My Husband was a Cartel Boss

My Husband was a Cartel Boss

last updateHuling Na-update : 2026-07-26
By:  PeonylrsIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
13 Mga Ratings. 13 Rebyu
29Mga Kabanata
391views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Bermula dari ledakan dahsyat di Pelabuhan Busan, hidup Traya Gayatri berubah dalam semalam. Saat mencari murid-murid TK-nya yang hilang, ia tanpa sengaja memasuki wilayah rahasia Kim Muyeol, bos kartel berdarah Korea-Meksiko yang kejam dan manipulatif. Karena melihat sesuatu yang tak seharusnya diketahui, Traya kehilangan kebebasannya dan terkurung dalam kemewahan yang terasa seperti sangkar emas. Di tengah usahanya melawan, pesona berbahaya Muyeol justru perlahan menggoyahkan pertahanannya. Mampukah Traya mempertahankan kewarasannya, atau justru tenggelam dalam dunia pria yang telah merenggut segalanya darinya?

view more

Kabanata 1

Awal Takdir

Bab 1

​"Kamu sudah melihat apa yang seharusnya tidak kau lihat. Sekarang, kamu punya dua pilihan. Keluar sebagai mayat atau menjadi milikku,” ucapnya dalam bahasa Inggris dengan nada datar yang dingin.

Aku membeku ketakutan, napasku seolah tercekat di tenggorokan. Menghadapi pilihan mematikan dari sang bos kartel dan menyadari diriku terperangkap di bunker bawah tanah yang mustahil kutembus, seluruh pertahanan mental yang kupunya runtuh sepenuhnya. Rasa pusing kembali menghantam kepalaku, pandanganku berputar kabur, hingga akhirnya kesadaranku habis total. Aku kembali jatuh pingsan di kursi tersebut, sepenuhnya berserah pada takdir di tangan pria asing yang mengerikan itu.

Namaku Traya Gayatri. Di usiaku yang baru menginjak 24 tahun, aku berhasil membangun kehidupan impian yang damai di Busan, Korea Selatan. Berbekal ijazah dari salah satu universitas ternama di sini melalui jalur beasiswa, passion mengajar membawaku menjadi seorang guru bahasa Inggris di sebuah sekolah internasional bergengsi di kota pelabuhan ini. Di sekolah internasional ini, bahasa yang kupakai sehari-hari adalah bahasa Inggris. Aku sangat mencintai murid-muridku, dan mengira hidupku akan selalu tenang serta berjalan normal. Namun, seluruh kedamaian itu hancur lebur dalam satu malam kelam.

Aroma hangus yang menyengat, debu tebal yang menggelapkan pandangan, dan suara berdenging yang menyakitkan di telinga adalah hal pertama yang kusadari saat perlahan membuka mata. Kepalaku terasa pening. Aku terbatuk, merangkak di atas lantai beton yang dingin dan menyadari kemeja putih yang kukenakan sudah robek. Di beberapa bagian, dipenuhi debu hitam akibat ledakan truk kontainer di area pelabuhan saat acara field trip sekolah kami sore tadi.

"Minjun... Jia... dimana kalian?" suaraku keluar bagai bisikan serak yang bergetar hebat.

Aku memaksakan diri untuk berdiri. Jemariku mencengkeram dinding beton yang retak demi menahan tubuhku yang limbung. Rasa panik yang luar biasa mendadak mengalahkan rasa sakit di kepalaku, aku harus menemukan murid-muridku yang terpisah saat kepanikan melanda. Dengan mengumpulkan sisa tenaga yang ada, aku terhuyung-huyung mencari jalan keluar melalui lorong bawah tanah pelabuhan yang remang-remang. Hingga akhirnya, aku melihat sebuah pintu besi tebal di ujung koridor. Berharap itu adalah akses menuju dermaga utama, aku mendorong pintu tersebut dengan seluruh sisa tenagaku.

Ceklek. Pintu terbuka, dan langkahku langsung terhenti total.

Ini bukan jalan keluar umum. Ruangan di balik pintu itu sangat luas, dingin, kedap suara. Di tengah ruangan, seorang pria berusia sekitar 28 tahun sedang duduk dengan santai, namun sosoknya memancarkan aura dominasi yang sangat mengerikan. Wajahnya maskulin dan tampan, dengan rambut hitam yang ditata rapi dengan gaya slicked back. Pria itu mengenakan jaket kulit hitam tanpa kaos, menampilkan otot perutnya yang kokoh dan dada kekarnya. Dia memadukannya dengan celana jeans biru dan sepasang boots khas Meksiko yang kokoh. Di hadapannya, terdapat beberapa tas taktis hitam berisi dokumen dan senjata api.

Di sekeliling pria itu, berdiri sekelompok pria berbadan kekar yang dipenuhi tato menyeramkan di bawah temaram lampu. Seketika, seluruh mata di ruangan itu tertuju padaku. Pertemuan penting mereka terinterupsi total oleh kedatanganku.

"Min... Minjun..." gumamku lirih, sebelum akhirnya pandanganku menggelap sepenuhnya akibat kelelahan dan syok yang luar biasa.

Saat aku tersadar kembali, aku mendapati diriku terduduk di sebuah kursi besi di dalam ruangan kecil yang asing. Tanganku tidak diikat, namun tubuhku terlalu lemas bahkan hanya untuk menggerakkan jari. Pemandangan pertama yang menyambutku adalah wajah seorang pria botak penuh tato yang menatapku dengan seringai menyeramkan.

"Siapa yang mengirimmu, Guru? Bagaimana bisa seorang guru asing tahu jalan pintas ke bunker operasional pelabuhan kami tepat saat faksi musuh menyerang kami dengan bom?" tanya pria botak itu dalam bahasa Inggris sembari melemparkan kartu identitas guru milikku ke lantai dengan kasar.

​"Aku... aku bersumpah... aku tidak tahu apa yang sedang kamu bicarakan..." jawabku lemas. ​

Saat pria botak itu hendak memukul meja untuk mengintimidasi diriku, pintu ruangan mendadak terbuka dengan hantaman keras.

Brak!

Langkah kaki dari boots Meksiko yang berat terdengar mendekat. Pria botak yang menginterogasi diriku seketika mundur tiga langkah, membungkuk sangat rendah dengan tubuh yang gemetar ketakutan. Pria berjaket kulit hitam dengan rambut slicked back yang kulihat sebelumnya melangkah masuk. Dengan nada suara rendah, berat, dan penuh dominasi mutlak yang membuat bulu kudukku berdiri, pria itu berucap tegas dalam bahasa Spanyol, "keluar"

Tanpa sepatah kata pun, pria botak itu bergegas keluar, meninggalkanku berdua saja dengan pria yang auranya begitu mematikan ini.

​"Seorang guru bahasa Inggris dari Indonesia," ucap pria itu dalam bahasa Inggris yang fasih dengan aksen Spanyol-Meksiko yang kental.

Jemarinya yang panjang memegang selembar kertas berisi profil lengkap diriku yang tampaknya telah dicari oleh bawahannya dari tas kerja milikku yang disita. Dari cara pria botak tadi tunduk padanya, aku tahu pria di hadapanku ini bukan sekadar anggota biasa—dia adalah pemimpin tertinggi dari kelompok ini.

​"Jangan sakiti aku... Aku hanya ingin mencari murid-muridku..." ratapku lemas, menatapnya penuh permohonan.

​Pria itu memajukan tubuhnya, menatap langsung ke dalam sepasang mataku yang dipenuhi ketakutan. "Kamu memasuki ruangan yang salah, Sayang," ucapnya dengan tatapan tajam yang mengunci seluruh pergerakanku.

Aura pembunuh yang dipancarkannya begitu nyata menindas mentalku.

Entah bagaimana nasibku nanti.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

RebyuMore

Fiara Liyana
Fiara Liyana
Demen banget sam cowo-cowo yang begini, jadi pengen punya tapi ngeri juga kalo di real life :)
2026-06-30 20:30:03
0
0
Baby girl
Baby girl
In this economy, gapapa deh dapet cowo kaya Muyeol ... (kalau dapet aslinya stres)
2026-06-26 01:23:02
0
0
Fanny Sagita
Fanny Sagita
kaget, awalnya baca waw Busan ku kira cerita orang Korea eh ternyata fl nya orang indo. tegangnya kerasa bangettt ... penasaran nantinya bakal sebucin apa itu muyeol wkwk semangat thooor ...
2026-06-25 21:19:13
2
0
dwinda
dwinda
Wajib baca!!! kutunggu sampe part bahagianya ya!!! semangat thorr!!
2026-06-24 01:10:43
2
0
SAROS
SAROS
omg ini baguss bgtt ceritanya, bikin pengen trs bacaa!!!
2026-06-24 00:52:37
2
0
29 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status