Chapter: Bab 84: Marcel & Agatha (Tamat) Hati Agatha merasa tidak tenang, tangannya saling bertautan karena gugup. Di otak kecilnya ia terus berpikir hal-hal negatif, salah satunya apa ia akan di terima? Sampai tangan seseorang menghangatkan tangannya yang terasa dingin akibat gugup. "Kamu tenang aja sayang, Mom pasti menyukaimu." "Tenang gundulmu, masih ingat terakhir aku datang ke rumahmu. Hah?!" ujar Agatha. "Terus gimana sayang, masa kita harus diam di sini sampai pagi lagi." Sudah hampir satu jam keduanya berada di mobil, katanya Agatha merasa gugup dan takut. "Syal yang aku bawa benaran Mommy kamu suka?" tanya Agatha. Benar, malam ini ia putuskan akan bertemu dengan calon mertua yang dulu tidak menyukainya, itu juga alasan kenapa ia gugup. "Suka banget, jadi kapan kita masuk?" tanya Marcel kesekian kali. "Aku takut sayang, jika harus memilih. Lebih baik aku melabrak selingkuhan orang lain daripada bertemu ibu kamu, lihatlah. Ta
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: Bab 83 : Marcel & Agatha Malam harinya, Agatha yang sedang maskeran dengan warna hitam bersenandung ria sambil membaca buku. Saat sedang asik asiknya membaca, ia di kejutkan dengan suara petasan kembang api yang berada di dekat rumahnya. "Siapa tuh yang nyalahin kembang api di dekat rumahku, ganggu aja." Awalnya Agatha membiarkan saja, tapi petasan itu tak kunjung berhenti membuat ia geram merasa terganggu. Agatha keluar rumah tanpa melepaskan maskernya, pintu terbuka dan-- "Woy berisik! Ganggu..." Ucapan Agatha terhenti karena lagi-lagi ia dikejutkan dengan petasan kembang api yang bertuliskan 'aku mencintaimu Agatha' lalu tatapan yang tadinya melihat langit menurun ke arah seorang pria yang berdiri di depan rumahnya, diikuti beberapa bodyguard berbaris sambil membawa barang-barang mewah. "Selamat malam Agatha," sapa Marcel ceria. Ya, dia Marcel yang ingin melamar Agatha dengan cara seperti di drama-drama kerajaan. Tadinya mereka juga terkejut
Last Updated: 2026-05-26
Chapter: Bab 82 : Marcel & Agatha Agatha yang sedang bercanda tawa dengan seorang pria yang dulu pernah ia tolak dan sekarang menjadi sahabat karibnya terkejut, saat tangannya di tarik pelan oleh seseorang. Melihat siapa yang menarik, wajah yang tadinya ingin marah pun tidak jadi, ia melongo. "Pak buta, ngapain kamu di sini?" Ngegas Agatha berdiri, tubuhnya tersentak saat Marcel merengkuh pinggangnya untuk lebih dekat kepada Marcel. "Bisa kamu menjauh dari Agatha?" ujar Marcel dingin, menatap pria yang tadi bercanda tawa dengan Agatha. Agatha yang sudah tersadar kembali memberontak, tapi bukannya terlepas pelukan Marcel malah semakin mengerat di pinggangnya. "Pak, Lepas! Kamu apa-apaan sih," bisik Agatha. Pria yang bersama Agatha menatap keduanya santai, ide jahil terlintas di pikirannya. "Oh, memangnya kenapa kalo saya dekat dengan Agatha, memangnya siapa kamu?" tanya pria itu, namanya Galang.
Last Updated: 2026-05-25
Chapter: Bab 81: Marcel & Agatha Agatha Evanora, sosok gadis yang tangguh, pejuang keras, blak-blakan, humoris. Harus berubah menjadi gadis pendiam karena kematian sahabatnya yang sudah ia anggap keluarga sendiri, bahkan Agatha pernah melakukan bunuh diri lantaran tidak sanggup kehilangan keluarga satu-satunya yang ia miliki. Rasanya Agatha ingin ikut dengan sahabat dan keluarganya yang sudah tiada, kadang ia bingung harus melakukan apa, kesepian adalah hal yang paling Agatha benci. Sekarang Agatha sedang berada di Paris bersama mantan bos buta dirinya, keduanya berada di sini gara-gara permainan konyol dari keluarga Casanova yang memberikan liburan gratis kepada pemenang dansa dan ia menjadi salah satu pemenang dansa itu karena tidak sengaja terjatuh. "Kenapa kamu resign dari kantor saya?" tanya Marcellio Neiland, dia sengaja menyetujui liburan ini karena ingin berbicara empat mata dengan Agatha yang menjauhinya tanpa sebab. "Buka
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: Bab 80Delapan bulan kemudian… "Awss… Mas, perutku sakit banget, kayaknya aku mau melahirkan!" seru Serina histeris. Vincen yang baru mandi langsung menggendong istrinya tanpa berganti pakaian terlebih dahulu. "Vincen, kenapa dengan Serina?" tanya Zander. "Serina mau melahirkan, Dad, aku duluan. Nanti kalian nyusul." Vincen berlari sambil menggendong Serina menuju parkiran, saat sudah sampai parkiran Vincen mencari kunci mobil di saku jas, tapi dia lupa baru selesai mandi dan hanya memakai bathrobe saja. "Sial, kuncinya di dalam lagi," umpat Vincen. Merasa kasihan melihat Serina yang kesakitan. "Huh! Sa-sakit, mas." "Sabar sayang..." Vincen melihat mobil yang baru datang, tanpa berucap apapun Vincen masuk ke dalam mobil itu. “Woy, cepat ke rumah sakit!” seru Vincen tanpa melihat siapa yang menyetir. "Kamu nyuruh saya?" Vincen yang mengenali suaranya melihat siapa? Dan wajahnya berubah datar, ternyata Piel si makhluk menyebalkan. “Cepat, ke rumah sakit sekarang,” titah Vin
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: Bab 79Sudah beberapa hari Keduanya menghabiskan waktu bersama di Bali dan sekarang keduanya pulang karena anaknya merindukan orang tuanya. Serina dan Vincen sudah sampai di mansion Casanova, kedatangan keduanya disambut hangat oleh mereka. "OMMY, DADDY!" seru Arce dan Aurel berlari menghampiri orang tuanya, dengan sigap Vincen dan Serina menggendongnya. "Kenapa talian lama? Ulel nunggu lamaaaa anget, tapi Ommy dan Daddy ndak ulang-ulang," ucap Aurel cemberut. Vincen mengusap-usap rambut anaknya sayang. “Maaf ya Princess, kita lagi buat adik buat kalian,” bisik Vincen. "Mas!" seru Serina mencubir pinggang suaminya. Arce yang memang mendengar karena berada di gendongan Serina pun menatap Daddy-nya heran. "Telus sekalang adiknya mana?" tanya Arce polos. "Masih launching Abang," jawab Vincen santai tanpa melihat Serina yang kesal kepada suaminya. "Ulel ndak mau unya adik, nanti talian ndak cayang agi cama Ulel." Aurel menyilangkan tangannya di dada dengan wajah menatap orang tuanya cembe
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 45 : Bertemu Calon MertuaQueen menatap Ala sinis, keduanya berada di jet pribadi milik Ala entah mau kemana Queen tidak tahu. "Sayang," panggil Ala, tapi Queen sama sekali tidak melihatnya. Ia lebih memilih melihat jendela yang memperlihatkan langit yang gelap gulita. Ala kira keduanya sudah baikan karena tadi pelukan, taunya kekasihnya masih merajuk padanya. "Sayang, aku minta maaf," ujar Ala lagi dengan suara manja, lagi-lagi Queen tidak memperdulikannya. Ala yang tahu kekasihnya marah mendekatinya, bahkan tangannya menarik-narik baju bagian bawah Queen seperti anak kecil, Queen memejamkan mata berusaha tidak peduli dengan sifat manja Ala padanya. "Sayang, aku sungguh minta maaf. Tolong jangan diamkan aku, aku akan jelaskan semuanya sama kamu. Oke?" lirih Ala. Bukannya merespon, Queen berdiri menuju kamar. Jet pribadi milik Ala memang sangat lengkap dan juga mewah, Ala yang tahu kekasihnya masih marah mengikuti Queen seperti anak kecil mengikuti ibunya. "Sayang, jangan diamkan aku. Aku nggak bisa kamu g
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 44 : Bertemu Kembali Dengan Sang Kakak Setelah kepergian keduanya, lampu menyala kembali dan Ricard terkejut melihat Ala yang tidak berada di sampingnya. "Alaric, di mana kamu?" tanya Ricard tetap tenang, tapi wajahnya tidak enak dipandang. Orang-orang yang datang di sana berteriak heboh mengetahui prianya kabur, tapi melihat tuan rumah yang terlihat marah membuat mereka semua terdiam. "ALARIC!" teriak Ricard dengan mata menatap tajam ke sekelilingnya guna mencari Ala yang Ricard yakini tidak akan kabur karena Atarik masih berada di genggamannya. Ricard melepaskan topeng ibunya Ala dan juga Anne, tapi ternyata bukan mereka berdua membuat Ricard marah dan tangannya mengepal erat. Tiba-tiba ada satu bodyguard yang datang membisikkan sesuatu kepada Ricard membuat wajahnya semakin tidak enak dipandang. "Tuan besar, Tuan Muda sudah melarikan diri." Itulah yang bodyguard bisikan, saat Ricard ingin pergi bunyi ponselnya berdering dan dia mengangkat panggilan itu.
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 43 : Membatalkan PerjodohanQueen terus menatap kelurga Charleston sampai mereka menaiki panggung, bahkan ia mengabaikan pria yang dijodohkan dengan Jaira yang terus mengajaknya mengobrol. Tatapan Queen bersitatap dengan pria yang sudah beberapa hari ini ia rindukan, dapat Queen lihat ada sedikit keterkejutan di wajahnya yang tampan, tapi Ala memalingkan wajah dengan raut yang tidak suka membuat Queen berwajah datar. Kenapa ia seperti di tatap tajam olehnya, apakah hanya perasaannya saja? "Selamat datang di pesta keluarga Charleston!" seru Ricard dan mendapatkan sorakan oleh mereka, Ricard terus menyampaikan pidatonya sampai berucap ke inti acara ini. "Saya tahu umur saya sudah sangat tua, seperti yang kalian tahu kelurga Charleston sudah diambil alih oleh cucu tertua saya yang bernama Alaric dan hari ini saya ingin memberitahukan kalo cucu saja jomblo... hahaha." Orang-orang tertawa dengan candaan Ricard, tapi tidak dengan Queen yang menatapnya datar. Jadi, tua bangka itu yang membuat kekasihnya menderita?
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 42 : Datang Ke PestaJam tiga pagi Queen sudah berada di Spanyol. Iia menginap di hotel, dan sekarang ia sedang menatap lautan melalui jendela kamarnya. "Air saja yang terlihat tenang bisa mengguncang dunia jika manusia berulah. Sama seperti gue yang terlihat nggak peduli, tapi jika ada yang berani menganggu. Maka gue nggak akan diam saja," gumam Queen. Ia menatap ponselnya yang memang tiga hari ini tidak ada kabar apapun dari Ala, bahkan nomornya pun tidak aktif. "Ala, gue percaya sama lo dan gue harap lo menjaga kepercayaan gue. Jika nggak, lebih baik lo mati," ujar Queen menatap lautan dengan tajam. Jika boleh jujur, Queen sebenarnya takut. Takut jika Ala menerima pertunangan itu dan mengkhianati kepercayaannya, jika iya maka Queen tidak tahu harus bagaimana? Karena setiap orang yang dekat dengannya pasti selalu mengkhianatinya, itulah mengapa Queen tidak ingin ada orang di dekatnya. "Anjani, gue pun berharap bukan lo yang menjadi tunangan Ala, karena jika iya. Maka gue pun nggak akan melepaskan lo
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Bab 41 : PerjodohanQueen yang sudah rapi dengan baju sekolahnya turun ke bawah untuk sarapan. "Morning, Dad," sapa Queen kepada Frederick yang sedang asik membaca koran sambil menunggu kedatangannya. "Morning, Princess," balas Frederick langsung menutup koran dengan cepat seakan-akan anaknya tidak diperbolehkan melihatnya. Queen tidak ambil pusing, keduanya sarapan bersama dengan khidmat diiringi pembicaraan santai, tapi anehnya sikap Frederick berubah. Bukan berubah dingin, lebih ke seperti seseorang menyembunyikan sesuatu dan Queen sangat merasakannya, membuat ia penasaran. "Dad, ada apa? Apakah ada masalah?" tanya Queen, Frederick berusaha tersenyum menenangkan anaknya. "Nggak ada Princess, Dad hanya merindukan kamu saja," jawabnya, tapi kenapa Frederick menatapnya seperti prihatin dan juga sedih? "Baiklah, jika Daddy butuh sesuatu beritahu Queen, Queen pasti akan membantu Daddy." Lagi-lagi Frederick hanya tersenyum. "Princess, bagaimana hubunganmu dengan Ala?" tanya Frederick. "Kami baik, Dad
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: Bab 40 : BerkumpulPOV Ala Setelah pulang dari rumah Queen, ia mengunjungi kediaman ibunya yang memintanya untuk pulang. "Ala, Mommy suka dengan gadis pilihan kamu," ujar seorang wanita paruh baya yang bernama Ainsley Charleston. Ala yang sedang makan terdiam, lalu menatap ibunya dengan mata memicing curiga. "Mom mencari tahu tentangnya?" tanya balik Ala. Ainsley tersenyum lembut menatap putranya yang sudah tumbuh menjadi dewasa, padahal belum waktunya. "Mom menginginkan yang terbaik buat kamu, sudah cukup kamu berkorban demi keluarga Charleston, dan sekarang sudah waktunya kamu bahagia, Nak," Jawab Ainsley. Ala menatap ibunya, lalu menggenggam tangan dan menciumnya dengan lembut. "Nggak ada kata cukup buat melindungi Mom dan juga Atarik, Ala akan melakukan apapun demi kebahagiaan Kalian." Ala sangat menyayangi ibunya melebihi nyawanya, ia akan melakukan apapun demi keduanya. Sebagaimana Daddynya yang merelakan nyawanya karena ingin bersama sang ibu. "Ala..." "Mom, Ala nggak ingin membahas itu. S
Last Updated: 2026-06-24