Aku ,Target balas dendam CEO

Aku ,Target balas dendam CEO

last updateLast Updated : 2026-06-04
By:  Amelia afsheenUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
60Chapters
226views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sejak kecil, hidupnya sudah ditentukan oleh dosa yang bukan miliknya. Aruna tumbuh sebagai anak dari seorang wanita yang menjual tubuhnya demi uang. Ia bahkan tidak pernah tahu siapa ayahnya. Di rumah kecil yang penuh hinaan, Aruna hanya mengenal satu hal yaitu bertahan hidup. Ibunya tak pernah peduli pada mimpi atau harga dirinya Bahkan berkali-kali mencoba menyeret Aruna ke dunia yang sama. Namun Aruna memilih jalan yang berbeda. Dengan tekad yang keras, ia meninggalkan rumah itu, hidup sendiri di kamar kost sederhana, dan bekerja sebagai seorang bidan. Ia merawat kehidupan baru setiap hari meski hidupnya sendiri penuh luka. Banyak pria yang datang dan pergi, tertarik pada kecantikannya. Tetapi semuanya mundur ketika mengetahui siapa ibunya. Sampai suatu hari, seorang pria datang dengan cara yang berbeda. Dingin ,Tegas ,Dan terlalu gigih untuk menyerah. Pria itu terus mendekatinya, seolah benar-benar jatuh cinta. Tanpa Aruna ketahui, di balik tatapan lembut itu tersembunyi sebuah niat yang jauh lebih gelap yaitu Balas dendam. Ibunya pernah menghancurkan rumah tangga keluarganya. Dan sekarang, ia ingin menghancurkan sesuatu yang lebih berharga yaitu hati Aruna,menurutnya. Namun permainan itu berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah ia rencanakan yaitu Perasaan. Ketika dendam perlahan berubah menjadi cinta, semuanya sudah terlambat Karena hati Aruna telah lama mati oleh penghinaan dunia yang tidak pernah memberinya kesempatan. Di antara masa lalu yang kotor, luka yang dalam, dan cinta yang datang terlambat… Apakah seorang gadis yang lahir dari dosa masih pantas mendapatkan kebahagiaan?

View More

Chapter 1

Malam yang Tidak Pernah Sunyi

Malam di rumah itu tidak pernah benar-benar sunyi ,Selalu ada suara.

Kadang suara tawa laki-laki yang berat dan kasar ,Kadang suara gelas yang beradu di meja kayu tua ,Kadang juga suara pintu kamar ibuku yang tertutup keras diikuti suara yang membuatku menutup telinga dengan kedua tangan.

Aku sudah terbiasa dengan semua itu.

Namaku Aruna Larasati, dan sejak kecil aku tinggal di rumah kecil yang selalu terasa sesak oleh bau rokok, parfum murah, dan suara orang asing.

Aku tidak pernah tahu siapa ayahku.

Dan sejujurnya… aku juga tidak yakin ibuku tahu

Aku duduk di lantai kamar sempitku malam itu, memeluk lutut sambil menatap buku pelajaran yang terbuka di depanku, Lampu kecil di meja belajar berkedip-kedip, seolah ikut lelah dengan kehidupan di rumah ini.

Dari luar kamar, suara tawa laki-laki kembali terdengar.

Aku menarik napas pelan.

“Aruna!”

Suara ibuku memanggil dari ruang tamu ,Aku menegang.

Panggilan itu jarang berarti sesuatu yang baik.

Dengan langkah pelan, aku membuka pintu kamar ,cahaya dari ruang tamu langsung menyilaukan mataku.

Di sana seperti biasa, ada seorang laki-laki yang tidak pernah kulihat sebelumnya ,usianya mungkin sekitar empat puluh tahun, dengan perut yang sedikit buncit dan senyum yang membuatku tidak nyaman.

Ibuku duduk di sampingnya ,rambutnya digerai, bibirnya merah menyala, dan gaunnya terlalu terbuka untuk ukuran seorang ibu.

“Ini anakmu?” tanya laki-laki itu sambil menatapku dari ujung kepala sampai kaki ,tatapan itu membuat kulitku merinding.

“Iya,” jawab ibuku santai. “Cantik kan?”

Aku menunduk aku selalu benci ketika ibuku mengatakan itu di depan laki-laki asing.

“Masuk lagi sana,” katanya kemudian sambil melambaikan tangan, seolah aku hanya gangguan kecil.

Aku segera kembali ke kamar tanpa berkata apa-apa.

Begitu pintu tertutup, aku menyandarkan punggung ke dinding dan menarik napas panjang ,Aku ingin menangis.

Tapi aku sudah terlalu sering menangis sampai air mataku terasa kering.

Aku kembali duduk di depan buku pelajaran ,besok ada ujian matematika di sekolah dan aku harus mendapatkan nilai bagus ,Nilai bagus berarti kesempatan ,Kesempatan berarti masa depan dan masa depan berarti satu hal yang selalu kuimpikan sejak kecil sampai keluar dari rumah ini.

Keesokan paginya, rumah itu terasa berbeda Laki-laki yang datang semalam sudah pergi, meninggalkan beberapa lembar uang di meja ruang tamu.

Ibuku sedang menghitungnya ketika aku keluar dari kamar.

“Pagi bu” kataku pelan.

Dia hanya mengangguk tanpa menatapku

Aku mengambil tas sekolah dan hendak pergi ketika suaranya tiba-tiba menghentikanku.

“Aruna.” Aku menoleh.

Ibuku menatapku dengan mata yang sulit kuterjemahkan

“Kamu sudah besar sekarang.”

Aku tidak tahu kenapa kalimat itu membuatku merasa tidak nyaman.

“Terus?” tanyaku hati-hati.

Ibuku tersenyum tipis

“Sebenarnya… kalau kamu mau, kita bisa hidup lebih enak.” Aku mengerutkan kening.

“Maksud ibu?”

Dia menaruh uang di meja lalu berdiri, berjalan mendekatiku.

“Ada banyak laki-laki yang suka gadis muda.”

Jantungku seperti berhenti berdetak.

“Apa maksud ibu?” suaraku hampir berbisik.

Ibuku menatapku tanpa rasa bersalah sedikit pun “Kamu cantik Aruna ,Sayang kalau tidak dimanfaatkan.”

Aku merasa darahku mendidih.

“Ibu serius?”

“Kenapa tidak?” katanya santai. “Ibu juga dulu mulai muda.”

Aku menggenggam tali tas sekolahku erat-erat

“Aku tidak akan pernah melakukan itu.”

Senyum ibuku menghilang. “Jangan sok suci.”

“Aku cuma mau sekolah,” jawabku, suaraku bergetar Ibuku mendengus.

“Sekolah tidak akan membuatmu kaya.”

“Tapi itu akan membuatku keluar dari kehidupan ini.” Ruangan itu tiba-tiba terasa sangat dingin

Ibuku menatapku lama sekali sebelum akhirnya berkata dengan suara datar,

“Lihat saja nanti.”

Aku tidak menjawab lagi Aku hanya berbalik dan keluar dari rumah itu secepat mungkin.

Udara pagi menyambutku begitu aku melangkah ke luar.

Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri.

Langit masih pucat ketika aku berjalan menuju sekolah. Di sepanjang jalan, orang-orang mulai membuka toko mereka ,Anak-anak lain berjalan bersama teman-teman mereka, tertawa dan bercanda ,Aku berjalan sendirian ,Selalu sendirian.

Tapi aku tidak keberatan Selama aku bisa terus melangkah menjauh dari rumah itu, aku akan terus berjalan.

Suatu hari nanti… aku akan benar-benar pergi dan aku tidak akan pernah kembali.

Aku tidak tahu bahwa takdir sudah menyiapkan sesuatu yang jauh lebih rumit dari sekadar masa lalu yang ingin kulupakan.

Karena bertahun-tahun kemudian…

seorang pria bernama Oxavio Pratama akan datang ke dalam hidupku dan dia akan menjadi alasan kenapa hidupku berubah selamanya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Amelia afsheen
Amelia afsheen
Hallo ini buku pertamaku ,semoga suka ya
2026-04-21 21:36:11
1
0
60 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status