Chapter: Gaun PernikahanTanpa sadar, mereka mulai dekat meski dengan perdebatan-perdebatan kecil. Alesha merasa cukup nyaman dengan keberadaan Alvino meski Alvino menyebalkannya sangat tidak ketulungan. Mobil silver Alvino terparkir rapi dengan mobil-mobil yang lain. Alesha turun lebih dulu setelah mobil Alvino terparkir. Alesha tidak akan berharap lagi untuk dibukakan pintu oleh Alvino, karena berharap pada Alvino sama saja dengan menyakiti perasaan sendiri. "Padahal baru aja mau bukain kamu pintu mobil, tapi malah keluar duluan. Kamu jadi nggak bisa ngerasai diromantisin sama aku," ujar Alvino setelah berdiri di samping Alesha. Alesha memutar bola matanya malas menatap Alvino dengan gaya sok cool-nya itu. Berada di dekat Alvino memang nyaman, tapi bisa-bisa kalau seharian berdebat dengan Alvino, Alesha bisa darah tinggi. "Sudahlah, Om, hentikan omong kosong, Om. Aku tahu Om hanya berbohong." "Apa tampangku terlihat sedang berbohong?" "Terlihat jelas, Om. Muka-muka seperti Om ini adalah muka-muka seo
Dernière mise à jour: 2026-06-23
Chapter: Devil AleshaAlesha sudah bersiap mengenakan baju putih lengan pendek dipadukan dengan rok hitam yang panjangnya hanya sampai atas lututnya, meski hanya mengenakan pakaian seperti itu, Alesha tetap terlihat cantik dengan tinggi badan yang tidak terlalu tinggi. Sedari tadi Alesha berjalan kedepan dan belakang yang sesekali duduk 'tak karuan menantin kedatang seorang Alvino. Entah kenapa jantungnya berdetak 'tak karuan. Alesha takut-takut berani untuk bertemu dengan Alvino, dia takut jika Alvino tidak sesuai dengan ekspektasinya. Takutnya nanti seseorang yang bernama Alvino itu adalah seorang om-om yang sudah keriputan, mengingat bagaimana memohonnya orang tua Alvino kemarin. "Jangan-jangan Alvino itu udah tua dan nggak laku makanya orang tuanya memohon-mohon sama aku buat dijadiin istrinya dengan berdalih untuk bayar hutang. Please, Ale takut, Tuhan!" gumam Alesha yang masih duduk tidak bisa diam di tempatnya. "Ale," panggil Kenandra yang baru saja keluar dari kamarnya mengejutkan Alesha yang
Dernière mise à jour: 2026-06-23
Chapter: Be BetterSudah dua hari sejak hari dimana Alesha memutuskan untuk menerima pernikahan paksa dengan anak tuan Malik yang bernama Alvino. Dalam dua hari, Alesha sudah menyiapkan mental serta hatinya. "Ale, hari ini tuan Malik bersama dengan istrinya juga Alvino akan datang ke sini untuk melamar kamu secara langsung." Kenandra berucap. Sebenarnya hari ini Kenandra masih masuk kerja, tapi Kenandra sengaja mengambil libur untuk hari ini saja. Hari penting untuk sang adik, meski Kenandra tahu Alesha hanya terpaksa menerima semua ini. "Untuk apa ngelamar lagi, Bang? Bukankah semuanya sudah siap? Bukankah ayah juga udah bicara sama tuan Malik?" "Itu artinya tuan Malik beserta keluarga adalah orang baik-baik, meski mereka memaksa untuk menikahkan anaknya denganmu, tapi mereka tetap memilih untuk melamar kamu dengan cara baik-baik lagi. Kamu harus bersyukur karena kamu akan mendapat keluarga yang baik seperti mereka," ujar Kenandra yang masih menemani Alesha di kamarnya. "... Dan kamu tidak akan m
Dernière mise à jour: 2026-06-23
Chapter: Kenapa Bukan Orang Lain Saja?"Bunda, Ayah, cukup!" tegur Kenandra Athariz---Kakak Alesha---seraya berjalan menghampiri dua orang yang tengah asik memarahi adik kesayangannya. "Kenan," ucap mereka serempak dan tentu saja terkejut. "Kalian apa-apaan, sih? Kenapa kalian bisa-bisanya menuduh Ale akan menjual dirinya hanya demi uang? Kenapa pikiran kalian se-bejat itu, sih?" Kenandra menarik Alesha ke dalam pelukannya. Dia bisa merasakan tubuh bergetar sang adik, tentu dia tidak tega melihat adiknya diperlakukan seperti ini oleh orang tuanya. "Kami cuma minta bantuan padanya, Kenan. Lagian, dia aneh-aneh aja sih malah mau kuliah, dia pikir kita punya banyak uang buat membiyayainya? Beruntung dia masih bisa lulus SMA, mana lulusan sekolah ter-favorite se-Indonesia, lagi." Tatapan Anindya tidak pernah berubah, selalu sinis dan tidak suka. Sampai saat ini, Alesha masih tidak mengerti kenapa dia begitu tidak disukai bahkan sangat dibenci oleh kedua orang tuanya. Hanya Kenan, sang kakak yang begitu menyayanginya mele
Dernière mise à jour: 2026-06-23
Chapter: Candaan SemestaAyah, Bunda, Alesha nggak mau nikah diusia Alesha yang masih sangat muda ini, terlebih dengan seseorang yang nggak pernah Alesha temui sama sekali!" tolak Alesha dengan bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya disertai deraian air mata yang terus mengaliri pipi berisinya tanpa henti. Kedua orang tua Alesha bersedekap dada seraya menatap Alesha tanpa iba. Mereka bosan mendengar anaknya yang memohon-mohon sedari pagi meminta supaya tidak jadi dinikahkan. "Yah, Bun, Alesha mohon sama kalian. Alesha masih mau kuliah, Alesha baru aja lulus SMA masa Alesha udah mau dinikahin, sih?" "Kuliah katamu? Kamu pikir kuliah tidak membutuhkan uang? Biaya kuliah itu mahal, Alesha, sadarlah kalau kita bukan lagi orang kaya seperti dulu. Perusahaan Ayah sudah bangkrut sejak dulu. Jadi untuk mengurangi beban di rumah ini, kamu harus segera pergi dari sini dan menerima pernikahan ini!" tegas Arkan Ghifari---Ayah Alesha Shaqia---tanpa perasaan dengan tatapan menajam seraya menjauhkan kakinya yang masih
Dernière mise à jour: 2026-06-23