LOGINSejak kecil, hidupnya sudah ditentukan oleh dosa yang bukan miliknya. Aruna tumbuh sebagai anak dari seorang wanita yang menjual tubuhnya demi uang. Ia bahkan tidak pernah tahu siapa ayahnya. Di rumah kecil yang penuh hinaan, Aruna hanya mengenal satu hal yaitu bertahan hidup. Ibunya tak pernah peduli pada mimpi atau harga dirinya Bahkan berkali-kali mencoba menyeret Aruna ke dunia yang sama. Namun Aruna memilih jalan yang berbeda. Dengan tekad yang keras, ia meninggalkan rumah itu, hidup sendiri di kamar kost sederhana, dan bekerja sebagai seorang bidan. Ia merawat kehidupan baru setiap hari meski hidupnya sendiri penuh luka. Banyak pria yang datang dan pergi, tertarik pada kecantikannya. Tetapi semuanya mundur ketika mengetahui siapa ibunya. Sampai suatu hari, seorang pria datang dengan cara yang berbeda. Dingin ,Tegas ,Dan terlalu gigih untuk menyerah. Pria itu terus mendekatinya, seolah benar-benar jatuh cinta. Tanpa Aruna ketahui, di balik tatapan lembut itu tersembunyi sebuah niat yang jauh lebih gelap yaitu Balas dendam. Ibunya pernah menghancurkan rumah tangga keluarganya. Dan sekarang, ia ingin menghancurkan sesuatu yang lebih berharga yaitu hati Aruna,menurutnya. Namun permainan itu berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah ia rencanakan yaitu Perasaan. Ketika dendam perlahan berubah menjadi cinta, semuanya sudah terlambat Karena hati Aruna telah lama mati oleh penghinaan dunia yang tidak pernah memberinya kesempatan. Di antara masa lalu yang kotor, luka yang dalam, dan cinta yang datang terlambat… Apakah seorang gadis yang lahir dari dosa masih pantas mendapatkan kebahagiaan?
View MoreUdara dingin dari pendingin ruangan bercampur dengan aroma antiseptik yang tajam, menusuk samar ke dalam indera penciuman ,cahaya lampu putih memantul di lantai keramik yang bersih, di sepanjang koridor ruang bersalin suara langkah kaki para perawat terdengar silih berganti, berirama seperti detak waktu yang tidak pernah berhenti ,beberapa pasien telah datang sejak pagi, duduk dengan gelisah di kursi tunggu, menggenggam harapan sekaligus ketakutan yang tak terucap ,ada yang sesekali mengelus perutnya, dan ada juga yang memejamkan mata sambil berdoa dalam diam. Di tengah kesibukan yang tak pernah benar-benar berhenti itu Aruna berjalan seperti biasa langkahnya tenang seolah ia sudah menyatu dengan ritme di tempat itu ,seragam bidannya terpasang rapi tanpa cela ,kerudung hitam polosnya terlipat sederhana, membingkai wajahnya dengan kesan bersih dan profesional ,tidak ada yang tampak mencolok namun tetap saja ada sesuatu yang berbeda ,masker medis menutupi sebagian wajahnya d
Hujan masih menemani malam aruna ,langit seperti sedang menumpahkan sesuatu yang lama tertahan sama seperti hati Aruna saat itu ,langkahnya terasa berat saat ia memasuki gang sempit menuju kamar kostnya ,sepatu yang basah meninggalkan jejak kecil di lantai semen yang lembap ,tubuhnya masih gemetar bukan karena dingin tetapi karena kejadian yang hampir merenggut harga dirinya.Di belakangnya Bu Ratih berdiri sejenak, menatap Aruna dengan mata penuh kekhawatiran.“Kalau kamu butuh apa pun hubungi saya,” ucapnya pelan.Aruna hanya mengangguk bibirnya ingin tersenyum tapi terlalu lelah untuk berpura-pura.“Terima kasih, Bu…”Pintu kamar kost itu akhirnya tertutup dan seketika dunia terasa hening ,tidak ada suara ,tidak ada tempat untuk bersembunyi ,kamar itu terlalu kecil untuk menampung semua luka yang ia bawa pulang malam itu ,tempat tidur sederhana di sudut ruangan ,meja belajar dengan beberapa buku yang tersusun rapi ,lemari kayu tua yan
Malam itu hujan turun tanpa jeda bukan sekadar gerimis yang datang dan pergi, melainkan hujan deras yang seolah ingin menenggelamkan seluruh isi kota ,tetesannya menghantam jendela kecil kamar kost Aruna dengan ritme yang tidak teratur kadang pelan, kadang keras seperti detak jantung yang kehilangan kendali.Di dalam kamar yang sempit itu, lampu kuning redup menggantung di langit-langit, menciptakan bayangan samar di dinding yang mulai mengelupas ,Aruna baru saja selesai mandi ,rambut panjangnya masih basah, ujung-ujungnya meneteskan air ke bahu dan kaos tipis yang ia kenakan ,ia duduk di tepi tempat tidur kecilnya, tubuhnya sedikit membungkuk, kedua tangannya menggenggam handuk namun tidak benar-benar mengeringkan rambutnya ,pikirannya tidak ada di sana.Hari itu terasa terlalu berat bukan karena pekerjaannya di rumah sakit ,ia sudah terbiasa dengan lelah fisik ,ia sudah terbiasa berdiri berjam-jam, berlari di lorong ,menghadapi pasien, menghadapi keadaan darurat
Siang itu, Pratama Medical Center masih dipenuhi ritme yang tak pernah benar-benar berhenti percakapan lirih tenaga medis bercampur menjadi satu kesatuan yang sibuk namun teratur ,di tengah semua itu, di ruang bersalin yang dipenuhi aroma antiseptik dan harapan, Aruna Larasati berdiri dengan napas yang masih sedikit terengah.Seorang bayi laki-laki baru saja lahir ke dunia ,tangisnya memecah udara suaranya nyaring, kuat, penuh kehidupan dan seperti biasa suara itu seolah menyentuh sesuatu yang paling dalam di hati Aruna ,ia membantu membungkus tubuh kecil itu dengan hati-hati, menyerahkannya kepada sang ibu yang sudah menangis haru sejak beberapa menit yang lalu.“Terima kasih bu bidan…” suara wanita itu bergetar, tangannya gemetar saat menerima bayinya.Aruna tersenyum lembut ,senyum yang tidak pernah dibuat-buat.“Itu sudah tugas saya,” jawabnya pelan namun dalam hatinya, ia tahu ini lebih dari sekadar tugas ,momen seperti ini detik ketika kehid






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.