Chapter: Dunia 1 | Ep. 33Keheningan di ruang tamu itu terasa begitu berat. Detak jam dinding terdengar seperti dentuman palu yang mengiringi ketegangan. Ye Shiwan membeku. Isak tangis yang tadi dia buat-buat seketika terhenti, seolah tertahan di kerongkongannya. Kalimat Lu Shenyuan itu bagai bom yang semakin memperkeruh keadaan. Dia mendongak, menatap Lu Shenyuan yang masih berdiri tegak dengan keangkuhan yang tak tergoyahkan. Bahkan terkesan bosan, seolah semua kejadian ini sama sekali tak menimbulkan sedikitpun riak dalam hidupnya. Harapan yang dia buat agar Kakek Lu dapat membantunya malah menjadi bumerang yang menghancurkan jalan masa depannya. "Ayuan... kau pasti bercanda kan?" Bisik Ye Shiwan dengan suara tercekat. Kali ini rasa sakit di matanya bukan lagi akibat cubitan, melainkan rasa sakit yang menghujam jantungnya dengan keras. Lu Shenyuan tidak menjawab. Dia bukan tipe orang yang akan mengulangi kalimatnya. Dia hanya berdiri di sana dengan tenang, membiarkan keheningan itu menjawab pertanya
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: Dunia 1 | Ep. 32Mobil mewah itu berhenti tepat di depan vila yang tampak angkuh. Pintu pengemudi terbuka, seorang supir dengan sigap membukakan pintu belakang.Detik berikutnya, sosok tegap Lu Shenyuan keluar dari mobil. Jas tiga potongnya masih terpasang dengan sempurna. Namun aura yang dipancarkannya tampak lebih berbahaya dan mengintimidasi.Ye Shiwan datang dengan langkah sedikit cepat. Dia segera mencubit pahanya dengan keras, dan seketika matanya menjadi merah dan berkaca-kaca. Semua sisa kemarahan di wajahnya seketika lenyap digantikan oleh emosi menyedihkan. Dia dengan cepat menghampiri Lu Shenyuan saat pria itu sudah menaiki tangga vila."Ayuan, kau sudah pulang" Suara Ye Shiwan terdengar serak, seolah dia telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk menangis. Lu Shenyuan tidak berhenti. Dia bahkan tidak melirik ke arah perempuan yang masih berstatus tunangannya. Langkah kakinya stabil dan mantap, berjalan menuju pintu kayu jati besar yang telah terbuka di depannya."Ayuan, tunggu!" Ye Shiwa
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: Dunia 1 | Ep. 31Di sudut taman vila keluarga Lu. Tampak Ye Shiwan tengah mondar-mandir dengan resah. Gaun biru mudanya yang anggun tampak kontras dengan wajah pucatnya. Kedua alisnya berkerut rapat. Mata almond miliknya sesekali melihat ke arah gerbang utama dengan perasaan gelisah. Menunggu deru mesin mobil yang sangat dikenalnya. Seharusnya dia ada di dalam. Duduk manis bersama dengan Kakek Lu dan Ayahnya. Namun dinding-dinding mewah vila itu bagai penjara yang membuat napasnya sesak. Berulang kali dia akan mengecek ponselnya dan melihat tren Weibo yang menolak untuk turun. Daftar puncak masih dipegang oleh berita tunangannya dan wanita jalang sialan itu. Melihat kedua orang di dalam foto itu. Amarah Ye Shiwan kembali tersulut. Dia ingin berteriak, ingin menghancurkan ponselnya. Namun sedetik kemudian Ye Shiwan sadar di mana dia sedang berdiri. Dia harus tetap menjadi tunangan yang sempurna dan bermartabat di depan Kakek Lu. Namun... perasaan cemas itu sangat mengganggu hingga dia me
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: Dunia 1 | Ep. 30Lu Shenyuan membeku. Deru napasnya masih terasa hangat di leher Ruan Yu. Namun suara dering ponsel yang terus menerus bagai siraman air es yang mengembalikan sisa-sia kewarasannya.Dia tidak segera menjauh. Mata phoenix di balik kacamata bingkai emas itu menatap tajam pada Ruan Yu. Seolah tatapan itu menjanjikan bahwa interupsi dari ponsel tak akan menyelamatkan nasib Ruan Yu selamanya. Ruan Yu tersenyum manis, dengan kesan menantang. Jemari lentiknya menelusuri dasi Lu Shenyuan dengan gerakan malas."Angkatlah, Presiden. Mungkin itu penting"Lu Shenyuan mendengus dingin. Dengan enggan, dia mengambil ponsel yang berdering di celananya. Namun tetap tak melepaskan belitan lengannya di pinggang lembut perempuan itu.Melihat nama yang tertera di layar, kedua alis Lu Shenyuan sedikit berkerut. Dering ponsel itu terus menyala seolah tak akan berhenti sampai pemilik telepon mengangkatnya.Dengan perasaan kesal, Lu Shenyuan tidak langsung menjawabnya. Dia membiarkan dering itu berteriak sam
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Dunia 1 | Ep. 29"Pakai pakaianmu dengan benar!" Tegur Lu Shenyuan seperti perintah militer, namun suaranya terdengar serak seolah tengah menahan sesuatu. Kedua alis Ruan Yu terangkat ringan. Dia tertawa pelan, suaranya seperti lonceng yang menggema manis di dalam ruangan.Dia bersandar santai di sandaran ranjang. Salah satu tali bahunya melorot, memperlihatkan kulit putihnya yang provokatif."Presiden..."Ruan Yu menjeda sejenak. Mata bunga persiknya menatap Lu Shenyuan dari atas ke bawah. Lalu kembali menatap netra gelap pria itu. "Jika aku ingat dengan benar. Bukankah kau yang menerobos masuk ke apartemenku?"Kepalanya sedikit miring ke samping. "Secara teknis aku adalah seorang korban, dan kau... adalah penyusup yang tidak sopan"Ruan Yu sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. Iris cokelat terangnya berkilat geli."Jadi, dengan hak apa kau mengatur apa yang kupakai di tempat tidurku?"Lu Shenyuan tidak langsung menjawab. Keheningannya justru terasa lebih menyesakkan dari pada amarah.Dia melang
Last Updated: 2026-05-03
Chapter: Dunia 1 | Ep. 28Aula itu masih diselimuti oleh keheningan. Suara napas dari sang juru lelang bahkan sampai terdengar lewat mikrofon yang menyala, saking sunyinya ruang itu.Satu miliar dollar untuk sebuah mahkota bunga sedap malam. Itu bukan lagi sebuah lelang, melainkan sebuah upacara diam untuk penaklukkan. Tok! Palu diketukkan dengan gemetar. "Terjual kepada... meja 01!"Lu Shenyuan masih duduk dengan tenang menatap Ruan Yu. Mengabaikan sorak-sorai serta tatapan ngeri dari sekitarnya. Baginya, satu-satunya yang layak untuk ditonton adalah perempuan di depannya ini. Petugas lelang membawa nampan dengan bantal beludru itu mendekat. Langkahnya tampak sangat hati-hati, seolah dia tengah membawa jantung yang terhubung dengan hidupnya. Di atas bantal merah anggur itu, The Midnight Tuberose itu berkilau dengan dingin.Mahkota bertatahkan moonstone itu tampak hidup, kelopaknya seolah hidup membawa keharuman yang memabukkan. Lu Shenyuan berdiri. Membuka kotak kaca lalu meletakkannya di atas meja. Meng
Last Updated: 2026-05-02