author-banner
Seberkas Sinar
Seberkas Sinar
Author

Novels by Seberkas Sinar

Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Arga, seorang pemuda biasa dari Jakarta abad ke-21, terlempar secara misterius ke Nusantara era perang saudara antara Kerajaan Jenggala dan Kediri. Di tengah kekacauan, ia menyadari bahwa darahnya menyimpan warisan kerajaan kuno dan takdirnya sebagai Maharaja Dharmapala, sang pemersatu yang diramalkan akan menyatukan kembali pecahan bumi Nusantara. Dalam pelariannya dari pasukan Kadiri, Arga bertemu Dewi, wanita tangguh yang kelak menjadi Permaisuri Nitiswari sosok yang tidak hanya menyelamatkannya, tapi juga menyalakan api harapan di hatinya. Bersama, mereka menyusuri lorong-lorong rahasia, menghadapi penyihir terkutuk, mengungkap pengkhianatan, dan membangkitkan kekuatan darah raja yang tidur selama berabad-abad. Namun, jalan menuju takhta bukanlah jalan yang mulus. Pengkhianat bersembunyi di antara sekutu, musuh semakin dekat, dan Arga harus memilih: kembali ke dunia modern yang sunyi, atau tetap di sini, memimpin rakyat dengan hati, bahkan jika itu berarti kehilangan segalanya. Ini bukan sekadar kisah tentang raja yang terlupa. Ini adalah kisah tentang cinta, pengorbanan, dan keberanian untuk bangkit dari abu kehancuran, demi masa depan yang lebih baik.
Read
Chapter: Bab 10: Lautan Mata Putih dan Jeritan Sunyi
Hujan deras mengubah jalan tanah menuju Desa Muara menjadi kubangan lumpur licin yang menyulitkan laju kuda. Namun, Arga tidak memperlambat langkahnya. Kuda tunggangannya, seekor stallion hitam bernama Bara, melompat mengatasi genangan air dengan kekuatan penuh, dipacu oleh desakan hati tuannya yang hampir meledak karena kecemasan. Di belakangnya, lima prajurit elit Laksamana Wira berusaha mengikuti sekuat tenaga, wajah-wajah mereka tertutup helm besi untuk melindungi dari cipratan lumpur dan hujan.Arga bisa merasakannya. Bukan hanya ketakutan, tapi juga sebuah "kekosongan" aneh yang menjalar dari arah desa. Udara di sana terasa hampa, seolah-olah nyawa ratusan penduduk telah disedot keluar, meninggalkan cangkang kosong yang diisi oleh sesuatu yang asing dan dingin. Tanda teratai di lengannya berdenyut nyeri, bereaksi terhadap konsentrasi energi negatif yang padat di depan sana."Mereka sudah dekat!" teriak salah satu prajurit, menunjuk ke depan.Melalui tirai hujan yang tebal, silue
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Bab 9: Mata Air Pembersih dan Bisikan Masa Lalu
Fajar menyingsing di Lembah Kabut dengan warna yang suram. Langit tidak berwarna jingga cerah seperti biasanya, melainkan abu-abu pekat, seolah-olah awan enggan memberi ruang bagi cahaya matahari. Udara pagi itu dingin dan lembap, membawa sisa-sisa bau asap dari obor-obor pemurnian yang masih menyala redup di sekeliling perkemahan.Arga duduk bersila di tepi sebuah batu besar yang menghadap ke jurang dalam. Matanya tertutup, napasnya teratur, namun keringat dingin membasahi dahinya. Di hadapannya, Eyang Surya sedang membakar sekumpulan dedaunan kering dalam sebuah mangkuk tanah liat. Asap putih tebal naik melingkar, membentuk pola-pola rumit sebelum menghilang tertiup angin."Tarik napas dalam-dalam, Gusti," instruksi Eyang Surya dengan suara rendah dan berwibawa. "Biarkan asap ini masuk ke paru-parumu. Ia akan membersihkan 'jejak' sihir hitam yang menempel pada auramu. Tapi ingat, proses ini akan menyakitkan."Arga mengangguk pelan. Ia menarik napas, dan seketika rasa panas menjalar
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Bab 8: Luka yang Berbisik dan Bayangan di Balik Api
Asap hitam pekat masih mengepul dari kawah kecil bekas ledakan bola api, mencampur bau belerang dengan aroma daging terbakar yang menyengat hidung. Hutan Akar Gantung, yang tadi pagi terasa seperti sekutu yang hidup, kini berubah menjadi kuburan sunyi yang mencekam. Jeritan prajurit Kediri yang terperangkap di rawa telah mereda, digantikan oleh rintihan kesakitan dan tangisan tawanan yang mulai diikat oleh pasukan Jenggala.Arga duduk bersandar pada batang pohon raksasa, napasnya tersengal-sengal. Darah segar menetes dari sudut bibirnya, menodai tanah lumpur di bawahnya. Rasa sakit di tulang rusuknya bukan sekadar memar; ada sensasi panas yang menjalar ke dalam, seolah-olah sisa sihir api itu masih menggerogoti jaringan tubuhnya. Tanda teratai di lengan kanannya berdenyut nyeri, cahayanya redup dan berkedip-kedip tidak stabil, seperti lilin yang hampir padam ditiup angin kencang."Arga!"Suara Dewi terdengar panik, diikuti oleh derap kaki berat Laksamana Wira dan beberapa prajurit eli
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Bab 7: Hutan yang Bernapas
Kabut di Lembah Kabut tidak sekadar uap air; ia adalah selimut hidup yang melindungi rahasia penduduknya. Namun, pagi itu, kabut terasa lebih berat, seolah menahan napas sebelum badai besar datang. Arga berdiri di atas tebing batu karang yang menjorok ke lembah, memandang hamparan hijau yang diselimuti putih susu. Di sampingnya, Dewi dan Laksamana Wira sedang membentangkan peta kulit binatang tua di atas batu datar, menandai posisi dengan kerikil kecil."Jenderal Baya Aji dikenal karena kekejamannya, tapi juga kesombongannya," ujar Wira, jarinya yang kasar menekan sebuah titik di peta. "Dia akan membawa pasukan utama melalui Jalur Naga, celah sempit di sebelah timur lembah. Itu jalur tercepat, tapi paling berbahaya jika kita menyiapkan jebakan."Dewi menggeleng, matanya menyipit saat menatap peta. "Itu terlalu jelas. Baya Aji bukan orang bodoh. Dia tahu kita akan mengantisipasi serangan dari timur. Lihat sini," ia menunjuk ke arah barat laut, area yang ditandai dengan gambar pohon-poh
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Bab 6: Api di Ujung Tongkat dan Bisikan Angin
Hujan deras mengguyur Lembah Kabut, mengubah tanah yang sebelumnya kering menjadi lautan lumpur licin. Suara gemuruh petir menyamarkan bunyi palu yang menghantam besi, serta teriakan para prajurit yang sedang berlatih dengan semangat baru. Semalam, setelah pengkhianatan Radèn Rangga terbongkar, suasana di lembah berubah drastis. Rasa takut telah berganti menjadi amarah yang terkendali, dan amarah itu kini ditempa menjadi baja.Arga berdiri di tengah lapangan latihan yang becek, napasnya membentuk uap putih di udara dingin. Di tangannya, ia memegang sebuah tombak bambu sederhana, ujungnya tumpul karena dilapisi kain. Lawannya adalah Laksamana Wira, seorang pria bertubuh kekar dengan kulit gelap terbakar matahari dan bekas luka parang yang membelah pipi kirinya. Wira adalah panglima perang Lembah Kabut, seorang veteran yang telah menghabiskan separuh hidupnya bersembunyi dari incaran Kediri."Jangan hanya mengandalkan kekuatan tanganmu, Gusti!" teriak Wira, suaranya serak seperti geseka
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Bab 5: Racun dalam Cangkir Kemenagan
Cahaya putih dari Batu Sumpah masih berdenyut lembut, memantulkan bayangan-bayangan yang menari di wajah-wajah penduduk Lembah Kabut. Sorak-sorai kekaguman mulai bergema, menggantikan bisik-bisik curiga yang tadi memenuhi udara. Bagi mereka, ini adalah tanda ilahi, bukti nyata bahwa langit telah mengirimkan penyelamat di saat paling gelap."Maharaja! Maharaja!" teriak beberapa pemuda, suara mereka penuh harap yang selama ini terpendam.Arga menarik tangannya dari batu. Cahaya di lengannya perlahan meredup, menyatu kembali dengan kulitnya, meninggalkan hanya tanda teratai yang kini tampak lebih hidup dan berwarna emas kemerahan. Ia menoleh ke arah Dewi, yang tersenyum lega, air mata kebahagiaan menggenang di pelupuk matanya. Pak Prabu, tetua kampung itu, perlahan membungkuk dalam-dalam, sebuah sikap penghormatan tertinggi yang jarang ia berikan kepada siapa pun."Maafkan keraguan hamba, Gusti," ucap Pak Prabu dengan suara bergetar. "Batu Sumpah tidak pernah berbohong. Darah leluhur ben
Last Updated: 2026-04-15
You may also like
Sistem Pewaris Terhebat
Sistem Pewaris Terhebat
Urban · Ramdani Abdul
74.3K views
Sewindu Setelah Berpisah
Sewindu Setelah Berpisah
Urban · Ummi Salmiah
73.5K views
Menantu Dewa
Menantu Dewa
Urban · Salad Kentang Lada Hitam
73.2K views
Dewa Perang Tak Tertandingi
Dewa Perang Tak Tertandingi
Urban · Siswa yang Tak Cerdas
69.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status