil berdoa dalam diam. Di tengah kesibukan yang tak pernah benar-benar berhenti itu Aruna berjalan seperti biasa langkahnya tenang seolah ia sudah menyatu dengan ritme di tempat itu ,seragam bidannya terpasang rapi tanpa cela ,kerudung hitam polosnya terlipat sederhana, membingkai wajahnya dengan kesan bersih dan profesional ,tidak ada yang tampak mencolok namun tetap saja ada sesuatu yang berbeda ,masker medis menutupi sebagian wajahnya d
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: malam ketika semuanya berakhir
Hujan masih menemani malam aruna ,langit seperti sedang menumpahkan sesuatu yang lama tertahan sama seperti hati Aruna saat itu ,langkahnya terasa berat saat ia memasuki gang sempit menuju kamar kostnya ,sepatu yang basah meninggalkan jejak kecil di lantai semen yang lembap ,tubuhnya masih gemetar bukan karena dingin tetapi karena kejadian yang hampir merenggut harga dirinya.Di belakangnya Bu Ratih berdiri sejenak, menatap Aruna dengan mata penuh kekhawatiran.“Kalau kamu butuh apa pun hubungi saya,” ucapnya pelan.Aruna hanya mengangguk bibirnya ingin tersenyum tapi terlalu lelah untuk berpura-pura.“Terima kasih, Bu…”Pintu kamar kost itu akhirnya tertutup dan seketika dunia terasa hening ,tidak ada suara ,tidak ada tempat untuk bersembunyi ,kamar itu terlalu kecil untuk menampung semua luka yang ia bawa pulang malam itu ,tempat tidur sederhana di sudut ruangan ,meja belajar dengan beberapa buku yang tersusun rapi ,lemari kayu tua yan
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Luka yang tak pernah sembuh
Malam itu hujan turun tanpa jeda bukan sekadar gerimis yang datang dan pergi, melainkan hujan deras yang seolah ingin menenggelamkan seluruh isi kota ,tetesannya menghantam jendela kecil kamar kost Aruna dengan ritme yang tidak teratur kadang pelan, kadang keras seperti detak jantung yang kehilangan kendali.Di dalam kamar yang sempit itu, lampu kuning redup menggantung di langit-langit, menciptakan bayangan samar di dinding yang mulai mengelupas ,Aruna baru saja selesai mandi ,rambut panjangnya masih basah, ujung-ujungnya meneteskan air ke bahu dan kaos tipis yang ia kenakan ,ia duduk di tepi tempat tidur kecilnya, tubuhnya sedikit membungkuk, kedua tangannya menggenggam handuk namun tidak benar-benar mengeringkan rambutnya ,pikirannya tidak ada di sana.Hari itu terasa terlalu berat bukan karena pekerjaannya di rumah sakit ,ia sudah terbiasa dengan lelah fisik ,ia sudah terbiasa berdiri berjam-jam, berlari di lorong ,menghadapi pasien, menghadapi keadaan darurat
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Ibu yang tak pernah jadi rumah
Siang itu, Pratama Medical Center masih dipenuhi ritme yang tak pernah benar-benar berhenti percakapan lirih tenaga medis bercampur menjadi satu kesatuan yang sibuk namun teratur ,di tengah semua itu, di ruang bersalin yang dipenuhi aroma antiseptik dan harapan, Aruna Larasati berdiri dengan napas yang masih sedikit terengah.Seorang bayi laki-laki baru saja lahir ke dunia ,tangisnya memecah udara suaranya nyaring, kuat, penuh kehidupan dan seperti biasa suara itu seolah menyentuh sesuatu yang paling dalam di hati Aruna ,ia membantu membungkus tubuh kecil itu dengan hati-hati, menyerahkannya kepada sang ibu yang sudah menangis haru sejak beberapa menit yang lalu.“Terima kasih bu bidan…” suara wanita itu bergetar, tangannya gemetar saat menerima bayinya.Aruna tersenyum lembut ,senyum yang tidak pernah dibuat-buat.“Itu sudah tugas saya,” jawabnya pelan namun dalam hatinya, ia tahu ini lebih dari sekadar tugas ,momen seperti ini detik ketika kehid
Last Updated: 2026-04-17
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status