Chapter: Dunia 1 | Ep. 15Nyanyian riang burung mulai mengiringi langit yang telah terbangun. Embun pagi dengan manis bertengger di antara dedaunan yang bergoyang. Udara pagi membawa aroma yang menyejukkan. Di pinggiran kota, tampak sebuah vila mewah berdiri dengan angkuh, membawa nuansa klasik yang terkesan kaku. Vila itu dikelilingi oleh pohon-pohon tua dengan ranting yang meliuk seolah menambah kesan sakralnya. Di tempat ini, baik pelayan maupun pekerja, mereka harus menjaga sikap hormat dan tak berani untuk bersikap lancang. Semuanya terkesan taat dan disiplin, seolah sedikit saja ketidaktaatan akan mengacaukan segala tatanan. Dari lantai dua, tampak Lu Shenyuan dengan setelan jas tiga potongnya tengah bejalan. Sosoknya masih tampak dingin serta tanpa cela, namun bagi siapapun yang mengenalnya, mereka dapat melihat sebuah perbedaan.Pria ini sedang dalam suasana hati yang baik.Dia tidak kembali ke panthouse miliknya, melainkan bermalam di rumah lama milik keluarganya. Kakinya yang panjang menuruni tan
Last Updated: 2026-04-16
Chapter: Dunia 1 | Ep. 14Suasana di dalam mobil sangat hening. Hanya suara mesin mobil serta napas mereka yang terdengar Lu Shenyuan mencengkeram kemudi dengan erat, pandangannya menatap lurus ke depan. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, namun membawa atmosfer yang terasa menekan di dalam mobil. Ruan Yu tidak bertanya kemana mereka akan pergi. Dia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, menatap keluar. Diam-diam menikmati ketegangan yang diciptakan oleh pria di sampingnya ini. Rolls-Royce hitam itu berbelok dari jalan utama dan berhenti di parkiran supermarket. Supermarket besar itu masih menyala dengan lampu putih terang, dengan beberapa pengunjung yang tampak mondar-mandir di dalamnya. Mereka berdua keluar dari mobil. Angin malam membawa rasa dingin ketika membelai kulit. Di samping troli, Ruan Yu menatap Lu Shenyuan dengan tawa kecil serta tatapan geli yang terkandung dalam kolam cokelat terangnya. "Presiden Lu" Suara Ruan Yu yang jernih mengalun di tempat parkir yang tampak sepi. "Jadi,
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Dunia 1 | Ep. 13Udara terasa semakin berat. Lu Shenyuan masih berdiri di hadapan Ruan Yu. Jarak mereka begitu dekat, hingga aroma bunga yang memikat dari tubuh Ruan Yu mulai menembus dirinyanya. Mengacaukan kendali yang selama ini dia banggakan. Dia tidak menjawab perkataan perempuan di depannya. Sebaliknya, dia justru melangkah maju dengan gerakan mengintimidasi.Memaksa Ruan Yu mundur selangkah demi selangkah, hingga pinggul perempuan itu kembali menabrak tepian meja kerjanya. Lu Shenyuan meletakkan kedua tangannya di sisi Ruan Yu, mengurungnya dalam ruang pribadi yang sempit. Namun kali ini ada kilat kemarahan yang bercampur dengan rasa liar di mata phoenix nya. "Memahamimu?" Lu Shenyuan terkekeh sinis.Suaranya terdengar sangat dingin. Seolah sedang menghardik dirinya sendiri karena telah membiarkan perempuan ini masuk terlalu jauh ke dalam hidupnya. "Jangan terlalu percaya diri. Kau hanyalah teka-teki kecil yang sedang coba kupecahkan sebelum aku merasa bosan"Ruan Yu tidak merasa sakit hat
Last Updated: 2026-04-13
Chapter: Dunia 1 | Ep. 12Mengabaikan interupsi Asisten Yang yang panik di belakangnya, Ye Shiwan melangkah masuk tanpa izin. Keheningan di ruangan itu terasa mencekam. Tangan Ye Shiwan yang memegang kotak bekal memutih. Giginya saling menekan erat. Irisnya menyusut tak percaya pada momen intim di depannya. ["Energi negatif terdeteksi"]["Menyerap 'Rasa Sakit Hati' dengan Kualitas Unggul"]["Penyerapan berhasil"]Saat menatap wajah perempuan itu dengan jelas, Ye Shiwan seketika mencocokkan wajah cantik di depannya dengan foto kusam yang disampaikan oleh bawahannya. Ruan Yu. Penerjemah profesional yang baru saja bergabung dengan proyek internasional. Seorang perempuan yang namanya menjadi bahan pembicaraan di meja makan siangnya bersama tunangannya. Nama yang diam-diam telah menjadi sumber kegelisahannya. Dan sekarang... Perempuan itu ada dalam kurungan tunangannya. Perih menyayat hati. Matanya tersengat. Amarah seolah berkobar membakar dirinya.Perasaan dikhianati membuatnya ingin menangis.Namun kewa
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Dunia 1 | Ep. 11Pukul 08:00.Awal pagi yang seharusnya menyejukkan malah terasa menyesakkan. Suasana di lantai eksekutif Lu Group terasa seolah oksigen telah dihisap keluar. Para sekretaris bergerak tanpa suara. Napas mereka sedikit tertahan. Bahkan suara denting fotokopi pun terdengar seperti gangguan besar. Asisten Yang, berdiri di depan mejanya dengan perasaan gelisah. Wajahnya sedikit pucat. Sesekali dia akan melirik ke arah lorong untuk melihat apakah orang itu telah datang.Betapa terkejutnya dia ketika melihat Presiden datang satu jam lebih awal daripada biasanya. Tidak ada tugas yang diberikan, bahkan beberapa jadwal hari ini turut dibatalkan. Melihatnya datang dengan aura yang menekan serta tatapan sedingin es. Ini bukan seperti biasanya. Dia belum pernah melihatnya semarah ini.Kemarahan itu bukan sekedar emosi. Melainkan badai besar yang ditahan paksa, bergejolak di ambang ledakan.Mengingatnya lagi membuat hati Asisten Yang bergetar kembali. Langkah kaki yang ringan akhirnya terdengar
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Dunia 1 | Ep. 10Malam sudah larut. Lampu supermarket masih menyala dengan terang. Tidak ramai, namun hanya beberapa orang yang berlalu-lalang dengan santai. Musik yang diputar tampak menggema. Tidak keras maupun pelan. Cukup untuk membuat orang menikmatinya. Di sebuah sudut rak tinggi yang memajang minuman, Ruan Yu berdiri sendirian. Hari ini dia tidak mengenakan pakaian formal seperti di tempat kerja. Hanya baju putih polos yang memeluk erat tubuh bagian atasnya. Di bawahnya, dia mengenakan celana kain biru lebar yang jatuh sampai pergelangan kaki. Surai ikal sepinggangnya dia gerai dengan satai. Tampilannya tampak sederhana. Namun tetap menonjolkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Mata bunga persiknya memindai berbagai warna serta merek yang ditampilkan.Jemarinya mengambil satu botol. Membaca komposisinya sebentar. Lalu mengembalikannya ke posisi semula. Seolah sedang memilih, namun sebenarnya tidak tertarik pada apa pun.Dari ujung lorong, seorang pria tampak berhenti.Mengenakan jaket kulit h
Last Updated: 2026-04-10