LOGINSejak kecil, hidupnya sudah ditentukan oleh dosa yang bukan miliknya. Aruna tumbuh sebagai anak dari seorang wanita yang menjual tubuhnya demi uang. Ia bahkan tidak pernah tahu siapa ayahnya. Di rumah kecil yang penuh hinaan, Aruna hanya mengenal satu hal yaitu bertahan hidup. Ibunya tak pernah peduli pada mimpi atau harga dirinya Bahkan berkali-kali mencoba menyeret Aruna ke dunia yang sama. Namun Aruna memilih jalan yang berbeda. Dengan tekad yang keras, ia meninggalkan rumah itu, hidup sendiri di kamar kost sederhana, dan bekerja sebagai seorang bidan. Ia merawat kehidupan baru setiap hari meski hidupnya sendiri penuh luka. Banyak pria yang datang dan pergi, tertarik pada kecantikannya. Tetapi semuanya mundur ketika mengetahui siapa ibunya. Sampai suatu hari, seorang pria datang dengan cara yang berbeda. Dingin ,Tegas ,Dan terlalu gigih untuk menyerah. Pria itu terus mendekatinya, seolah benar-benar jatuh cinta. Tanpa Aruna ketahui, di balik tatapan lembut itu tersembunyi sebuah niat yang jauh lebih gelap yaitu Balas dendam. Ibunya pernah menghancurkan rumah tangga keluarganya. Dan sekarang, ia ingin menghancurkan sesuatu yang lebih berharga yaitu hati Aruna,menurutnya. Namun permainan itu berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah ia rencanakan yaitu Perasaan. Ketika dendam perlahan berubah menjadi cinta, semuanya sudah terlambat Karena hati Aruna telah lama mati oleh penghinaan dunia yang tidak pernah memberinya kesempatan. Di antara masa lalu yang kotor, luka yang dalam, dan cinta yang datang terlambat… Apakah seorang gadis yang lahir dari dosa masih pantas mendapatkan kebahagiaan?
View MoreMalam di rumah itu tidak pernah benar-benar sunyi ,Selalu ada suara.
Kadang suara tawa laki-laki yang berat dan kasar ,Kadang suara gelas yang beradu di meja kayu tua ,Kadang juga suara pintu kamar ibuku yang tertutup keras diikuti suara yang membuatku menutup telinga dengan kedua tangan. Aku sudah terbiasa dengan semua itu. Namaku Aruna Larasati, dan sejak kecil aku tinggal di rumah kecil yang selalu terasa sesak oleh bau rokok, parfum murah, dan suara orang asing. Aku tidak pernah tahu siapa ayahku. Dan sejujurnya… aku juga tidak yakin ibuku tahu Aku duduk di lantai kamar sempitku malam itu, memeluk lutut sambil menatap buku pelajaran yang terbuka di depanku, Lampu kecil di meja belajar berkedip-kedip, seolah ikut lelah dengan kehidupan di rumah ini. Dari luar kamar, suara tawa laki-laki kembali terdengar. Aku menarik napas pelan. “Aruna!” Suara ibuku memanggil dari ruang tamu ,Aku menegang. Panggilan itu jarang berarti sesuatu yang baik. Dengan langkah pelan, aku membuka pintu kamar ,cahaya dari ruang tamu langsung menyilaukan mataku. Di sana seperti biasa, ada seorang laki-laki yang tidak pernah kulihat sebelumnya ,usianya mungkin sekitar empat puluh tahun, dengan perut yang sedikit buncit dan senyum yang membuatku tidak nyaman. Ibuku duduk di sampingnya ,rambutnya digerai, bibirnya merah menyala, dan gaunnya terlalu terbuka untuk ukuran seorang ibu. “Ini anakmu?” tanya laki-laki itu sambil menatapku dari ujung kepala sampai kaki ,tatapan itu membuat kulitku merinding. “Iya,” jawab ibuku santai. “Cantik kan?” Aku menunduk aku selalu benci ketika ibuku mengatakan itu di depan laki-laki asing. “Masuk lagi sana,” katanya kemudian sambil melambaikan tangan, seolah aku hanya gangguan kecil. Aku segera kembali ke kamar tanpa berkata apa-apa. Begitu pintu tertutup, aku menyandarkan punggung ke dinding dan menarik napas panjang ,Aku ingin menangis. Tapi aku sudah terlalu sering menangis sampai air mataku terasa kering. Aku kembali duduk di depan buku pelajaran ,besok ada ujian matematika di sekolah dan aku harus mendapatkan nilai bagus ,Nilai bagus berarti kesempatan ,Kesempatan berarti masa depan dan masa depan berarti satu hal yang selalu kuimpikan sejak kecil sampai keluar dari rumah ini. Keesokan paginya, rumah itu terasa berbeda Laki-laki yang datang semalam sudah pergi, meninggalkan beberapa lembar uang di meja ruang tamu. Ibuku sedang menghitungnya ketika aku keluar dari kamar. “Pagi bu” kataku pelan. Dia hanya mengangguk tanpa menatapku Aku mengambil tas sekolah dan hendak pergi ketika suaranya tiba-tiba menghentikanku. “Aruna.” Aku menoleh. Ibuku menatapku dengan mata yang sulit kuterjemahkan “Kamu sudah besar sekarang.” Aku tidak tahu kenapa kalimat itu membuatku merasa tidak nyaman. “Terus?” tanyaku hati-hati. Ibuku tersenyum tipis “Sebenarnya… kalau kamu mau, kita bisa hidup lebih enak.” Aku mengerutkan kening. “Maksud ibu?” Dia menaruh uang di meja lalu berdiri, berjalan mendekatiku. “Ada banyak laki-laki yang suka gadis muda.” Jantungku seperti berhenti berdetak. “Apa maksud ibu?” suaraku hampir berbisik. Ibuku menatapku tanpa rasa bersalah sedikit pun “Kamu cantik Aruna ,Sayang kalau tidak dimanfaatkan.” Aku merasa darahku mendidih. “Ibu serius?” “Kenapa tidak?” katanya santai. “Ibu juga dulu mulai muda.” Aku menggenggam tali tas sekolahku erat-erat “Aku tidak akan pernah melakukan itu.” Senyum ibuku menghilang. “Jangan sok suci.” “Aku cuma mau sekolah,” jawabku, suaraku bergetar Ibuku mendengus. “Sekolah tidak akan membuatmu kaya.” “Tapi itu akan membuatku keluar dari kehidupan ini.” Ruangan itu tiba-tiba terasa sangat dingin Ibuku menatapku lama sekali sebelum akhirnya berkata dengan suara datar, “Lihat saja nanti.” Aku tidak menjawab lagi Aku hanya berbalik dan keluar dari rumah itu secepat mungkin. Udara pagi menyambutku begitu aku melangkah ke luar. Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Langit masih pucat ketika aku berjalan menuju sekolah. Di sepanjang jalan, orang-orang mulai membuka toko mereka ,Anak-anak lain berjalan bersama teman-teman mereka, tertawa dan bercanda ,Aku berjalan sendirian ,Selalu sendirian. Tapi aku tidak keberatan Selama aku bisa terus melangkah menjauh dari rumah itu, aku akan terus berjalan. Suatu hari nanti… aku akan benar-benar pergi dan aku tidak akan pernah kembali. Aku tidak tahu bahwa takdir sudah menyiapkan sesuatu yang jauh lebih rumit dari sekadar masa lalu yang ingin kulupakan. Karena bertahun-tahun kemudian… seorang pria bernama Oxavio Pratama akan datang ke dalam hidupku dan dia akan menjadi alasan kenapa hidupku berubah selamanya.Setelah kalimat terakhir Oxavio menggantung di udara .. "...aku bisa mendorongnya sampai hancur." Aruna tidak langsung bergerak ia hanya berdiri di ruang keluarga dengan tubuh yang terasa semakin ringan dan berat pada waktu yang sama ,jari-jarinya tanpa sadar menggenggam tali tas yang masih tersampir di bahunya ,buku-buku jarinya memutih karena tekanan yang ia berikan sendiri ,Oxavio menatapnya tatapan itu sulit ditebak lalu tanpa mengatakan apa pun lagi, ia berbalik dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya ,langkahnya terdengar teratur seolah percakapan barusan hanyalah sesuatu yang biasa, Aruna tetap diam hingga suara pintu kamar Oxavio tertutup pelan dan setelah itu rumah kembali tenggelam dalam keheningan ,keheningan yang terasa besar ,Aruna menelan ludah namun tenggorokannya terasa kering kata-kata Oxavio terus berputar di dalam kepalanya. "Tempat itu tidak berada di luar jangkauanku." Rumah sakit ,tempat ia bekerja ,tempat
Hari-hari Aruna semakin terasa seperti lingkaran yang tidak pernah selesai ,bangun ,bekerja dan pulang ,tidur beberapa jam lalu kembali bekerja. Hari demi hari berlalu dengan ritme yang sama hingga kadang Aruna sendiri tidak lagi tahu hari apa yang sedang ia jalani ,tubuhnya mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang tidak bisa lagi disembunyikan ,lingkaran hitam di bawah matanya semakin jelas ,pipinya sedikit tirus dibanding beberapa bulan lalu bahkan seragam kerjanya terasa lebih longgar ketika dikenakan namun satu yang tidak pernah berubah , Aruna tetap datang bekerja ,tetap mendampingi ibu yang akan melahirkan ,tetap menggenggam tangan pasien yang ketakutan ,tetap tersenyum ketika mendengar tangisan bayi pertama yang memenuhi ruang bersalin ,seolah rumah sakit itu adalah satu-satunya tempat di mana ia masih bisa menjadi dirinya sendiri dan Oxavio mulai menyadarinya. Setelah berminggu-minggu menjalani jadwal yang padat, Aruna mendapatkan dua hari libur ,tidak ada jadw
Beberapa minggu setelah perubahan jadwal itu, kehidupan Aruna benar-benar berubah hari-harinya seperti tidak lagi memiliki jeda ,pagi sering kali berakhir menjadi siang tanpa ia sadari ,siang berubah menjadi malam lalu malam kembali menjadi pagi tanpa benar-benar memberi kesempatan bagi tubuhnya untuk beristirahat ,Aruna mulai hafal berbagai macam rasa lelah ,lelah karena berdiri berjam-jam mendampingi proses persalinan ,lelah karena harus memantau beberapa pasien sekaligus ketika ruang VK sedang penuh ,lelah karena menyelesaikan laporan pelayanan yang tidak pernah habis ,lelah karena mengatur jadwal dinas bidan yang sering berubah mendadak dan ada satu jenis lelah lain yang jauh lebih menguras yaitu lelah yang datang ketika pikirannya terlalu penuh, tetapi tidak memiliki waktu untuk beristirahat ,kini hampir setiap hari dimulai dengan laporan pergantian shift belum selesai memeriksa kondisi ibu pascamelahirkan, panggilan dari ruang observasi sudah datang ,belum selesai mengurus adm
Sejak keluar dari ruang Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan pagi itu, langkah Aruna terasa berat ,map berisi pembagian tugas baru masih berada di tangannya ,kertas-kertas itu terlihat biasa saja ,tidak tebal ,tidak juga berat namun isi di dalamnya terasa seperti sesuatu yang perlahan ditumpukkan di atas pundaknya ,ia berhenti sejenak di lorong matanya memandang aktivitas rumah sakit yang sudah mulai sibuk ,perawat berjalan cepat sambil membawa berkas pasien suara roda brankar terdengar sesekali melewati koridor ,seorang dokter muda berlari kecil menuju ruang tindakan ,semuanya terlihat normal sama seperti hari-hari sebelumnya namun bagi Aruna ada sesuatu yang berubah pagi ini ,sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain ,ia menarik napas panjang lalu melangkah kembali menuju ruang jaga begitu masuk, Nina langsung mengangkat kepala ,perempuan itu sedang mengunyah roti sambil membaca laporan pasien. "Lama banget ,urusan apa sampai hampir setengah jam?" Aruna d






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews