
Anak Haram yang Dibenci Ayahku
"Pergi dari rumah ini! Kau hanya noda sialan yang merusak kehormatan keluarga!"
Suara Gavin menggelegar, mengusir Monica Althansia dalam kondisi mengandung. Malam itu, di depan ratusan pasang mata elit, dunianya dihancurkan tanpa ampun oleh ayah tirinya sendiri.
Namun, Monica menolak menyerah pada takdir. Bersama Javier, pria yang rela mengotori tangan demi melindunginya, ia membangun benteng di dunia bawah.
Klub malam eksklusif didirikannya sebagai pusat transaksi gelap para penguasa.
Isaac melemparkan selembar kertas tes DNA ke mejanya.
"Gavin bukan ayah kandungmu," bisik Isaac dingin. "Dan bayi di rahimmu adalah buruan seluruh Sektor."
Seketika, pelarian Monica berubah menjadi perang genetik yang mengerikan. Bayinya memegang kunci kehancuran peradaban mesin buatan Gavin.
Di antara kepungan robot, sahabat yang berkhianat, dan rahasia masa lalu.
Monica harus bertahan ketika dihantam trauma, tetapi ia bersumpah akan membakar dunia jika ada yang berani menyentuh anaknya.
Read
Chapter: Bab 73. Amukan Badai"Kapten! Kemudi kanan gak merespons!" Monica berteriak di antara deru angin yang masuk lewat jendela ruang kemudi yang pecah.Kapten tua itu menghantam panel kendali dengan frustrasi, mencoba memaksa tuas hidrolik bekerja kembali. Namun, benda logam itu tetap bergeming, terkunci oleh sirkuit belakang yang telah hangus terbakar."Sirkuit belakang terkena ledakan drone tadi! Kita bergerak melingkar kalau begini terus!" Suara Kapten tua itu meninggi, menyiratkan kepasrahan yang mendalam.Di luar jendela, siluet helikopter faksi Gavin tampak semakin merendah di atas pelabuhan tua.Lampu sorot raksasa dari burung besi itu mengunci geladak kapal, menumpahkan sepasukan robot elite dengan gerakan yang mekanis dan dingin.Suara langkah kaki logam yang berat terdengar berdentang ritmis di atas atap kabin. Menandakan jarak antara mereka dan kematian kini beneran sudah nihil."Gak ada pilihan lain, lo harus pegang kemudi ini, Monica!" perintah Kapten tua itu sambil menarik sebuah senapan mesin ku
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: Bab 72. Kapal Kargo TerakhirMonica terengah-engah, memuntahkan air laut yang sempat tertelan sambil memeriksa bayinya yang basah kuyup di dalam dekapan."Lo beneran belum mati?" tanya Monica dengan suara serak, napasnya naik turun tidak beratur menahan dingin.Javier tidak langsung menjawab, ia sibuk memotong tali tambang dengan pisaunya lalu mengedarkan pandangan ke langit malam. "Kalau gue mati di pipa pembuangan tadi, gak bakal ada yang nolongin lo dari jebakan Isaac, Mon."Monica terdiam, rasa bersalah langsung menusuk dadanya saat nama Isaac disebut oleh mahasiswa koas di depannya ini.Pengkhianatan Isaac di ujung dermaga tadi masih menyisakan luka yang perih, membuat Monica sadar kalau dunia ini beneran sudah setres."Isaac ... dia kerja sama bareng Gavin," bisik Monica dengan rahang mengeras, mencoba menyembunyikan getaran di suaranya."Gue udah menduga sejak awal, jaringan black business gak pernah punya kesetiaan," sahut Javier dingin sambil membantu Monica bangkit berdiri.Sorot lampu helikopter tempur
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: Bab 71. Kegelapan Laut MalamRasa dingin yang luar biasa langsung menghantam seluruh permukaan kulit Monica begitu tubuhnya tenggelam ke dalam air laut.Kesadarannya sempat berguncang selama beberapa detik, sementara paru-parunya mulai berontak meminta pasokan oksigen yang nihil.Namun, di tengah kepungan air hitam yang membekukan itu, insting Monica sebagai seorang ibu bergerak jauh lebih cepat daripada rasa takutnya.Tangan kanannya bergerak taktis di dalam air, memastikan dekapan pada bayinya tidak melonggar sedikit pun akibat hantaman ombak bawah laut.Dari atas permukaan air, sorot lampu helikopter faksi Gavin masih terlihat menembus kegelapan laut, menciptakan pilar-pilar cahaya putih yang samar.Monica menahan napas kuat-kuat, memaksa kakinya yang telanjang untuk terus mengayuh menjauh dari area pancaran lampu tersebut.Pikiran Monica berputar cepat di antara rasa pening yang mulai menyerang kepalanya akibat kekurangan udara di dalam air.Ia tahu Gavin pasti akan langsung memerintahkan unit robot air atau
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: Bab 70. Pelabuhan Tikus"Pegang anak lo, Monica!" Isaac berteriak keras, suaranya bersaing dengan deru mesin jip yang sudah menjerit di batas maksimal. Monica langsung meringkuk, memeluk bayinya sekencang mungkin di bawah dasbor sambil memejamkan mata erat-erat. Jantungnya berdegup gila-gilaan, siap menghadapi hantaman besar yang sudah terpampang nyata di depan mata mereka. Jip baja itu menghantam gerbang besi pelabuhan tua hingga jebol menjadi dua bagian yang terlempar ke udara. Pecahan kaca dan serpihan logam berterbangan, menggores bodi mobil dengan bunyi decitan yang memekakkan telinga. Kedua robot sentrinel di depan gerbang terlambat merespons, tubuh besi mereka terhantam moncong jip hingga terseret beberapa meter ke lantai beton. Isaac memutar setir dengan cepat, membawa mobil yang kini bagian depannya sudah ringsek itu menerobos area dermaga. "Isaac! Mesinnya keluar asap!" teriak Monica saat me
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: Bab 69. Pelarian di Batas Kota"Tabrak aja, Isaac! Jangan pakai mikir!" teriak Monica histeris sambil memeluk erat bayinya ke dada. Isaac tidak merespons dengan kata-kata, ia langsung menginjak pedal gas jip tua itu dalam-dalam hingga bannya berdecit keras di atas tanah. Mobil baja itu melesat maju, menghantam tubuh Jordan yang berdiri kokoh di depan mereka tanpa ragu sedikit pun. Jordan menahan moncong jip dengan kedua tangan mekaniknya, menciptakan suara gesekan logam yang memekakkan telinga. Namun, kekuatan mesin jip tua milik Isaac rupanya jauh lebih besar hingga mampu menyeret tubuh berat sang eksekutor mundur beberapa meter. "Sialan, dia beneran monster mesin!" umpat Monica, matanya melebar menatap kaca depan yang mulai retak akibat hantaman tubuh Jordan. Isaac memindahkan transmisi gigi dengan cepat, memaksa mesin mobil bekerja dua kali lebih keras untuk melempar Jordan dari kap d
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: Bab 68. Wilayah Netral"Jordan sialan, dia beneran bangkit lagi!" Monica mengumpat habis-habisan sambil refleks mundur selangkah mendekati pintu besi kuno di depannya. Isaac tidak membuang waktu untuk mengobrol, ia langsung menghantam gagang pintu besi kuno itu menggunakan gagang senapannya dengan sekuat tenaga. Pintu tua yang berkarat itu terbuka dengan suara derit yang memekakkan telinga di dalam lorong sempit. "Masuk, Mon! Jangan sampai lo kena jangkauan tangan mekaniknya lagi!" perintah Isaac sambil mendorong punggung Monica melewati ambang pintu. Monica melesat masuk ke dalam ruangan baru yang ternyata adalah sebuah gudang tua terbengkalai dengan atap seng yang bocor. Cahaya bulan malam menembus celah-celah atap, menerangi debu-debu yang beterbangan di udara pengap. Jordan muncul dari kegelapan lorong tanah dengan kondisi tubuh yang bersimpah darah. Sebelah mata mekaniknya yang menyala merah kini berkedip tidak stabil, mengeluarkan asap tipis akibat sisa kerusakan gelombang elektromagne
Last Updated: 2026-05-26