author-banner
Peonylrs
Peonylrs
Author

Novels by Peonylrs

My Husband was a Cartel Boss

My Husband was a Cartel Boss

Bermula dari ledakan dahsyat di Pelabuhan Busan, hidup Traya Gayatri berubah dalam semalam. Saat mencari murid-murid TK-nya yang hilang, ia tanpa sengaja memasuki wilayah rahasia Kim Muyeol, bos kartel berdarah Korea-Meksiko yang kejam dan manipulatif. Karena melihat sesuatu yang tak seharusnya diketahui, Traya kehilangan kebebasannya dan terkurung dalam kemewahan yang terasa seperti sangkar emas. Di tengah usahanya melawan, pesona berbahaya Muyeol justru perlahan menggoyahkan pertahanannya. Mampukah Traya mempertahankan kewarasannya, atau justru tenggelam dalam dunia pria yang telah merenggut segalanya darinya?
Read
Chapter: KEPATUHAN
Chapter 29Jantungku berdegup begitu kencang hingga. Aku menatap Muyeol yang kini duduk bersandar pada kepala ranjang besar kami. Pria itu sengaja melonggarkan beberapa kancing kemeja hitamnya, menampilkan dada kekarnya yang terdapat bulu samar, hal itu selalu berhasil membuatku merasa terintimidasi. "Muyeol.. apa maksudmu?" tanyaku terbata-bata, mencoba menanyakan hal itu untuk mengulur waktu. Muyeol tidak menjawab pertanyaanku dengan kata-kata. Dia hanya menyeringai tipis, jenis seringai yang selalu membuatku merasa gugup namun di saat yang sama memicu rasa aneh di perutku.Sebelum aku sempat bersuara lagi, sebelah tangan besarnya yang hangat dan kasar bergerak maju. Dia memegang rambut belakangku dengan genggaman yang mantap, memaksaku untuk berlutut di antara kedua pahanya yang kokoh."Jangan buat aku mengulang ucapanku, Sayang. Gunakan mulutmu untuk membuatku melupakan pria itu," bisik Muyeol rendah dengan suara parau yang teramat dominan, tepat di depan wajahku.Napasnya yang
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Hukuman Malam
Chapter 28 Atmosfer di dalam butik mewah itu seketika drop. Cengkeraman tangan Muyeol di pergelangan tanganku terasa begitu erat dan mengunci, sementara aku dapat merasakan detak jantung Muyeol yang mulai berpacu. Muyeol lalu menarikku ke belakang punggungnya. "Aku sedang bertanya," desis Muyeol lagi, suaranya sangat rendah namun getarannya begitu mengintimidasi. "Siapa kau?" Daniel tampak mematung, wajahnya mendadak pucat pasi saat menyadari dua pengawal bertubuh besar di belakang Muyeol sudah menggeser posisi jas mereka, memperlihatkan samar-samar senjata yang terselip di balik pinggang. Sebagai sales manager yang mungkin hanya menaungi salah satu toko di sana, Daniel jelas terlihat sama sekali tidak tahu siapa pemilik asli mall megah ini, yang dia tahu, pria tinggi kekar yang memandangnya seperti ingin membunuh itu adalah Kim Muyeol. "S-saya minta maaf, Pak. Saya tidak bermaksud.." Daniel terbata-bata, langkah kakinya refleks mundur satu langkah dengan tangan yang teran
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Pertemuan Tak Terduga
Chapter 27 Kehidupan di dalam mansion megah itu berubah total sejak kelahiran putra pertamaku. Kim Morgan kini baru menginjak usia dua bulan, dan kehadirannya sukses mengubah rutinitas harian seisi rumah. Kamar tidur utama kami sekarang selalu dipenuhi oleh aroma krim bayi premium dan suara tangisannya yang keras. "Muyeol.. dia menangis lagi," bisikku lirih sambil menyentuh pelan lengan suamiku saat jarum jam menunjukkan pukul dua dini hari. Muyeol tak menggubrisku, aku mencoba bangun. Namun, sebelum sempat aku menurunkan kaki dari ranjang, Muyeol mendengus kasar, dia bangun dari kasur, menyalakan lampu nakas, memperlihatkan wajahnya yang datar dan tampak dingin karena kurang tidur. "Diam di sini," kata Muyeol pendek dengan bahasa Inggrisnya yang sexy sambil melangkah mendekati boks bayi di sudut kamar. Pria bertubuh besar itu membungkuk untuk mengangkat Morgan dari sana. Cara Muyeol memegang Morgan benar-benar kaku karena dia mencengkeram ketiak bayi mungil itu dengan kedua
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Pewaris sang Iblis
Chapter 26Panggilan telepon misterius itu sempat membuat rahang Muyeol mengeras. Aku sendiri dapat merasakan paranoia akibat peristiwa makan malam berdarah itu. Muyeol langsung menyambar ponselnya dengan wajah sekeras batu, siap meremukkan rahang siapa pun di seberang sana yang berani mengusik ketenangannya.Muyeol diam, menunggu suara di ujung telephone itu memulai percakapan. Aku hanya bisa menahan napas ketakutan di balik selimut. Namun, perlahan rahang tegas Muyeol mengendur saat mendengar suara di balik telepon itu. “Tuan, apakah Anda tertarik untuk meningkatkan paket data internet Anda dengan SK Telecom—"Ekspresi wajahnya berubah dari iblis yang haus darah menjadi pria yang sangat kesal sekaligus terlihat bodoh.Suara robotik khas operator perempuan Korea dari pengeras suara ponselnya memecah keheningan kamar.Muyeol langsung mematikan sambungan telepon itu tanpa sepatah kata pun. Dia melempar ponselnya kembali ke atas nakas dengan dengusan kasar, lalu kembali berbaring di
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: "Mhh.. Muyeol.. Jangan keluar di dalam"
Chapter 25Lima bulan telah berlalu sejak malam berdarah di pelabuhan Busan. Selama itu pula, Muyeol benar-benar mengurungku di dalam mansion mewah ini di bawah penjagaan super ketat.Sikapnya yang dominan dan tidak bisa dibaca itu masih sama. Kandunganku kini telah menginjak usia enam bulan, membuat perutku membuncit dengan sangat jelas di balik gaun tidur satin yang kukenakan.Pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Muyeol yang baru saja selesai membersihkan diri. Hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya, dia berjalan mendekat ke arah ranjang tempatku duduk sembari membaca sebuah buku."kau masih membaca buku tidak berguna itu?" tanya Muyeol dalam bahasa inggrisnya, suara baritonnya memecah keheningan kamar malam itu.Aku mendongak, lalu menutup buku di pangkuanku dengan pelan. "tapi.. ini buku tentang perkembangan bayi. .."Muyeol tidak membalas lagi. Dia naik ke atas ranjang, memosisikan tubuh besarnya di atasku tanpa memberikan jarak. Aku tidak lagi gemetar ketakutan seper
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Makan Malam Berdarah
Chapter 24Efek suntikan vitamin dari dokter faksi setidaknya memberiku sedikit tenaga untuk berdiri tegak di depan cermin, meski rona pucat di wajahku harus ditutupi oleh riasan yang lebih tebal dari biasanya. Kalung berlian itu melingkar dengan indah di leherku, berkilau mewah namun terasa seperti rantai yang mengikat kebebasanku.Pintu kamar terbuka, memperlihatkan Muyeol yang sudah tampil sangat gagah dengan setelan jas berwarna hitam formal. Dia melangkah mendekat, berdiri di belakang punggungku, lalu menatap pantulan diri kami berdua lewat cermin besar tanpa ekspresi romantis.."Sempurna," puji Muyeol pendek dalam bahasa Inggris dengan suara baritonnya yang berat. Dia melingkarkan lengannya di pinggangku dari belakang dengan cengkeraman yang teramat posesif, mengunci pergerakanku. Aku hanya bisa menurut. Iring-iringan sedan hitam mewah milik faksi Kim membelah jalanan malam Busan lalu berhenti tepat di depan pelataran harbor clubhouse, sebuah bangunan arsitektur modern berga
Last Updated: 2026-06-27
You may also like
Diklaim Oleh Don Mafia
Diklaim Oleh Don Mafia
Mafia · Mystikal Loner
110 views
Posesif Sang Ketua Mafia
Posesif Sang Ketua Mafia
Mafia · Avryna Wandhansari
91 views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status