Chapter: Bab 17: PilihanDada kami bersentuhan. Napas kami bercampur di ruangan yang tiba-tiba terasa sempit, terlalu sempit untuk CEO dan sekretarisnya yang baru saja kembali dari perjalanan bisnis yang lebih pribadi daripada profesional."Kamu pilih masuk," bisiknya suaranya berat dan serak di leherku. Napasnya panas, menyapu kulitku dengan kehangatan yang membuat lututku lemas. "Kamu tahu apa artinya?"Aku tahu. Tuhan, aku tahu. Dia tidak bertanya tentang pekerjaan. Dia bertanya tentang kita. Tentang apa yang terjadi di Kyoto, di ryokan dengan futon bersebelahan, di gang sempit Gion dengan bintang-bintang di atas kami, di pesawat dengan tangannya yang tidak pernah melepaskan genggamanku.Aku tahu apa yang dia tanyakan. Dan aku tahu jawabanku."Aku pilih masuk," kataku, suaraku lebih stabil dari yang kuduga, meski jantungku berdegup kencang sampai aku yakin dia bisa mendengarnya. "Tapi dengan syarat kita hati-hati. Victor sudah tahu."Sudut bibir Rey naik, senyum tipis yang licik dan memabukkan. Senyum yang
최신 업데이트: 2026-08-08
Chapter: Bab 16: Kembali ke NexusUdara Jakarta berbeda dari Kyoto. Lebih berat, lebih lembap, bau knalpot dan asap rokok yang tiba-tiba saja terasa familiar setelah seminggu hirup udara cedar dan sakura. Aku berdiri di Terminal 3 Soekarno-Hatta, koper kecil di tangan kanan, tangan kiri masih digenggam Rey sejak kami turun dari pesawat.Dia tidak melepaskan. "Rey," bisikku, pipiku panas. "Banyak orang lihat.""Biarkan." Suaranya datar, tapi jari-jarinya menekan punggung tanganku. "Aku lelah berpura-pura."Aku tidak menjawab. Hati berdebar bukan karena malu, tapi karena kata-katanya seolah dua belas tahun menyembunyikan perasaan itu memang membuatnya lelah.Di luar pintu kedatangan, seseorang melambai dengan banner kertas karton besar yang dibuat asal-asalan, tulisannya miring-miring dengan spidol merah tebal."SELAMAT DATANG BOS & CALON ISTRI — DARI ORANG YANG HARUSNYA LIBUR TAPI DIPAKSA NJEMPUT."Kevin.Aku tertawa sebelum bisa menahannya. Suara itu keluar dari perut, berbunyi nyaring di tengah hiruk-pikuk bandara.
최신 업데이트: 2026-08-07
Chapter: Bab 15: Ciuman Penuh KesadaranDua belas tahun menunggu. Dan semalam dalam keadaan mabuk dan keberanian yang salah, dia memberiku sesuatu yang aku inginkan dengan cara yang aku benci.Aku tidak bisa tidur. Tidak bisa melepaskan mata darinya. Setiap kali menutup mata, aku melihatnya menarik kerahku, bibirnya yang hangat dan beraroma sake, tangannya yang gemetar dan aku merasakannya lagi kehilangan kendali, keinginan untuk melepaskan, untuk mengambil, untuk memiliki.Tapi tidak, tidak saat dia tidak tahu apa yang dia lakukan.Sekarang cahaya pagi menyelinap dari celah fusuma, emas dan lembut. Aurel bergerak, mengerutkan hidung, bibirnya bergerak tanpa suara. Aku menatapnya, jantungku berdegup kencang bukan karena takut, tapi karena... ini. Saatnya. Saat dia sadar. Saat aku bisa memberikan yang sebenarnya.Dia membuka mata. Perlahan. Cahaya membuatnya mengerjap dan aku melihat ketika ingatannya kembali. Potongan-potongan seperti puzzle. dinner. Yuki. Sake. Ciuman.Dia yang memulai.Wajahnya berubah dari bingung, ke sad
최신 업데이트: 2026-08-07
Chapter: Bab 14: Ciuman dalam Kepulan Sake GinzaLutku sudah mati rasa. Bagaimana cara duduk yang benar di lantai ini? Yuki, putri Yamamoto-san yang anggun itu duduk seperti dia lahir di tatami, punggung lurus, leher angsa, jari-jari yang jenjang memegang cangkir teh dengan cara yang bahkan terlihat artistik."Reyhan-san benar-benar menguasai strategi penetrasi pasar," kata Yuki, suaranya melodius.Rey mengangguk sopan. "Terima kasih, Yuki-san. Tapi kreditnya untuk Aurel, dia yang menyusun data."Yuki menatapku. Senyumnya tetap di tempat tapi matanya menilai. Dari kimono yang dipinjam, ke cara dudukku yang kaku.."Tentu," kata Yuki. "Aurel-san sangat... tekun."Pipiku memanas. Aku mengangkat gelas sake di depanku, gelas pertama malam ini dan meminumnya dalam satu teguk. Panas. Manis. Membakar tenggorokan hingga ke perut. Membuat sesuatu yang kaku di dadaku sedikit melunak.Hidangan demi hidangan datang. Sashimi yang diatur seperti taman batu, sup miso, Ikan bakar tapi aku tidak tahu cara memakannya dengan benar, jadi aku mengikuti Re
최신 업데이트: 2026-08-07
Chapter: Bab 13: Yamamoto CorpRey memanggil, suaranya menggema di koridor kayu yang kosong.Tidak ada jawaban. Hanya hening.Kami berjalan perlahan ke kamar Clara, langkah kami berderit di lantai kayu. Pintu terbuka lebar, seolah ditinggalkan terburu-buru. Koper coklat bermotifnya yang selalu berdiri tegak di sudut kini telah hilang, meninggalkan ruang kosong yang menganga. Di atas meja kayu, secarik kertas putih terlipat rapi menunggu.Rey mengambil kertas itu, membacanya dengan mata yang bergerak cepat namun wajahnya tetap tidak berubah, terlalu tenang untuk berita baik."Apa yang terjadi?" Tanyaku, suaraku bergetar di ujung.Rey melipat kertas itu perlahan,"Dia pergi ke Jakarta," katanya akhirnya, suaranya datar seperti menyebut cuaca buruk. "Dia bilang akan menungguku di sana bersama ayahnya dan Victor."Aku membeku. Victor. Nama yang asing yang belum pernah kudengar, namun tiba-tiba saja mengisi ruangan dengan kehadiran yang menakutkan."Siapa Victor?" Tanyaku, meski sesuatu di dalam diriku sudah tahu bahwa a
최신 업데이트: 2026-08-06
Chapter: Bab 12: Jantung ArashiyamaSatu jam setelah Clara meninggalkan kamar dengan langkah tertatih-tatih, aku masih duduk di futon, menatap daun bambu yang Rey berikan tadi malam sebelum semua keributan terjadi. Daun itu sudah sedikit layu, tepinya mengering, tapi bentuk hatinya masih utuh.Ketukan pelan di pintu."Aurel?" Suara Rey lembut, tidak ada beban lagi. "Sudah mandi? Kita pergi."Aku berdiri, merapikan yukata baru dan menyisir rambut yang sudah lembap. Aku membuka pintu. Rey berdiri di sana, mengenakan kemeja putih longgar dan celana linen, rambut sedikit berantakan. Dia tampak... muda. Bebas. Seperti anak laki-laki yang baru saja dipulihkan dari hukuman berat."Kita mau ke mana?" Tanyaku."Rahasia." Rey tersenyum, mata berbinar. "Pakai sepatu yang nyaman."Aku mengambil tangannya tanpa bertanya lagi.Arashiyama berbeda dari Fushimi Inari. Tidak ada gerbang torii berwarna merah, tidak ada keramaian wisatawan yang sibuk berfoto. Hanya hutan bambu yang menjulang tinggi, membentuk lorong hijau yang sepi. Sinar m
최신 업데이트: 2026-08-06